MENERIMA MISI?

Pagi pun tiba menggantikan malam.

Rivera segera bersiap dibantu oleh Dorothy supaya bisa mengikuti acara sarapan bersama di ruang makan.

Rivera bersiap dan memilih pakaian yang ada disana, dia memilih sebuah gaun bewarna pink bernuansa putih. Tidak lupa dia menghias rambut nya dengan di kepang udang. Beberapa jepitan mutiara turut menghiasi rambut silver nya.

Setelah bersiap-siap, Rivera pun dengan segera pergi menuju ruang makan, dipandu oleh satu pelayan yang berada di belakangnya.

"Putri, kita akan segera sampai di ruang makan" Ujar pelayan tersebut.

Rivera mengangguk sambil melemparkan sebuah senyuman manisnya.

"!"

Pipi pelayan itu merona, dia tidak tahan melihat kemanisan Rivera.

"Kenapa harus ada acara makan sih. Aku tidak terbiasa makan bersama keluarga,"

Mereka pun sampai di depan pintu ruang makan. Dengan segera pelayan itu membukakan pintu untuk Rivera.

"Silahkan masuk, Tuan Putri" Ucapnya tersenyum sangat manis.

Rivera mengangguk dan berkata "Terima kasih" sambil tersenyum.

Rivera segera masuk, meninggalkan pelayan yang sedang terbuai dalam rasa kegemasan untuknya.

Disana, Rivera bisa melihat bahwa Celevin dan Abel sudah duduk di meja makan.

Rivera sedikit terkejut karena dia berpikir jika dirinya lah yang datang pertama.

"Selamat pagi Count, tuan muda Abel," sapa Rivera.

"Selamat pagi, putri, " balas Celevin tersenyum hangat.

Rivera turut membalas tersenyum dan kemudian memalingkan wajah kearah Abel yang sedari tadi mengacuhkannya seolah-olah diri nya tidak ada.

"Bocah memanglah bocah," benak Rivera beranjak untuk pergi duduk.

"Ah, Count. Bisa beri tau saya, saya harus duduk di mana?" tanya Rivera.

Karena di meja makan itu terdapat 5 buah kursi. Celevin duduk dibagian tengah sementara Abel duduk dibagian kiri berdekatan dengan Celevin.

"Duduklah senyaman mu, putri" jawab Celevin.

"Baiklah,"

Rivera segera pergi untuk duduk dan kemudian dia memilih sebuah bangku posisi kanan berdekatan dengan Celevin dan sekaligus berhadapan dengan Abel.

"Hy Tuan Muda" sapa Rivera tersenyum.

"........" Abel hanya diam dengan ekspresi datarnya.

"Huftt... " Celevin menghela nafas.

"Abel, putri sedang menyapa mu," tegur Celevin.

"..........." Masih tidak ada jawaban.

"Abel...

"Tidak apa Tuan Count, mungkin saja Tuan Muda sedang kelelahan. Lebih baik kita segera sarapan, saya sudah sangat lapar"

"Maafkan sikap putra saya, Tuan Putri"

Ya, mereka memulai acara sarapan dikala pagi itu.

"Bersikaplah dewasa bocah!" kesal Rivera sembari menyuap makanan kemulutnya.

15 menit berlalu...

Acara sarapan pun telah selesai. Rivera yang sudah memiliki janji dengan Thomas supaya berkeliling kediaman pun dengan segera mendatangi Thomas.

Terlihat Thomas sedang berjalan di lorong ruangan. Dengan segera pula Rivera berlari untuk mendatangi Thomas.

"Tuan Buttler...tunggu saya"

Seketika Thomas menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.

"Tuan putri, jangan berlari nanti anda jatuh" tegur Thomas khawatir.

"Tidak Tuan Buttler...

"!"

Rivera menginjak ujung gaunnya sehingga dirinya hampir jatuh menghantam lantai ubin tersebut. Untungnya Thomas dengan sigap menyelamatkan Rivera dengan sihir anginnya.

