Bab 10
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 23:00 acara pesta pun sudah berakhir jika dilihat dari status beberapa orang rekan kerja Kevin. Aura pun mengganti pakaian dan membersihkan make up di wajahnya. Malam ini dia pun tidur sendiri karena Kevin tidak pulang dan tidak bisa dihubungi.
Air mata Aura kembali beranak sungai membasahi pipinya yang mulus. Dia merasa sedih tanpa tahu alasan yang jelas. Entah karena sang suami yang belum pulang atau bayang-bayang kehilangan dirinya.
"Mas Kevin tidak pulang," gumam Aura begitu membuka mata dan melihat tempat tidur disampingnya kosong dan dingin.
Pagi-pagi Aura merasa kepalanya pusing dan tubuhnya demam. Dia mengira masuk angin karena semalam lama menunggu di teras rumah tanpa menggunakan jaket. Namun, dia memaksakan diri untuk memasak sarapan takut Kevin tiba-tiba pulang. Dia juga hanya menyapu tidak kuat untuk mengepel, karena bolak-balik ke kamar mandi. Sudah empat kali wanita itu muntah-muntah. Makanan yang baru saja dia santap pun dikeluarkan kembali.
"Apa aku pergi ke dokter saja, ya?" gumam Aura karena tubuhnya terasa lemas sekali.
Takut terjadi sesuatu pada kesehatannya, Aura pun memutuskan mendatangi dokter yang kebetulan buka praktek di komplek perumahan. Hanya terhalang lima rumah, wanita itu pun jalan kaki karena tidak ada kendaraan.
"Sebaiknya Bu Aura periksa ke rumah sakit untuk lebih jelas," ucap Dokter Rama.
"Apa penyakit saya sangat parah, Dok?" tanya Aura dengan mata berkaca-kaca.
Dokter Rama tertawa dan itu membuat Aura merasa heran. Kenapa seorang dokter menertawakan penyakit pasiennya, ini yang ada di dalam pikiran istrinya Kevin.
"Bukan penyakit, Bu Aura. Sepertinya Anda sedang hamil muda," jawab Dokter Rama.
Aura menutup mulutnya saking terkejutnya, air mata dia tiba-tiba saja jatuh setelah menumpuk di peluk netranya. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan mengandung anak suaminya.
Untuk memastikan kehamilannya, Aura pun pergi ke rumah sakit atas rekomendasi Dokter Rama. Untungnya tidak antri lama saat di sana. Dokter Rahma yang memeriksa pun sangat baik.
"Selamat Ibu, Anda positif hamil. Usia kandungan diperkirakan sekitar lima minggu. Karena masih trisemester pertama jadi harus dijaga dengan baik-baik, ya. Makan makanan yang banyak mengandung gizi. Istirahat dengan cukup," kata Dokter Rahma.
Lagi-lagi Aura meneteskan air mata karena bahagia. Dia mengusap perutnya yang masih datar, tetapi sudah terasa agak keras jika dia tekan.
Aura sudah tidak sabar ingin memberi tahu kabar bahagia ini kepada Kevin. Wanita itu merasa kalau sang suami juga akan menyambut kehadiran buah cinta mereka.
***
Aura masih tidak bisa menghubungi Kevin meski hari sudah lewat tengah hari. Dia menjadi cemas karena tidak bisa menghubungi sang suami.
Sudah tiga hari Kevin tidak pulang ke rumah. Tidak ada kabar sama sekali darinya. Maka Aura memberanikan diri untuk menghubungi rekan-rekan kerja Kevin yang dia kenal.
"Maaf, Pak Agus. Mau tanya apa Mas Kevin masih di kantor?" tanya Aura.
"Loh, bukannya Pak Kevin sedang mengajukan cuti panjang selama lima hari," jawab laki-laki itu di seberang sana.
Tubuh Aura mendadak lemas dan tenaganya hilang menguap, sampai dia jatuh terduduk ke lantai yang dingin. Wanita itu berpikir ke mana perginya sang suami selama tiga hari ini.
'Mas, sebenarnya kamu sedang di mana?' batin Aura sambil menekan dadanya yang terasa sakit.
Tidal tahu harus berbuat apa lagi agar dia bisa menemukan sang suami. Aura sempat berpikir untuk lapor polisi karena sudah tiga hari suaminya menghilang. Wanita itu hanya bisa mendoakan kebaikan dan keselamatan suaminya.
