Bab 6. Kabur Dari Rumah

Bab 6

Aura merasakan sekujur tubuhnya sakit. Untuk bangun saja dia sampai meringis apalagi untuk berjalan keluar kamar. Dengan jalan tertatih wanita itu memulai aktivitas harian yang sudah menjadi tugasnya.

Sebelum Kevin keluar kamar untuk sarapan, Aura sudah membereskan semua pekerjaan rumah. Dia saat ini sedang tidak mau melihat sosok laki-laki itu.

Begitu terdengar suara langkah kaki, dengan cepat Aura berlari untuk masuk ke dalam kamarnya. Namun, suara bariton laki-laki itu menghentikan langkah kaki dia saat di pintu.

"Mau ke mana kamu?" tanya Kevin dengan nada dingin.

Mau tidak mau Aura membalikan badan menghadap Kevin. Dia menunduk karena tidak berani melihat ke arahnya.

"Mau membereskan kamar," jawab Aura berbohong.

"Layanni aku sarapan!" titah Kevin ketika sudah berdiri di depan perempuan itu.

Aura pun berjalan dengan tertatih ke arah meja makan. Melihat itu Kevin merasa senang, dia tahu itu hasil perbuatannya semalam. Dalam hati dia merasa sangat menikmati saat bercinta dengan wanita yang sudah sah menjadi istri.

Pagi ini Aura membuat sarapan nasi goreng seafood dengan irisan ketimun dan tomat. Ada kerupuk udang juga yang selalu jadi pelengkap saat mereka makan.

"Kamu makan sekalian," ucap Kevin setelah Aura meletakkan piring di depannya.

"Aku nanti saja makannya. Sekarang mau memberes—"

"Makan. Aku bilang makan, ya, makan! Kamu mau melawan ucapan aku?" bentak Kevin dengan arogan.

Aura yang merasa ketakutan akan perlakuan kasar yang akan diterima kembali jika membantah ucapan Kevin, maka dia pun langsung duduk lalu mengambil piring untuk diisi nasi goreng. Wanita itu hanya mengambil sedikit agar bisa segera menghabiskan sarapannya.

Diam-diam Kevin memperhatikan Aura saat makan. Dia mengerutkan kening saat melihat wanita itu mengambil sedikit.

"Tambah lagi!" perintah Kevin saat melihat Aura sudah menyelesaikan makannya.

Aura melihat ke arah Kevin dan nasi goreng di piring laki-laki itu masih banyak. Dia paham kalau yang disuruh tambah lagi itu adalah dirinya.

"Saya sudah kenyang, Mas," balas Aura.

"Berani membantah aku!" bentak Kevin dan Aura terpaksa menambah kembali sarapannya.

***

Setelah tidur sejenak, Aura merasa tubuhnya sudah jauh lebih baik. Lalu, dia membereskan pakaian yang dimilikinya ke dalam tas ransel yang dahulu dia bawa saat ke rumah ini.

'Aku harus segera pergi dari rumah ini. Jangan sampai Mas Kevin memergoki aku saat kabur,' batin Aura saat menutup resleting tas.

Lalu, perempuan itu mengangkat kasur yang selama ini dia tiduri. Ada catatan dan kamera digital yang dia sembunyikan di sana.

"Ini barang bukti yang sangat penting. Aku harus menjaganya baik-baik," gumam Aura dengan kedua tangan memegang benda itu.

Dia bingung harus menyimpan di mana kedua benda itu. Di tas ransel atau di tas cangklong miliknya. Takut kamera digital rusak tertindih barang di tas ransel yang sudah penuh, akhirnya dia pun memutuskan untuk menyimpan di tas cangklong. Keputusan yang akan dia sesali nanti.

Setelah memastikan keadaan di luar aman tidak ada siapa-siapa, Aura pun pergi melewati pintu pagar besi rumah Kevin. Wanita itu tidak tahu kalau kawasan tempat tinggal di sana semua rumah memasang cctv.

Aura tahu tidak akan ada kendaraan umum yang lewat depan rumah Kevin, maka dia pergi ke arah jalan raya utama. Dia baru sekali lewat sana saat datang ke tempat ini dahulu.

"Hei, Anda siapa?" teriak salah seorang laki-laki berseragam saat Aura berjalan mendekati posko keamanan kompleks.

