Bab 19
Mengetahui penyakitnya semakin parah Mariska mengalami depresi. Wanita itu sangat ketakutan dirinya akan mati. Kevin sudah menyarankan untuk melakukan operasi, tetapi wanita itu tidak mau. Kehilangan saudaranya yang meninggal saat menjalani operasi, meninggalkan trauma yang mendalam baginya.
"Kalau begitu kamu lakukan pengobatan alternatif. Kita cari di mana ada orang yang bisa menyembuhkan penyakit miom," kata Kevin kepada Mariska yang bergulung selimut di atas kasur.
Sejak beberapa hari yang lalu, Mariska selalu mengurung diri di kamar. Dia kerjanya menangis dan berteriak. Apalagi saat rasa sakit di perutnya datang mendera.
Wanita itu juga tidak bisa memberikan kepuasan batin untuk suaminya. Sehingga mau tidak mau, dia harus merelakan Kevin bercinta dengan Aura.
"Lakukan apa pun itu, asal jangan melakukan operasi," balas wanita yang penampilannya acak-acakan.
Kevin mencari tahu di mana yang bisa melakukan pengobatan herbal melalui internet. Bertanya kepada orang-orang di dunia maya atau rekan sekantor.
Aura merasa miris saat melihat keadaan Mariska sekarang. Tidak ada Mariska yang selalu berpenampilan rapi, bersih, dan glamor. Kini penampilan wanita itu rambut acak-acakan, wajah kusam dan pucat tanpa make up, dan pakaian juga terkesan asal-asalan.
"Aku akan mengantarkan Mariska ke Mbah Ijal dulu. Kamu jaga rumah dan Aira," kata Kevin kepada Aura.
"Ingat! Jangan berani berbuat nekad kabur dari sini!" ujar Kevin memberikan ancaman kepada Aura dan wanita itu hanya diam mematung.
Kevin mendatangi Aira yang sedang asyik bermain di ruang keluarga. Laki-laki itu menciumi pipi gembul dan menggodanya sejenak sambil menunggu Mariska turun.
"Pa–pa–pa," ucap Aira sambil menyerahkan sebuah mainan drum-drum kecil.
Kevin pun memegang tangan Aira lalu memukul-mukul drum mainan itu. Bayi itu tertawa bahagia saat mendengar mainannya berbunyi.
Mariska yang baru saja turun melihat kedekatan Kevin dengan Aira. Keduanya terlihat ayah dan anak yang sangat bahagia. Dada dia kembali terasa panas karena seumur hidupnya tidak akan bisa memberikan keturunan untuk sang suami.
"Eh, sudah siap, Sayang?" tanya Kevin saat melihat Mariska berdiri di dekat bufet.
"Aira Sayang, papa pergi dulu, ya! Aira tunggu di rumah bersama mama," lanjut laki-laki bertampang bule campuran.
"Pa-pa-pa!" Aira minta digendong dan ingin ikut.
Aura yang melihat itu segera mengambil Aira dan menggendongnya. Sang anak menangis keras karena masih ingin bermain sama papanya.
"Nanti main lagi. Sekarang papa pergi dulu," ujar Kevin kemudian menciumi pucuk kepala Aira dan Aura bergantian.
Kilatan marah terpancar dari mata Mariska. Wanita itu tidak suka dengan apa yang dia lihat saat ini. Beberapa minggu ini Kevin begitu lekat kepada Aira. Suaminya lebih banyak menghabiskan waktu bermain bersama Aira.
***
Akhirnya Mariska melakukan pengobatan alternatif dan meminum banyak obat herbal. Rasa sakit yang sering dia rasakan belakangan ini, sudah tidak terasa lagi. Dia juga sudah bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. Namun, jika dia terlambat minum ramuan itu rasa sakitnya akan kembali datang.
Mariska melihat Kevin sedang bereng bersama Aira. Laki-laki itu sengaja membeli kolam renang khusus balita yang ukurannya lumayan besar. Tawa canda keluar dari mulut pria dewasa itu bersama buah hatinya.
Lagi-lagi Mariska merasa terbakar api cemburu. Terlalu banyak perhatian yang diberikan oleh Kevin kepada Aira. Pulang kerja begitu masuk rumah, Aira yang dia cari. Hari Sabtu dan Minggu dia akan menghabiskan waktu seharian dengannya. Bahkan mengurus segala keperluan bayi itu. Dia juga tidak jijik saat mengganti diapers saat bayi itu buang kotoran.