***
Pagi hari ini Kevin pulang ke rumah setelah seminggu menghilang tanpa kabar. Tentu saja kepulangan dirinya disambut gembira oleh Aura.
"Akhirnya Mas pulang!" pekik Aura dengan senyum manis menghiasi wajah pucatnya karena dia masih suka muntah saat pagi hari.
"Maaf, ya. Belakangan ini aku sibuk sekali dengan pekerjaan di luar kota. Bahkan aku tidak sempat pamit sama kamu. Karena handphone milikku hilang, jadi tidak bisa menghubungi kamu," kata Kevin memberi alasan.
Aura terdiam akan kebohongan suaminya dan tidak bertanya lebih jauh lagi. Wanita itu memilih menyiapkan baju ganti untuk kerja. Karena Kevin akan berangkat ke kantor untuk memberikan laporan.
"Mas, nanti pulangnya jangan kesorean, ya. Aku ingin makan malam bersama dan ada yang mau aku beri tahu sama kamu, Mas," kata Aura.
"Aku lihat dulu daftar jadwal kegiatan kerja sehari ini. Takutnya aku harus lembur," balas Kevin.
"Aku akan memasak makanan kesukaan Mas untuk acara makan malam nanti," ujar Aura.
Seharian itu Aura menyiapkan semua sendiri. Dia mendekorasi halaman menjadi taman yang indah. Kursi yang biasa di tempatkan di teras, kini berada di halaman samping. Begitu juga pot-pot bunga yang sedang bermekaran, ditata dengan rapi.
***
Malam ini Aura berdandan dengan sangat cantik. Surat keterangan positif hamil dia simpan di sebuah kotak persegi panjang yang akan dia berikan kepada Kevin sebagai hadiah kejutan di hari ulang tahun pernikahan pertama mereka.
Wanita itu duduk di ruang depan rumah menunggu kepulangan Kevin. Saat jam 17:00 tadi, dia menghubungi beberapa orang rekan kerjanya dan mengatakan kalau sang suami sudah pulang sejak siang hari.
Makanan yang dia masak tadi sudah tertata cantik di atas meja. Dia berharap kalau Kevin segera pulang lalu mereka bisa makan malam bersama.
Mas, kamu di mana?
Mas, kamu baik-baik saja, 'kan?
Mas, aku menunggumu di rumah.
Entah berapa banyak pesan yang dikirim oleh Aura untuk Kevin. Kecemasan kini mulai merasuk ke dalam hatinya. Saat dia berjalan ke depan rumah terdengar suara mesin mobil yang masuk ke pekarangan. Ternyata itu adalah kendaraan milik sang suami.
Senyum kelegaan terukir di wajah Aura saat melihat Kevin turun dari mobil. Namun, itu hanya beberapa detik saja karena dia melihat sang suami membuka pintu di samping pengemudi dan ada seorang perempuan turun dari sana. Mereka berjalan dengan tangan sang wanita merangkul mesra lengan kokoh milik Kevin.
Mata Aura membulat saat melihat wanita yang bersama Kevin adalah Mariska. Tubuh dia langsung lemas dan bergetar hebat. Wanita itu tidak menyangka kalau hubungan sang suami kini kembali terancam.
'Kenapa kamu kembali di saat hati aku mulai tumbuh cinta untuk Mas Kevin?' batin Aura dengan lara.
Pintu pun dibuka dan pasangan yang terlihat sedang berbahagia itu kini berdiri di depan Aura. Wanita itu bisa melihat dengan jelas pancaran mata keduanya sedang diliputi rasa bahagia.
"M–Mas ...."
"Aura, mulai sekarang Mariska akan tinggal di rumah ini bersama kita," ucap Kevin dengan senyum masih menghiasi wajahnya.
Mulut Aura hanya terbuka tanpa mampu mengeluarkan kata-kata. Hanya air mata yang menumpuk di pelupuk netranya menggambar perasaan dia saat ini.
***
Akankah Aura menolak kehadiran Mariska di sana? Bagaimana dengan kehamilan Aura? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ita rahmawati
nah nikmatin aja tuh sekarang hasil dari kesabaranmu 😅
2025-03-08
0
Sulaiman Efendy
TUHHH, MKN IMPIAN LO YG TK SSUAI EKSPETASI DN KNYATAAN.
2024-02-29
0
Hernawati Husnul Khotimah
sudah jadikan kamu kabur sekarang aura jangan mau di jadikan babu oleh marisa,
2024-02-18
2