Jia terlihat tenang berjalan menuju ruang baca yang berada dekat dengan area kamar sang suami.
" nyonya.." Bao sudah berdiri di sana. Jia menatap datar.
" mari nyonya, tuan sudah menunggu di dalam" lanjut Bao membantu nyonya nya berjalan menaiki tangga.
sreet
pintu di buka dengan pelan, Jia masuk. Wanita itu dengan cepat bisa menemukan sosok lelaki yang menatapnya dan duduk di depan meja mengawasi kehadirannya.
" tuan" salam Jia.
" kemari lah" ucap Zhang dengan suara beratnya.
Lelaki itu menatap Jia dengan pandangan yang sulit di artikan. membuat wanita itu bingung harus bersikap apa.
" ada keperluan apa tuan memanggil saya?" Jia mencoba berbasa basi agar terlihat normal.
" apa ada yang ingin kau jelaskan padaku?" Jia menelan ludahnya kasar, pertanyaan ini adalah jebakan. Dia tak tau apa yang di ketahui oleh Zhang. Akan terlihat konyol jika dia langsung mengakui.
" emm tentang apa?" balas Jia dengan pertanyaan juga.
" masih tidak mau mengaku? jangan kau kira aku akan berbaik hati hanya karena status kita" balas Zhang dengan pandangan tajam. Jia kebingungan di buatnya. Rahasia mana yang sudah di ketahui suaminya. Zhang terlihat marah dan kesal.
" saya tidak mengerti maksud anda tuan" Jia tersenyum kecut. Dia akan menarik ulur pembicaraan sampai dapat menilai situasinya.
" kau terlihat sangat berbeda Liu Xianlun, apa yang sedang kau sembunyikan dariku? " penuh penekanan.
" berbeda bagaimana tuan?" Jia mencoba untuk tenang. Padahal dia takut jika Zhang mengetahui rahasianya sebagai Xie Jia Li.
" selir Qian sudah mengatakan semuanya padaku, jangan bertele-tele, apa yang kau sembunyikan dariku?"
mendengar nama selir Qian, Jia malah mengerutkan keningnya. memangnya apa yang sudah wanita itu katakan. Dia dan wanita itu tidak saling berbagai informasi. Selian...
" bukankah selir Qian pergi keluar malam ini dan dia..."
" di serang para pencuri kota.." lanjut Zhang.
Jia terdiam sejenak, dan mulai menganalisa. Apa mungkin selir itu bermaksud menjebaknya.
" sudah berulang kali aku katakan, aku tidak suka dengan wanita yang buruk hatinya. jangan sampai ada pertikaian di dalam harem, kau sebagai kepala harem malah bertingkah yang memalukan seperti ini.." jelas Zhang dengan penuh emosi. Jia hanya menatap dengan datar. Memahami maksud perkataan suaminya.
" pertikaian apa? dan aku apa? memalukan? memangnya apa yang sudah aku lakukan?" Jia kembali ke mode aslinya. Wanita itu sama sekali tidak terlihat takut ataupun menyesal. Malah nampak kebingungan dan sedikit menantang.
" Xian, aku tau selama ini kau selalu saja melampiaskan kemarahan mu pada selir Qian ataupun selir Jing Mi. tapi ini sungguh keterlaluan dan mengancam nyawa selir Qian."
Jia mulai mengerti, pasti wanita itu mengatakan jika dirinya di jebak dengan di serang oleh para pencuri kota. Wanita itu cukup licik juga.
" bukankah pengawal kediaman datang membantu? dan juga selir Qian sama sekali tidak terluka bukan?" balas Jia.
" semua ini tidak akan terjadi jika kau tidak merencanakan nya, "
" begitu? apa selir Qian mengatakan seperti itu?"
" dia cukup pintar untuk menyadarinya"
" Itu sama saja menuduh tanda bukti, hanya karena kau merasa jika selir Qian pintar lalu kau mempercayai semua ucapannya, cih. Memalukan sekali" Zhang terdiam, Istrinya entah kenapa begitu berbeda. Darimana semua keberanian ini berasal. di matanya Liu Xianlun hanyalah wanita pencemburu dan mudah terintimidasi. Tapi sosok di depan nya sepertinya berbeda. Apalagi Liu Xianlun tidak lagi memanggil nya dengan sebutan Tuan.
" sebagai kepala pengawal kerajaan apa seperti ini cara mu menilai kejahatan seseorang? sudahlah, terserah apapun yang kau pikirkan tentang ku. aku tidak peduli" lanjut Jia. Wanita itu berjalan keluar dari ruangan.
" tunggu! kau harus di hukum" Zhang menahan langkah istirnya. Lelaki itu menarik lengan Jia dan menyeretnya menuju pintu keluar.
" lepaskan" Jia berontak. Bao yang berada di depan ruangan tampak bingung. Junjungannya saling bertikai dan kini nyonya nya di seret paksa menuju ke area belakang.
" kenapa kau semakin sulit di atur, sudah lebih baik renungkan kesalahan mu disini, berlutut! " Teriak Zhang, lelaki itu membawanya ke ruang leluhur.
" lepaskan! aku tidak bersalah" teriak Jia, tapi sayang tenaganya kalah jauh dengan Zhang. Wanita itu tidak bisa menolak sama sekali, dan berakhir di ruangan sendirian. Zhang mengunci pintu dengan cepat.
" buka.." Jia menggedor-gedor pintu.
" berlutut di sini sampai pagi" balas Zhang lalu pergi.
Bao yang awalnya tidak mau mendekat setelah tuannya pergi pelayan itu bergegas mendekat.
" nyonya, apa yang terjadi?"
" apa kau bisa membuka pintu ini?"
" nyonya, maafkan saya. Saya tidak bisa melakukannya"
" ck sudahlah" Jia marah dan tidak mungkin melimpahkan nya pada Bao.
" wanita itu ternyata licik juga" lirihnya.
Jika duduk di atas tikar bambu dan bersandar pada tiang bangunan.
" setidaknya, masalah aku masuk ke area terlarang tidak di permasalahan. tunggu saja kau Qian" Jia akan mengingat baik-baik hal ini. Wanita di kediaman Zhang benar-benar mengerikan. Bagaimana bisa Liu Xianlun berakhir di sini.
Jia kemudian baru sadar jika dia tidak tau alasan dirinya tenggelam. apa mungkin Liu Xianlun juga di bunuh sama seperti dirinya. mengingat tidak ada satu anggota keluarga pun yang memihak padanya. Jia harus mulai mencari tau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments