Terbakar Lagi

Sedangkan di ruangan lain Jia dan Fu sedang santai berbincang. Setelah tabib membungkus luka di tangan Fu, keduanya duduk di gazebo halaman samping kediaman.

" saya pikir nona sedang menjebak saya dengan adanya Zhang pagi itu" Fu membuka perbincangan.

" aku juga baru tau pagi itu, aku juga mengira kau pasti akan mengurungkan niat. Tapi ternyata kau cukup lihai juga" Puji Jia. Fu hanya menyeringai singkat.

" lalu bagaimana kelanjutannya?"

" kau hanya perlu mengiyakan apa yang akan aku jelaskan pada Zhang. Setelah ini aku akan meminta mu menjadi pengawal pribadiku" jelas Jia, dia sudah memiliki strategi.

" aku tidak yakin akan mudah, sepertinya suamimu sedikit terganggu dengan ku"

" itu biasa, niat jahat mu tentu bisa dia rasakan"

" apa itu artinya, nona juga percaya jika suami anda berkaitan dengan kematian nona Xie Jia Li sekeluarga?"

" jangan gegabah, tapi jika iya aku sendiri tidak akan tinggal diam"

tap tap tap

di tengah perbincangan suara langkah kaki mendekat. Dari suaranya yang berat tentu saja itu bukan pelayan wanita.

" kudamu sudah siap" ucap Zhang yang datang bersama dengan pengawalnya.

" tuan.."

" tuan Zhang" sanjung Fu

Jia dan Fu langsung berdiri memberikan penghormatan.

" baik tuan" jawab Fu datar.

Sedangkan Jia tidak mungkin berdiam diri.

" tunggu, " Jia menarik tangan Tuan Zhang untuk duduk sebentar. Mereka bertiga lalu duduk melingkari meja gazebo.

" Kami tadi berbincang kecil, ternyata Fu memiliki kemampuan beladiri. Dan kini sedang mencari pekerjaan, aku berfikir karena dia sudah berhasil menyelamatkan ku bagaimana jika untuk seterusnya dia bekerja di sini?" Jia berusaha menjelaskan dengan tenang.

" bekerja disini?" Zhang seakan memastikan lagi.

" iya tuan, Fu terlihat bukan lelaki yang jahat. lelaki ini cukup bisa di andalkan " Jia memegang lengan tangan Zhang sedikit erat, menandakan jika permintaannya ini sungguh-sungguh.

" aku memiliki banyak pengawal, jika kau butuh kau bisa memilih salah satunya" jawab Zhang datar.

Jia langsung cemberut.

" tapi aku tidak percaya dengan mereka" komentar Jia.

Sedangkan Zhang menatap lurus ke arah Fu dengan pandangan tegas dan sulit di artikan. Situasi mendadak hening sesaat.

" boleh, kan tuan?" Jia mengeluarkan jurus merajuknya. Seperti anak kecil yang merengek meminta mainan. Sampai beberapa saat kemudian.

" baiklah, kau akan menjadi pengawal di kediaman ini" putus Zhang membuat Jia dan Fu merasa tidak percaya.

" terimakasih tuan" Jia menampilkan senyum lebarnya dan saat itu Zhang tepat menoleh ke arahnya. Detik itu Zhang terdiam, senyum ini terasa lama sekali tidak pernah terlihat lagi. Bahkan sebelumnya tidak pernah secerah ini jika istrinya tersenyum.

Jia memeluk Zhang lama, dan lelaki itu seakan tersengat listrik. tubuhnya kaku dan jantungnya berdegup kencang. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

" eheem.. iya sama-sama" Zhang membalas dengan senyum tipis.

" terimakasih tuan Zhang" Fu berdiri dan memberikan penghormatan. Dia terlihat begitu senang dan menghormati Zhang.

" kalau begitu kau ikutlah dengan nya," Zhang menyuruhnya mengikuti salah satu pengawal yang sudah di tunjuk.

Hari terus berjalan, malam sudah datang. Kediaman Xu baru saja menyelesaikan makan malam. Zhang kembali ke kamar dan dengan di bantu Selir Jing sedang mengganti perban luka di punggungnya. Kain putih itu sudah berganti dengan merah. Luka Tuan Zhang terbilang dalam dan terkadang masih mengeluarkan darah.

" tuan jangan bergerak terlalu banyak, luka anda cukup dalam dan masih mengeluarkan darah. Kalau bisa jangan sampai tertekan atau bergeser" ucap tabib. Zhang kembali mengingat pelukan Jia tadi pagi, mungkin karena itu lukanya sedikit tertekan.

" aku tau" jawab Zhang dan langsung memakai pakaiannya.

" tuan, ramuan anda" selir Jing memberikan mangkuk.

" taruh di sana. Kau antar tabib dan kembalilah " perintah Zhang.

" baik tuan"

Saat wanita itu berjalan kembali ke kamar. Dia melihat Jia berdua bersama dengan sosok lelaki asing.

" kau memiliki nyali juga. membawa lelaki asing ke dalam kediaman" sindir Selir Jing

" siapa yang kau maksud lelaki asing? Dia ini Fu. Kau bisa tanyakan pada tuan" Jawab Jia dan wanita itu langsung melanjutkan jalannya.

" apa kau tau tuan masih terluka karena kau, bagaimana bisa kau berduaan dengan Fu!" sentak Selir Jing yang kesal dengan jawaban Jia.

" terluka?"

" iya, aku merawatnya pagi dan malam. Sedangkan kau istri sahnya hanya menghabiskan waktu dengan lelaki ini. memalukan" Jing membalikkan badan dan berjalan menjauh sebelum Jia menanyakan kelanjutannya.

