Membuka Mata

" bangun..." elusan lembut menyentuh pipinya. Wanita itu perlahan membuka mata. Terang, cahaya langsung membuat penglihatannya bunar.

" emh.." dia mencoba bangkit.

Samar-samar dia melihat sosok wanita yang menatapnya dengan wajah senyum tipis. Sayangnya dia tidak mengenali sosok yang berdiri di depan nya.

" di mana ini? siapa kau?"

hanya tetap tersenyum.

" bantu aku.. " tiba-tiba suara halus mengalun. sayangnya dia yakin jika ini bukan perkataan wanita yang ada di depan nya, pasalnya wanita yang ada di depan nya sama sekali tidak membuka mulutnya. tapi suara siapa.

" siapa kau ?" tanyanya sekali lagi.

sosok itu perlahan mengecil seakan mundur dan menghilang.

Gadis Xie itu menoleh ke sana kemari. Tapi semuanya hanya putih.

" nyonya..nyonya" suara lain terdengar lembut. namun tak ada wujudnya.

" siapa?..." gadis itu terus menoleh, dia ingin beranjak . Namun tubuhnya terasa berat.

" eh.." dia terus meronta, sampai tiba-tiba cahaya putih berganti dengan hitam. Dan..

" nyonya..." seorang pelayan duduk di sampingnya dengan wajah cemas.

gadis Xie itu semakin bingung dan tidak mengerti apa yang sedang dia alami.

" siapa kau?" tanya nya

" nyonya.. akhirnya nyonya sadar, saya akan memanggil tabib untuk memeriksa anda" pelayan wanita itu langsung pergi begitu saja.

Gadis itu menatap sekelilingnya, dia berada di kamar dengan nuansa yang bersih dan terlihat begitu mewah.

tap tap tap

suara langkah kaki mendekat pandangan langsung teralihkan ke arah pintu.

" silahkan tuan " ucap pelayan itu.

seorang tabib lelaki tua masuk dan berdiri di samping ranjangnya.

" maaf nyonya, saya akan periksa kembali" ucapnya dengan sopan. Gadis itu hanya diam saja. Dia mencoba mengingat apa yang membuatnya terbaring di sini.

" nyonya.." panggil pelayan itu, dia tidak sadar jika tabib itu sudah pergi.

" ah, iya"

" nyonya, makanlah sedikit bubur ini "

"kau siapa?" tanya nya.

" apa nyonya lupa? saya ini pelayan anda"

" memangnya siapa aku?"

" astaga, tabib tidak mengatakan apapun mengenai kepala anda. Tapi kenapa..." pelayan itu kembali terlihat panik.

" ini dimana?" tanya lagi.

" nyonya, jangan menggoda saya. Apakah nyonya benar-benar tidak mengingat apapun?"

" tidak.. "

" aku siapa?"

" anda nyonya kediaman, Nyonya Xu. "

Gadis Xie masih tidak ingat, seolah dia baru terlahir hari ini. tak ada kenangan yang dia punya selain sosok wanita yang meminta bantuannya.

" siapa namaku?"

" emmm.. anda.. Liu Xianlun, putri tunggal keluarga Liu.. " jawab pelayan itu sedikit ragu. Sebenarnya memanggil nama nyonya bagi pelayan adalah hal yang tabu. Namun situasi saat ini berbeda. Pelayan itu tidak memiliki pilihan.

" Liu Xianlun?" ulang gadis Xie.

Hari itu kedua wanita itu terus melanjutkan tanya jawabnya. Gadis Xie malah tidak banyak bicara, giliran pelayannya yang menjelaskan semuanya. Mulai dari siapa itu Liu Xianlun sampai bagaimana kondisi.kediaman saat ini.

Tak terasa malam mulai datang, Gadis Xie masih berbaring di ranjang. Setelah berendam air panas wanita itu pergi tidur. Tubuhnya memang terasa lelah sekali.