Aira menggunakan beberapa pelampung untuk keselamatan dirinya saat berenang. Bayi yang baru berusia sepuluh bulan ini asyik berenang dengan pengawasan dari Kevin.
"Mas, segera mandikan Aira. Jangan kelamaan main airnya," kata Aura berdiri di pintu samping.
Terlihat kalau Aira tidak mau saat diajak keluar dari kolam. Bayi itu menangis karena masih ingin bermain air. Kevin membujuk lalu menggendongnya dan mereka mandi bersama. Laki-laki itu juga yang mendandani si buah hati.
***
Hari-hari berlalu dengan damai di rumah Kevin. Tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki itu atau si istri muda. Semua berjalan baik dan lancar. Pengobatan Mariska juga menunjukkan kebaikan baginya. Wanita itu sekarang tidak mengeluh sakit lagi seperti beberapa bulan yang lalu.
"Sayang, aku ada kerjaan di luar kota selama dua atau tiga hari. Kalian di rumah baik-baik, ya! Jaga Aira, dia sudah mulai suka merangkak ke sana kemari," ucap Kevin kepada Aura lalu memberinya ciuman.
"Iya, Mas," balas Aura setelah keduanya melepaskan tautan bibir mereka.
Perasaan iri, dengki, dan amarah bercokol kuat di dalam hati Mariska. Meski Kevin masih tidur setiap malam bersama dengannya di kamar atas, tetapi hubungan dengan Aura kembali dibumbui dengan percintaan setiap harinya.
***
Aura terbangun dengan terburu-buru saat melihat jam sudah menunjukan pukul 16:00. Dia ketiduran selama dua jam saat menyusui Aira. Wanita itu bergegas pergi ke kamar mandi lalu ke dapur untuk membuat menu masakan untuk makan malam nanti.
Mariska yang melihat Aira terbangun segera dia gendong dan membawanya keluar. Dia lalu memasukan Aira ke dalam kolam yang airnya tidak begitu banyak, tetapi cukup merendam tubuh bayi itu. Jika Aira duduk airnya sampai ke leher. Jika Aira berdiri airnya seperti bocah itu.
"Kamu diam di sini, ya! Jangan menangis," ucap Mariska sambil memasukan beberapa mainan milik Aira ke dalam kolam.
Aira sangat suka sekali main air. Apalagi banyak mainan di masukan ke dalam kolam. Dia bermain sendiri di bawah panasnya sinar matahari sore.
Aura yang sedang sibuk memasak samar-samar mendengar suara tangisan Aira di halaman samping. Dia awalnya tidak yakin anaknya ada di sana karena tadi masih tidur di kamar. Wanita itu membuka pintu dapur dan suara tangisan itu semakin terdengar keras.
Mendengar suara tangisan Aira dari arah kolam, Aura pun berlari dan betapa terkejutnya dia saat melihat sang buah hati menangis dengan wajah yang sudah memerah di dalam kolam.
"Ya Tuhan, bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa Aira bisa masuk ke dalam kolam?" Mulut Aura meracau histeris bersahutan dengan suara tangisan Aira.
Aira tidak kelihatan karena pinggir kolam balon itu cukup tinggi. Betapa shock-nya Aura melihat tubuh Aira yang sudah berkeriput kulitnya karena terlalu lama berendam di dalam air. Aura memandikan Aira dengan air hangat dan membalurinya dengan minyak telon.
Aira mengalami demam tinggi saat malam hari. Aura mengompresnya dan meminta Mariska mengantarkan mereka ke rumah sakit.
"Tidak bisa Aura. Tubuh aku juga saat ini sakit semua. Tidak akan sanggup menyetir," kata Mariska menolak permintaan tolong.
"Tolonglah! Aku harus membawa Aira ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secepatnya!" pinta Aura sambil menangis memohon.
***
Apakah kejahatan Mariska kepada Aira akan ketahuan? Ikuti terus kisah mereka, ya! Aku ingatkan sekali lagi ini karya lomba Air Mata Pernikahan #KDRT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
BEBAR2 IBLIS, DN AURA JUGA WANITA BODOH BINTI BAHLUL..
2024-02-29
1
Hernawati Husnul Khotimah
dasar wanita gk waras
2024-02-18
2
novi 99
seharusnya klo orang waras si Mariska ikut menyayangi Aira ... ambil hati si anak tiri ..
bukannya membahayakan Aira
2023-12-22
1