Rivera dengan segera melihat-lihat item-item baru dan menyempatkan untuk membeli 2 botol Elixir. Karena dia merasa jika dia sudah sedikit bertambah kuat, maka Rivera memutuskan hanya meminum 2 Elixir saja.
"Lumayan juga." Gumamnya.
Setelah selesai memeriksa item-item baru, Rivera pun dengan segera meminum Elixir yang baru saja dia beli. Dia meneguk habis kedua botol Elixir tersebut dan kemudian bersiap untuk segera menaiki menara.
"Bawa aku ke lantai dua" Titahnya.
\[Baik, Nona\]
Dengan segera Rivera menghilang dan sampai di sebuah padang ilalang dengan angin sepoi-sepoi menerpa wajah dan membuat rambutnya melayang-layang.
Padang ilalang itu terlihat begitu menenangkan sehingga bisa membuat seseorang berpikir jika tidak terdapat monster disana.
Lain lagi dengan Rivera, dia mencoba untuk mengamati tempat tersebut sambil sesekali melangkah beberapa tapak.
"Dimana kalian bersembunyi !!" monolog Rivera bertanya-tanya.
Karena tidak mendapatkan respon dari para monster, Rivera dengan segera melacak keberadaan para monster dengan kemampuan merasakan mana di sekitarnya.
Setelah melakukan kemampuan itu dengan segera Rivera bisa merasakan mana dan getaran yang berada di dalam tanah yang sekarang sedang dia pijaki.
" !!! "
Setelah merasakan ancaman bahaya, Rivera dengan segera melompat dan melesat ke medan yang aman. Secara bersamaan pula para monster pun keluar dari tempat persembunyian mereka dan menggeram selayaknya monster buas.
Mereka adalah monster tipe cacing yang telah berubah menjadi bentuk yang menyeramkan dan tumbuh dengan ukuran yang besar. Gigi mereka terlihat kecil namun begitu tajam.
Rivera mengangkat alis dan kemudian mulai mengeluarkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Dia telah membeli sebuah pedang bewarna hitam dengan corak merah darah. Pedang itu bernama Blood sword, yang memiliki kelas A\+.
"Air liur mu menetes terus, itu membuat ku geli !!!" kesal Rivera.
Segera pula dia berlari dengan cepat sambil mengayunkan pedang besarnya. Dia melompat dan mendarat di tubuh cacing besar itu. Cacing yang terus saja menggeliat dan meronta itu tidak memungkinkan Rivera untuk terus berada di atas cacing. Dia melompat kebawah dan melakukan gerakan zig-zag sambil menebas cacing tersebut.
\*Trang...
" !!! "
Namun beruntungnya, cacing itu hanya mengalami sedikit luka karena kulitnya yang amat teramat keras tidak bisa di gores dengan sebuah pedang saja.
"Kenapa kulit cacing ini sangat keras!! " kesal Rivera.
Dia pun kembali menyerang dengan gerakan memutar sambil menebas dengan brutal cacing tersebut. Cacing itu semakin melakukan perlawanan dan kemudian menyemburkan cairan lewat mulutnya kepada Rivera.
Rivera dengan repleks bagusnya itu pun dengan segera menghindar dari cairan aneh yang di semburkan oleh cacing tersebut.
" !!! "
Betapa terkejutnya Rivera setelah melihat akibat jika terkena cairan itu. Tanaman yang awalnya subur telah menjadi abu solah baru saja terbakar.
"Menjijikan !!"
Karena merasa kesal karena cacing itu telah mempermainkan nya, Rivera dengan cepat segera menggunakan kemampuan sword aura dan kembali berlari menuju monster cacing. Gerakannya sangatlah cepat sehingga dalam itungan detik Rivera sudah berada di atas cacing dan kemudian mulai menebas cacing dengan kuat.
"Matilah !!!"
\*SLASH...
Tubuh cacing terbelah menjadi dua dan kemudian jatuh tanpa menunjukkan sedikitpun pergerakan. Rivera yang telah berhasil mengalahkan cacing itu dengan segera memulai kembali pencariannya pada cacing-cacing yang sedang bersembunyi.
Seolah tak merasakan lelah, Rivera kembali melakukan kemampuannya melacak monster. Setelah melakukan pelacakan dia bisa merasakan jika tak jauh darinya terlihat monster dengan tipe berbeda.