"Wahh... saya hampir saja jatuh. T, terima kasih sudah menyelamatkan saya," kata Rivera sedikit terkejut karena melihat Thomas bisa menggunkaan sihir tipe angin.

"Gaun sialan! Eh tapi... sihir apa yang digunakan Thomas? Apakah mana bisa berubah menjadi angin?" benak Rivera.

"Tuan putri, anda tidak apa-apa kan? Lain kali jangan berlari lagi tuan putri," ujar Thomas khawatir sambil menghampiri Rivera.

"Hahaha, saya sangat ceroboh. Maafkan saya" kata Rivera tersenyum canggung.

Thomas hanya bergeleng melihat sikap Rivera.

"Tuan Buttler, bagaimana? Apakah Tuan setuju untuk menemani saya melihat-lihat kediaman?"

"Panggil saja saya Thomas, Tuan Putri"

"Ah, iya Thomas. Bagaimana?"

"Saya akan menemani Tuan Putri kapan pun anda mau. Mari, saya akan memandu anda"

"Baiklah"

Mereka berdua pun dengan segera berjalan untuk menelusuri kediaman. Rivera dengan semangatnya segera menyimak pembicaraan Thomas tentang ruangan-ruangan dan sejarah dari ruangan-ruangan yang ada di kediaman Endirson.

Kediaman Endirson tidaklah besar namun tidak bisa dibilang kecil. Bangunan yang memiliki 30 kamar tamu, 10 kamar utama dan 15 kamar pelayan itu terlihat usang karena sudah 10 tahun terakhir tidak mendapat kan renovasi.

Bahkan tidak memiliki penghangat maupun air hangat untuk mandi. Kediaman tersebut memiliki dua dapur, satu ruang medis, dua gudang, tiga tempat latihan berpedang, satu ruang tunggu, satu ruang makan keluarga, satu ruang makan acara resmi/formal dan 55 kamar mandi.

Rivera dan Thomas sudah berada di tempat latihan yang berdekatan langsung dengan gerbang keluar kediaman Endirson. Disana juga terlihat taman mini yang berisikan bunga-bunga mawar, matahari, daisy dan juga beberapa bunga magnolia.

"Thomas, terima kasih sudah memandu saya untuk melihat-lihat kediaman ini" kata Rivera masih bersemangat.

"Itu memang sudah menjadi bagian dari tugas saya, Tuan Putri" jawab Thomas menunduk sedikit dengan senyuman hangatnya.

"Saya benar-benar....

*BRUKK

Ucapan Rivera terhenti setelah terdengar suara keras dari arah luar gerbang. Dengan cepat Rivera dan Thomas segera menoleh dan mendapati ada dua orang pria. Pria satunya berbadan gempal dan pendek, sementara satunya bertubuh kurus namun tinggi.

Mereka menggunakan pakaian bangsawan berkualitas tinggi dan perhiasan emas permata. Tidak lupa dengan topi-topi yang memiliki bulu-bulu besar yang bertengger di atasnya.

Mereka terlihat marah dan bertengkar dengan penjaga gerbang Endirson. Hal itupun memancing perhatian dari

penghuni kediaman Endirson.

Termasuk juga Celevin dan juga Abel yang turut keluar untuk melihat kegaduhan tersebut.

Rivera yang melihat Celevin pun dengan segera melangkah mendekat untuk memastikan akar permasalahannya.

"Biarkan kami masuk! Dasar manusia rendahan!" Maki pria berbadan gempal itu dengan ekspresi merendahkan kepada penjaga gerbang.

"Ada apa ini?" Celevin segera menyela dan menghadapi sang pemaki tersebut.

"!"

"Cih, akhirnya kau keluar juga. Bayar utang mu! Sudah 1 bulan kau tidak ada membayar utang mu itu, apa kau tahu!" kata pria berbadan kurus itu dengan nada tingginya.

"Berani-beraninya kau berkata kurang ajar dengan penguasa Romant ini, apa kau ingin mati?!" Tajam sang ajudan Count yang tiba-tiba saja datang.

