"Kalian tidak memiliki hak untuk menyita kediaman ini begitu saja. Dari awal yang memaksa kami untuk berutang itu adalah kalian" kata Celevin dengan nada mulai tidak senang.
Kedua penagih utang itu malah tertawa meremehkan.
"Siapa kau hingga berkata kami tidak boleh menyita kediaman ini?! Kau itu hanya seorang Count yang gagal. Bahkan derajat kami saja lebih tinggi dibandingkan dengan mu!" Maki pria berbadan gempal itu.
"!"
Semua penghuni kediaman Endirson geram mendengar kata-kata kurang ajar mereka untuk Celevin. Bahkan darah Rivera ikut mendidih begitu mendengar perkataan tidak sopan dari pria berbadan gempal itu.
"Kurang ajar sekali babi ini. Apa aku bunuh saja dia"
[Nona tidakkkk! Kau adalah anak kecil, tidak boleh membunuh sembarangan]
"Mereka sudah kurang ajar kepada orang yang menampungku. Aku benar-benar ingin menampar mereka dengan harta kekayaan seorang Rivera!" benak Rivera geram.
Rivera mulai maju mendekat kearah Celevin yang sedang diam menatap tajam kearah pria berbadan gempal itu.
"Anda berdua tidak pantas berkata tidak sopan kepada penguasa Romant. Ingatlah, kalian sedang tinggal dan berdiri di tanah siapa!" sambar Rivera sedikit mengintimidasi.
"!"
"T, tuan pu...
"Nona, nona Rivera. Panggil saya Nona Rivera" kata Rivera memperkenalkan diri sekaligus membuat Count berhenti berkata.
"!"
"Apa-apaan bocah bertubuh pendek ini! Hei Count, apakah kau menyimpan wanita simpanan? Setahu ku kau tidak lagi memiliki seorang istri" ejek pria berbadan kurus dengan tatapan merendahkan Rivera.
"Jaga mulut mu...
"Saya tidak mengerti, mengapa bangsawan seperti kalian tidak memiliki tata krama dalam berbicara. Apakah kalian perlu diajari oleh anak 11 tahun seperti saya?" ujar Rivera sehingga membuat Mark berhenti berbicara.
"!"
"Ka, kami... Siapa kau sehingga berani mengajari kami apa itu tata krama? Bocah ini.....!! Hai Count berikan saja bocah ini sebagai pelunasan utang mu, aku akan menjualnya menjadi budak dan memberi pelajaran setimpal pada bocah sombong ini!" ujar pria berbadan kurus menatap tajam kearah Rivera.
"!"
"Sepertinya saya sudah terlalu bersikap lunak kepada anda berdua. Berani-berani nya anda berkata sembarangan kepada tuan...
"Nona Rivera, saya Nona Rivera, jangan macam-macam kepada saya atau tidak saya akan memberi pelajaran kepada kalian!" ujar Rivera mengintimidasi.
Celevin menatap khawatir kepada Rivera, dan kemudian berkata "Nona Rivera, sebaiknya anda tidak perlu terlibat dalam masalah ini. Masuk saja, ya" ujar Celevin dengan nada meyakinkan.
"Bagaimana saya tidak terlibat kedalam masalah ini. Mereka sudah berani merendahkan martabat seorang Count yang sudah menampung saya." jawab Rivera masih saja menatap tajam kearah kedua pria itu.
"Saya akan melunasi utang Endirson kepada kalian saat ini juga"
"!"
"!"
"!"
"Tuan ah maksud saya Nona Rivera, apa yang anda katakan. Hal ini benar-benar tidak perlu dilakukan, saya benar-benar bisa melunasi utang itu," tolak Celevin.
"Kapan? Apakah anda akan menunggu kedua orang ini datang lagi untuk mencari masalah kepada kediaman Endirson? Saya akan tetap melunasi utang ini. Anggap saja sebagai bayaran saya karena sudah dibiarkan tinggal disini," ujar Rivera masih bersikeras supaya bisa melunasi utang Endirson kepada kedua rentenir itu.
"Lihatlah ini, bocah ini sok-sok-an menjadi superior," Ejek pria berbadan gempal.
"Hahahhahahahaha" Sementara pria berbadan kurus malah menertawakan candaan dari rekannya.
"Nona.. ini benar-benar tidak perlu dilakukan...." lirih Celevin menatap sedih kepada Rivera.
"Nanny..." panggil Rivera.
"Baiklah, Nona," jawab Dorothy menghampiri Rivera.
"Keluarkan satu koin," titah Rivera pada Dorothy.
