Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami

Bab 2

Aura diperlukan oleh Kevin layaknya seorang pembantu. Bahkan lebih tragis lagi dibandingkan dengan asisten rumah tangga di rumah sebelah. Setiap hari yang dia terima adalah teriakan, bentakan, dan hinaan. Laki-laki itu tidak pernah menghargai apa pun yang diperbuat oleh Aura.

"Apa kamu bodoh? Sudah aku bilang jangan sentuh apa pun yang ada di ruangan ini!" hardik Kevin ketika melihat Aura membersihkan ruang kerja.

Aura hanya mengelap semua barang yang terlihat berdebu. Baik itu pajangan atau bukan, setidaknya dia ingin semua dalam keadaan bersih.

"Tapi, itu kotor–" ucapan Aura terpotong.

"Mau melawan kamu!" Kevin mencengkeram wajah gadis itu dengan kuat sampai Aura merasakan kesakitan.

"Dengar, kamu ini di sini hanya babu!" lanjut Kevin sambil mendorong kuat muka Aura sampai jatuh ke lantai.

Dengan langkah lebar, Kevin pun pergi lalu masuk ke dalam kamar tidurnya. Karena dipaksa menikah dengan Aura, membuat laki-laki itu benci kepadanya. Dia tidak memiliki rasa empati atau simpati kepada perempuan itu, apalagi cinta dan kasih sayang. Makanya dia bisa dengan mudah berbuat kasar kepada sang istri.

***

Kevin menatap malas ke arah meja makan yang sudah terhidang nasi, sayur sop, ayam goreng, dan sambal. Menurut dia makanan ini kampungan. Sejak mereka tinggal bersama tidak pernah sekalipun laki-laki itu mau memakan apa yang sudah dimasak oleh Aura.

"Aku akan makan di luar. Melihat masakan kamu membuat aku kehilangan napsu makan," ucap Kevin dengan tatapan menghina kepada Aura.

Perempuan itu hanya memasak yang dia bisa saat melihat bahan-bahan yang tersedia di kulkas. Hasil masakan yang dia buat dengan sepenuh hati dianggap menjijikkan oleh suaminya, membuat hati Aura kembali terluka. Entah sudah berapa banyak luka yang ditorehkan oleh Kevin kepadanya hari ini.

Setelah kepergian Kevin sambil membanting pintu depan, Aura duduk termenung sambil menatap makanan yang dia buat. Dengan tangan bergetar gadis itu mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi, sayur sop, dan ayam goreng. Tanpa perempuan itu sadari air matanya jatuh karena tidak bisa dia bendung lagi. Terlalu sakit yang dia rasakan atas semua perlakuan laki-laki itu.

'Kenapa aku harus mengalami situasi seperti ini? Apa aku sudah berbuat jahat kepadanya?' batin Aura bertanya-tanya.

Lidah Aura tidak bisa membedakan rasa masakannya apakah enak atau tidak. Dia makan tanpa memikirkan hal itu, yang dia rasakan saat ini adalah sakit di dadanya.

***

Sepulang kerja Kevin mendatangi sebuah apartemen. Begitu masuk dia melihat seorang perempuan yang memakai pakaian seksi dan sangat menggoda dengan memperlihatkan kulit mulus dan beberapa bagian tubuh kebanggaannya. Wajah wanita itu cantik dengan riasan full make up. 

"Sayang, akhirnya kamu datang juga," ucap wanita itu sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher Kevin.

"Mariska, aku sangat merindukan kamu," balas laki-laki berambut hitam legam itu sambil memeluk pinggang wanitanya.

Kevin dan Mariska pun berciuman mesra, menyalurkan rasa rindu yang tertahan selama beberapa hari kemarin. Mereka berdua sudah menjalin kasih selama dua tahun ini. Kehidupan laki-laki itu memang menganut hubungan bebas semenjak kuliah di Australia, dahulu.