" jika nyonya membutuhkan sesuatu, kamar saya ada di belakang bangunan ini"

" iya, Bao " jawab Gadis Xie yang sudah merasa dekat dengan pelayannya. Meski dia ingatannya masih belum kembali, tapi dia merasa jika Bao adalah orang yang baik dan semua ceritanya bukankah sekedar kebohongan semata.

tak lama kamar mulai redup dan Bao pergi keluar. Gadis Xie terlelap perlahan.

' bantu aku..' Gadis Xie memimpikan hal yang sama.

' siapa kau ?'

' aku adalah kamu saat ini, bantu aku'

mendadak gadis Xie berpindah tempat, wanita itu berada di tengah hutan, tengah malam disertai hujan lebat.

' lepaskan aku..'

' ikat dia!..' suara lelaki

Dia semacam menjadi penonton di sana. Hanya saja tubuhnya sama sekali tidak terkena air hujan.

' kau akan mati, gadis sialan... hahaha' suara tawa itu, tidak asing baginya. Gadis Xie mendadak merasa kepalanya sakit.

Kini satu demi satu kejadian terulang dalam pikirannya. Gadis Xie benar- benar tidak bisa mengentikan semua ingatan yang memasuki pikirannya.

" tidakkkk!!" teriak Gadis Xie.

wanita itu langsung terduduk dengan nafas tersengal-sengal. dia masih belum menyadari keadaan sekitar.

" nyonya ada apa?..." pelayan Bao masuk dengan wajah panik.

" Bao, aku.. aku .." Gadis Xie bingung antara mimpi dan kenyataan. Seharusnya ini adalah mimpi, tapi kenapa sosoknya yang asli malah menghilang.

" ada apa nyonya?" tanya Bao sekali lagi.

" emm bawakan cermin itu.." ucap Gadis Xie cepat.

" baik nyonya" jawab Bao dan langsung beranjak dari tempat tidur.

" ini, nyonya "

Gadis Xie langsung mengambil benda itu dan menatap wajahnya.

' benar, wajah wanita ini yang aku lihat, tapi bagaimana bisa??'

ucap Gadis Xie dalam hati.

" berapa lama aku terbaring dan sadar ?"

" em, nyonya terbaring sekitar 1 pekan, dan baru sadar kemarin" jawab Bao sambil mengerutkan keningnya. Kenapa perilaku nyonya nya kembali menjadi aneh.

" gawat.. tidak.." gumam Gadis Xie.

" apa nyonya?" Bao ingin memastikan.

" aku akan pergi sebentar"

Gadis Xie itu akan beranjak dari ranjang, dia akan pergi ke tempat tinggalnya.

" nyonya mau kemana??"

" aku akan keluar sebentar..!"

brakk

pyarr

Gadis Xie itu berlari dengan cepat sampai-sampai tidak hati-hati dan menabrak seseorang yang baru saja masuk ke kamar.

" nyonya....!" teriak Bao sambil berlari menuju Nyonya nya.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

