Bab 9. Pergi Honeymoon

Bab 9

"Sayang, masak apa?" tanya Kevin sambil memeluk tubuh Aura dari belakang, terlihat wanita itu terlonjak karena kaget.

Tangan Aura masih sibuk mengaduk masakannya di wajan. Tadi pagi sang suami meminta di masakan udang pedas dan tempura atau udang goreng khas Jepang. Sebagai seorang istri yang selalu ingin membahagiakan suaminya, dia akan menuruti apa pun keinginan Kevin.

"Makanan kesukaan suamiku," jawab Aura.

Kemarin Aura sempat berpikir kalau perlakuan Kevin kepadanya akan kembali seperti dahulu, sebelum kedatangan ibu mertua. Sudah dua bulan waktu kepulangan Bu Martini dan Mbok Mirah. Namun, perlakuan laki-laki itu kepadanya masih tetap baik, malah bisa dibilang jauh lebih baik. 

Kevin tersenyum senang, lalu dia memberikan kecupan nakal di leher dan pundak Aura. Laki-laki itu merasa sangat senang karena selalu diperlakukan bak seorang raja oleh istrinya ini. Dia senang saat dimanja, dilayani, atau diberi perhatian lebih.

Selama ini Kevin lah yang selalu memanjakan Mariska. Dia yang akan menuruti semua keinginan wanita itu. Selalu mengalah demi kebahagiaan wanitanya. Sekarang justru sebaliknya, dia mendapatkan semua itu dari Aura.

Masakan Aura sudah menjadi candu di lidah Kevin. Makanan apa pun yang dia inginkan sang istri akan membuatkan untuknya. Tidak jarang laki-laki itu meminta makanan yang asing bagi Aura, sehingga dia harus melihat video rekaman memasak atau membaca banyak artikel tentang makanan itu. Sebisa mungkin akan membuatnya agar tidak mengecewakan sang suami.

"Besok malam akan ada acara ulang tahun perusahaan. Kita diundang, jadi belilah baju untuk ke pesta dan pergi ke salon untuk melakukan perawatan dan sekalian dirias oleh make up artist," kata Kevin begitu menaiki ranjang.

Aura mengangguk seraya tersenyum, ini kedua kalinya Kevin mengajak dia ke acara pesta. Sebulan yang lalu mereka menghadiri pesta pernikahan rekan kerja laki-laki itu dan dikenalkan sebagai istri pilihan ibunya. Banyak sekali yang memuji Aura dan itu membuat Kevin cemburu.

"Apa perlu aku ke salon? Nanti kalau banyak orang yang bilang cantik sama aku lagi gimana?" tanya Aura yang kini duduk menghadap Kevin.

"Asal kamu jangan tebar pesona saja seperti dahulu. Aku tidak suka!" jawab Kevin dengan wajah galak.

Sebenarnya Aura tidak tebar pesona. Wanita itu hanya tersenyum ke orang-orang yang menyapa kepadanya dan mendoakan pernikahan mereka. Namun, Kevin melihatnya berbeda. Hal ini karena banyak laki-laki yang memuji kecantikan wajah, keindahan lekuk tubuh, dan kepribadian Aura yang sangat baik.

"Iya ... iya. Nanti aku akan diam saja dan Mas yang menjawab orang-orang yang bertanya kepadaku," balas Aura lalu membaringkan tubuhnya.

Kevin langsung menindih tubuh Aura dan memberikan sentuhan lembut yang membangkitkan gairah keduanya. Laki-laki itu tidak bisa menahan diri jika di atas ranjang seperti ini. Wanita itu pun akan melayani dirinya dengan senang hati sampai dia merasa puas.

***

Sesuai dugaan Kevin sebelumnya, banyak laki-laki yang melirik ke arah Aura. Meski sang istri sudah menggunakan gaun pesta yang panjang dan menutupi seluruh tubuhnya. Ini membuat sang suami lagi-lagi cemburu. Entah kenapa Kevin merasa dirinya tidak rela jika ada laki-laki lain yang menatap intens kepada Aura. Apalagi orang-orang yang menatapnya dengan penuh damba atau jelalatan. 

