Selir Pertama

bugh

Gadis Xie itu jatuh terduduk dengan makanan yang tumpah berserakan di lantai. Bahkan beberapa mengenai pakaian gadis Xie.

" nyonya tak apa?" tanya Bao dan membantu Gadis Xie berdiri.

Mereka belum menyadari jika di depan mereka ada seorang wanita yang berdiri dengan wajah meremehkan.

" tak apa.." jawab lemah Xie.

" dasar tidak berguna" lirih wanita angkuh itu tapi masih terdengar dengan jelas di telinga kedua lawan bicaranya.

Gadis Xie mengangkat kepalanya dan melihat wanita di depannya. Tanpa mengatakan apapun gadis Xie menilai penampilan wanita itu dati atas ke bawah.

plak

" ceroboh sekali" ucap wanita itu dengan wajah datar.

" astaga selir Jing Mi.." ucap Bao lirih

Xie kini tau, wanita inilah yang Bao ceritakan dan menyuruhnya agar menjaga sikap.

" menurutmu begitu? bukankah wanita yang tidak mengetahui posisinya malah jauh lebih ceroboh?" ucap Gadis Xie tanpa rasa takut.

Hu Jing Mi mengerutkan keningnya, ini pertama kalinya Liu Xianlun berani membalas tatapan bahkan melawannya dengan kalimat pedas. Jelas sekali ucapan Liu Xianlun adalah untuk dirinya.

" apa kepalamu terbentur saat tenggelam ? "tanya Hu Jing Mi dengan nada meremehkan.

" tidak, kepalaku baik-baik saja, dan ku harap kau tidak merasa kecewa selir" gadis Xie memberikan penekanan di kata terkahir. Bao menyentuh tangan nyonya nya untuk mengingatkan agar tidak usah mencari masalah.

" kau...! " lirih Hu Jing Mi.

" ck ck ck , bukankah aku adalah nyonya kediaman, bagaimana bisa sebagai selir berani membelalakkan matanya pada istri sah?" tantang Gadis Xie. sejak kecil dia paling tidak suka dengan orang yang mencari masalah dengannya.

" jangan mentang-mentang karena kau di bawa oleh tuan kau berbesar kepala dan berani menantang ku" ucap Hu Jing Mi.

Gadis Xie belum mengerti maksud tuan yang selir Jing Mi katakan.

" mau di kediaman manapun selir dan istri sah sudah seharusnya memiliki status yang berbeda, apa selir Jing Mi tidak mengerti? apa perlu aku panggilkan seseorang dari keluarga Hu untuk mengajari mu sopan santun?" balas Gadis Xie semakin mematik emosi Hu Jing Mi. Sedangkan Hu Jing Mi yang mendengarnya langsung naik pitam, nafasnya menderu kasar dan tanpa pikir panjang wanita itu mengangkat tangannya berniat menampar Gadis Xie lagi.

hap

kali ini Gadis Xie menahannya dengan kuat.

" aku tidak mengira jika di keluarga Hu ada yang begitu bodoh .."

" kau,...!" desis Hu Jing Mi menarik tangannya namun gagal, karena cengkraman Gadis Xie sangat kuat. kedua wanita itu saling tarik menarik dengan tatapan mata yang tak kalah tajam.

tap tap tap

langkah kaki mendekat, keduanya menoleh dan mendapati sosok lelaki dengan beberapa pengawal berjalan menuju ke arah mereka. gadis Xie menatap dengan pandangan menilai. Kesempatan ini di gunakan selir Jing Mi untuk menarik tangannya dan mundur beberapa langkah.

" tuan.." ucap Hu Jing Mi dengan suara lembut.

gadis Xie diam saja sambil menatap tanpa rasa segan. Bao menarik lengan baju nyonya nya, wanita itu memang tidak berbicara apapun mengenai tuan Xu Zhang Jiangwu, suami Liu Xianlun. Karena dia merasa jika mana mungkin nyonya nya melupakan suaminya.

" ada apa ini?" ucap tuan Xu Zhang Jiangwu dengan suara maskulinnya.

" maafkan saya tuan, saya hanya berniat menjenguk nyonya dan membawakan makanan sehat, tapi nyonya sepertinya tidak menyukainya dan menumpahkan semua makanan ke lantai" bohong Hu Jing Mi. Dia memang sudah terbiasa memutar balikkan fakta.

gadis Xie menarik nafas panjang, wanita di depannya ini tidak lelah mencari masalah dengannya.

" apa benar begitu Xianlun? " tanya Xu Zhang Jiangwu menyelidik. Lelaki itu sudah terbiasa mendapat aduan perilaku buruk dan tidak masuk akal tentang istri sahnya. melelahkan sekali.

