Bab 8
Aura menemui Mbok Mirah di kamar yang biasa dia tempati. Wanita tua itu tersenyum manis kepada cucu satu-satunya.
"Bagaimana hubungan kalian berdua saat ini?" tanya Mbok Mirah.
Ditanya seperti itu Aura hanya tersenyum tipis. Tanpa bicara wanita tua itu tahu apa yang sedang dirasakan oleh sang cucu dari pancaran sinar matanya. Ada sirat kesedihan di sana. Apalagi ada bekas memar di lengan yang tertutup kain baju.
"Sebenarnya Den Kevin itu baik meski jarang bicara. Cobalah ambil hatinya. Mbok yakin kamu bisa menjadi istri yang akan disayang dan dicintai oleh suamimu itu," kata Mbok Mirah sambil mengelus kepala Aura.
"Apa aku bisa, Nek? Sementara di antara kita tidak ada perasaan cinta," tanya Aura dengan lirih.
"Bisa. Coba lakukan hal yang bisa membuat suami bahagia. Laki-laki itu pada dasarnya ingin diperhatikan, diberi perhatian, dan dilayani dengan sepenuh hati. Mereka itu makhluk pencemburu, jadi kita sebagai seorang istri harus mencurahkan kasih sayang kita kepadanya. Layani dia dengan baik sampai dia merasa puas. Perlakuan dia bak seorang raja, jangan membantah apa yang menjadi perintahnya. Bersabar jika dia melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai," jawab Mbok Mirah dengan mata berkaca-kaca.
"Lalu, yang paling penting adalah berdoa. Doakan agar kekerasan hatinya berubah menjadi lembut. Rasa bencinya berubah menjadi cinta dan kasih sayang. Kekasaran tangannya berubah menjadi belaian lembut," lanjut Mbok Mirah dan Aura hanya mengangguk.
Wanita tua itu hanya bisa memberi nasehat agar sang cucu menjadi seorang istri yang kuat dalam menghadapi setiap permasalahan di dalam kehidupan rumah tangganya. Terutama dengan sikap kasar Kevin.
***
"Habis dari mana kamu?" tanya Kevin saat Aura masuk ke dalam kamar.
"Habis melihat Simbok. Takut dia tidak bisa menyalakan kipas angin," jawab Aura.
"Awas saja kalau kamu berani mengadu!" kata Kevin lagi-lagi memberi peringatan kepada perempuan yang memiliki tubuh kurus.
Aura terus menatap Kevin. Dia ragu untuk mengatakan semua yang ada di dalam pikirannya. Wanita itu tahu sang suami bukanlah orang yang mau dengan mudah mendengar ucapan orang lain, kecuali ibunya dan Mariska.
"Ada apa?" tanya Kevin dengan mata yang memicing karena dia curiga kalau Aura sedang merencanakan sesuatu.
"Tidak bisakah Mas memperlakukan aku dengan baik layaknya seorang istri yang harus dijaga, disayang, dan dibina," jawab Aura.
Mendengar ucapan Aura, Kevin langsung tertawa terbahak. Menurut dia itu sangat lucu sekali. Mana mungkin dia mau memberikan perhatian dan kasih sayang kepada wanita yang tidak dicintai.
"Kalau Mas tidak bisa, maka izinkan aku memperlakukan Mas layaknya suami. Tapi, aku mohon jangan banyak berkata kasar di depan Mama dan Simbok," lanjut perempuan berbaju lusuh itu dengan penuh harap.
Kevin kadang mengeluarkan kata-kata kejam dan sesuka hatinya. Tadi juga dia kena teguran dari mamanya karena menyebut Aura bodoh dan lelet dalam melakukan pekerjaan.
"Apa kamu bisa menjadi seorang istri seperti yang ada di dalam bayanganku?" tanya Kevin dengan tatapan tajam seakan sedang mengintimidasi Aura.
Dalam hati Aura sedang merapalkan kata-kata penyemangat untuk dirinya. Wanita itu akan berusaha menjalankan nasehat dari Mbok Mirah tadi. Dia harus membuat perubahan di dalam hubungan suami istri ini demi masa depannya.
"Aku akan menjadi seorang wanita yang tidak kalah dari Mbak Mariska. Aku akan memperlakukan Mas layaknya seorang raja yang akan aku layani sepenuh hati," jawab Aura dengan lantang.
Kevin terdiam sesaat, lalu dia tertawa kembali. Dia jadi penasaran dengan Aura yang ingin menyaingi Mariska. Selama ini di matanya hanya sang kekasih yang mampu membuatnya bahagia.
