Setelah banyak sekali berbincang dan melakukan istirahat untuk beberapa menit akhirnya mereka semua sudah bersiap untuk melakukan perjalanan pulang ke rumah mereka kembali.
Mereka memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka menuju perjalanan berbahaya itu karena kondisi kesehatan dan perlengkapan yang tidak memumpuni.
"Nona kecil, terima kasih atas bantuan besar yang Nona beri pada kami. Kami semua benar-benar berterima kasih kepada Nona baik hati," kata pria berbadan kekar untuk mewakili para anggotanya yang lain.
Mereka semua membungkukkan badan mereka untuk memberi hormat kepada Rivera.
Rivera dengan senyum bangganya dia berkata "Kembalilah dengan selamat,"
Mereka tersenyum. Dan kemudian, terlihat seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja maju mendekat kearah Rivera.
"Nona penyelamat. Saya tidak bisa memberikan barang mewah nan mahal untuk diberikan kepada Nona,"
"Namun, dengan tulus saya ingin memberi batu sihir ini kepada Nona. Sang tuan yang sebenarnya," kata wanita paruh baya itu tersenyum manis.
Rivera memperhatikan batu itu dengan cukup lekat.
[Nona, ambil saja. Batu itu mengandung mana yang besar. Alirannya juga cocok untuk Nona. Kiryu akan membantu Nona untuk menyerap mana pada batu sihir ini.]
Rivera masih tetap melihat batu itu dengan lekat.
"Batu ini terlihat berharga untuk anda. Apakah saya pantas?" tanya Rivera.
[Nona... ]
Wanita paruh baya itu tersenyum "Batu ini memang berharga buat saya, Nona. Namun, batu ini sudah menemukan orang yang cocok untuk menjadi tuannya. Jika Nona berkenan, silahkan ambil benda yang tidak seberapa ini,"
Rivera tersenyum simpul "Baiklah. Batu ini sudah menjadi milik saya sekarang,"
Setelah pembicaraan itu, akhirnya mereka semua bersiap dan pergi dari sana. Tinggallah Rivera dan Dorothy yang sedang memperhatikan kereta kuda yang sedang berjalan didepan mereka.
"Nanny. Apa tujuan kita menuju Obelion timur?" tanya Rivera.
Dorothy menghadap kearah Rivera sambil menunduk "Tuan putri, kita akan pergi menuju wilayah Romant," jawab Dorothy.
"Aku yakin jika tuan putri sudah diberi tahu tentang kabar ini. Mungkin saja beliau lupa karena baru saja mengalami sakit" benak Dorothy.
Rivera keheranan. Dia terdiam sejenak sambil berpikir.
"Daerah apa Romant itu? Kiryu, bisa kau beri tahu padaku?" tanya Rivera.
[Romant...]
[Kiryu mendapatkan informasinya ≧∇≦]
[Daerah Romant adalah wilayah seorang Count yang hampir bangkrut. Namanya adalah Count Celevin]
"!"
Rivera melihat kearah Dorothy.
"Nanny, mengapa kita menuju ke daerah yang hampir bangkrut itu?" tanya Rivera.
"Yang mulia... maafkan Nanny yang mulia," kata Dorothy menunduk.
"Kenapa minta maaf?"
"...Nanny tidak bisa membantu yang mulia dari sikap curang putri ketiga. Yang mulia harus menerima pengajaran dibawah pengawasan keluarga Count yang hampir bangkrut," kata Dorothy lesu.
"Hah...?!"
Rivera terkejut sambil menelan air liur nya sendiri.
"T, tidak apa-apa, Nanny. A, ayo kita melanjutkan perjalanan," kata Rivera sambil memasang wajah tertekan.
Dorothy yang sedang membawa tas yang berisikan perlengkapan itupun segera mengikuti langkah Rivera dari belakang.
"Ya ampun. Bisa-bisa nya kau lempar aku ke dunia kacau ini! Bukan hanya menjadi putri yang lemah, tapi aku akan menjadi putri yang miskin?! Dosa apa yang aku lakukan dikehidupan ku dulu?"
[........]
2 jam perjalanan menuju Obelion timur.
Rivera dan Dorothy memilih untuk istirahat dibawah pohon besar. Rivera yang sudah kelelahan pun dengan segera terbaring dirumput yang hijau itu.
"Yang mulia. Ini minum lah," ucap Dorothy mengulurkan botol minuman pada Rivera.
Rivera bangun lalu mengambil botol minuman itu dari Dorothy.
"Terima kasih, Nanny," kata Rivera lalu meminum air tersebut.