Setelah lelah bergumul, Kevin pun pulang menjelang tengah malam. Keadaan rumah sudah sepi seakan tidak ada penghuninya. Namun, dia tahu kalau ada seseorang sedang tidur sambil duduk di sofa seperti biasa. Ya, Aura selalu menunggunya pulang. Meski dia tidak mempedulikan keberadaan gadis itu.

"Dasar orang bodoh dan keras kepala," gumam Kevin lalu berlalu pergi ke kamarnya dan membiarkan Aura kedinginan di ruang depan.

***

Terdengar bunyi sesuatu yang pecah dari arah ruang depan. Kevin yang kebetulan menuruni anak tangga dibuat terkejut. Lalu, dia pun bergegas mencari sumber suara tadi.

Aura sedang berjongkok memunguti pecahan kaca dari sebuah pigura foto. Tadi tangannya gemetaran saat menemukan benda itu dalam keadaan terbaik. Foto itu adalah Kevin dan Mariska yang berpose mesra.

"Heh, pembantu sialan! Apa yang sudah kamu lakukan?" hardik Kevin sambil menendang bahu kanan Aura sampai terjungkal.

Gadis itu meringis kesakitan. Bukan hanya di bahu saja yang baru saja kena tendangan, tetapi di kedua jari tangan juga yang terkena pecahan kaca.

"Sssssh, perih," gumam Aura sambil melihat jarinya yang mengeluarkan darah.

Kedua mata Kevin melotot dengan tatapan penuh amarah. Lalu, dengan kasar dia merebut foto yang ada di tangan Aura.

"Sekali lagi kamu rusak barang-barang punya aku, maka tidak akan segan-segan aku putuskan tanganmu itu!" bentak Kevin mengancam.

Tubuh Aura gemetaran saking ketakutan. Seumur hidup dia tidak pernah mendapatkan ancaman. Jadi begitu mendengar ucapan Kevin, dirinya sangat shock.

Seperti biasa Kevin akan keluar rumah dengan cara membanting pintu sampai dinding dan kaca jendela ikut bergetar. Aura hanya bisa menangis tanpa suara. Lalu dia bergegas mengobati lukanya dan melanjutkan kegiatan membersihkan rumah.

"Mas Kevin, ibu mau tanya. Di rumah itu ada perempuan, ya?" tanya Bu Monik tetangga Kevin yang rumahnya ada di depan, terhalang oleh jalanan aspal.

"Oh, iya. Dia pembantu dari kampung. Mama merasa kasihan kepadanya karena membutuhkan uang. Sementara mencari pekerjaan itu sangat sulit," jawab Kevin.

Laki-laki itu tidak mau mengakui Aura sebagai istrinya. Bahkan saat kedatangan gadis itu, dia memberikan laporan kepada ketua RT,  dengan mengatakan akan ada pembantu di rumahnya. 

Aura sendiri sudah diancam oleh Kevin jangan mengaku sebagai istrinya kepada orang lain. Jika itu terjadi maka laki-laki itu tidak akan segan-segan melakukan perbuatan yang tidak pernah terbayangkan olehnya.

***

Sudah tiga bulan Aura tinggal bersama Kevin. Tiada hari tanpa hinaan dan kata-kata yang merendahkan dirinya keluar dari mulut Kevin. Dahulu awalnya dia sering menangis tergugu setiap kali dimaki oleh suaminya, sekarang mulai sedikit kebal dan dia juga berusaha untuk tidak berbuat kesalahan. Bekerja juga sangat hati-hati dan teliti agar tidak merusak barang-barang milik laki-laki itu.

Saat Aura sedang asyik membersihkan kamar tidur Kevin tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Terlihat ada Mariska berdiri mematung begitu melihat ada gadis cantik sedang mengganti seprai di tempat tidur kekasihnya.

"Apa yang sudah kamu lakukan di sini?" Mariska menarik tangan Aura dengan kuat lalu menampar pipi kirinya.

Tubuh kurus Aura jatuh tersungkur ke lantai berlapis karpet. Belum juga memberikan pembelaan, rambut gadis itu dijambak oleh Mariska dengan kuat sampai membuat istrinya Kevin ini meringis kesakitan.