Berbanding terbalik dengan dahulu, Kevin malah akan bangga jika banyak lelaki melihat ke arah Mariska. Dia merasa sudah menjadi laki-laki hebat karena bisa menjalin hubungan dengan wanita seseksi dan secantik Mariska. Dirinya tidak pernah protes saat perempuan itu memakai gaun terbuka dan memperlihatkan sebagian tubuhnya.

"Cantik sekali Nyonya Kevin malam ini," puji salah seorang rekan kerja Kevin dan dibenarkan oleh orang-orang yang ada di sana.

Pujian-pujian yang keluar dari orang yang bertemu dengan Aura dan Kevin, tidak membuat sang wanita senang. Jika mood suaminya berubah dan marah kepadanya, maka dia harus bekerja keras untuk mengembalikan perasaan laki-laki yang menjadi lebih baik.

"Pantas saja Pak Kevin sekarang lebih cerah dan fresh dari hari ke harinya, ternyata punya istri yang cantik bak bidadari seperti ini," puji Pak Anjas pemilik perusahaan di mana Kevin bekerja.

"Mereka pasangan yang cocok, ya, Pak," lanjut istri Pak Anjas.

Kevin dan Aura tersenyum malu-malu karena mendengar pujian dari orang yang sangat mereka hormati. Pasangan paruh baya itu pun memberikan kado spesial kepada Aura dan Kevin, sebagai ucapan selamat atas pernikahan mereka. 

***

Kado dari Pak Anjas dan istrinya adalah liburan selama seminggu ke Bali. Semua biaya sudah ditanggung olehnya. Bahkan uang saku juga ditransfer dalam jumlah yang cukup banyak.

Kini Aura dan Kevin menghabiskan waktu liburan ini dengan jalan-jalan berdua ke berbagai tempat. Mereka juga menyempatkan berenang di Pantai Tegal Wangi meski hanya sebentar. Hal ini karena laki-laki itu merasa cemburu saat banyak orang melirik ke arah Aura.

"Kapan aku hamil?" gumam Aura sambil mengusap perutnya.

Mereka sering melakukan hubungan suami istri, tetapi tanda-tanda kehamilan belum juga terlihat. Selama ini dia berdoa ingin kehidupan rumah tangganya semakin sempurna dengan kehadiran buah hati mereka.

"Sayang, kita makan malam di Seasalt Seminyak. Ternyata Pak Anjas sudah reservasi untuk kita," ucap Kevin begitu masuk ke dalam kamar Hotel.

Tempat acara makan malam romantis ini berada di pinggir pantai yang sudah dihias dengan tenda dan lampu-lampu hias yang sangat cantik. Meja dengan dua kursi, lalu beberapa menu makanan khas Bali kesukaan Kevin dan Aura disajikan di sana.

Ajakan makan malam romantis ini memberi kesan yang istimewa bagi Aura. Di mana Kevin berlutut di depannya sambil memegang sebuah kotak perhiasan berwarna merah dan di dalamnya terdapat cincin berlian.

"Berjanjilah kalau kamu tidak akan pernah pergi meninggalkan diriku sampai kapan pun," ucap Kevin yang bertekuk lutut di depan Aura yang duduk di kursi.

Air mata kebahagiaan kini mengalir dari netra cantik milik Aura. Dia merasa sedang berada di dunia dongeng. Dahulu wanita itu sering mengkhayal adegan seperti ini. Di mana seorang pangeran bertekuk lutut di hadapan seorang perempuan dan menyatakan cinta kepadanya. Mereka pun berakhir hidup bahagia bersama sampai akhir hayat.

Kevin menghapus air mata yang jatuh di pipi Aura. Dia tahu itu bukan air mata kesedihan, tetapi air mata kebahagiaan.

"I love you, Aura!" 

Kata-kata yang ditunggu-tunggu oleh Aura selama ini, kini terucap dari mulut Kevin. Karena selalu melayani laki-laki itu dengan segenap dan setulus hati, dengan perlahan timbul rasa di hati Aura kepada Kevin. Apalagi perlakuan sang suami yang begitu perhatian dan baik kepadanya bisa mencuri sedikit hati si istri.