"!"
Dorothy terkejut, namun kembali tersenyum dengan malu.
"Ada apa?" tanya Rivera bingung seolah bertanya 'apa yang lucu?'
"T, tidak yang mulia,"
Rivera memiringkan kepalanya "Hmm... baiklah,"
Rivera memilih untuk baring kembali sambil menatap kearah dedaunan pohon diatasnya.
"Secara tidak langsung mereka ingin kita mati, Nanny,"
"!"
"Yang mulia..."
Dorothy menunduk sedih mendengar perkataan dari Rivera.
"Anak kecil 11 tahun mana yang bisa bertahan di kondisi wilayah yang berbahaya ini. Secara terang-terangan mereka melempar kita masuk kedalam kawah api," lanjut Rivera.
Dorothy terdiam. Mulutnya tertutup rapat dan matanya memerah.
Rivera menoleh kearah Dorothy dan memahami betul apa yang sedang dirasakan oleh sang Nanny.
"Tidak jauh dari sini pasti ada sarang Witch, kita tidak boleh berleha. Meski saat ini sedang musim mencari makanan untuk para Witch, tetap saja kita tidak boleh lengah," ucap Rivera mengalihkan topik.
"B, bagaimana yang mulia tahu?"
"Hanya menebak saja,"
Rivera memejamkan mata nya tanpa memperdulikan Dorothy yang sedang kebingungan atas perubahan sikap nya yang sangat besar ini.
"Tentu saja, Kiryu yang memberi tahu padaku,"
"B, baiklah yang mulia," kata Dorothy memilih untuk memendam rasa penasarannya.
[Nona, apakah mau mengambil hadiah nya sekarang?]
"Nanti saja. Bagaimana, apakah ada misi baru?"
[Sebenarnya hanya misi sampingan saja, tapi hasilnya pasti sangat menguntungkan, Nona]
"Apa misinya?"
...⚠️Masuk kesarang Witch dan ambil apapun yang berharga⚠️...
[Nona, ambil saja misinya]
"Kenapa kalian mengajari anak 11 tahun ini mencuri? Kalian benar-benar..."
[Nona, barang-barang para Witch sangat berharga. mereka itu kaya raya,]
"Huft..."
"Nanny, ayo kita lanjutkan perjalanan," ajak Rivera.
Dorothy pun mengangguk dengan patuh dan mulai membereskan perlengkapan kembali.
Mereka kembali berjalan, melanjutkan perjalanan menuju Romant.
Tentu saja perjalanan tidak akan berjalan dengan mulus. Satu atau dua halangan pasti muncul untuk menghambat perjalanan mereka berdua.
Namun, Rivera lagi-lagi berhasil melewati halangan itu sehingga mereka berdua bisa melanjutkan perjalanan kembali.
1 setengah jam pun berlalu. Mereka berdua sampai dihutan iblis yang merupakan sarang bagi para Witch. Dorothy menatap takut kearah hutan gelap itu sambil menelan ludahnya.
Glek!
"Ayo masuk," ajak Rivera.
Rivera berjalan terlebih dahulu dan kemudian disusul oleh Dorothy yang masih tetap ketakutan.
"Satu atau dua Witch pasti ada untuk menjaga kastil mereka. Tapi kita hanya harus menghindari mereka dan masuk kedalam kastil," kata Rivera.
Mendengar kata-kata itu, mata Dorothy membulat dengan mulut ternganga lebar.
"Tuan putri, untuk apa kita memasuki kastil mereka? Kita tidak boleh mengundang kemarahan para Witch, tuan putri," kata Dorothy dengan ekspresi tidak setuju.
"Tidak apa. Ikuti saja langkah tuan putri mu ini,"
Rivera melangkah maju tanpa mau mendengarkan perkataan dan rengekan Dorothy. Dia justru semakin berani melangkah dan kemudian sampai disebuah kastil tinggi yang diselimuti oleh awan gelap diatasnya.
Burung gagak hitam berterbangan mengelilingi kastil tersebut sehingga semakin menambah kesan horor pada kastil itu.
"Tuan putri, tolong jangan bersikap seperti ini. Ini begitu berbahaya, Tuan putri,"
Dorothy masih merengek meski kaki nya dengan setia mengikuti Rivera yang terus melangkah menuju kastil.
^^^To be Continued_^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Darien Gap
wihhh Rivera makin berani
2024-02-25
1
meMyra
seruu banget ceritanya..👍👍
2024-01-18
1
Naa.
duh keasikan baca sampe lupa komen
2023-12-09
1