Bab 15. Aura Melahirkan

Bab 15

Sebenarnya Bu Martini melarang Kevin untuk ambil pekerjaan yang mengharuskan pergi lama meninggalkan Aura. Wanita paruh baya itu merasa kasihan kepada menantunya yang akan menghadapi hari kelahiran calon cucu keluarga Candra.

"Aku titip Aura sama Mama. Kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya. Nanti aku akan berusaha untuk segera menyelesaikan pekerjaan," kata Kevin tidak memedulikan ucapan Bu Martini.

Laki-laki itu mau tidak mau harus mengikuti keinginan Mariska. Jika tidak, nanti wanita itu akan berbuat nekad. Bisa saja mencelakai bayinya atau mengadu kepada mamanya dan berakhir seluruh harta kembali di sita.

"Seperti tidak ada karyawan lain saja. Istri mau lahiran malah pergi jauh," gerutu wanita paruh baya itu, lalu pergi meninggalkan sang anak yang sudah membuatnya kesal.

Mbok Mirah menatap nanar sang cucu. Wanita tua itu merasa kasihan karena Aura sedang dalam masa penantian kapan bayinya lahir, malah ditinggal pergi. Padahal seorang wanita hamil yang menjelang persalinan sangat membutuhkan dukungan dan penyemangat dari suami dan orang sekitar. Banyak calon ibu yang mengalami baby blues sindrom setelah melahirkan, atau depresi parah. Di saat seperti inilah kehadiran suami sangat dibutuhkan.

Kevin hanya diam sambil melihat ibunya pergi ke dalam kamar. Dia merasa kalau sang mama nanti akan mengerti kenapa dirinya harus pergi.

Sementara itu, Aura yang sedang menyiapkan segala keperluan Kevin. Terdengar suara handphone miliknya berdering.

'Mariska, mau apa dia menghubungi aku?' tanya Aura dalam hati.

"Halo, Aura. Kamu sudah lihat status aku hari ini, 'kan? Jadi, jangan ganggu kami, ya."

Tanpa merasa bersalah Mariska mengatakan semuanya. Wanita itu mengatakan kalau selama ini dirinya yang selalu mengalah dengan pergi dari rumah itu, maka sekarang giliran istri tua yang mengalah.

Dada Aura merasa sesak karena tanpa menunggu lama, kebusukan Kevin langsung dibongkar oleh madunya. Kecurigaan dia selama ini terbukti.

***

Sudah satu minggu ini Kevin dan Mariska pergi liburan ke luar negeri. Laki-laki itu memang sering menghubungi dirinya untuk sekedar bertanya keadaan di rumah. Mariska juga memposting setiap kegiatan dirinya di sana. Namun, tidak memperlihatkan foto Kevin yang bersama dengannya. Mungkin karena takut kena hujat dari orang-orang yang mereka kenal. Sebab, semuanya tahu saat ini Aura sedang hamil besar.

'Teganya dirimu, Mas. Masih saja tidak jujur dan malah membohongi aku dan mama. Meski sudah jelas Mariska mengakui kalau kalian pergi berlibur,' batin Aura.

Wanita itu meletakkan kembali ponsel miliknya di atas nakas. Aura harus menenangkan pikiran agar jangan sampai stres. Dia pun memilih untuk turun ke lantai bawah di mana ibu mertua dan neneknya berada.

"Aduh," tiba-tiba saja Aura merasakan mulas dan ingin mengejan. 

Tubuh Aura merosot dan terduduk di lantai. Dia menahan sakit yang teramat sangat. Wanita itu meringis menahan sakit sambil memegangi perutnya.

"Mama ... Mbok!" teriak Aura dengan suara keras memanggil mereka.

Bu Martini dan Mbok Mirah yang sedang berada di lantai satu terkejut saat mendengar suara teriakan Aura. Keduanya lantas berlari menuju kamar yang ada di lantai dua.

"Aura!" teriak Bu Martini histeris saat melihat Aura tergeletak di lantai. 

"Aura, kamu kenapa, Nak? Ayo, bangun! Buka matamu," ucap Mbok Mirah.

