Bab 7. Kedatangan Mama Mertua

Bab 7

Suara Kevin terdengar bagaikan halilintar bagi Aura. Perempuan itu langsung mengkerut ketakutan. Dia yakin setelah ini suaminya akan memarahi habis-habisan. Entah hukuman apa yang akan diberikan olehnya.

"Apa isi tas itu?" tanya Kevin sambil menunjuk tas ransel yang berada di pangkuan Aura sambil dipeluk.

"Itu yang membuat kami curiga sejak tadi, Pak. Wanita ini terus memeluk tas itu dan tidak mau memperlihatkan isinya kepada kami. Takutnya ada barang berharga yang dia ambil dari rumah Pak Kevin," ucap salah seorang petugas keamanan.

Lalu, dengan kasar Kevin menarik tas ransel itu. Dia keluarkan semua isinya dengan cara membalikkan tas sehingga semua isinya jatuh ke lantai posko.

Aura langsung mengambil lain yang merupakan benda khusus perempuan. Dia sangat malu jika pakaian dalam miliknya dilihat oleh orang lain, apalagi di sana laki-laki semua.

Dengan menggunakan kaki Kevin memeriksa isi dari tas milik Aura. Dia tidak menemukan barang miliknya di sana. Jadi, laki-laki itu membiarkan istrinya saat mengambil dan memasukan kembali ke dalam tasnya.

"Pak Kevin sebaiknya periksa tas cangklong miliknya juga. Siapa tahu di sana ada barang berharga milik Pak Kevin. Soalnya dia sangat menjaga tas itu sejak awal tadi kita bertemu," kata petugas keamanan yang lainnya.

Mendengar itu, Aura sontak saja ketakutan karena ada barang bukti penting di tasnya ini. Bukti yang bisa menyeret Kevin ke dalam sel besi di hotel prodeo.

Kening Kevin mengkerut saat melihat perubahan ekspresi wajah Aura. Dia menjadi yakin kalau di dalam tasnya ini ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.

Kevin pun menarik paksa tas itu sampai putus tali selempangnya. Lalu, dengan kasar dia membuka resleting, kemudian menjatuhkan semua isinya. Mata laki-laki itu tertuju ke sebuah kamera digital miliknya yang sudah jarang dia pakai.

Di saat bersamaan Kevin dan Aura menyentuh kamera digitalnya. Namun, dengan kasar laki-laki itu merebut benda yang diyakini adalah barang miliknya. Matanya terbelalak saat melihat isi foto yang ada di kamera digital. Banyak sekali foto-foto bagian tubuh Aura tercetak di sana.

"Apa maksudnya ini?" tanya Kevin sambil mencengkeram kuat lengan Aura.

Perempuan itu meringis kesakitan akibat perbuatan suaminya. Hanya air mata yang bisa menjelaskan perasaan Aura saat ini, kesakitan, ketakutan, dan putus asa.

"Pak, terima kasih sudah menahan wanita ini. Tapi, saya akan membawa kembali dia ke rumah. Soalnya wanita ini adalah tetangga di kampung. Jadi, tidak enak jika harus aku laporkan ke polisi hanya masalah sepele seperti ini," ucap Kevin.

Dengan kasar Kevin menyeret tubuh ringkih Aura lalu memasukan ke dalam mobil. Mereka kembali ke rumah yang terasa menjadi neraka bagi Aura.

Di depan mata Aura, Kevin menghancurkan kamera digital sampai remuk menjadi serpihan. Lalu, dia juga membakar buku catatan yang sudah di tulis oleh perempuan itu.

Aura tidak bisa berpikir lagi, apa yang harus dia lakukan selanjutnya agar bisa terlepas dari siksaan Kevin. Dia pasrah saat laki-laki itu mengurungnya di kamar.

***

Kevin menjadi semakin menjadi memperlakukan Aura. Semalam laki-laki itu memberi hukuman dengan bercinta secara kasar. Semua pintu dan jendela kini dikunci dan dia yang memegang semua kuncinya.