"Apakah kamu juga mencintai aku, Aura?" tanya Kevin karena Aura sejak tadi hanya menangis tidak bicara.

"Ya ... aku juga menyukaimu, Mas," jawab Aura dan itu membuat Kevin bahagia.

***

Efek pergi berbulan madu masih dirasakan oleh Aura dan Kevin. Mereka suka menghabiskan waktu berduaan ke tempat-tempat romantis dan akan pergi liburan di akhir pekan. Keduanya terlihat layaknya seorang remaja yang baru saja merasakan jatuh cinta. Padahal keduanya pernah memiliki pujaan hati masing-masing.

"Liburan di puncak memang enak untuk menghabiskan waktu di kamar," bisik Kevin saat berada di balkon.

Aura juga membenarkan ucapan suaminya. Suhu udara yang dingin membuat mereka berbagi kehangatan di atas ranjang. Belum ada 24 jam mereka di villa ini, sudah dua kali bercinta.

"Tapi, akan sangat disayangkan jika kita melewatkan pemandangan indah malam ini. Di kota kita tidak bisa melihat langit dengan hamparan bintang seperti ini," kata Aura dan dibenarkan oleh Kevin.

Pasangan suami istri itu sedang melihat pemandangan langit malam yang terhampar jutaan bintang di langit. Suhu udara di sana memang sangat dingin. Aura juga tidak lepas dengan yang namanya jaket atau selimut.

Untuk menghangatkan tubuhnya dari dinginnya angin malam, Kevin memeluk erat tubuh sang istri. Sesekali dia mencumbu leher dan pipi Aura.

Malam itu pun dilewati dengan suara nyanyian merdu dari kedua sejoli yang sedang dilanda mabuk asmara. Bergumul menuju puncak surga dunia.

***

Aura mengantar Kevin ke depan teras rumah saat laki-laki itu akan pergi bekerja. Biasanya wanita itu akan mencium tangan dan Kevin akan memberikan ciuman di kening dan bibir ranum milik sang istri. Terakhir mereka akan berpelukan.

"Semoga semua berjalan lancar, Mas. Aku akan menunggu Mas pulang," ucap Aura.

"Jangan masak untuk makan malam, ya. Nanti kita pergi makan malam di luar," ujar Kevin dan tentu saja Aura merasa bahagia.

"Beneran , Mas?" tanya Aura dengan penuh semangat.

"Iya. Katanya kamu ingin makan di restoran Amor yang sedang viral itu. Mas sudah reservasi ruang privat di sana," jawab Kevin dan Aura langsung menghadiahi kecupan nakal di bibir suaminya.

"Aku akan siapkan semuanya dan berdandan secantik mungkin," ujar Aura merasa senang.

Di rumah sampai sekarang tidak ada pembantu, semua pekerjaan rumah Aura kerjakan sendiri. Saat merapikan meja kerja milik suaminya, dia melihat kalender. Tidak terasa satu minggu lagi usia pernikahan mereka memasuki satu tahun. Wanita itu langsung punya ide ingin merayakan anniversary pertama dengan makan malam romantis. 

"Tapi, di mana, ya? Aku tidak punya banyak uang kalau reservasi hotel atau restoran mewah," gumam Aura.

Senyum pun langsung mengembang dari bibirnya. Dia akan menghias taman di samping rumah dan mereka bisa makan malam di sana. Sebuah ide yang cukup brilian bagi wanita itu.

***

Kevin sebisa mungkin malam ini tidak lembur, makanya selama tiga hari belakangan dia tidak menyia-nyiakan waktu. Jam sudah menunjukan pukul 16:00 dan semua berjalan lancar sesuai perkiraan. 

"Mau ke mana?" tanya Aldo begitu melihat Kevin keluar dari ruang kerjanya.

"Mau ke pantry, ambil air minum. Setelah kerja keras agar bisa pulang cepat tenggorokan ini kehausan," jawab Kevin sambil tertawa kecil.

