Bab 3
Mendapatkan kekerasan dari Mariska membuat Aura berani melawan. Apalagi wanita seksi ini mengaku sebagai kekasih Kevin. Rasanya dia ingin mengaku kalau dirinya adalah istri dari laki-laki itu.
Aura menarik kuat tangan Mariska sampai wanita itu pun ikut jatuh tersungkur di lantai. Cengkeraman tangannya terlepas, hal ini tidak di sia-siakan oleh Aura untuk bangun dan menjauh dari Mariska.
"Oh, kekasih Mas Kevin. Salam kenal aku, Aura. Gadis yang sudah tinggal serumah dengan Mas Kevin sejak tiga bulan yang lalu," ucap Aura.
Gadis itu tidak berbohong, karena memang kenyataannya mereka sudah tinggal bersama selama tiga bulan ini. Hanya saja dia tidak boleh memberi tahu kepada siapa pun tentang statusnya yang sebagai seorang istri dari Kevin.
Mendengar ucapan Aura barusan membuat Mariska meradang. Dia pun hendak menerjang tubuh Aura yang lebih kecil darinya. Namun, sang gadis bergerak lebih gesit dan wanita itu malah jatuh terjerembab dengan kepala mengenai ujung tempat tidur.
Mariska berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya. Terlihat kening wanita itu ada luka lebam. Aura tidak berani mendekatinya karena bisa saja akan diserang lagi olehnya.
"Kau!" Mariska menunjuk dan menatap tajam penuh kebencian kepada gadis yang berdiri di depannya.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Kamu sendiri yang jatuh," balas Aura tidak mau kalah dengan orang yang dia anggap sebagai pelakor.
Zaman sekarang perempuan itu tidak boleh lemah terhadap kaumnya yang sudah menjadi pelakor di dalam rumah tangga. Jika ada wanita yang berusaha merebut suami kita, maka harus dilawan. Itulah yang dahulu sering Aura ucapkan kepada teman perempuan yang sedang menghadapi masalah dalam rumah tangganya. Lalu, sekarang dia mengalami sendiri, berhadapan dengan wanita yang mengaku kekasih suaminya.
'Aku tahu meski saat ini Mas Kevin belum mengakui aku sebagai istrinya. Siapa tahu di waktu yang akan datang dia jatuh cinta kepadaku dan mau mengakui aku ini sebagai istrinya,' batin Aura.
Sebenarnya perasaan Aura saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja. Istri mana tidak sakit hati saat tahu suaminya punya wanita lain. Meski dia dan Kevin belum punya perasaan saling mencinta.
Kevin datang menyusul ke kamarnya dan melihat Mariska dalam keadaan terduduk di lantai dengan tangan memegang kepala. Wanita itu langsung meraung menangis kesakitan saat melihat kekasihnya datang.
"Apa yang terjadi?" tanya Kevin yang berlari lalu membawa kekasihnya berdiri.
"Wanita itu mendorong aku jatuh sampai kepala membentur ujung kasur," jawab Mariska yang masih menangis.
Mata Kevin kini sudah berubah merah, rahangnya juga mengeras. Lalu, dengan satu tamparan keras Aura pun jatuh tersungkur ke lantai dingin. Sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah karena luka sobek.
"Berani-beraninya kamu mencelakai kekasihku!" bentak Kevin sambil menunjuk Aura.
"Bukan aku yang membuat dia–"
"Diam!" hardik Kevin mencengkeram rahang Aura lalu kembali mendorongnya kuat sampai tubuh gadis itu rebah di lantai.
Mariska tersenyum mengejek Aura. Dia merasa bahagia karena sudah memenangkan perseteruan ini. Betapa senangnya wanita itu melihat Aura dalam keadaan tidak berdaya.
Mariska datang ke rumah ini untuk mengambil pakaian Kevin. Wanita itu akan ikut kekasihnya pergi dinas ke luar pulau. Kebetulan tempat yang dituju adalah Bali, jadi mereka sekalian berlibur dan bersenang-senang di sana.
"Pergi kau dari kamarku!" teriak Kevin sambil menunjuk ke arah pintu agar Aura segera pergi.
Tanpa disuruh dua kali, Aura pun pergi dari kamar Kevin, meninggalkan pasangan manusia durjana. Dengan jalan tertatih karena saat terjatuh tadi kakinya terkilir.
"Siapa, sih, dia?" tanya Mariska dengan nada mencemooh.