Aura bingung mau mengatakan apa. Dia tidak tahu siapa mereka berdua.

"Kenapa tidak menjawab?" tanya laki-laki yang lainnya.

Saat ini ada dua orang yang sedang berjaga di sana. Mereka tidak kenal dengan Aura sebagai penghuni kompleks. Karena Kevin tidak pernah mengizinkan wanita itu keluar rumahnya. Aura juga jarang sekali berinteraksi dengan orang yang tinggal di lingkungan ini.

"Sa–ya, Aura," jawab Aura.

"Kenapa Anda di sini? Anda tamu atau penghuni di salah satu perumahan di sini?" tanya laki-laki yang memiliki tahi lalat di dekat bibirnya.

Aura tidak tahu harus menjawab apa. Dia takut kalau nanti tidak diizinkan keluar dari sana. Wanita itu merasa tidak punya banyak waktu lagi. 

"Loh, kamu 'kan pembantu yang ada di rumah Mas Kevin?" Bu Monik tetangga depan rumah Kevin membuka kaca jendela mobil saat di depan pintu gerbang.

Kedua petugas keamanan itu saling melirik sejenak. Mereka melihat Aura menggendong tas ransel yang berisi penuh sampai terlihat padat lalu tas cangklong yang didekap di dada. Tentu saja ini membuat curiga laki-laki yang memakai seragam berwarna biru navy.

Aura sendiri tidak tahu kepada Bu Monic. Mereka tidak pernah bertemu secara langsung apalagi berbicara. Tentu saja ini membuat wanita itu semakin ketakutan.

Salah seorang petugas keamanan diam-diam masuk ke posko. Lalu, dia menghubungi Kevin untuk memberi tahu kejadian saat ini.

"Apa Pak Kevin akan datang sekarang atau Anda ingin kami menahan dahulu perempuan bernama Aura itu?" tanya si security melalui sambungan telepon.

"Bapak tahan dulu dia sampai saya datang ke sana," jawab Kevin.

"Baiklah kalau begitu. Kami akan mengawasi wanita itu dengan baik-baik. Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu yang penting di tasnya," ucap petugas keamanan.

"Kalau bisa tas yang dia bawa amankan dahulu, Pak. Takutnya dia sudah mengambil barang berharga lainnya.

Aura terdiam di ruang posko keamanan. Wajah wanita itu semakin pucat. Dia yakin kalau Kevin pasti nanti akan memarahi dirinya. Dia terus memaksa otaknya berputar untuk memikirkan bagaimana cara agar nanti bisa lolos dari amukan Kevin.

'Ayo, pikirkan alasan yang bisa aku katakan nanti jika Mas Kevin bertanya,' batin Aura.

***

Kevin yang mendapat laporan dari penjaga keamanan kompleks tempat tinggalnya yang mengatakan Aura akan keluar dari sana dengan membawa tas yang berisi penuh. Membuat dia berpikir kalau wanita itu akan kabur darinya.

"Awas saja kalau kamu berani kabur!" gumam Kevin yang menahan amarah.

Mobil yang dia kendarai melaju dengan kencang. Meski hari baru memasuki tengah hari, Kevin meminta izin pulang karena ada urusan keluarga yang mendadak.

Tidak sampai 30 menit Kevin sudah sampai di depan pintu gerbang kompleks perumahan. Salah seorang penjaga keamanan membuka pintu besi itu. Mobil pun terparkir di area dekat posko. 

Dengan langkah lebar dan masang wajah muram, Kevin mendatangi posko di mana Aura sedang duduk tertahan. Laki-laki itu menatap tajam kepada perempuan yang memeluk tas ransel yang ada di pangkuannya.

"Mau ke mana kamu?" tanya Kevin kepada Aura dengan berbisik.

Mendengar suara Kevin sudah membuat tubuh Aura bergetar saking ketakutannya dia. Dia tidak berani mengangkat wajah untuk melihat sang suami.

***

Apa yang akan terjadi kepada Aura? Ikuti terus kisah mereka, ya!