Monster itu berwujud laba-laba namun dengan ukuran yang besar, sebesar 2X orang dewasa. Rivera yang sudah mengetahui keberadaan para monster laba-laba itu pun dengan segera berlari dengan wajah tersenyum sinis.
\[Nona, hati-hati. Monster itu memiliki kelas B\+\]
Rivera semakin melebarkan senyumannya. Dia semakin memperlaju pergerakan sehingga mebuatnya sampai dalam hitungan detik.
Dia pun berhenti sejenak dan mengamati pergerakan para laba-laba yang sedang tertidur menunggu sarang mereka yang berisikan telur-telur yang hampir menetas.
"1,2,3.....ada 7 laba-laba" Monolognya lalu mulai melesat dan mengeluarkan sihir api untuk memulai penyerangan.
\*BOOM
Laba-laba yang mendapat serang mendadak itu pun dengan segera meraung dan membuat pertahanan pada diri mereka sendiri. Dikarekan monster laba-laba adalah monster yang memiliki keegoisan yang besar, mereka meninggalkan telur mereka dan pergi bersembunyi.
Rivera yang sudah terlanjur menyerang pun memutuskan untuk menghabisi semua laba-laba itu dalam sekali tebas.
\*SLASH
Laba-laba terbagi menjadi dua tanpa melakukan serangan balik sama sekali. Setelah Rivera berhasil membunuh satu laba-laba monster, Rivera dengan segera melesat untuk membunuh monster laba-laba lainnya.
Dia berhasil menemukan satu laba-laba yang memiliki ukuran lebih besar dari laba-laba yang telah dia bunuh. Dan terlihat jika laba-laba kali ini memiliki mental yang cukup besar untuk menghadapi Rivera.
Dia menyerang Rivera dengan menyemburkan sebuah jaring dari mulutnya itu, namun dengan gesit Rivera menghindari jaring itu dan kemudian melompat sambil bersiap-siap untuk menebas laba-laba.
\*SLASH
Laba-laba kali ini pun kembali terbelah menjadi dua dan mati megitu saja tanpa melakukan serangan yang patal. Seolah-olah para laba-laba itu sangatlah mudah untuk di bunuh. Namun kenyataannya, laba-laba tipe monster sangat sulit untuk dibunuh di karenakan tubuh mereka yang keras dan juga darah mereka yang bisa meleburkan logam seperti pedang.
Namun berbeda dengan Rivera. Dia bahkan bisa dengan mudah menebas monster laba-laba tanpa mengeluarkan kemampuan lebihnya.
Waktu berlalu cukup cepat. Kini Rivera telah berhasil menumpas hampir 99% monster yang ada di lantai 2 itu.
Di karenakan dia sudah banyak mengayunkan pedang pada saat ini, dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum pergi untuk menghabisi bos monster.
Dia duduk di sebuah batu besar dengan monster-monster yang telah mati di sekelilingnya. Sambil meminum satu Elixir dia pun mencoba untuk mengambil napas dalam-dalam.
"Hufttt.... "
"Kiryu, apakah Elixir ikut di perbarui?"
\[Benar, Nona\]
"Pantas saja aku merasa jika efek nya lebih meningkat dari kemarin"
Rivera menatap botol Elixir yang telah kosong itu dan kemudian terbesit sebuah ide cemerlang di kepalanya.
Dia dengan segera menyalurkan mana pada botol itu dan melemparnya kepada para monster yang sedang sekarat.
\*BOOM
Tiba-tiba terlihat ledakan dari arah Rivera melempar botol tersebut. Dan Alhasil, para monster tercabik-cabik menjadi beberapa bagian. Bau amis darah pun semakin menyebar kemana-mana sehingga membuat Rivera menutup hidungnya.
"Haha tidak buruk juga" Monolognya menyeringai.
Setelah cukup beristirahat, Rivera memutuskan untuk beranjak mencari bos monster yang sedang bersembunyi. Dia menghilang dengan sekejab seolah-olah dia baru saja melakukan teleportasi. Namun, nyatanya dia hanya berlari dengan cepat sehingga membuatnya terlihat baru saja melakukan teleportasi.
^^^To be Continued~^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
矢kaguyume冬
mantap
2023-10-01
2