Bab 4
Saat ini emosi Mariska memuncak karena merasa sudah dibohongi oleh Kevin. Laki-laki itu mengaku kalau Aura adalah pembantu dari desa. Namun, pesan tadi memberi tahu kenyataan status perempuan yang sering dia sebut udik atau kampungan adalah istri dari kekasihnya.
Kevin keluar dari kamar mandi, dia melihat Mariska memegang handphone miliknya. Bukan hal yang aneh wanita itu memeriksa atau memakai benda pipih itu. Bahkan sering memeriksa semua aplikasi, katanya takut menyembunyikan sesuatu darinya.
Merasa tidak punya salah, Kevin pun bersikap biasa saja. Laki-laki itu membaringkan tubuhnya di atas kasur mencari posisi yang nyaman.
"Yang, sini ... kita tidur!" ajak Kevin sambil menepuk kasur agar perempuan itu berbaring di sampingnya.
Melihat Kevin yang seakan tidak punya salah, membuat amarah Mariska semakin meradang. Lalu, dengan kasar dia melemparkan handphone ke arah laki-laki itu.
Kevin yang sedang berbaring dan tidak siap akan serangan mendadak ini, kepalanya terkena lemparan benda persegi itu dan membuat luka di keningnya. Terlihat ada sedikit darah setelah dia menyentuhnya.
"Mariska! Kenapa kau melemparkan handphone ke kepala aku?" bentak Kevin yang marah karena tidak terima dengan perlakuan kekasihnya barusan.
Merasa belum puas melampiaskan amarahnya, Mariska pun menyerang Kevin lalu memukulinya. Dia meracau dengan nada tinggi.
"Dasar berengsek! Kau berani-beraninya membohongi aku!" Mariska mencakar wajah Kevin sampai laki-laki itu mengalami luka lecet di pipi dan hidungnya.
Dengan sekuat tenaga Kevin menahan kedua tangan Mariska. Dia juga menindih tubuh wanita itu.
"Bicara yang benar. Agar aku paham maksud kamu itu apa!"
Kevin ikut tersulut emosi karena Mariska masih saja berusaha menyerangnya. Bahkan kali ini lengan laki-laki itu digigit oleh wanitanya. Dia hanya berteriak menahan sakit.
"Kata kamu wanita udik itu adalah pembantu dari kampung. Ternyata si babu itu sebenarnya adalah istri kamu. Iya, 'kan?" teriak Mariska.
Pegangan Kevin mengendor dan ini dimanfaatkan oleh Mariska untuk melepaskan diri. Dengan sekuat tenaga di mendorong tubuh laki-laki itu sampai terjungkal.
"Aku benci kamu, Kevin! Kita putus!" Mariska langsung pergi dari kamar itu.
Kevin pun menyusul dan mencoba menahan kekasihnya agar jangan pergi. Dia tidak mau putus dengan wanita yang sangat dicintainya itu.
"Tunggu Mariska! Aku akan memberi tahu semuanya kepadamu kenapa bisa menikah dengan pembantu itu," ucap Kevin sambil berlari menuruni anak tangga.
Aura yang baru saja memejamkan mata dibuat terkejut oleh suara pertengkaran sepasang kekasih dari lantai atas. Suara teriakan mereka terdengar sampai bawah. Tadinya dia tidak mau ikut campur atau tidak mau tahu apa yang terjadi kepada dua orang itu.
Malam yang dingin membuat Aura ingin buang air kecil. Begitu dia keluar dari kamar mandi, terlihat Mariska menampar Kevin. Tentu saja dia jadi penasaran kenapa dua orang yang selalu umbar kemesraan bisa bertengkar hebat seperti ini.
"Berengsek kau, Kevin! Pokoknya aku tidak mau punya urusan apa pun lagi dengan kamu. Hubungan kita sampai sini!" Mariska pun pergi dari rumah itu setelah menampar mantan kekasihnya.
Terlihat Kevin diam di tempat tidak ikut mengejar Mariska. Karena menurut dia akan percuma selagi wanita itu marah tidak akan mau mendengar apa pun yang dikatakan olehnya.
Saat Kevin menolehkan kepala, dia melihat Aura sedang diam berdiri di depan pintu dapur yang dekat kamar tidurnya. Laki-laki itu menduga kalau perempuan itu yang sudah memberi tahu kepada Mariska tentang hubungan status mereka.
"Apa? Kamu senang melihat aku bertengkar dengan kekasihku!" Kevin berjalan ke arah Aura dengan cepat.
Laki-laki itu mencengkeram rahang Aura dengan kuat. Jari jempol dan telunjuk menekan kuat pipi gadis itu dan membuatnya kesakitan.
"Mas, lepas!" Aura mencoba menarik tangan Kevin yang mencengkeram dirinya.
Kulit pipi dan rahang Aura berubah merah. Ada luka goreng yang diakibatkan oleh kuku laki-laki itu. Tenaga dia begitu lemah sehingga tidak bisa melepaskan cengkeraman suaminya.
"Kamu 'kan yang sudah memberi tahu Mariska kalau kita sudah menikah. Jawab?"