Terpopuler

Comments

Ita rahmawati

Ita rahmawati

jnp malah bingung bukannya ceritain kelakuannya kevin dn minta tolong

2025-03-08

0

Sukliang

Sukliang

anjing ngamuk

2024-02-27

0

Hernawati Husnul Khotimah

Hernawati Husnul Khotimah

yaa allah lindungi aura. yang lemah itu,, dia tk berdosa

2024-02-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan Mendadak
2 Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3 Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4 Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5 Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6 Bab 6. Kabur Dari Rumah
7 Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8 Bab 8. Pesona Aura
9 Bab 9. Pergi Honeymoon
10 Bab 10. Kabar Tak Terduga
11 Bab 11. Luka Baru
12 Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13 Bab 13. Mariska Cemburu
14 Bab 14. Aura Pendarahan
15 Bab 15. Aura Melahirkan
16 Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17 Bab 17. Anak Pembawa Sial
18 Bab 18. Karma Atau Azab?
19 Bab 19. Kejahatan Mariska
20 Bab 20. Luka Terbesar Aura
21 Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22 Bab 22.
23 Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24 Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25 Bab 25. Mencari Bukti Baru
26 Bab 26. Barang Bukti Baru
27 Bab 27. Barang Bukti Baru
28 Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29 Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30 Bab 30. Sidang Perceraian
31 Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32 Bab 32. Perundungan Mariska
33 Bab 33. Persembunyian Aldo
34 Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35 Bab 35. Persidangan
36 Bab 36. Malam Para Tokoh
37 Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38 Bab 38. Penyesalan Aldo
39 Bab 39. Penyesalan Kevin
40 Bab 40. Malam Pertama
41 Bab 41. Ketakutan Mariska
42 Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43 Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44 Bab 44. Hamil
45 Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46 Bab 46. Kembali Romantis
47 Bab 47.
48 Author sakit tangan
49 Bab 49.
50 Bab 50. Bayi Aura Hilang
51 Bab 51.
52 Bab 52. Memburu Pelaku
53 Bab 53. Kebahagiaan Aura
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan Mendadak
2
Bab 2. Bertemu Dengan Kekasih Suami
3
Bab 3. Perlakuan Tidak Adil
4
Bab 4. Kesucian Yang Direnggut Paksa
5
Bab 5. Alat Pemuas Naf*su
6
Bab 6. Kabur Dari Rumah
7
Bab 7. Kedatangan Mama Mertua
8
Bab 8. Pesona Aura
9
Bab 9. Pergi Honeymoon
10
Bab 10. Kabar Tak Terduga
11
Bab 11. Luka Baru
12
Bab 12. Hari Pernikahan Kevin & Mariska
13
Bab 13. Mariska Cemburu
14
Bab 14. Aura Pendarahan
15
Bab 15. Aura Melahirkan
16
Bab 16. Kejadian Tak Terduga
17
Bab 17. Anak Pembawa Sial
18
Bab 18. Karma Atau Azab?
19
Bab 19. Kejahatan Mariska
20
Bab 20. Luka Terbesar Aura
21
Bab 21. Dibuang Suami Durjana
22
Bab 22.
23
Bab 23. Kembalinya Sang Kekasih
24
Bab 24. Kehancuran Kevin Dimulai
25
Bab 25. Mencari Bukti Baru
26
Bab 26. Barang Bukti Baru
27
Bab 27. Barang Bukti Baru
28
Bab 28. Melaporkan Kejahatan
29
Bab 29. Mariska Ditangkap Polisi
30
Bab 30. Sidang Perceraian
31
Bab 31. Kevin Ditangkap Polisi
32
Bab 32. Perundungan Mariska
33
Bab 33. Persembunyian Aldo
34
Bab 34. Bertemu Keluarga Lazuardi
35
Bab 35. Persidangan
36
Bab 36. Malam Para Tokoh
37
Bab 37. Vonis Hukum Untuk Mariska, Aldo, dan Deni
38
Bab 38. Penyesalan Aldo
39
Bab 39. Penyesalan Kevin
40
Bab 40. Malam Pertama
41
Bab 41. Ketakutan Mariska
42
Bab 42. Kabar Kematian Mariska
43
Bab 43. Pertemuan Keluarga Adiwijaya
44
Bab 44. Hamil
45
Bab 45. Kekesalan Ibu Hamil
46
Bab 46. Kembali Romantis
47
Bab 47.
48
Author sakit tangan
49
Bab 49.
50
Bab 50. Bayi Aura Hilang
51
Bab 51.
52
Bab 52. Memburu Pelaku
53
Bab 53. Kebahagiaan Aura

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!