Bab 5
Merasa harga dirinya direndahkan dan diinjak-injak oleh Kevin, ini membuat Aura membenci lelaki itu. Selama ini dia berusaha untuk tidak berbuat sesuatu yang akan memicu kebencian atau permusuhan di antara mereka.
Aura juga sebisa mungkin menjalankan semua tugas sebagai seorang istri meski terasa seperti babu gratis. Bekerja keras dari pagi sampai malam, tetapi tidak pernah diberi uang atau nafkah. Ucapan terima kasih saja tidak pernah dia dengar dari mulut suaminya.
Kevin akan mengisi kulkas sampai penuh oleh bahan makanan dan semua bumbu juga tersedia dengan komplit. Semua kebutuhan rumah telah laki-laki itu sediakan, sehingga Aura tidak akan bisa protes dan meminta uang kepadanya. Kebutuhan dia sebagai wanita juga sudah sediakan.
Dengan tubuh yang masih terasa sakit dan lemah, Aura memaksakan diri untuk bekerja membersihkan rumah. Setelah itu dia harus memasak. Sudah dua bulan belakangan ini Kevin selalu menyuruhnya memasak. Makanan yang dahulu selalu dihina dan dicemooh olehnya, sekarang justru akan dimakan olehnya dengan lahap.
Hari sudah beranjak malam, tetapi Kevin belum juga pulang. Aura berharap kalau laki-laki itu tidak pulang ke rumah hari ini.
'Betapa senangnya aku jika malam ini dia tidak pulang.' Dalam hatinya Aura berharap kalau Kevin lebih baik tidak pulang dalam waktu yang lama.
'Aku sebaiknya makan dahulu. Agar nanti bisa cepat-cepat tidur,' batin Aura.
Perempuan itu bergegas makan lalu membereskan semua bekas masak dan makannya. Baru saja dia menyelesaikan pekerjaannya, terdengar suara mobil memasuki halaman.
Harapan Aura kalau Kevin tidak pulang malam ini sudah pupus. Dia merasa kalau laki-laki itu pasti akan memarahi dan memaki dirinya sampai merasa puas.
Kevin masuk ke rumah dan langsung menuju dapur. Dia mendengar suara dari arah sana dan yakin kalau Aura sedang berada di tempat itu.
Aura melihat Kevin dengan perasaan takut. Kejadian semalam masih berbekas dengan begitu kuat dan meninggalkan rasa trauma. Tubuh dia pun bergetar tanpa dia sadari.
Sesuai dugaan dirinya kalau perempuan yang sudah dia renggut kehormatannya semalam sedang berada di dapur. Melihat wajah yang ketakutan membuat Kevin merasa senang dan bahagia. Kini arah penglihatan matanya tertuju ke leher jenjang milik Aura. Jejak bekas percintaan mereka kemarin malam masih terlihat jelas.
'Ada apa dengan tubuhku? Kenapa melihat wanita udik ini tiba-tiba tubuhku merasa bergairah,' batin Kevin.
Tidak bisa Kevin pungkiri kalau semalam dia merasa sangat senang bercinta dengan Aura. Apalagi saat tahu kalau perempuan itu masih perawan, semakin semangat dia dalam mengarungi surga dunia. Bahkan dia merasa tidak puas dengan ingin terus melakukannya lagi dan lagi sampai dia merasa benar-benar puas.
Dengan langkah cepat dan lebar, Kevin berjalan mendekati Aura. Tanpa basa-basi laki-laki itu mencium bibir wanita yang selama ini dia pandang hina. Dia melu*mat bibir sensual milik perempuan yang sudah sah menjadi istrinya hampir empat bulan ini.
"Buka mulutmu!" titah Kevin, tetapi tidak digubris oleh Aura.
Aura yang masih trauma akibat kejadian semalam, malah shock mendapatkan perlakuan seperti ini oleh Kevin. Dia diam tidak membalas ciuman laki-laki itu. Saat bibirnya di gigit pun, dia masih tidak mau merespon balik.
"Kau berani menantang aku?" tanya Kevin di sela kegiatannya mencium Aura.
Merasa tidak ada balasan dari sang istri membuat Kevin kesal dan marah. Laki-laki itu pun menarik tangan Aura dengan kencang lalu membawanya ke kamar tamu. Kejadian kemarin malam akan terjadi kembali malam ini.
"Mas, lepaskan!"
"Diam, kau! Aku adalah suamimu. Jadi, sudah sepatutnya kamu melayani aku," ujar Kevin dengan tegas.