Aldo pun mengikuti Kevin ke pantry. Laki-laki yang cukup dekat dengan suami Aura itu terlihat beberapa kali melirik ke arahnya.

"Ada apa?" tanya Kevin balik karena merasa aneh dengan temannya ini.

"Apa kamu masih mencari Mariska?" Aldo balik bertanya.

Sejujurnya Kevin sudah lupa kepada wanita yang tiba-tiba saja menghilang bak ditelan bumi itu. Dia sendiri sekarang tidak peduli kepadanya karena sudah ada Aura.

"Kenapa?" tanya Kevin.

"Sepertinya aku melihat dia di rumah sakit kemarin. Katanya kesehatan dia memburuk setelah pergi meninggalkan kamu. Dia sangat kecewa dan marah sama kamu. Tapi, justru dia kini malah jatuh terpuruk tanpa dirimu," jawab Aldo.

Jantung Kevin berdetak kencang, tiba-tiba saja ada perasaan ingin bertemu dengan Mariska. Lalu, dia pun pergi menuju apartemen sang kekasih.

Tidak sulit bagi Kevin masuk ke apartemen milik Mariska, karena dahulu dia sering keluar masuk tempat ini. Begitu dia melangkahkan kaki ke dalam ruangan, dia melihat wanita itu sedang tidur meringkuk di atas sofa. Dia pun berlari mendekati dirinya.

"Mariska! Kamu kenapa?" tanya Kevin sambil membelai rambut sang kekasih.

"Ke–vin," jawab Mariska dengan lirih.

Tanpa banyak bicara, Kevin pun membawa Mariska ke kamar, lalu membaringkan tubuhnya dengan hati-hati. Dia melihat wajah wanita itu begitu pucat.

"Di mana obatnya? Sepertinya sakit kamu parah," tanya Kevin sambil memegang kedua tangan Mariska.

"Di laci meja rias," jawab Mariska dengan pelan.

Ternyata di apartemen Mariska tidak ada makanan atau cemilan. Maka Kevin pun memesan makanan via online. 

Mariska memeluk tubuh Kevin di saat laki-laki itu hendak menyuapinya. Wanita itu menangis tergugu sambil meminta maaf karena sudah meninggalkan laki-laki itu dahulu.

"Aku cemburu, aku marah sama kamu, dahulu. Kenapa bukan aku wanita yang kamu nikahi. Kenapa kamu malah menikah dengan wanita lain," ucap Mariska dalam isak tangisnya.

Kevin merutuki dirinya sendiri karena tidak bisa menemukan sang kekasih, dahulu. Dia malah terbuai oleh perlakuan Aura kepada dirinya dan sampai lupa akan Mariska.

"Aku juga mencari kamu berbulan-bulan lamanya. Semua tempat yang aku perkirakan kamu kunjungi, aku pun mendatanginya. Tapi, aku tidak bisa menemukan dirimu," ujar Kevin sambil membelai lembut pipi yang dibasahi oleh air mata.

Malam ini Mariska ingin ditemani oleh Kevin. Jadinya laki-laki itu menemani sang kekasih di apartemen. Mereka juga membicarakan masa-masa yang telah dilewati tanpa kehadiran satu sama lain.

"Kenapa kamu bersedia menikah dengan wanita itu?" tanya Mariska sambil mendongakkan kepalanya melihat sang kekasih.

"Karena itu keinginan papa," jawab Kevin pelan.

"Kamu 'kan bisa menolaknya," ujar wanita yang berada dalam dekapan Kevin.

"Kamu pikir aku tidak menolaknya saat disuruh menikah dengan dia," balas Kevin dengan nada kesal.

"Lalu, kenapa kamu mau menerima babu itu?" tanya Mariska gemas.

"Mama juga meminta aku untuk menikah dengan Aura," jawab laki-laki berbaju kemeja.

Mariska menguraikan pelukannya, lalu dia duduk dan menatap Kevin. Dia teringat akan pesan Bu Martini untuk putranya ini.

"Apa pernikahan kamu dengan wanita itu tidak terdaftar di KUA?" tanya Mariska.

