Jia menunggu beberapa saat, dia tidak mau menghabiskan waktu malamnya di ruangan ini. Setelah hampir membaca satu persatu papan nama leluhur keluarga Xu, sekedar mengingat saja. Jia kembali mendekati pintu.
" Bao.." panggilnya dengan suara lirih.
Berkali-kali Jia memanggil tetap saja tak ada sautan.
" kemana dia.."
Jia kembali berkeliling, mencari celah jalan keluar. Wanita itu menatap satu persatu jendela serta atap.
" sepertinya, bisa..." Jia memanjat sebuah tiang. terus memanjat sampai berada di ujung atap. Dengan mengingat pengalamannya dulu, Jia dengan mudah membuka bagian genteng dari dalam.
" akhirnya..." ucap Wanita itu setelah berhasil keluar. Setelahnya dia menata kembali lalu berjalan melintasi bangunan lain.
Jia menuju ke area yang dekat dengan bangunan area terlarang. Wanita itu tidak akan tinggal diam setelah berhasil menemukan lelaki yang membunuhnya dulu.
Jia menunggu di atas sana, menyembunyikan diri dengan baik. Sampai matanya menangkap pergerakan segerombolan lelaki.
" itu dia.." Jia melihat lelaki itu keluar dan sepertinya menuju ke suatu tempat.
Wanita itu bergegas mengintai dan mengikuti dari atas. menyembunyikan diri agar kehadirannya jangan sampai di ketahui.
Hingga langkah itu menuju ke sebuah hutan, tempat di mana dia di bunuh malam itu.
" untuk apa mereka ke mari" lirih Jia.
sreg
suara ranting patah, Jia kurang berhati-hati karena penerangan yang terbatas.
" siapa itu..?" salah satu rombongan mencoba memastikan.
Jia kebingungan, jangan sampai dirinya tertangkap. dia menyembunyikan diri di antara semak-semak.
tap tap tap
rombongan itu menuju ke asal suara, mereka menyadari jika ada orang lain yang mengintai mereka.
" gawat.."
Jia mengambil keputusan cepat, wanita itu berlari menjauh. Sudah terlanjur dan dia harus menyelamatkan diri.
" kejar dia" teriak salah satu prajurit.
Meski hanya sekedar bayangan, tapi rombongan itu dengan mudah mengikuti langkah Jia.
tap tap tap
aksi kejar-kejaran terulang kembali.
hap
Salah seseorang yang mendekapnya dan membawa nya melayang naik ke atas pohon. Jia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, apalagi seseorang itu menggunakan penutup wajah.
" di mana dia?!"
" cari sampai ketemu"
suara para gerombolan itu terdengar semakin menjauh. Jia dan seseorang itu berhasil kabur dari kejaran mereka.
" siapa kau?" tanya Jia setelah keduanya turun di area tak jauh dari hutan.
" nona berani sekali mengikuti mereka, apa tujuan anda?" tanya seseorang itu tanpa membuka penutup wajahnya.
Jia menatap dengan cermat, wanita itu menilai karena dia merasa pernah melihat sosok ini sebelumnya.
" Fu, apa itu kau?" Jia mengenalinya. seseorang ini adalah pengawalnya.
" nona ternyata cukup pintar juga"
Dan tebakan nya benar, Fu membuka penutup wajah nya.
" sekarang kita mengetahui rahasia masing-masing. jadi apa tujuan nona mengikuti mereka?"
" aku,.... dan kau tidak jauh berbeda, tujuan kita sama" Jia mencoba menarik ulur. karena menurutnya pengawalnya pasti mengetahui sesuatu.
" anda percaya diri sekali"
" baiklah, kau pasti ini ingin mencari tau alasan kematian Xie Jia Li bukan?" tebak Jia.
" hahahaha" Fu tertawa.
" kita memiliki tujuan yang sama. Fu"
"kalau begitu apa yang nona dapatkan setelah mengintai mereka?"
" mereka tidak bekerja sendiri..."
" anda benar, tapi kenapa anda susah-susah kemari. lelaki yang membawa nona kemari adalah orang dari kediaman Xu. bukan begitu?"
" maksudmu?"
" awalnya saya kira anda tulus pada nona Jia. Nyatanya seseorang yang membawa nona Jia malam itu adalah orang dari kediaman anda" Ungkap Fu. Seketika membuat Jia tersadar.
" jadi maksudmu, Pengawal Zhang yang melakukan hal itu?"
" siapa lagi? lelaki yang kau ikuti adalah orang kepercayaan keluarga Xu, siapa lagi jika bukan Xu Zhang Jiangwu" jelas Fu, Jia hampir percaya mentah-mentah.
" aku akan mencari tau sendiri"
" kenapa apa karena dia suamimu jadi kau mengabaikan fakta ini?" Fu mulai terpancing emosi.
" tidak. Aku merasa lelaki itu memiliki ..."
" jangan membela, fakta sudah ada di depan mata nona" cibir Fu. lelaki itu sudah amat muak dengan orang-orang yang suka memilih fakta dan mengaburkan fakta yang bertentangan dengan keinginan nya.
"aku tidak membela, tapi aku ingin mencari tau kebenarannya secara keseluruhan. Apa kau tidak lihat, begitu masuk ke hutan mereka semua berganti pakaian. Hal ini mengartikan jika ada hal yang sedang mereka sembunyikan" Jia memang berniat balas dendam. Tapi dia juga tidak mau membabi buta, mencari kebenaran jangan sampai membuat kesalahan dan menyesal di kemudian hari.
" itu hanya strategi agar kediaman Xu bisa cuci tangan"
kedua orang itu mulai beda pendapat dan bertikai.
" kalau begitu kau masuklah di kediaman Xu, dan kita cari kebenarannya bersama" Jia tidak mau terus terusan bertengkar. Sebaliknya mereka harus bersatu untuk menemukan orang di balik kematian semua keluarganya.
" bagaimana caranya?"
" tunggu di sini 3 hari lagi, aku akan mencari cara agar kau bisa masuk"
" aku tunggu" Fu lalu pergi. Pertemuan mereka selesai dan membuat strategi baru bagi Jia. setidaknya akan ada seseorang yang ikut membantu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 89 Episodes
Comments
YuniSetyowati 1999
Masih menyimak
2024-03-20
0