" Bao, aku ingin berdoa di dalam. Jangan biarkan seorangpun masuk menganggu ku" pesan Jia pad Bao.
" baik Nyonya" pelayan itu mengangguk lalu menutup pintu dari luar. Bao menjaga kamar nyonya nya dari luar.
Merasa situasi sudah aman, Jia keluar dari kuil tanpa ada yang tau. Apalagi pagi ini salah satu kuda miliknya sedang di biarkan makan di area rumput samping kuil. Jia semakin mudah membawanya.
Cah cah cah
Wanita itu melajukan kudanya dengan cepat, tujuannya adalah lokasi hutan untuk bertemu dengan Fu.
" saya kira anda tidak berani datang, nona" ucap Fu saat mendapati Jia turun dari kudanya.
" untuk apa takut, aku tidak melakukan kesalahan"
Jia berjalan mendekat. Fu hanya tersenyum kecil melihat tingkah wanita yang dia anggap masih lugu.
" jadi apa rencana nya?" tanya Fu tanpa basa basi.
" ini" Jia melempar sebuah kantong uang.
hap
" cari beberapa bandit untuk menyerang ku dan kau datang menyelamatkan ku. mudah bukan?"
" ck ck ck apa nona menyepelekan kemampuan suami anda? bagaimana jika pengawal Zhang mengetahui hal ini dan mengejar para bandit itu?"
" kau harus bisa membuat mereka tutup mulut, untuk Zhang, biarkan jadi urusanku" balas Jia yakin.
" di mana lokasinya?"
" Kuil Selatan kota"
" baiklah"
" kita bertemu 2 hari lagi. Saat aku dalam perjalanan pulang, mengerti?"
" tenang saja nona. aku lebih berpengalaman dalam hal ini"
Setelah perjanjian selesai, mereka pergi ke tujuan masing-masing.
Sudah sejak kemarin Nyonya nya tak keluar kamar. Makanan hanya di antar sampai di ruangan depan. Bao berfikir jika Nyonya nya memang bersungguh-sungguh berdoa. Nyatanya wanita itu sibuk melatih diri. Tubuhnya harus seperti sebelumnya agar tenaganya seimbang dengan kemampuannya.
Sregg
" nyonya.." Bao segera menyambut Nyonya nya yang baru keluar dari kamar.
" anda sudah selesai ?"
" sudah,"
" baiklah, saya akan akan menyampaikan pada tuan"
" tuan? Zhang ada di sini?" tanya Jia yang kaget.
" iya, nyonya. Tuan baru sampai semalam. Dan pagi ini berencana pulang dengan anda "
Jia terdiam, tidak do sangka lelaki itu begitu memperhatikan nya. Dan ini rencananya sedikit kacau.
" pulang? aku masih belum ingin kembali. sampaikan jika tuan ada urusan mendesak, bisa kembali lebih dulu. Aku bisa kembali sendiri besok"
" baik nyonya" jawab pelayan itu lalu pergi.
Jia di landa kecemasan, bagaimana jika rencananya gagal. apa dia perlu menjelaskan hal ini pada Fu. Lelaki itu sejak awal meremehkannya, membuat Jia sedikit tertantang. Tidak mau kalah.
tap tap tap
" bagaimana?" tanya Jia pada Bao tanpa menunggu wanita itu berdiri di hadapannya.
" tuan mengatakan akan menunggu sampai nyonya siap kembali"
Jawaban Bao semakin membuat Jia sedikit cemas dan emosi. Ada apa dengan lelaki itu hari ini, menyusahkan sekali.
" kau yakin? apa tuan terlihat marah atau sedikit cemas?" tanya Jia memastikan.
" tidak nyonya,"
" dimana tuan sekarang ?"
" di kamar utama dekat dengan aula kuil"
" baiklah" lirih Jia. Sepertinya harus dia sendiri yang perlu menghadapi lelaki.
Jia berjalan dengan sedikit lebih cepat, setidaknya orang lain akan menilai jika wanita itu menghormati sang suami.
" tuan" salam Jia dan langsung masuk ke dalam kamar. Suaminya sedang duduk di atas kursi dengan mejanya penuh laporan.
" ah, masuklah" jawab Zhang tanpa berdiri.
" maaf jika saya terlambat menyambut kedatangan tuan,"
" tidak, aku paham. Kau sedang berdoa"
" emm saya lihat tuan begitu sibuk, saya tidak enak jika harus menganggu kesibukan tuan" Jia mulai menuju ke tujuan nya.
" memang seperti inilah" Zhang tidak menampik.
" jika memang tuan ada keperluan di kota, Tuan tidak perlu menunggu saya. Saya sangat mengerti akan tugas dan tanggung jawab tuan"
" tak apa, bukankah besok kau sudah akan kembali?"
" akan saya usahakan. Karena mungkin suasana di sini begitu tenang dan nyaman. Saya sebenarnya masih ingin tinggal sedikit lebih lama " ucap Jia dengan sedikit sedih dan suara yang lemah.
" jangan terlalu lama di sini. Akan sangat bahaya, wilayah ini masuk dalam kategori kurang aman"
" apa itu alasan tuan di sini?" Jia sedikit menyinggung, dia ingin tau bagaimana reaksi suaminya jika membicarakan hal yang sedikit pribadi.
" tentu saja. bagaimana pun kau adalah bagian dari keluarga Xu"
Jia menangkap jika Zhang kekeh ingin pulang bersama. Tak ada jalan lain lagi, lebih baik dia kembali ke rencana awal. Entah nanti bagaimana Fu mengatasinya.
" baiklah, saya tak ingin menunda tuan terlalu lama. kalau begitu lebih baik kita langsung kembali saja"
" kau yakin?"
" iya tuan, saya akan bersiap untuk berkemas. jika terlalu lama takutnya pekerjaan tuan akan ikut tertunda " jawab Jia normatif.
" baiklah jika itu keputusan mu"
Jia lalu pamit dan keluar dari ruangan. beberapa saat setelahnya semuanya siap. Menjelang siang hari kereta kuda sudah berjalan meninggalkan kuil. Kali ini Zhang memilih untuk naik kuda. Tidak menemani istrinya di dalam kereta.
Hal ini juga sedikit menguntungkan Jia, dia tidak perlu menyembunyikan rasa cemasnya. wanita itu berkali-kali menatap ke luar jendela. Hari sudah mulai sore mereka mulai masuk ke area jalan pinggir hutan.
cah cah
Kusir dan para pengawal mempercepat laju kuda. Seakan mereka merasa jika situasinya mulai tidak aman.
Jia menutup tirai jendela. Di tempat inilah kesepakatan itu akan terjadi. Wanita itu meremas kedua tangannya karena khawatir. tak beberapa lama..
kkhhhhiiikkkk
Suara kuda melengking keras.
" jaga kereta" teriak Zhang.
tang sreeettt
sepertinya kelompok Fu sudah beraksi. mata wanita itu melebar saat mendengar suara pedang beradu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments