" nyonya ." pelayan Bao membangunkannya dengan nada ketakutan.
" nyonya, nyonya" sekali lagi tubuh Jian di goyang sedikit lebih keras.
" emm.., ada apa ?" saut Jia dengan mata masih tertutup.
" itu, itu.. selir Jing membawa pengawal Fu, sepertinya dia melakukan kesalahan" ucap Bao dengan sangat cemas.
Jia membuka mata, wanita itu menarik nafas panjang. Selir Jing suka sekali menguji kesabarannya.
" kemana mereka membawanya?" Jia sedikit malas. lebih tidak masuk akal lagi, kenapa Fu tidak membela diri.
" mungkin ke halaman samping"
" baiklah kita ke sana"
Jia berjalan keluar setelah memperbaiki penampilannya. Sedangkan Bao mengekor dengan perasaan takut. Situasi ini seperti mengingatkannya saat nyonya nya di siksa dulu.
" itu..." Cicit Bao saat melihat Fu terikat dengan posisi bersimpuh.
Jia menahan emosinya, Selir Jing sungguh keterlaluan. Wanita itu pasti ingin memberikan pelajaran atas dirinya lewat Fu.
" selir apa yang terjadi?" Jia mendekati selir Jing yang duduk angkuh di tengah gazebo.
" pengawal ini telah melakukan kesalahan" jawabnya.
" kalau begitu biar aku saja yang memberikan hukuman" balas Jia
" tidak bisa, aku yang harus memberikan hukuman"
" tapi aku adalah nyonya di sini, memangnya kesalahan apa yang sudah dia perbuat?"
" sudah ku duga kau pasti lupanya" Selir Jing berdiri dan menatap Jia dengan nyalang.
" melupakan apa?"
plakk
" nyonya... akk"
Satu tamparan keras mengenai pipi Jia. Sedangkan Bao yang bersiap membantu dengan cepat di tahan. Kedua tangannya di pegangi 2 pelayan. bahkan tubuhnya di dorong ke bawah, posisi yang sama seperti pengawal Fu.
" jangan karena kau sering di temani tuan, kau melupakan siapa yang berkuasa di sini. jangan lupa keselamatan bibi mu ada di tanganku"
Jia menegakkan wajahnya. Dia menatap Selir Jing tanpa takut.
" berani sekali kau mengancam ku?" desis Jia.
wanita itu menatap Fu sejenak, sepertinya lelaki itu sedang tidak baik-baik saja. wajahnya lesu dan tatapannya sayu. Tubuhnya terduduk lemas.
" memangnya kenapa? wanita tak tau diri seperti mu saja, apa yang bisa kau....akkkk". Jia menjambak rambut selir Jing dengan keras. semua pelayan dan pengawal dengan ketakutan langsung menarik tubuh Jia.
" lancang!!!" teriak Selir Jing yang pertama kalinya mendapat kan balasan secara fisik dari Jia. Wanita itu memperbaiki tatanan rambutnya yang di rusak Jia.
" lepaskan aku!" Jia semakin tidak terima. Dirinya dengan rendahnya di perlakukan Seperti ini.
" bawa dia!"
" nyonya.!" Bao memberontak. Dia ketakutan dengan apa yang akan mereka lakukan pada nyonya nya.
" berani sekali kalian! apa kalian lupa siapa nyonya di sini?" teriak Jia. Ini sangat keterlaluan, hal ini seharusnya Zhang mengetahuinya. lelaki itu pasti pura-pura tidak mengetahui nya. Jia sangat kasihan dengan Xian, hidupnya sangat di kekang dan berada dalam ketidakadilan.
" masukkan" ucap selir Jing saat berada di depan gudang kediaman.
Jia di seret masuk dan di lempar begitu saja.
brak
pintu langsung di tutup dan di gembok dari luar.
" sial" lirih Jia. Tangannya menyentuh lantai yang kotor. Di sana juga udara begitu pengap.
wanita itu berdiri dan menatap sekeliling.
" renungkan kesalahanmu wanita tak berguna! " teriak selir Jing dan setelahnya terdengar suara langkah kaki yang mulai menjauh.
" wanita itu tidak akan seberani ini jika tidak memiliki pegangan.." Jia mulai menganalisa. Dia berjalan ke sana kemari. Hanya di kurung seperti ini tidak sulit baginya untuk menyelamatkan diri.
Jia segera menaiki atap, dia berjalan menuju ke arah halaman samping. Keadaan Fu masih belum bisa di pastikan.
tap tap tap
Dengan hati-hati Jia melompati dari satu bangunan ke bangunan lain.
" tidak, lepaskan saya selir. saya mohon, saya tidak mau. saya mohon hiks hiks.."
plak
tamparan kuat menyentuh pipi Bao. Pelayan itu terlihat bersimpuh dengan 2 orang pelayan mencoba menyeretnya.
" aku akan memberikan bayaran yang tinggu jika kau mau melakukannya. tenang saja" balas selir Jing dengan wajah sombong.
" tidak selir.. saya tidak berani. hiks hiks hiks saya mohon..."
kumpulan bedebah itu berpindah menuju kamar belakang area selir. Biasanya di gunakan jika ada tamu rendahan atau keluarga selir yang mau menginap di sana.
kriet
pintu di buka, dari atas sana Jia bisa melihat dengan jelas, Fu tengah terbaring di sana dengan tubuh lemas dan mulai kehilangan kesadaran.
" apa rencana mereka?" lirih Jia masih belum menemukan tujuan sebenarnya para wanita gila itu.
" tidak selir..! buka!"
Bao di masukkan di kamar yang sama dengan Fu. Dan sama pintu langsung di gembok dari luar.
" kita tunggu saja, besok akan jadi akhir mereka" ucap Selir Jing.
Jia menyeringai tipis, dia bisa menebak kelanjutannya.
tap tap tap
suara langkah mendekat.
Jia menyembunyikan diri, karena posisinya sejalan dengan suara itu. dia juga menyembunyikan kepalanya membuat pandangannya terhalangi.
" bagaimana?" suara lelaki membuat Jia mengerutkan keningnya.
" semuanya sesuai dengan rencana" selir Jing menjawab.
Karena penasaran Jia memberanikan diri mengangkat kepalanya pelan. Dan saat itu juga matanya melebar.
" dia..." ucap Jia saat tau lelaki yang berada dibawah sana adalah lelaki yang sama dengan lelaki yang di temui di arena terlarang. Benar, dia juga lelaki yang membunuh nya malam itu.
" bagus, kita lanjutkan nanti" Lelaki itu balik badan dan menjauh dari Selir.
tap tap tap
suara langkah kaki menjauh, Jia sedikit lega. Tapi dia juga semakin di buat bingung.
" apa mungkin Zhang yang menyuruh selir Jing? bagaimana bisa? sebenarnya apa yang mereka rencanakan" Jia menahan diri sejenak dan memikirkan semua kejadian ini dengan hati-hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
💖 sweet love 🌺
Jia nya lemah, bodoh.. gak pintar menggunakan peran
2024-12-06
0
Nanik Lestari
Perempuan yg merepotkan orang lain
2024-02-09
1
Andi Ilma Apriani
MC masih bodoh dan kurang waspada
2024-01-07
0