Tatapan tajam dengan pupil mata bewarna hazel itu membuat kedua orang udik tersebut mengeridik ngeri. Ditambah lagi dengan tubuhnya yang kekar dan juga bekas luka di pipi kanannya. Pria itu bernama Mark sang ajudan merah(karena rambutnya warna merah]

"!"

"Be, beraninya orang yang berutang berbicara mati pada kami!"

"Kau..

"Sudah cukup!" tajam Celevin menatap datar kearah dua penagih utang itu.

Seketika semua orang terdiam karena aura tajam yang dikeluarkan oleh Celevin.

"Anda berkata jika utang itu bisa saya bayar setelah lima bulan berlalu. Tapi anda datang disaat satu bulan saja tidak ada" ujar Celevin dengan nada tenang dan ekspresi hangatnya.

"Kau yang berutang atau aku, Hah?! Terserah kami ingin menagih kapan saja, memangnya siapa kau yang berhak menentukan!"

"!"

"Para cecunguk ini...!!" geram Mark hendak maju sambil meraih pedang besar yang bertengger di punggungnya.

"Mark" panggil Celevin merentangkan tangan kanan untuk menghentikan Mark.

Seketika saja Mark berhenti namun tak henti melemparkan pandangan tajamnya kearah dua pria penagih hutang.

"Cih! Kami tidak mau Tahu, segera lunasi hutang kalian sebesar 200 keping emas itu! Atau tidak.... kami akan menyita kediaman ini!!"

"!"

"!"

Semua orang kaget mendengar jika pria penagih utang akan menyita kediaman jika utang tidak segera di lunasi. Termasuk Rivera, dia terkejut saat mendengar nominal hutang tersebut.

"Kiryu, apakah 200 keping koin emas memiliki jumlah yang tinggi?"

[200 koin emas bisa menghidupi satu Romant selama 3 tahun, Nona]

"Benarkah? Apakah 200 koin seberharga itu?" benak Rivera terkejut.

[Bagaimana, Nona? Apakah Nona akan menerima misi?]

"A, akan aku pikirkan lagi sebentar"