"Nona ... Anda siapa? Kenapa bisa masuk ke sini?" tanya Aura dengan kedua tangan menahan cengkeraman Mariska.

"Seharusnya aku yang bertanya! Siapa kamu, berani-beraninya masuk ke kamar kekasihku?" Suara Mariska begitu nyaring tepat di telinga Aura.

***

Apa yang akan terjadi di antara Aura dan Mariska? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

knp gk labur aja kamu aura 🤦‍♀️
tp kalo kabur ceritanya berubah dong 🤣

2025-03-08

1

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

ANJI******NG KEVIN, KNP GK LO CERAI TU SI AURA. LO KN UDH DPT HARTA ROLAND..

2024-02-29

0

Sukliang

Sukliang

anjing

2024-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan Mendadak
2 Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3 Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4 Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5 Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6 Bab 6. Kabur Dari Rumah
7 Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8 Bab 8. Pesona Aura
9 Bab 9. Pergi Honeymoon
10 Bab 10. Kabar Tak Terduga
11 Bab 11. Luka Baru
12 Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13 Bab 13. Mariska Cemburu
14 Bab 14. Aura Pendarahan
15 Bab 15. Aura Melahirkan
16 Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17 Bab 17. Anak Pembawa Sial
18 Bab 18. Karma Atau Azab?
19 Bab 19. Kejahatan Mariska
20 Bab 20. Luka Terbesar Aura
21 Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22 Bab 22.
23 Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24 Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25 Bab 25. Mencari Bukti Baru
26 Bab 26. Barang Bukti Baru
27 Bab 27. Barang Bukti Baru
28 Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29 Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30 Bab 30. Sidang Perceraian
31 Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32 Bab 32. Perundungan Mariska
33 Bab 33. Persembunyian Aldo
34 Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35 Bab 35. Persidangan
36 Bab 36. Malam Para Tokoh
37 Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38 Bab 38. Penyesalan Aldo
39 Bab 39. Penyesalan Kevin
40 Bab 40. Malam Pertama
41 Bab 41. Ketakutan Mariska
42 Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43 Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44 Bab 44. Hamil
45 Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46 Bab 46. Kembali Romantis
47 Bab 47.
48 Author sakit tangan
49 Bab 49.
50 Bab 50. Bayi Aura Hilang
51 Bab 51.
52 Bab 52. Memburu Pelaku
53 Bab 53. Kebahagiaan Aura
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan Mendadak
2
Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3
Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4
Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5
Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6
Bab 6. Kabur Dari Rumah
7
Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8
Bab 8. Pesona Aura
9
Bab 9. Pergi Honeymoon
10
Bab 10. Kabar Tak Terduga
11
Bab 11. Luka Baru
12
Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13
Bab 13. Mariska Cemburu
14
Bab 14. Aura Pendarahan
15
Bab 15. Aura Melahirkan
16
Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17
Bab 17. Anak Pembawa Sial
18
Bab 18. Karma Atau Azab?
19
Bab 19. Kejahatan Mariska
20
Bab 20. Luka Terbesar Aura
21
Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22
Bab 22.
23
Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24
Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25
Bab 25. Mencari Bukti Baru
26
Bab 26. Barang Bukti Baru
27
Bab 27. Barang Bukti Baru
28
Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29
Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30
Bab 30. Sidang Perceraian
31
Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32
Bab 32. Perundungan Mariska
33
Bab 33. Persembunyian Aldo
34
Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35
Bab 35. Persidangan
36
Bab 36. Malam Para Tokoh
37
Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38
Bab 38. Penyesalan Aldo
39
Bab 39. Penyesalan Kevin
40
Bab 40. Malam Pertama
41
Bab 41. Ketakutan Mariska
42
Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43
Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44
Bab 44. Hamil
45
Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46
Bab 46. Kembali Romantis
47
Bab 47.
48
Author sakit tangan
49
Bab 49.
50
Bab 50. Bayi Aura Hilang
51
Bab 51.
52
Bab 52. Memburu Pelaku
53
Bab 53. Kebahagiaan Aura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!