"Kamu tidak akan bisa kabur lagi dari rumah ini. Jadi, nikmatilah penderitaan kamu karena sudah berani ingin melaporkan aku kepada polisi," ujar Kevin sambil mencengkeram rahang Aura dengan kuat.

Pria itu meninggalkan rumah yang terkunci. Dia tidak peduli jika Aura kesepian atau kesakitan di kediamannya yang sudah dia tempati beberapa tahun.

Aura yang terkurung di dalam rumah, mencoba melupakan bayang-bayang ketakutan atas perlakuan yang sudah dia terima dari Kevin sejak kemarin siang sampai tadi pagi dengan cara melakukan pekerjaan rumah.

***

"Halo, ada apa, Ma?" tanya Kevin saat melihat nama ibunya tertera di layar handphone miliknya.

"Saat ini Mama dan Mbok Mirah sedang dalam perjalanan menuju rumah kamu. Di rumah ada Aura, 'kan?" balas wanita paruh baya yang sudah melahirkan Kevin.

"Apa? Sekarang Mama sedang menuju rumah aku?" tanya Kevin untuk memastikan lagi pendengarnya, takut salah dengar.

"Iya, Kevin. Mama dan Mbok Mirah akan menginap beberapa hari di Jakarta," jawab sang ibu.

Kevin langsung pulang ke rumah. Dia tidak mungkin membiarkan Aura bicara seenaknya nanti kepada ibu dan pembantunya.

***

"Dengar, ya! Kamu jangan bicara macam-macam sama mama atau Mbok Mirah. Kalau sampai itu terjadi jangan harap kamu dan Mbok Mirah bisa hidup dengan damai," ucap Kevin mengancam.

Aura hanya bisa mengangguk dengan ekspresi wajah ketakutan. Dia takut kalau sampai neneknya juga mendapatkan siksaan dari Kevin.

"Bawa barang kamu ke kamarku sekarang!" perintah laki-laki berkemeja biru navy itu dengan nada tinggi.

Aura bingung mau menyimpan bajunya di mana karena semua lemari baju sudah terisi penuh milik Kevin dan baju Mariska. Jadi, dia membiarkan pakaiannya di tas ransel.

Terdengar bunyi klakson mobil di depan pintu gerbang pagar. Kevin pun menyambut kedatangan Bu Martini dan Mbok Mirah. Keduanya terlihat tersenyum saat melihat laki-laki berparas bule campuran ini.

"Mama mau langsung istirahat? Pasti capai sudah melakukan perjalanan jauh," kata Kevin sambil menuntun sang ibu.

"Tidak terlalu lelah karen tadi kita sempat istirahat dahulu," balas Bu Martini.

"Mana Aura?" lanjut wanita itu bertanya.

Terlihat Aura turun dari anak tangga dengan penampilan yang terlihat rapi, meski baju yang dipakainya sangat sederhana. Padahal itu adalah baju terbaik miliknya.

Aura mencium tangan Bu Martini dan Mbok Mirah bergantian. Dia sangat senang dengan kedatangan kedua wanita ini. Perempuan itu berharap selama mereka ada di sini, Kevin tidak melakukan kekerasan kepadanya.

***

"Apa kamu sudah mengurus pendaftaran pernikahan kalian ke KUA?" tanya Bu Martini setelah mereka makan malam bersama.

Kevin tersedak mendengar pertanyaan dari ibunya. Dia lupa mengurus pendaftaran pernikahan itu karena selama ini sibuk mencari keberadaan Mariska. Lalu, pekerjaan dia semakin banyak karena ada pembukaan cabang baru di luar pulau.

"Sudah, Ma," jawab Kevin setelah minum gelas yang disodorkan oleh Aura.

Tentu saja Kevin berbohong. Jika dia jujur maka ibunya akan terus menyuruhnya sampai merasa puas.

"Bagus kalau begitu," kata Bu Martini.

Aura merasa kalau Kevin sedang berbohong. Karena dia tidak diminta foto atau mengisi formulir pendaftaran pernikahan mereka.

