"Tidak apa Nanny, diamlah sebentar" bisik Rivera sembari mengendap dengan siaga.
[Nona, belok kiri]
"Ada apa di kiri? "
[Pergi saja kearah kiri nona!]
"Cih! "
Rivera berjalan kearah kiri. Dorothy terus mengikuti Rivera sambil menyerngit ketakutan karena melihat kondisi tempat yang menyeramkan baginya.
Tempat yang hanya diterangi oleh beberapa obor, lembab, ditumbuhi lumut dan bahkan tercium bau bangkai disana.
Dengan menggigit jari Dorothy mulai melihat lagi kearah Rivera yang sedang memimpin jalan.
"Putri, kita mau kemana?" lirih Dorothy merengek.
"Ikuti saja aku, Nanny,"
Mereka terus melangkah, sampai dimana mereka sampai disebuah pintu tua usang yang nampak memiliki lapisan segel sihir. Rivera menatap pintu itu dengan teliti.
"Kiryu bagaimana cara membuka segel ini?" tanya Rivera.
[Nona, jangan memegangnya. Pusatkan saja mana mu pada dinding lapisan mana sihir dipintu itu. Dengan begitu pintu itu akan terbuka,]
"Apa kau gila! Bocah ini kan tidak punya mana,"
[Ahh nona... dengarkan Kiryu! Cepat lakukan saja apa yang Kiryu ajarkan]
"Cih"
Rivera menutup kedua matanya dan mulai fokus untuk memusatkan mana seperti yang Kiryu ajarkan padanya.
Sedikit demi sedikit terlihat cahaya emas yang berpusat pada kening Rivera. Cahaya itu berputar membentuk lingkaran dan diakhiri dengan bentuk bunga lotus yang sedang mekar sempurna.
"Sedikit demi sedikit aku mulai merasakan kembali rasa kestabilan mana ditubuh ku. Rasa panas yang mengalir diseluruh pembuluh darah dan berakhir dijantung, ini sangat menyakitkan," benak Rivera dengan mata terpejam.
Dorothy memperhatikan tuan putri nya dengan tatapan tidak percaya. Beberapa kali dirinya memejamkan mata dan bahkan menggosok matanya.
"T, tuan putri bisa menggunakan mana? Sejak kapan?" tanya Dorothy keheranan.
[Nona, jika Nona sudah merasakan mana ditubuh Nona, silahkan pusatkan mana di pintu itu.]
Atas bimbingan Kiryu, akhirnya Rivera menyalurkan mana kepada pintu tersebut. Sebuah energi bewarna emas terlihat mendekat kearah pintu dan berujung menyebar keseluruh pintu tersebut.
*KLAK
Rivera membuka matanya dan kemudian menarik mana nya kembali.
"Wow ini luar biasa," gumam Rivera takjub pada mana baru yang dia dapat kan itu.
"Ayo Nanny, kita harus segera masuk," ajak Rivera.
"Glek" Dorothy menelan ludah "B, baiklah putri" Ujarnya.
Mereka berdua pun memasuki ruangan gelap itu dan lebih memilih untuk diam disana.
"Kiryu, mengapa ruangan ini tidak memiliki obor?"
[Nona, jangan bertanya terus. Cari saja jawaban nya sendiri]
"Cih, dasar tukang makan gaji buta!"
[..............]
"Nanny, sebaiknya diam saja disini ya. Jangan bergerak maupun melangkah sedikit pun! Mengertikan!!" tegas Rivera.
"B, baik Putri," jawab Dorothy dengan suara sedikit bergetar.
Rivera keheranan mendengar suara takut dari Dorothy. Dia menggaruk kepalanya disuasana gelap itu.
"Ada apa dengan nya?"
[Tentu saja dia takut karena ada seseorang yang berbicara keras kepadanya]
"Huftt..." Rivera menghela nafas.
"Mau bagaimana lagi. Aku sudah terbiasa berbicara seperti itu ketika aku masih menjadi komandan pasukan elit prancis,"
"Ah sudahlah. Lebih baik mencari sesuatu yang berguna, bukan?"
Rivera berjalan dengan memusatkan mana ketelapak tangannya sehingga menjadi sebuah gumpalan api yang menerangi jalannya.
"!"
Terkejut bukan kepalang. Rivera melihat kearah sekeliling ruangan yang terdapat beberapa gunung harta yang terbuat dari emas maupun permata itu.
Mata nya melebar dan kemudian mulai melihat kearah Dorothy yang tak kalah terkejutnya.
"Nanny, bisa kau lihat itu? B, bagaimana para Witch itu memiliki harta sebanyak ini?"
Dorothy memandang Rivera dengan mulut terbuka.