"Baik, Nona"
"!"
"HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"
"Apa kau mendengar itu? Satu? Hahaha bocah ini sedang bermain main kepada kita,"
Dorothy menatap kesal pada kedua orang yang seenaknya bertindak tidak sopan kepada tuan putrinya. Dengan segera dia mengeluarkan satu keping koin dan memberikan nya kepada Rivera.
"Ini dia, Nona"
"Hahaha lihat lah itu....
"!"
"!"
"APA KO, KOIN PLATINUM? I, ITU KO, KOIN PLATINUM?" Mata semua orang membulat sempurna begitu melihat satu keping koin platinum yang sedang dipegang oleh Rivera.
"Ck! Aku benci tatapan orang miskin ini," gumam Rivera.
Dengan segera Rivera melempar koin platinum itu sehingga menggelinding mendekat kearah sepatu dari kedua rentenir tersebut.
"!"
"Ah tidak, koin ku menjadi kotor!"
"Hey apa yang kau lakukan, ini koin ku!"
"Bodoh kita akan membaginya,"
Mereka malah bertengkar memperebutkan satu koin platinum itu.
Sementara itu, Celevin terlihat begitu terkejut saat melihat bahwa Rivera memiliki koin platinum, koin yang hanya bisa dimiliki oleh kaisar dan duke-duke kaya saja. Karena hanya dengan satu koin platinum bisa menghidupi penduduk Romant selama 50 tahun mendatang.
"Sekarang kalian puaskan? Berarti utang Endirson sudah lunas. Jadi kalian tidak perlu menginjakkan kaki lagi kemari," kata Rivera sehingga kedua rentenir itu berhenti bertengkar.
"I, iya, baiklah. Kami sungguh tidak menyangka ada orang kaya dikediaman kumuh ini," kata pria berbadan gempal masih saja merendahkan Endirson sembari menggigit koin platinum itu.
"Sialan, dasar bocah kaya ini. Ah tapi tidak apa, setidaknya aku mendapat kan koin platinum yang mustahil aku dapatkan," benak pria berbadan gempal tersenyum licik.
"Baiklah. Kami akan pergi, sudah tidak ada gunanya kami berlama-lama di tempat kumuh ini," ujar pria berbadan gempal masih saja tetap merendahkan.
Rivera menggenggam erat-erat tangannya karena kesal pada perkataan tidak sopan dari pria gempal itu.
"Babi ini ingin sekali ku habisi...!!" geramnya.
"Tunggu! " ujar Rivera menghentikan kedua rentenir tersebut.
Kedua rentenir itu berhenti dan menoleh kebelakang.
"Ada apa lagi?" tanya mereka dengan nada tidak senang.
"Saya masih memiliki utang yang belum saya lunasi pada kalian" ujar Rivera menunduk dengan tangan menggenggam.
"Apa? Hoho, baiklah-baiklah kau punya utang pada kami. Cepat bayar satu koin platinum lagi kepada kami" ujar pria berbadan kurus sungguh tidak sopan.
"Mark.."panggil Rivera.
"I, iya Nona Rivera" jawab Mark kaku.
"Pukuli mereka, patahkan kaki mereka sehingga mustahil untuk disembuhkan" titah Rivera menatap tajam kearah kedua rentenir tersebut.
"!"
"!"
"A, apa maksud mu bocah!!"
Mereka berdua ketakutan sambil melihat Mark dan hendak menjaga jarak. Mark yang kebingungan itu dengan segera menatap kearah Celevin. Celevin juga turut melihat Mark dan kemudian mengangguk tanda bahwa dia memperbolehkan Mark untuk memukuli kedua rentenir tersebut.
"Hohoho.....baiklah. Ini adalah bagian yang sungguh menyenangkan," ucap Mark tersenyum puas dengan kedua tangan yang sudah menggenggam sedari tadi.
"A, apa yang akan kau lakukan! A, aku akan melaporkan mu kepada inspektur, jangan coba-coba kau mendekat!!"
"Coba saja kau pukuli aku! Lihat saja, bagaimana kau akan menghadapi hukumannya nanti!"
"Hohohoho kalian mencoba membicarakan hukuman kepada seorang ajudan merah ini rupanya....!!"
"TIDAK...!! "
"TOLONG AKU....."
^^^To be Continued~^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
𝕗 𝕚 𝕚
lanjut
2023-12-04
1
will
lah kok malah di kasih??? 1 triliun emas di buang percuma gitu untuk membayar 200 emas???
2023-11-25
3
alana
this is fucking crazy
2023-09-21
2