Kedua wanita tua itu segera membopong Aura dan membaringkan di atas kasur. Dengan cepat Bu Martini memanggil ambulans karena mereka tidak ada kendaraan. Selain itu, dia juga merasa takut dengan keadaan menantu dan sang cucu.

Bu Martini juga langsung menghubungi Kevin. Namun, nomornya tidak aktif dan ini membuat dia marah dan mengumpat kasar.

"Dasar laki-laki bodoh! Istri mau melahirkan malah sulit dihubungi," umpat Bu Martini.

Tidak lama kemudian datang ambulan. Mereka membantu membawa Aura yang sudah tidak sadarkan diri. Tangisan Bu Martini dan Mbok Mirah tidak ada henti-hentinya sejak tadi sampai Aura masuk ke ruang bersalin.

Kondisi tubuh Aura tidak memungkinkan untuk melakukan kelahiran dengan proses normal, jadi dokter melakukan operasi cesar untuk mengeluarkan bayinya.

Hari di mana Aura sedang bertaruh nyawa untuk melahirkan buah hatinya, Kevin malah sedang bersenang-senang dengan Mariska. Selama mereka liburan dilarang mengaktifkan ponsel. Namun, wanita itu diam-diam sengaja mengaktifkan sejenak hanya untuk membuat status dan ditujukan untuk Aura. Dia sengaja melakukan hal itu untuk menyakiti dirinya.

Bu Martini terus berusaha untuk menghubungi Kevin, tetapi nomornya tidak aktif dan itu membuat wanita paruh baya ini marah. Dia mengumpat putranya karena tidak peduli kepada istri dan anak yang akan lahir.

"Lihat saja, Kevin! Mama akan bekukan semua aset kekayaan punya kamu," ucap Bu Martini dengan penuh emosi.

Aura melahirkan seorang putri yang diberi nama Aira. Bayi itu terlahir dalam keadaan sehat dan sempurna. Berat tiga kilogram dan tinggi lima puluh sentimeter.

Tangis kebahagiaan kini meliputi perasaan Aura, Bu Martini, dan Mbok Mirah. Ketiga wanita itu menyambut Baby Aira dengan suka cita.

***

Sudah satu minggu berlalu sejak Baby Aira lahir. Kevin baru bisa mengaktifkan ponselnya begitu sampai di bandara. Betapa terkejutnya dia betapa banyaknya panggilan masuk dari banyak orang. Salah satunya adalah sang ibu yang melakukan panggilan lebih dari ratusan. Pesan darinya juga sangat banyak.

Laki-laki itu menelusuri dan membaca pesan yang dikirim oleh sang ibu. Betapa terkejutnya dia saat tahu Aura sudah melahirkan. Ada kejutan yang lebih dari itu kalau seluruh hartanya akan dibekukan sampai batas yang tidak diketahui.

"Ada, Yang?" tanya Mariska karena melihat perubahan ekspresi wajah suaminya.

"Aura sudah melahirkan," jawab Kevin dengan suara bergetar.

"Apa?" Mariska memekik.

Dalam hati wanita itu bersorak-sorai karena Kevin tidak menemani kakak madunya saat proses melahirkan. Sesuai dugaan dia kalau keberangkatan liburan ini pas dengan waktu Aura melahirkan.

Kevin pun bergegas pulang ke rumah. Dia sudah membuat skenario untuk jaga-jaga kalau sang mama memarahinya.

"Yang, aku ikut pulang, ya? Aku juga ingin melihat bayi itu," ucap Mariska dengan merengek.

"Jangan dulu, Sayang. Nanti kalau mama sudah pulang, baru kamu bisa melihatnya. Saat ini keadaan belum aman," ujar Kevin.

Tidak menemani Aura saat melahirkan saja sudah jadi masalah besar. Apalagi kalau sampai ibunya tahu tentang Mariska yang merupakan istri kedua. Entah amukan seperti apa yang akan dia terima nanti.

"Ya, sudah kalau begitu aku pulang sendiri saja ke apartemen. Kita pulang masing-masing," tukas Mariska.