menarik

2025-03-06

0

Nsaa Indri

Nsaa Indri

lanjut tjor

2024-05-18

0

IndraAsya

IndraAsya

👣👣👣

2023-10-16

1

lihat semua
Episodes
1 Tragedi
2 Membuka Mata
3 Selir Pertama
4 Memahami
5 Sedikit Goyah
6 Selir Qian
7 Tak Terduga
8 Bertemu Lagi
9 Rencana Baru
10 Tidak Terbiasa
11 Melanjutkan Rencana
12 Terluka
13 Terbakar Lagi
14 Rencana Awal
15 Membuat Kesepakatan
16 Bertemu Lagi
17 Mencari Celah
18 Berbalik
19 Berlanjut
20 Mawar Hitam
21 Tidak Biasa
22 Merengek
23 Masih Tidak Terima
24 Curiga
25 Mencari
26 Curiga 2
27 Tidak Menyangka
28 Kesalahan
29 Malang
30 Kematian
31 Serasa Mimpi
32 Tak Bisa
33 Kemungkinan yang Salah
34 Setelah Kembali
35 Mencari Jalan
36 Jalan ke Dua
37 Memancing
38 Berlanjut Curiga
39 Apa Mungkin
40 Tindakan
41 Kembali pada Rencana awal
42 Terancam
43 Mengenali Sisi Baiknya
44 Kehilangan
45 Mungkinkah Bersama?
46 Amarah selir Qian
47 Mulai Berterus Terang
48 Kebenarannya tidak benar
49 Simalakama
50 Transaksi
51 Orang Baru
52 Membuat Rencana Baru
53 Perhatian
54 Jalan tengah
55 Pencuri
56 Pengaduan
57 Perang Dingin
58 Rencana Jahat
59 Rencana Jahat 2
60 Menunggu Jawaban
61 Perpisahan Sesungguhnya
62 Perpisahan Sesungguhnya
63 Mengejutkan
64 Menyesal
65 Mengatur Diri
66 Sewaan
67 Terjebak
68 Memanas
69 Bukan Dia
70 Menarik kembali
71 Tidak Patuh
72 Menghadap
73 Kebenaran
74 Kebenaran 2
75 Pendekatan
76 Mengelabui
77 Tidak Mungkin
78 Terulang Lagi
79 Tersadar
80 Tersadar 2
81 Ingin Melihatmu
82 Terhasut
83 Kejanggalan
84 Penyiksaan Diam-Diam
85 Kesempatan Terakhir
86 Tidak Menyangka
87 Balik Menyerang
88 Kembali Bersama
89 Poling
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Tragedi
2
Membuka Mata
3
Selir Pertama
4
Memahami
5
Sedikit Goyah
6
Selir Qian
7
Tak Terduga
8
Bertemu Lagi
9
Rencana Baru
10
Tidak Terbiasa
11
Melanjutkan Rencana
12
Terluka
13
Terbakar Lagi
14
Rencana Awal
15
Membuat Kesepakatan
16
Bertemu Lagi
17
Mencari Celah
18
Berbalik
19
Berlanjut
20
Mawar Hitam
21
Tidak Biasa
22
Merengek
23
Masih Tidak Terima
24
Curiga
25
Mencari
26
Curiga 2
27
Tidak Menyangka
28
Kesalahan
29
Malang
30
Kematian
31
Serasa Mimpi
32
Tak Bisa
33
Kemungkinan yang Salah
34
Setelah Kembali
35
Mencari Jalan
36
Jalan ke Dua
37
Memancing
38
Berlanjut Curiga
39
Apa Mungkin
40
Tindakan
41
Kembali pada Rencana awal
42
Terancam
43
Mengenali Sisi Baiknya
44
Kehilangan
45
Mungkinkah Bersama?
46
Amarah selir Qian
47
Mulai Berterus Terang
48
Kebenarannya tidak benar
49
Simalakama
50
Transaksi
51
Orang Baru
52
Membuat Rencana Baru
53
Perhatian
54
Jalan tengah
55
Pencuri
56
Pengaduan
57
Perang Dingin
58
Rencana Jahat
59
Rencana Jahat 2
60
Menunggu Jawaban
61
Perpisahan Sesungguhnya
62
Perpisahan Sesungguhnya
63
Mengejutkan
64
Menyesal
65
Mengatur Diri
66
Sewaan
67
Terjebak
68
Memanas
69
Bukan Dia
70
Menarik kembali
71
Tidak Patuh
72
Menghadap
73
Kebenaran
74
Kebenaran 2
75
Pendekatan
76
Mengelabui
77
Tidak Mungkin
78
Terulang Lagi
79
Tersadar
80
Tersadar 2
81
Ingin Melihatmu
82
Terhasut
83
Kejanggalan
84
Penyiksaan Diam-Diam
85
Kesempatan Terakhir
86
Tidak Menyangka
87
Balik Menyerang
88
Kembali Bersama
89
Poling

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!