" tuan bisa melihat sendiri pakaian siapa yang kotor, jadi jelas siapa yang melempar semua makanan ini ke lantai" jawab Gadis Xie malas. Hu Jing Mi meremas gaunnya sesaat, kenapa Liu Xianlun kini menjadi pintar berbicara.

" jadi maksud mu selir Jing Mi yang melempar makanannya sendiri?"

" tidak mungkin saya menyiram makanan ini ke pakaian saya sendiri bukan?" balas Gadis Xie.

" selir?" Xu Zhang Jiangwu kini berganti menatap Hu Jing Mi dengan tatapan meminta penjelasan.

" emm.. itu.. itu.." Hu Jing Mi kebingungan membalikkan perkataan gadis Xie.

" maafkan saya tuan, tadi saya yang ceroboh dan membuat makanan ini terjatuh" pelayan Hu Jing Mi langsung bersimpuh di kaki tuan Xu Zhang Jiangwu.

dia melakukan itu adalah untuk menyelamatkan nyonya nya, Hu Jing Mi.

plak

tamparan tangan gadis Xie terdengar sangat keras mengenai pelayan itu.

" lain kali katakan dengan jelas pada selir, jangan membuat kesalahpahaman, mengerti?" ucap Gadis Xie dengan tegas.

" i.. iya nyonya" jawab pelayan itu dengan bersimpuh di bawah kaki gadis Xie.

" sudah kau segera bersihkan lantai ini" Xu Zhang Jiangwu langsung menengahi. Perselisihan ini begitu membuatnya lelah.

" baik tuan" jawab pelayan dengan cepat sambil menganggukkan kepala berkali- kali.

Setelahnya lelaki itu melanjutkan langkahnya dan masuk ke kamar.

Gadis Xie diam saja. Lalu tak lama Bao memberikan isyarat agar nyonya nya segera masuk dan mengikuti tuan.

" bagaimana keadaanmu?" tanya tuan Xu Zhang Jiangwu. lelaki itu duduk di sebuah kursi di depan ranjang.

" saya baik- baik saja" jawab Gadis Xie datar. wanita itu berdiri tak jauh suaminya.

" tubuhmu tak merasakan sakit atau keluhan?"

" tidak, saya baik-baik saja" jawab Gadis Xie dengan nada yang sama. tidak ada emosi apapun yang terkandung dalam jawabannya.

" siang nanti tabib kerajaan akan datang lagi untuk memeriksa mu"

mendengar kata kerajaan, mendadak Gadis Xie kembali mengingat kehidupannya dulu. Dan mulai sekarang wanita itu sulit percaya dengan kerajaan.

" tidak perlu, saya baik- baik saja"

Xu Zhang Jiangwu menatap istri lekat, ini pertama kalinya Liu Xianlun menolak ucapannya.

" kau yakin?"

" iya tuan"

" baiklah kalau begitu"

merasa tidak ada yang perlu dia bicarakan lagi, dan Xu Zhang Jiangwu juga tidak suka basa-basi. Akhirnya lelaki itu beranjak dan pergi dari kamar Liu Xianlun. Liu Xianlun tidak menahan malah langsung memberikan salam penghormatan.

" nyonya... kenapa nyonya menolak tawaran tuan?" tanya Bao sedikit menyalahkan.

" memangnya kenapa? aku merasa baik-baik saja" jawab Gadis Xie malas. wanita itu malah duduk di kursi dan menuang teh. Tenggorokannya haus setelah bertengkar dengan selir Jing Mi tadi.

" tuan sangat jarang sekali kemari dan memberikan perhatian pada anda.."

" begitu? dia suamiku bukan? " Gadis Xie malah balas tanya.

" iya, tapi tuan kan sibuk. menjadi pengawal kerajaan sangat menyita waktu tuan"

" dia pengawal kerajaan?!"

" nyonya lupa?" cicit Bao. nyonya nya bertanya dengan nada kaget.

" sudah memang lebih baik lelaki itu jangan sering-sering datang ke kamarku" lanjut Gadis Xie dengan nada tak suka. Bao yang melihatnya seakan tidak percaya. Setahunya nyonya nya begitu mendambakan sosok suaminya, tapi kenapa saat ini di mata nyonya malah terlihat kebencian.

Terpopuler

Comments

Jjlynn Tudin

Jjlynn Tudin

itula zaman dulu sudala sibuk jarang. balik rumah banyak bini lagi cam mana.hayaa

2025-03-19

0

Bzaa

Bzaa

semangattt otor😘

2025-03-06

0

lihat semua
Episodes
1 Tragedi
2 Membuka Mata
3 Selir Pertama
4 Memahami
5 Sedikit Goyah
6 Selir Qian
7 Tak Terduga
8 Bertemu Lagi
9 Rencana Baru
10 Tidak Terbiasa
11 Melanjutkan Rencana
12 Terluka
13 Terbakar Lagi
14 Rencana Awal
15 Membuat Kesepakatan
16 Bertemu Lagi
17 Mencari Celah
18 Berbalik
19 Berlanjut
20 Mawar Hitam
21 Tidak Biasa
22 Merengek
23 Masih Tidak Terima
24 Curiga
25 Mencari
26 Curiga 2
27 Tidak Menyangka
28 Kesalahan
29 Malang
30 Kematian
31 Serasa Mimpi
32 Tak Bisa
33 Kemungkinan yang Salah
34 Setelah Kembali
35 Mencari Jalan
36 Jalan ke Dua
37 Memancing
38 Berlanjut Curiga
39 Apa Mungkin
40 Tindakan
41 Kembali pada Rencana awal
42 Terancam
43 Mengenali Sisi Baiknya
44 Kehilangan
45 Mungkinkah Bersama?
46 Amarah selir Qian
47 Mulai Berterus Terang
48 Kebenarannya tidak benar
49 Simalakama
50 Transaksi
51 Orang Baru
52 Membuat Rencana Baru
53 Perhatian
54 Jalan tengah
55 Pencuri
56 Pengaduan
57 Perang Dingin
58 Rencana Jahat
59 Rencana Jahat 2
60 Menunggu Jawaban
61 Perpisahan Sesungguhnya
62 Perpisahan Sesungguhnya
63 Mengejutkan
64 Menyesal
65 Mengatur Diri
66 Sewaan
67 Terjebak
68 Memanas
69 Bukan Dia
70 Menarik kembali
71 Tidak Patuh
72 Menghadap
73 Kebenaran
74 Kebenaran 2
75 Pendekatan
76 Mengelabui
77 Tidak Mungkin
78 Terulang Lagi
79 Tersadar
80 Tersadar 2
81 Ingin Melihatmu
82 Terhasut
83 Kejanggalan
84 Penyiksaan Diam-Diam
85 Kesempatan Terakhir
86 Tidak Menyangka
87 Balik Menyerang
88 Kembali Bersama
89 Poling
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Tragedi
2
Membuka Mata
3
Selir Pertama
4
Memahami
5
Sedikit Goyah
6
Selir Qian
7
Tak Terduga
8
Bertemu Lagi
9
Rencana Baru
10
Tidak Terbiasa
11
Melanjutkan Rencana
12
Terluka
13
Terbakar Lagi
14
Rencana Awal
15
Membuat Kesepakatan
16
Bertemu Lagi
17
Mencari Celah
18
Berbalik
19
Berlanjut
20
Mawar Hitam
21
Tidak Biasa
22
Merengek
23
Masih Tidak Terima
24
Curiga
25
Mencari
26
Curiga 2
27
Tidak Menyangka
28
Kesalahan
29
Malang
30
Kematian
31
Serasa Mimpi
32
Tak Bisa
33
Kemungkinan yang Salah
34
Setelah Kembali
35
Mencari Jalan
36
Jalan ke Dua
37
Memancing
38
Berlanjut Curiga
39
Apa Mungkin
40
Tindakan
41
Kembali pada Rencana awal
42
Terancam
43
Mengenali Sisi Baiknya
44
Kehilangan
45
Mungkinkah Bersama?
46
Amarah selir Qian
47
Mulai Berterus Terang
48
Kebenarannya tidak benar
49
Simalakama
50
Transaksi
51
Orang Baru
52
Membuat Rencana Baru
53
Perhatian
54
Jalan tengah
55
Pencuri
56
Pengaduan
57
Perang Dingin
58
Rencana Jahat
59
Rencana Jahat 2
60
Menunggu Jawaban
61
Perpisahan Sesungguhnya
62
Perpisahan Sesungguhnya
63
Mengejutkan
64
Menyesal
65
Mengatur Diri
66
Sewaan
67
Terjebak
68
Memanas
69
Bukan Dia
70
Menarik kembali
71
Tidak Patuh
72
Menghadap
73
Kebenaran
74
Kebenaran 2
75
Pendekatan
76
Mengelabui
77
Tidak Mungkin
78
Terulang Lagi
79
Tersadar
80
Tersadar 2
81
Ingin Melihatmu
82
Terhasut
83
Kejanggalan
84
Penyiksaan Diam-Diam
85
Kesempatan Terakhir
86
Tidak Menyangka
87
Balik Menyerang
88
Kembali Bersama
89
Poling

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!