"Bukan siapa-siapa. Sebaiknya kita segera menyiapkan pakaian nanti keburu jam penerbangan dan kita akan tertinggal," jawab Kevin sambil mengambil beberapa pakaian miliknya.
***
Selama seminggu ini hidup Aura aman, damai, dan sentosa tanpa kehadiran Kevin di rumah. Meski begitu dia khawatir dengan keadaannya. Tidak ada kabar sedikit pun tentang laki-laki itu. Dia sampai bingung harus menjawab apa ketika ditanya oleh ibu mertua.
Saat Aura sedang menyiram tanaman di sore hari, mobil milik Kevin memasuki halaman rumah. Laki-laki itu pulang bersama Kekasihnya. Mariska langsung bergelayut manja di lengan kekarnya.
"Heh! Melihat tuan rumah pulang bukannya di sambut, ini malah bengong," teriak Mariska.
Aura sampai merasa heran dengan kelakuan dua orang itu yang suka sekali berteriak-teriak kepadanya. Tidak sakit kah tenggorokannya?
Dengan langkah lebar, Aura pun masuk ke dalam rumah. Dia membuatkan air teh tawar hangat yang biasa Kevin minum. Perempuan itu lelah dan pusing jika harus mendengar bentakan dan teriakan dari kedua orang itu hanya karena terlambat menuruti perintahnya.
"Malam ini aku akan menginap di sini. Bolehkan, Sayang?" tanya Mariska yang masih bergelayutan di lengan Kevin.
"Boleh, dong! Apa, sih, nggak boleh untuk kekasihku ini," jawab Kevin ketika Aura meletakkan dua gelas air teh itu di atas meja.
Tidak mau terlibat dengan pembicaraan dua orang durjana itu, Aura segara pergi dari sana dan melanjutkan pekerjaan tadi yang sempat tertunda. Waktu santainya sudah habis, sekarang harus bersiap untuk kerja rodi kembali.
***
Aura sibuk memasak sendiri untuk memenuhi keinginan Mariska yang ingin makan dengan rendang, cumi asam pedas, dan salad buah untuk makanan pembuka.
"Sayang, diam dulu. Baru saja kita mandi bersama, masa aku harus mandi lagi," ucap Kevin saat Mariska kembali mencumbunya.
"Habis, kamu itu kuat banget dan bikin aku ketagihan," balas Mariska dengan mesra sengaja untuk memanasi Aura.
Wanita itu ingin Aura jangan macam-macam kepada Kevin. Karena laki-laki itu adalah miliknya.
Bodohnya Kevin membiarkan apa yang dilakukan oleh Mariska. Dia tidak peduli kalau hal ini akan membuat hati sang istri sakit.
"Makanan semua sudah siap," kata Aura.
Sejak dahulu Kevin tidak pernah membiarkan Aura makan satu meja dengannya. Nanti giliran gadis itu akan makan jika sang suami sudah selesai.
Mariska meminta Kevin untuk menyuapi dirinya, maka terjadilah hal romantis dari pasangan haram itu. Sesekali terdengar suara tawa dari wanita yang sudah membuat Kevin tergila-gila kepadanya.
Setelah selesai makan, keduanya naik ke kamar di lantai atas. Ini di manfaatkan oleh Aura untuk mengisi perutnya yang sudah terasa melilit saking laparnya. Lalu, membereskan semua bekas makan malam itu dan pergi tidur agar besok tubuhnya terasa bugar dan siap bekerja layaknya pembantu gratisan yang dibayar cuma dengan makan.
Handphone milik Kevin berbunyi menandakan ada pesan masuk. Laki-laki itu sedang berada di kamar mandi karena ingin buang air besar. Dengan iseng Mariska membaca pesan yang masuk barusan. Ternyata pengirim itu adalah Bu Martini, ibunya Kevin.
"Kevin jangan lupa kamu segera daftarkan pernikahan kamu dengan Aura secepatnya. Kenapa terus menunda-nunda?
Mata Mariska melotot setelah membaca pesan itu. Kini hatinya dikuasai amarah kepada sang kekasih yang sudah mengkhianati dirinya.
***
Akankah Kevin dan Mariska bertengkar atau laki-laki itu akan memberi tahu semuanya apa yang sudah terjadi? Ikuti terus kisah mereka, ya!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
TKKN ADA DI MASA DEPAN KEVIN CINTA KE ELO
2024-02-29
1
Sukliang
napa mau masakin
kalomau masakin, campur dikit racun
2024-02-27
0
Hernawati Husnul Khotimah
semoga mereka mendapat azab, sudah pemarah berzina lagi,,😡
2024-02-18
2