*Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
"Putri, bisakah saya masuk" kata Dorothy menunggu jawaban Rivera.
"Masuklah"
Setelah Rivera memberikan izinnya, Dorothy dengan segera membuka pintu kamar dengan senyum manisnya. Namun, disaat dirinya baru saja masuk, senyumannya langsung memudar.
"P-putri... kenapa semua barang berantakan? Hah... apakah ada seorang Asasin yang datang? Putri tidak apa-apa kan?!" tanya Dorothy khawatir sambil menghampiri Rivera dan memeriksa Rivera jikalau ada luka.
"N-nanny, aku tidak apa-apa. Maaf jika barang-barang nya jadi berantakan" kata Rivera menggaruk kepala dengan canggung.
"Putri, jangan minta maaf. Jika berantakan bisa disusun kembali, karena itulah tugas Nanny" kata Dorothy sembari meletakan barang-barang yang bergelempangan dilantai.
"Ouh ya, Tuan Putri. Ada sepucuk surat yang dikirim oleh burung pos. Ini dia suratnya" Dorothy mengeluarkan surat dari kantungnya dan memberikan nya kepada Rivera.
Rivera mengambil surat itu dan memperhatikan menyelidik. Dia menatap cap pada surat tersebut dan kemudian menyerngitkan dahi.
"Ini dari siapa?" tanya Rivera bingung.
Dorothy yang sedang mengemasi barang-barang itu pun dengan segera menghentikan kegiatannya dan mendatangi Rivera. Dia melihat surat yang dipegang Rivera itu dengan fokus.
"N-nanny juga tidak tahu, Tuan Putri" jawab Dorothy tersenyum canggung.
"..........."
"Ahhh apa mungkin surat itu berasal dari istana. Karena hanya orang istana saja yang mengenal Tuan Putri setelah keluarga Endirson"
"Mengapa para cecunguk itu mengirimi aku surat. Apakah mereka tidak punya malu setelah melemparku kemari" gumam Rivera sembari membuka sepucuk surat tersebut.
Terlihat sebuah kertas usang yang sedikit terbakar dan kemudian memiliki sebuah tulisan dengan kalimat...
...Kenapa kau tidak mati saja....
"!!"
Rivera mengangkat satu alisnya saat membaca isi dari surat tersebut. Dia sangat kesal dan tanpa sadar sebuah api mulai muncul ditelapak tangannya sehingga membakar surat tersebut.
[Sudah Nona, Kiryu sudah meminjamkan api neraka]
"!"
Dorothy terkejut melihat api yang tiba-tiba saja muncul di tangan Rivera. Dengan khawatir dia menghampiri Rivera dan memeriksa tangan Rivera dengan teliti.
"Putri, mengapa sampai seperti ini?" katanya.
"Tidak, aku hanya ingin membakar nya saja"
"Jika Nanny boleh tahu, apa isi dari surat itu?"
"Mereka menanyakan padaku, kenapa aku tidak mati saja"
"!"
Dorothy terkejut, dia menutup mulut nya dengan mata melotot. Jantungnya berdegup kencang dengan rasa khawatir yang datang bersamaan.
"B-bagaimana mereka bisa mengirim surat seperti itu kepada putri. Apa yang mereka pikirkan"
Mata Dorothy memerah, mencoba menahan tangis karena rasa khawatir yang timbul akibat surat tersebut. Dia memegang jantungnya sembari melihat kepada Rivera.
"Untung saja Putri sampai kemari! Untung saja putri tinggal disini dan bukan di istana! J-jika saja putri masih di istana, apa yang akan mereka lakukan pada putri" gumam Dorothy.
Rivera menatap Dorothy kebingungan. Dia hanya diam sambil berpikir..
"Siapa ya, yang mengirimkan surat itu? Menarik...."
...****************...
Kamar Rivera sudah kembali rapi dan kini tinggal lah Rivera seorang diri di dalam kamar karena Dorothy harus pergi mempersiapkan makanan untuk Rivera.
Rivera yang hanya sendiri itu memilih untuk menyerap mana kembali dan melakukan pemutaran mana. Dia begitu fokus sampai-sampai ruangan terasa begitu senyap tanpa suara.
"Aku sangat memalukan karena aku perlu meminjam kemampuan sistem hanya untuk mengeluarkan api. Bagaiman ya caranya agar aku bisa menguasai itu dengan kemampuan ku sendiri" Benaknya merasa resah.
Mana yang diserap dengan perlahan mulai berpusat kejantung dan berputar kearah jarum jam sehingga terbentuklah sebuah circle mana. Perlahan-lahan tubuh Rivera diselimuti oleh cahaya emas sehingga rambut Silver nya bercahaya terang.