^^^To be Continued~^^^

Terpopuler

Comments

will

will

lanjut

2023-11-25

2

will

will

bagus

2023-11-25

1

Wiwin Ma Vinha

Wiwin Ma Vinha

s3mangattt

2023-09-07

2

lihat semua
Episodes
1 PENGHIANATAN
2 KESEMPATAN
3 OBELION TIMUR
4 KASTIL WITCH
5 MISI SELESAI
6 SAMPAI KE TEMPAT TUJUAN
7 KEMARAHAN TUAN MUDA ABEL ENDIRSON
8 TANGIS ABEL
9 MENERIMA MISI?
10 MENAMPAR RENTENIR
11 MEMAKSAKAN DIRI
12 SHOP SISTEM
13 MEMULAI MENARA
14 MEMBANTAI GOBLIN
15 KEKUATAN SUCI
16 PENUMPAS
17 MENYELESAIKAN RAID
18 PERGI KELUAR
19 PANGGIL SAYA KAKAK
20 KONTRAK KERJA SAMA
21 Pengumuman
22 MEMULAI MISI
23 MEMULAI MENARA KEMBALI
24 SAINTESS YANG TERSESAT #1
25 SAINTESS YANG TERSESAT #2
26 MENGUNJUNGI AMBHER
27 AKAL LICIK KAISAR ALEXANDER WINDSOR
28 PENGGUNA KEKUATAN SUCI
29 MENDIDIK CALON KESATRIA
30 DIMULAI
31 LANTAI 4
32 PERMUKIMAN OGRE
33 MENYELESAIKAN LANTAI 4
34 SAMPAI DI ISTANA
35 BALMORAL PALACE
36 DUA BERSAUDARA PERUNDUNG
37 SI KEMBAR BELLEZAC DAN VIESE
38 INTIMIDATING
39 2 PRAJURIT
40 KETERTARIKAN
41 KAHIL MACARIO
42 PARTY HALL
43 KEHORMATAN HANYA SEBATAS GELAR
44 FIRASAT BURUK, RIVERA
45 DUKE PELET DAN DUKE ROPILL
46 DIPERMALUKAN
47 RENCANA LICIK KAISAR
48 KEGILAAN ESTIRA
49 SALAM PERPISAHAN
50 TERKURUNG
51 SKENARIO 2
52 CALON-CALON KESATRIA
53 RENCANA UNTUK PERGI KELUAR
54 SATU EMPEROR'S PALACE GEGER
55 TURUN KEJALAN
56 TERCIDUK
57 RIVERA TERSINGGUNG
58 MISI RAHASIA
59 SOLDERET
60 MISI YANG SULID
61 TEKA-TEKI MISI
62 TERJAWABNYA TEKA-TEKI
63 PERSIAPAN RIVERA
64 MEMULAI AKSI DIAM-DIAM
65 GERHANA BULAN
66 SELATAN KOTA
67 KEANEHAN DANIEL
68 MEMBERI PELAJARAN
69 AJAX DAN HECTOR
70 R.I.P DANIEL
71 KEMAMPUAN BARU
72 KEMAMPUAN BARU #2
73 PUJAAN HATI
74 TRAUMA JOHANNA
75 TIBANYA ACARA SUCI GERHANA BULAN
76 DIMULAINYA SEBUAH TRAGEDI BESAR
77 PERTARUNGAN
78 PERTARUNGAN #2
79 PERTARUNGAN #3
80 MUNCUL NYA SESEORANG
81 MISI SELESAI
82 PINALTI
83 AWAL BARU
84 SUASANA SEJUK
85 KEMBALI KE KEKAISARAN
86 ANAK PEREMPUAN MISTERIUS
87 MISI SAMPINGAN?!
88 LANTAI 51
89 GUA DENGAN SHIELD
90 PEMANASAN
91 KEHANCURAN YANG DISEBABKAN OLEH, RIVERA.
92 RINDU, RIVERA.
93 ANAK, DEWA.
94 JANGGAL
95 KERJA SAMA
96 KASTIL
97 MISI
98 MENJALANKAN MISI
99 PENYAMARAN
100 KEBENARAN LAIN TENTANG GARFIELD
101 INFORMASI YANG PERLAHAN-LAHAN SEMAKIN JELAS
102 PERUBAHAN BESAR GARFIELD
103 PENDAFTARAN ULANG
104 PENYELEKSIAN
105 RUSAK NYA BATU PENGUKUR
106 AWAL KISAH DIMULAI
107 PEMBENTUKAN TIM
108 PELATIHAN HUTAN IBLIS
109 GANGGUAN KECIL
110 TERUNGKAP KEKUATAN RIVERA
111 KEKESALAN RIVERA
112 TERBONGKARNYA STATUS RIVERA ?
113 PERTARUNGAN RESMI
114 PERTARUNGAN GELOMBANG 2
115 KEMENANGAN?
116 KEMUNCULAN AARIC
117 KEMARAHAN DEXONA
118 MISI SELESAI!
119 PERTEMUAN KEMBALI
120 TERBONGKAR!
121 END
122 POV RIVERA
Episodes