Begitu Kevin menginjakkan kaki di halaman rumah, terlihat ada koper dan tas di sana. Tentu saja ini membuat dia bertanya-tanya di dalam hatinya.

***

Apa yang sedang terjadi di rumah Kevin? Kenapa ada tas dan koper di simpan di teras rumah? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

bukan salah kevin krn dia kan emang laki2 durjana dn menginginka keduanya ataupun mariska yg emang cwe modern yg dicintai kevin tp yg salah ya keterdiamannya si aura yg terlalu lugu dn sabarnya berlebihan 🤣

2025-03-08

0

Sukliang

Sukliang

suami anjing
istri hamil tua mslahan brgkt dg istti muda

2024-02-27

0

Hernawati Husnul Khotimah

Hernawati Husnul Khotimah

sudah si kevin tarik lagi aset" kekayaan nya, biar dia tahu, mmhnya gk maen"

2024-02-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan Mendadak
2 Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3 Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4 Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5 Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6 Bab 6. Kabur Dari Rumah
7 Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8 Bab 8. Pesona Aura
9 Bab 9. Pergi Honeymoon
10 Bab 10. Kabar Tak Terduga
11 Bab 11. Luka Baru
12 Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13 Bab 13. Mariska Cemburu
14 Bab 14. Aura Pendarahan
15 Bab 15. Aura Melahirkan
16 Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17 Bab 17. Anak Pembawa Sial
18 Bab 18. Karma Atau Azab?
19 Bab 19. Kejahatan Mariska
20 Bab 20. Luka Terbesar Aura
21 Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22 Bab 22.
23 Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24 Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25 Bab 25. Mencari Bukti Baru
26 Bab 26. Barang Bukti Baru
27 Bab 27. Barang Bukti Baru
28 Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29 Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30 Bab 30. Sidang Perceraian
31 Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32 Bab 32. Perundungan Mariska
33 Bab 33. Persembunyian Aldo
34 Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35 Bab 35. Persidangan
36 Bab 36. Malam Para Tokoh
37 Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38 Bab 38. Penyesalan Aldo
39 Bab 39. Penyesalan Kevin
40 Bab 40. Malam Pertama
41 Bab 41. Ketakutan Mariska
42 Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43 Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44 Bab 44. Hamil
45 Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46 Bab 46. Kembali Romantis
47 Bab 47.
48 Author sakit tangan
49 Bab 49.
50 Bab 50. Bayi Aura Hilang
51 Bab 51.
52 Bab 52. Memburu Pelaku
53 Bab 53. Kebahagiaan Aura
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan Mendadak
2
Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3
Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4
Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5
Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6
Bab 6. Kabur Dari Rumah
7
Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8
Bab 8. Pesona Aura
9
Bab 9. Pergi Honeymoon
10
Bab 10. Kabar Tak Terduga
11
Bab 11. Luka Baru
12
Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13
Bab 13. Mariska Cemburu
14
Bab 14. Aura Pendarahan
15
Bab 15. Aura Melahirkan
16
Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17
Bab 17. Anak Pembawa Sial
18
Bab 18. Karma Atau Azab?
19
Bab 19. Kejahatan Mariska
20
Bab 20. Luka Terbesar Aura
21
Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22
Bab 22.
23
Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24
Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25
Bab 25. Mencari Bukti Baru
26
Bab 26. Barang Bukti Baru
27
Bab 27. Barang Bukti Baru
28
Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29
Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30
Bab 30. Sidang Perceraian
31
Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32
Bab 32. Perundungan Mariska
33
Bab 33. Persembunyian Aldo
34
Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35
Bab 35. Persidangan
36
Bab 36. Malam Para Tokoh
37
Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38
Bab 38. Penyesalan Aldo
39
Bab 39. Penyesalan Kevin
40
Bab 40. Malam Pertama
41
Bab 41. Ketakutan Mariska
42
Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43
Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44
Bab 44. Hamil
45
Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46
Bab 46. Kembali Romantis
47
Bab 47.
48
Author sakit tangan
49
Bab 49.
50
Bab 50. Bayi Aura Hilang
51
Bab 51.
52
Bab 52. Memburu Pelaku
53
Bab 53. Kebahagiaan Aura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!