" apa kau tau hal ini?" Jia bertanya pada Fu.

" tidak, bukankah dia baik-baik saja tadi pagi"

Jia merasa sedikit khawatir, pasalnya dia yakin jika tadi pagi Zhang tampak baik-baik saja.

" mau kemana? "

" aku akan melihat Zhang sebentar"

" nyonya" Pengawal di depan memberikan sanjungan dan sedikit menghalanginya jalan. Jia terhenti dan menatap pengawal itu.

" tuan memberikan pesan untuk tidak menganggu" ucap.pengawal itu. Jia menatap ke arah kamar, lampu kamar sudah redup. lelaki itu pasti beristirahat lebih awal.

" bagaimana dengan luka tuan?"

" tabib sudah memberikan obat, nyonya tenang saja" jadi benar lelaki itu memang terluka. Kenapa dia tidak menyadari sebelumnya.

" baiklah aku akan kembali" ucap Jia dan dengan berat hati wanita itu berjalan menjauh.

Episodes
1 Tragedi
2 Membuka Mata
3 Selir Pertama
4 Memahami
5 Sedikit Goyah
6 Selir Qian
7 Tak Terduga
8 Bertemu Lagi
9 Rencana Baru
10 Tidak Terbiasa
11 Melanjutkan Rencana
12 Terluka
13 Terbakar Lagi
14 Rencana Awal
15 Membuat Kesepakatan
16 Bertemu Lagi
17 Mencari Celah
18 Berbalik
19 Berlanjut
20 Mawar Hitam
21 Tidak Biasa
22 Merengek
23 Masih Tidak Terima
24 Curiga
25 Mencari
26 Curiga 2
27 Tidak Menyangka
28 Kesalahan
29 Malang
30 Kematian
31 Serasa Mimpi
32 Tak Bisa
33 Kemungkinan yang Salah
34 Setelah Kembali
35 Mencari Jalan
36 Jalan ke Dua
37 Memancing
38 Berlanjut Curiga
39 Apa Mungkin
40 Tindakan
41 Kembali pada Rencana awal
42 Terancam
43 Mengenali Sisi Baiknya
44 Kehilangan
45 Mungkinkah Bersama?
46 Amarah selir Qian
47 Mulai Berterus Terang
48 Kebenarannya tidak benar
49 Simalakama
50 Transaksi
51 Orang Baru
52 Membuat Rencana Baru
53 Perhatian
54 Jalan tengah
55 Pencuri
56 Pengaduan
57 Perang Dingin
58 Rencana Jahat
59 Rencana Jahat 2
60 Menunggu Jawaban
61 Perpisahan Sesungguhnya
62 Perpisahan Sesungguhnya
63 Mengejutkan
64 Menyesal
65 Mengatur Diri
66 Sewaan
67 Terjebak
68 Memanas
69 Bukan Dia
70 Menarik kembali
71 Tidak Patuh
72 Menghadap
73 Kebenaran
74 Kebenaran 2
75 Pendekatan
76 Mengelabui
77 Tidak Mungkin
78 Terulang Lagi
79 Tersadar
80 Tersadar 2
81 Ingin Melihatmu
82 Terhasut
83 Kejanggalan
84 Penyiksaan Diam-Diam
85 Kesempatan Terakhir
86 Tidak Menyangka
87 Balik Menyerang
88 Kembali Bersama
89 Poling
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Tragedi
2
Membuka Mata
3
Selir Pertama
4
Memahami
5
Sedikit Goyah
6
Selir Qian
7
Tak Terduga
8
Bertemu Lagi
9
Rencana Baru
10
Tidak Terbiasa
11
Melanjutkan Rencana
12
Terluka
13
Terbakar Lagi
14
Rencana Awal
15
Membuat Kesepakatan
16
Bertemu Lagi
17
Mencari Celah
18
Berbalik
19
Berlanjut
20
Mawar Hitam
21
Tidak Biasa
22
Merengek
23
Masih Tidak Terima
24
Curiga
25
Mencari
26
Curiga 2
27
Tidak Menyangka
28
Kesalahan
29
Malang
30
Kematian
31
Serasa Mimpi
32
Tak Bisa
33
Kemungkinan yang Salah
34
Setelah Kembali
35
Mencari Jalan
36
Jalan ke Dua
37
Memancing
38
Berlanjut Curiga
39
Apa Mungkin
40
Tindakan
41
Kembali pada Rencana awal
42
Terancam
43
Mengenali Sisi Baiknya
44
Kehilangan
45
Mungkinkah Bersama?
46
Amarah selir Qian
47
Mulai Berterus Terang
48
Kebenarannya tidak benar
49
Simalakama
50
Transaksi
51
Orang Baru
52
Membuat Rencana Baru
53
Perhatian
54
Jalan tengah
55
Pencuri
56
Pengaduan
57
Perang Dingin
58
Rencana Jahat
59
Rencana Jahat 2
60
Menunggu Jawaban
61
Perpisahan Sesungguhnya
62
Perpisahan Sesungguhnya
63
Mengejutkan
64
Menyesal
65
Mengatur Diri
66
Sewaan
67
Terjebak
68
Memanas
69
Bukan Dia
70
Menarik kembali
71
Tidak Patuh
72
Menghadap
73
Kebenaran
74
Kebenaran 2
75
Pendekatan
76
Mengelabui
77
Tidak Mungkin
78
Terulang Lagi
79
Tersadar
80
Tersadar 2
81
Ingin Melihatmu
82
Terhasut
83
Kejanggalan
84
Penyiksaan Diam-Diam
85
Kesempatan Terakhir
86
Tidak Menyangka
87
Balik Menyerang
88
Kembali Bersama
89
Poling

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!