"Lalu, apa kamu sudah ada tanda-tanda kehamilan?" tanya Bu Martini kepada Aura.

Kini Aura yang tersedak karena tidak menduga ibu mertuanya akan bertanya seperti ini. Dia minum air sampai habis segelas.

"Sepertinya belum, Ma. Doakan saja," jawab Aura dan Kevin melotot kepadanya.

***

Bagaimana perlakuan Kevin kepada Aura selama ibunya berada di rumah mereka? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

apa ibunya ga curiga banyak bekas luka ditubuh Aura

2024-05-14

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

MANUSIA IBLIS..

2024-02-29

0

Hernawati Husnul Khotimah

Hernawati Husnul Khotimah

ah,, jadi gk semangat,, enak di kevin, gk enak di aura,, gk ada keadilan,,

2024-02-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan Mendadak
2 Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3 Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4 Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5 Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6 Bab 6. Kabur Dari Rumah
7 Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8 Bab 8. Pesona Aura
9 Bab 9. Pergi Honeymoon
10 Bab 10. Kabar Tak Terduga
11 Bab 11. Luka Baru
12 Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13 Bab 13. Mariska Cemburu
14 Bab 14. Aura Pendarahan
15 Bab 15. Aura Melahirkan
16 Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17 Bab 17. Anak Pembawa Sial
18 Bab 18. Karma Atau Azab?
19 Bab 19. Kejahatan Mariska
20 Bab 20. Luka Terbesar Aura
21 Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22 Bab 22.
23 Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24 Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25 Bab 25. Mencari Bukti Baru
26 Bab 26. Barang Bukti Baru
27 Bab 27. Barang Bukti Baru
28 Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29 Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30 Bab 30. Sidang Perceraian
31 Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32 Bab 32. Perundungan Mariska
33 Bab 33. Persembunyian Aldo
34 Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35 Bab 35. Persidangan
36 Bab 36. Malam Para Tokoh
37 Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38 Bab 38. Penyesalan Aldo
39 Bab 39. Penyesalan Kevin
40 Bab 40. Malam Pertama
41 Bab 41. Ketakutan Mariska
42 Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43 Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44 Bab 44. Hamil
45 Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46 Bab 46. Kembali Romantis
47 Bab 47.
48 Author sakit tangan
49 Bab 49.
50 Bab 50. Bayi Aura Hilang
51 Bab 51.
52 Bab 52. Memburu Pelaku
53 Bab 53. Kebahagiaan Aura
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan Mendadak
2
Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3
Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4
Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5
Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6
Bab 6. Kabur Dari Rumah
7
Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8
Bab 8. Pesona Aura
9
Bab 9. Pergi Honeymoon
10
Bab 10. Kabar Tak Terduga
11
Bab 11. Luka Baru
12
Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13
Bab 13. Mariska Cemburu
14
Bab 14. Aura Pendarahan
15
Bab 15. Aura Melahirkan
16
Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17
Bab 17. Anak Pembawa Sial
18
Bab 18. Karma Atau Azab?
19
Bab 19. Kejahatan Mariska
20
Bab 20. Luka Terbesar Aura
21
Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22
Bab 22.
23
Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24
Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25
Bab 25. Mencari Bukti Baru
26
Bab 26. Barang Bukti Baru
27
Bab 27. Barang Bukti Baru
28
Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29
Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30
Bab 30. Sidang Perceraian
31
Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32
Bab 32. Perundungan Mariska
33
Bab 33. Persembunyian Aldo
34
Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35
Bab 35. Persidangan
36
Bab 36. Malam Para Tokoh
37
Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38
Bab 38. Penyesalan Aldo
39
Bab 39. Penyesalan Kevin
40
Bab 40. Malam Pertama
41
Bab 41. Ketakutan Mariska
42
Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43
Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44
Bab 44. Hamil
45
Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46
Bab 46. Kembali Romantis
47
Bab 47.
48
Author sakit tangan
49
Bab 49.
50
Bab 50. Bayi Aura Hilang
51
Bab 51.
52
Bab 52. Memburu Pelaku
53
Bab 53. Kebahagiaan Aura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!