Mata Kevin memerah saking marahnya dia saat ini. Napasnya juga terlihat memburu karena dirinya sedang diselimuti amarah.
"Bukan," balas Aura mencicit dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Bohong. Aku tahu kamu tidak suka melihat aku dengan Mariska. Iya, 'kan? Kenapa? Kamu cemburu?" tanya Kevin dengan beruntun dengan nada tinggi.
Aura menggelengkan kepala. Air matanya bercucuran karena sudah tidak bisa menahan lagi rasa sakit akibat cengkeraman Kevin di rahang dan lengannya. Bukan hanya fisiknya yang disakiti oleh laki-laki itu, tetapi psikisnya juga.
"Kamu ingin sekali jadi istriku? Oke, kalau begitu aku meminta hak sebagai suami," ucap Kevin.
Laki-laki itu menyeret tubuh Aura dengan kencang. Lalu memasukkan sang gadis ke kamar tamu yang ada di dekat tangga. Kevin melemparkan Aura ke tempat tidur lalu menindihnya.
"Mas, apa yang mau kamu lakukan? Aku tidak mau."
Aura berusaha bangun, tetapi Kevin yang menindih tubuhnya malah memberikan tamparan di pipi kiri. Gadis itu semakin ketakutan, kesakitan, dan tidak berdaya. Tidak ada seorang pun yang menolong dirinya.
Malam ini Kevin telah memperkosanya. Merenggut dengan paksa kesucian Aura yang selama ini dia jaga. Bukan percintaan yang membuat senang dan bahagia seperti yang dikatakan oleh teman-temannya yang sudah menikah. Dia justru merasakan kesakitan karena Kevin melakukan itu dengan kasar dan mengeluarkan kata-kata kasar dan hinaan untuk dirinya.
Tubuh Aura terasa remuk. Terlihat ada banyak memar di tubuhnya akibat perbuatan Kevin semalam. Harga dirinya hancur sudah oleh laki-laki bejat itu.
Setelah merasa puas menyalurkan hasratnya, Kevin langsung pergi meninggalkan wanita itu sendiri di kamar tamu. Seolah Aura itu adalah wanita pemuas nafsunya saja.
Air matanya tidak bisa berhenti keluar dari netranya yang indah. Aura tidak tahu harus berbuat apa. Dia ingin pergi dari tempat yang seperti neraka baginya ini, tetapi tubuhnya tidak bisa dia ajak kerja sama. Jangankan untuk pergi dari ruangan itu, untuk turun dari ranjang saja dia tidak bisa.
"Mbok, tolong aku," gumam Aura dalam isak tangisnya.
"Aku sudah tidak kuat lagi," lanjut Aura mencengkeram dadanya yang terasa sesak.
Aura menangisi nasibnya yang penuh dengan penderitaan. Semenjak dia menikah dengan Kevin seakan yang namanya bahagia itu menghilang dalam hidupnya.
"Kenapa aku harus mengalami nasib seperti ini? Apa salahku kepada dia?"
Aura tidur setelah lelah menangis. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya keesokan hari.
***
Saat Aura membuka mata ternyata hari sudah siang. Dia tidak sadar kalau tidur begitu lama. Dengan langkah tertatih, wanita itu berjalan keluar dari tempat yang sudah memberikan kenangan buruk di dalam hidupnya.
Tidak terlihat ada tanda-tanda Kevin di rumah. Aura pun pergi mandi dan membersihkan dirinya. Hatinya hancur, dia merasa sudah menjadi seorang pela*cur saat melihat banyak jejak cinta yang dibuat oleh Kevin di leher dan dadanya.
Dengan menggunakan kamera digital milik Kevin yang dia temukan di laci lemari yang ada di ruang tengah, Aura memotret beberapa bagian tubuh yang memar akibat mendapatkan kekerasan dari sang suami. Setelah itu dia mengambil buku catatan yang diambil dari lemari buku milik Kevin.
Perempuan itu menuliskan semua kejadian yang sudah terjadi kepadanya. Setiap kekerasan yang dilakukan oleh Kevin kepada dirinya, maka dia akan mencatat dengan detail. Tanggal, hari, jam, lokasi, bahkan setiap ucapan laki-laki itu dia tulis juga. Inilah satu-satunya yang bisa dijadikan barang bukti nanti, jika dia membuat laporan ke polisi atau memberi tahu kejahatan laki-laki itu kepada orang lain.
Telepon rumah sengaja di putus oleh Kevin. Bahkan handphone milik Aura pun disita, sehingga wanita itu tidak bisa menghubungi orang lain. Sementara dia di Jakarta tidak ada yang dikenal dan bisa dimintai tolong.
***
Apakah akan dilakukan oleh Aura agar bisa lepas dari cengkeraman Kevin? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ita rahmawati
sesuai judulnyasuami durjana emang si kevin
2025-03-08
0
Sukliang
kevin anjing
2024-02-27
0
Hernawati Husnul Khotimah
astaghfirullaahal adziim,,terbuat dari apa kevin,, gk lembut" nya,, baca cerita ini harus banyak istighfar kali,,
2024-02-18
1