"Aku mohon, jangan lakukan itu lagi," kata Aura yang sudah ketakutan setengah mati. Bayangan siksaan laki-laki itu kemarin malam kembali berputar dalam ingatannya.
"Aku bebas mau melakukan apa pun terhadap dirimu!" bentak Kevin sambil membuka pakaiannya.
Aura mencoba memberontak dan melawan sebisa mungkin, meski tetap saja kalah dan tidak bisa melepaskan diri dari aksi Kevin. Permainan malam ini lebih lama dari malam kemarin. Untungnya kekerasan yang dilakukan laki-laki itu tidak sekejam sebelumnya.
Wanita itu merasa dirinya sedang dirudapaksa oleh Kevin. Teriakan ampunan dan permohonan untuk menghentikan perbuatannya itu tidak digubris oleh sang suami. Lelaki itu mencari kepuasan sendiri untuk menyalurkan hawa nafsunya.
***
Perlakuan Kevin kepada Aura semakin menjadi. Laki-laki itu menganggap kalau Aura adalah wanita pemuas naf*su baginya. Kapan pun, di mana pun, dan selama apa pun laki-laki itu ingin bercinta, maka Aura harus menurutinya. Jika wanita itu menolak dan melakukan perlawan maka kekerasan fisik dan mental akan dia dapatkan.
"Mas aku bukan robot. Aku ini manusia yang punya perasaan! Tidak bisakah kamu melakukan semua ini dengan cara yang baik dan memperlakukan aku dengan lembut penuh kasih sayang," ucap Aura setelah selesai bercinta dengan Kevin.
Laki-laki itu malah tertawa dengan keras. Dia menatap rendah wanita yang kini berada di bawah kungkungannya.
"Kamu pantas mendapatkan semua perlakuan ini," balas Kevin.
"Kenapa Mas begitu benci sekali sama aku? Kejahatan apa yang sudah aku lakukan sampai Mas memperlakukan aku seperti ini?" tanya Aura dengan berderai air mata.
Senyum mengejek terlukis di wajah Kevin. Laki-laki itu merasa begitu benci dengan semua yang ada pada Aura. Wanita ini sudah membuat hubungan dirinya dengan Mariska hancur. Sekarang pun sang pujaan hati menghilang entah ke mana. Dia mencari dengan mengerahkan orang bayaran sampai sekarang pun belum diketahui keberadaannya. Sebagai balasan itu, maka perempuan ini harus mendapatkan balasan yang setimpal.
"Kamu ingin tahu kenapa aku memperlakukan kamu dengan seperti ini?" tanya Kevin dan Aura mengangguk.
"Gara-gara kamu hubungan aku dengan kekasihku menjadi kandas dan sekarang dia menghilang," ujar Kevin dan itu membuat Aura terkejut. Dia sama sekali tidak tahu tentang hal ini.
"Gara-gara kamu, aku tidak bisa bercinta dengan wanita yang aku cintai. Maka sudah harus menjadi tugasmu memberikan aku kepuasan. Jadi, kamu jangan marah sudah menjadi seorang ja*lang, untuk memuaskan hawa nafsuku," lanjut Kevin.
Ucapan Kevin ini membuat Aura merasa terhina disamakan dengan wanita tuna susila. Mereka dibayar jika melakukan hal itu, sementara dirinya tidak mendapatkan apa-apa, yang ada mendapat memar dan rasa sakit.
"Kamu akan terus mendapatkan perlakuan seperti ini dari aku sampai Mariska kembali ke dalam pelukanku," tambah Kevin dengan seringai lebar.
Merasa sudah puas, Kevin pun pergi meninggalkan Aura di kamar tamu. Dia tidak peduli wanita itu menangis dan merintih kesakitan. Baginya, dia sudah merasa puas menuntaskan nafsunya.
Setelah lelah menangis meratapi atas kejadian yang sudah menimpa dirinya, Aura berpikir untuk kabur dari rumah ini. Dia berpikir bagaimana caranya agar bisa keluar tanpa dicurigai oleh Kevin.
'Bagaimana caranya?' batin Aura
***
Apakah Aura bisa melarikan diri dari rumah yang seperti neraka baginya ini? Ikuti terus kisah mereka, ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
TPI DI AKHIR EPISODE LO MSH BERTEMAN DGN MANUSIA IBLIS SPRTI KEVIN
2024-02-29
1
Sukliang
kasih racun ke makanannya
2024-02-22
1
Hernawati Husnul Khotimah
aura" apakah gk ada kesempatan untuk kabur,, sudah dihina,, diperkosa,, walaupun sama suami,, tapi gk layak begitu,, suami, apa penjahat,,
2024-02-18
2