Updated 122 Episodes

1
PENGHIANATAN
2
KESEMPATAN
3
OBELION TIMUR
4
KASTIL WITCH
5
MISI SELESAI
6
SAMPAI KE TEMPAT TUJUAN
7
KEMARAHAN TUAN MUDA ABEL ENDIRSON
8
TANGIS ABEL
9
MENERIMA MISI?
10
MENAMPAR RENTENIR
11
MEMAKSAKAN DIRI
12
SHOP SISTEM
13
MEMULAI MENARA
14
MEMBANTAI GOBLIN
15
KEKUATAN SUCI
16
PENUMPAS
17
MENYELESAIKAN RAID
18
PERGI KELUAR
19
PANGGIL SAYA KAKAK
20
KONTRAK KERJA SAMA
21
Pengumuman
22
MEMULAI MISI
23
MEMULAI MENARA KEMBALI
24
SAINTESS YANG TERSESAT #1
25
SAINTESS YANG TERSESAT #2
26
MENGUNJUNGI AMBHER
27
AKAL LICIK KAISAR ALEXANDER WINDSOR
28
PENGGUNA KEKUATAN SUCI
29
MENDIDIK CALON KESATRIA
30
DIMULAI
31
LANTAI 4
32
PERMUKIMAN OGRE
33
MENYELESAIKAN LANTAI 4
34
SAMPAI DI ISTANA
35
BALMORAL PALACE
36
DUA BERSAUDARA PERUNDUNG
37
SI KEMBAR BELLEZAC DAN VIESE
38
INTIMIDATING
39
2 PRAJURIT
40
KETERTARIKAN
41
KAHIL MACARIO
42
PARTY HALL
43
KEHORMATAN HANYA SEBATAS GELAR
44
FIRASAT BURUK, RIVERA
45
DUKE PELET DAN DUKE ROPILL
46
DIPERMALUKAN
47
RENCANA LICIK KAISAR
48
KEGILAAN ESTIRA
49
SALAM PERPISAHAN
50
TERKURUNG
51
SKENARIO 2
52
CALON-CALON KESATRIA
53
RENCANA UNTUK PERGI KELUAR
54
SATU EMPEROR'S PALACE GEGER
55
TURUN KEJALAN
56
TERCIDUK
57
RIVERA TERSINGGUNG
58
MISI RAHASIA
59
SOLDERET
60
MISI YANG SULID
61
TEKA-TEKI MISI
62
TERJAWABNYA TEKA-TEKI
63
PERSIAPAN RIVERA
64
MEMULAI AKSI DIAM-DIAM
65
GERHANA BULAN
66
SELATAN KOTA
67
KEANEHAN DANIEL
68
MEMBERI PELAJARAN
69
AJAX DAN HECTOR
70
R.I.P DANIEL
71
KEMAMPUAN BARU
72
KEMAMPUAN BARU #2
73
PUJAAN HATI
74
TRAUMA JOHANNA
75
TIBANYA ACARA SUCI GERHANA BULAN
76
DIMULAINYA SEBUAH TRAGEDI BESAR
77
PERTARUNGAN
78
PERTARUNGAN #2
79
PERTARUNGAN #3
80
MUNCUL NYA SESEORANG
81
MISI SELESAI
82
PINALTI
83
AWAL BARU
84
SUASANA SEJUK
85
KEMBALI KE KEKAISARAN
86
ANAK PEREMPUAN MISTERIUS
87
MISI SAMPINGAN?!
88
LANTAI 51
89
GUA DENGAN SHIELD
90
PEMANASAN
91
KEHANCURAN YANG DISEBABKAN OLEH, RIVERA.
92
RINDU, RIVERA.
93
ANAK, DEWA.
94
JANGGAL
95
KERJA SAMA
96
KASTIL
97
MISI
98
MENJALANKAN MISI
99
PENYAMARAN
100
KEBENARAN LAIN TENTANG GARFIELD
101
INFORMASI YANG PERLAHAN-LAHAN SEMAKIN JELAS
102
PERUBAHAN BESAR GARFIELD
103
PENDAFTARAN ULANG
104
PENYELEKSIAN
105
RUSAK NYA BATU PENGUKUR
106
AWAL KISAH DIMULAI
107
PEMBENTUKAN TIM
108
PELATIHAN HUTAN IBLIS
109
GANGGUAN KECIL
110
TERUNGKAP KEKUATAN RIVERA
111
KEKESALAN RIVERA
112
TERBONGKARNYA STATUS RIVERA ?
113
PERTARUNGAN RESMI
114
PERTARUNGAN GELOMBANG 2
115
KEMENANGAN?
116
KEMUNCULAN AARIC
117
KEMARAHAN DEXONA
118
MISI SELESAI!
119
PERTEMUAN KEMBALI
120
TERBONGKAR!
121
END
122
POV RIVERA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!