"Nanny?"
"I, iya Putri. Nanny juga tidak tahu, putri"
Mereka memandangi harta itu dengan pandangan takjub. Apalagi Rivera, dia menelan ludahnya begitu melihat sekumpulan harta itu.
"Apakah kita akan mengambil sebagian harta ini?"
[Tidak, kita akan mengambil semuanya]
"A, apa maksud mu? Kita akan mengambil semuanya? Apakah kita tidak akan mengundang amarah dari mereka?"
[Tentu saja mereka akan marah Nona. Tapikan jika saja mereka tahu siapa yang mengambilnya.]
"Apa kau gila. Mereka bisa saja mengamuk dan menyerang orang lain"
[Tenang saja Nona. Mereka tidak bisa keluar dari hutan iblis ini karena terdapat pelindung yang menahan mereka]
Rivera mengangguk mengerti dan kemudian memalingkan wajah kearah Dorothy.
"Nanny...."
Dorothy mengalihkan pandangannya kepada Rivera.
"Iya, nona?"
"Bersiaplah menjadi kaya..."
"?..."
Rivera tersenyum mengembang. Dia berjalan menuju gunungan harta itu dan kemudian mulai menyebarkan api ditelapak tangannya pada obor-obor yang berada di dinding.
Ruangan mendadak menjadi terang benderang dan semakin jelas pula apa saja yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Putri, apakah putri akan mengambil beberapa dari harta ini?" tanya Dorothy.
"Tidak, kita akan mengambil semuanya,"
"!"
"B, bagaimana cara membawanya?"
Bukannya menjawab, Rivera justru memberi senyuman kepada Dorothy.
"Tentu saja pada ruang penyimpanan yang dihadiahkan Kiryu pada ku,"
Senyuman tak pernah lekat dari wajah Rivera, dia menarik semua harta itu menggunakan telapak tangannya.
Secara ajaib, harta-harta yang dia serap itu menghilang begitu saja. Tertinggalah 100 keping perak, 15 keping emas dan 2 keping platinum.
Note : 1 koin emas sama dengan 1000 koin perak dan 1 koin platinum sama dengan 1 triliun koin emas.
Rivera mengambil sisa koin itu dan memasukkan nya kedalam kantong yang bewarna coklat.
"Nanny, ini untuk mu" ujar Rivera.
Dorothy terkejut. Bagaimana dirinya bisa menerima barang beharga ini? Dia merasa tidak pantas.
"T, tapi Putri, saya tidak membutuhkan koin ini," tolak Dorothy.
"Sudah ku duga. Perempuan ini tidak akan mudah untuk menerima nya."
"huftt... "
"Ambil saja sebagai pengeluaran ku selama perjalanan ini. Kita bisa makan, menyewa kereta dan penginapan dengan uang ini," ujar Rivera.
"Oh baiklah Putri, Nanny mengerti,"
Semua harta yang disebutkan didalam misi sudah diambil oleh Rivera. Dan sekarang Rivera hendak bersiap untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.
"misi sudah selesai. Aku harus pergi dari sini sebelum para witch itu datang,"
[Nona, jangan pergi melalui pintu itu. Pergi saja menggunakan teleportasi]
"Bagaimana caranya?"
[Akan kiryu bukakan untuk Nona]
Dalam sekejab sebuah portal cahaya bundar bewarna langit gelap mulai terlihat.
Dorothy terkejut saat melihat benda tak asing itu.
"Putri, apakah tuan putri yang membuat portal ini?" tanya Dorothy takjub.
"Ayo masuklah," ajak Rivera sambil mengangguk.
Dengan patuh Dorothy mulai memasuki portal itu dan menghilang dalam sekejab.
Lain lagi dengan Rivera. Dia memilih untuk tetap tinggal supaya dirinya bisa mematikan obor-obor yang sedang menyala.
Setelah obor-obor itu padam, Rivera akhirnya menyusul Dorothy dan sampailah disebuah hutan yang bersebrangan langsung dengan pemungkiman kampung para penduduk desa.
"Putri, akhirnya putri datang. Lihatlah itu, itu adalah pemungkiman desa yang nampak kosong. Nanny tidak melihat seorang pun dari tadi," ujar Dorothy.
Rivera memandang pemungkiman itu dengan lekat.
"Tentu saja tidak ada satupun orang disini. Siapa juga yang ingin tinggal didekat hutan iblis yang banyak Monsternya," benak Rivera.
^^^To be Continued~^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Darien Gap
top dah
2024-02-25
1
Naa.
mampir juga yuk kak di karya ku
2023-12-09
2
Naa.
woww auto kaya mendadak
2023-12-09
1