[Nona, Rank anda sudah mencapai A+. Ini sudah waktunya anda melakukan tutorial menara]
"?!"
"Tutorial menara...apakah kita akan melakukan sesuatu seperti memburu monster?"
[Benar. Karena Rank Nona sudah mencukupi untuk membuka scenario pertama.]
"Kapan kita akan melakukannya?"
[Kapan pun yang Nona inginkan]
Rivera membuka matanya. Dia berhenti menyerap mana dan kemudian berpikir dengan tangan didagu.
"Scenario....? Berarti akan banyak Scenario yang terjadi jika Rank ku bertambah?"
[Benar, Nona.]
Rivera terdiam sebentar, sampai dia berkata "Nanti saja, aku sangat capek. Seharusnya anak 11 tahun seperti ku ini harus banyak istirahat" Ucapnya merebahkan diri di kasur.
[Nona, apa kau tidak ingin membuka hadiah misi mu?]
"!"
"Benar juga! Kiryu, cepat buka hadiah nya"
Dengan segera terlihat sebuah Box besar di status Window. Rivera sudah tidak sabar untuk menyentuh Box tersebut.
*Plung
Box itu terjatuh dan kemudian Rivera dengan segera mengambil Box hadiah tersebut karena sudah tidak sabar untuk melihat isi dalamnya.
"Kira-kira apa hadiah yang diberikan dewa pada ku....
Rivera berhenti berbicara setelah melihat isi didalam Box tersebut. Dia mengerutkan keningnya lalu berkata "Apa ini?!" Ucapnya heran setelah melihat gulungan kertas berikatkan pita bewarna merah bata.
*Ding
Terdengar notifikasi dari status window sehingga membuat Rivera menoleh.
"?"
Terlihat pada status Window itu ada sebuah tulisan yang berisi
...-Anda sudah memenuhi syarat untuk membuka Shop-...
"Shop?"
[Selamat, Nona. Nona sudah berhasil membuka Shop sistem. Dengan Shop sistem, Nona bisa membeli item maupun kemampuan unique]
"Benarkah"
Rivera begitu kagum mendengar jika dia bisa membeli sesuatu yang berguna didalam Shop sistem tersebut. Karena sangking kagumnya, tangannya bergerak tanpa sadar menyentuh status window sehingga terbukalah Shop sistem yang berisikan berbagai item dan kemampuan yang dimaksud.
Namun, bukannya tersenyum, Rivera justru membuat ekspresi terkejut.
"M-mahal sekali...!!!"
Pekiknya setelah melihat harga dari item-item maupun kemampuan yang berada di Shop sistem.
"Apa-apaan ini. Kenapa dagger yang jauh lebih lemah dari dagger ku sebelumnya memiliki harga yang sangat mahal?! 50.000 gold itu tidak sedikit!!" kesalnya.
Terlihat beberapa item-item disana yang memang memiliki harga yang lumayan mahal jika harus dilihat dari kualitasnya.
"Unique apanya! Inikan hanya berisikan item ampas!!" gerutu Rivera sembari memeriksa item-item lainnya.
"!"
"Ah tidak.... bukan cuman ampas, ini memang memiliki item unique. Tapi... mengapa barang yang bukan Unique disatukan disini?"
[Karena itu diciptakan untuk pemula, Nona]
"Pemula mana yang memiliki harta sebanyak ini?"
[Nona, kan?]
"Ah....ya memang aku memiliki harta kekayaan, tapi tidak perlu semahal ini, kan? Aku yakin, dewa hanya ingin mengambil keuntungan saja dan memperkaya diri sendiri" gerutu Rivera.
[........................]
Dia terus memeriksa item-item yang berguna. Setelah puas melihat-lihat Item, Rivera memutuskan untuk melihat kemampuan Unique yang dijual di Shop sistem.
"Ini..... sangat mahal.....!!"
Terlihat beberapa kemampuan yang memang memiliki tipe unique namun juga memiliki harga yang sangat mahal.
Beberapa kemampuan bahkan memiliki harga yang melampaui 100.000.000 gold. Rivera sampai melotot dibuatnya dan membuka mulut dengan lebar.
"Ini mah namanya pemerasan...."
[Berhentilah perhitungan pada diri sendiri, Nona. Nona bahkan tidak berpikir dua kali pada saat memberikan 1 triliun gold kepada dua rentenir sebelumnya]
"................"
^^^To be Continued~^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
will
go.
2023-11-25
1
Ymmers
matematica nya mc aga ngaco..
hutang berapa, bayarnya bejinum…
haiyaaa jiwa ms queen ku berontak pengen bertarung Tuan Putri..,. 🙃
2023-10-04
4