Saat ini Kevin sudah mendaftarkan pernikahan dengan Aura. Karena dia membutuhkan photo copy surat nikah itu untuk mengalih nama beberapa aset kekayaan warisan dari papanya.

Sementara itu, Aura menunggu Kevin di depan rumah. Sejak sore hari wanita itu bolak-balik keluar masuk, menunggu kepulangan sang suami.

"Mas, kamu di mana? Kenapa belum sampai ke rumah," gumam Aura sambil melihat ada handphone.

***

Apakah air mata Aura akan kembali tumpah? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

emang dadarnya durjana ya durjana aja

2025-03-08

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

BALIK BRUBAH IBLIS LGI TU SI KEVIN SETELH BERTEMU MARISKA KEMBALI..

2024-02-29

0

Hernawati Husnul Khotimah

Hernawati Husnul Khotimah

biarlah kevin begitu,, asal aura mendspat kebahagiaan da peria lain ketika aura di buang kevin

2024-02-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan Mendadak
2 Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3 Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4 Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5 Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6 Bab 6. Kabur Dari Rumah
7 Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8 Bab 8. Pesona Aura
9 Bab 9. Pergi Honeymoon
10 Bab 10. Kabar Tak Terduga
11 Bab 11. Luka Baru
12 Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13 Bab 13. Mariska Cemburu
14 Bab 14. Aura Pendarahan
15 Bab 15. Aura Melahirkan
16 Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17 Bab 17. Anak Pembawa Sial
18 Bab 18. Karma Atau Azab?
19 Bab 19. Kejahatan Mariska
20 Bab 20. Luka Terbesar Aura
21 Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22 Bab 22.
23 Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24 Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25 Bab 25. Mencari Bukti Baru
26 Bab 26. Barang Bukti Baru
27 Bab 27. Barang Bukti Baru
28 Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29 Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30 Bab 30. Sidang Perceraian
31 Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32 Bab 32. Perundungan Mariska
33 Bab 33. Persembunyian Aldo
34 Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35 Bab 35. Persidangan
36 Bab 36. Malam Para Tokoh
37 Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38 Bab 38. Penyesalan Aldo
39 Bab 39. Penyesalan Kevin
40 Bab 40. Malam Pertama
41 Bab 41. Ketakutan Mariska
42 Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43 Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44 Bab 44. Hamil
45 Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46 Bab 46. Kembali Romantis
47 Bab 47.
48 Author sakit tangan
49 Bab 49.
50 Bab 50. Bayi Aura Hilang
51 Bab 51.
52 Bab 52. Memburu Pelaku
53 Bab 53. Kebahagiaan Aura
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan Mendadak
2
Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3
Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4
Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5
Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6
Bab 6. Kabur Dari Rumah
7
Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8
Bab 8. Pesona Aura
9
Bab 9. Pergi Honeymoon
10
Bab 10. Kabar Tak Terduga
11
Bab 11. Luka Baru
12
Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13
Bab 13. Mariska Cemburu
14
Bab 14. Aura Pendarahan
15
Bab 15. Aura Melahirkan
16
Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17
Bab 17. Anak Pembawa Sial
18
Bab 18. Karma Atau Azab?
19
Bab 19. Kejahatan Mariska
20
Bab 20. Luka Terbesar Aura
21
Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22
Bab 22.
23
Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24
Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25
Bab 25. Mencari Bukti Baru
26
Bab 26. Barang Bukti Baru
27
Bab 27. Barang Bukti Baru
28
Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29
Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30
Bab 30. Sidang Perceraian
31
Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32
Bab 32. Perundungan Mariska
33
Bab 33. Persembunyian Aldo
34
Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35
Bab 35. Persidangan
36
Bab 36. Malam Para Tokoh
37
Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38
Bab 38. Penyesalan Aldo
39
Bab 39. Penyesalan Kevin
40
Bab 40. Malam Pertama
41
Bab 41. Ketakutan Mariska
42
Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43
Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44
Bab 44. Hamil
45
Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46
Bab 46. Kembali Romantis
47
Bab 47.
48
Author sakit tangan
49
Bab 49.
50
Bab 50. Bayi Aura Hilang
51
Bab 51.
52
Bab 52. Memburu Pelaku
53
Bab 53. Kebahagiaan Aura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!