"Oke. Apa kamu yakin bisa menandingi Mariska? Dari segi penampilan saja kamu sudah kalah jauh. Belum lagi saat bercinta, kamu tidak bisa memberikan pelayanan seperti Mariska," kata Kevin dan itu sangat melukai perasaan Aura.
"Sudah aku katakan tadi 'kan, kalau aku bisa lebih baik dari Mbak Mariska," ucap Aura dengan percaya diri.
Aura memakai baju tidur yang dahulu diberikan oleh ibu mertuanya. Baju berkain satin lembut yang menggunakan model kimono untuk menutupi dress dengan tali spaghetti. Dia juga menggunakan sedikit make up milik Mariska yang ada di kamar Kevin untuk mempercantik dirinya. Dia menggerai rambut hitam panjangnya yang lurus. Tidak lupa dengan parfum yang dia semprotkan ke beberapa bagian tubuhnya. Parfum bermerk dengan harga mahal dengan wanginya yang sangat segar dan enak saat dihirup.
Kevin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Selama ini Aura tidak pernah berdandan sama sekali. Sebenarnya tanpa berdandan pun wanita itu sudah terlihat cantik karena memiliki kecantikan alami.
Tubuh Kevin langsung bergairah melihat penampilan Aura. Apalagi saat wanita itu menyentuh dada dan beberapa bagian tubuh lainnya. Namun, dia berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri agar tidak mudah jatuh kepada sentuhan Aura.
Malam ini Aura benar-benar membuat Kevin di mabuk kepayang. Wanita itu melayani dirinya dengan sangat baik dan memberikan kepuasan kepadanya. Laki-laki itu tidak menyangka kalau sang istri bisa berbuat seperti ini. Meski tidak mau mengakuinya, layanan Aura lebih baik dan nikmat dari Mariska.
***
"Mas, mau aku pijat?" Aura menawarkan layanan seorang istri kepada Kevin saat laki-laki itu baru selesai mandi.
Kevin yang merasa tubuhnya remuk karena lelah bekerja seharian menerima tawaran dari sang istri. Pijatan Aura sangat nyaman dan membuat tubuhnya rileks juga terasa ringan. Tanpa terasa dia pun jatuh tertidur.
Setiap malam Kevin mendapatkan layanan dari Aura dengan baik dan puas. Sampai-sampai dia lupa kepada Mariska. Penampilan Aura juga dari hari ke hari semakin cantik. Pakaian yang digunakan juga sekarang terlihat mengikuti trend masa kini. Wanita itu semakin modis dan terlihat layaknya seorang nyonya bukan babu.
***
"Pagi, Sayang," ucap Kevin sambil mencium pipi Aura yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
Bu Martini dan Mbok Mirah tersenyum lebar melihat perlakuan Kevin kepada Aura yang terlihat romantis. Awalnya laki-laki itu hanya bersandiwara melakukan semua ini, tetapi karena melakukannya setiap hari, jadi kebiasaan.
Bu Martini dan Mbok Mirah sudah dua minggu tinggal di rumah Kevin. Mereka sangat senang melihat keharmonisan antara Kevin dengan Aura.
Kevin sekarang memperlakukan Aura dengan sangat baik, sesuai dengan doa wanita itu selama ini. Memang benar doa orang teraniaya itu sering dikabulkan. Makanya Aura sering berdoa untuk kebaikan rumah tangga, suami, dan dirinya.
"Sayang, aku berangkat dulu," ucap Kevin sambil mencium kening Aura.
Wanita itu membalas dengan mencium tangan sang suami dan mendoakan kelancaran dalam bekerja sampai bisa pulang dengan selamat kembali ke rumah.
Senyum Aura menyertai keberangkatan Kevin. Di dalam hatinya dia berharap kehidupan rumah tangganya bahagia terus seperti ini meski ibu mertua tidak ada di rumah ini nantinya.
***
Apakah kebaikan Kevin akan terus dirasakan oleh Aura? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ita rahmawati
masih gk yakin sm kevin
2025-03-08
0
Sulaiman Efendy
WANITA BAHLUL BRHARAP LBH K KEVIN, TU KEVIN BGITU KRN ADA MAMANYA DN SI MIRAH, LO HNY JDI PLAMPIASAN NAFSU DOANK, EKSPETASI LO TLALU TINGGI KE KEVIN.
2024-02-29
0
Sulaiman Efendy
WANITA GOBLOK, BKNNYA NGADU SAMA SI MIRAH.
2024-02-29
1