Sementara itu di New York, tepatnya di markas besar FBI. Clara terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Akhir-akhir ini banyak kasus pengedaran narkoba yang membuat mereka berfikir jika John masih terus beroperasi menjual obat-obatan terlarang tersebut. Namun saat anggotanya menggeledah rumah John , mereka tidak menemukan barang bukti. Dan setiap pelaku pengedar yang tertangkap, tidak ada yang mau mengaku dari mana mereka mendapatkan barang haram tersebut.
"Hah... Semua ini membuatku gila. Jika Mr. dan Mrs. Walker ada di sini, aku tidak akan pusing seperti ini." gerutu Clara. Sejenak dia terdiam. Mengingat Ainsley , dia jadi teringat dengan hasil rekam medis milik Michael. Dia mencarinya di dalam tas dan melihatnya.
"Aku sudah berjanji pada Ainsley untuk membawanya ke rumah sakit. Tapi pekerjaan ini membuatku gila." keluh Clara
"Kau kenapa Ra?"
Clara terkejut dan buru-buru memasukkan amplop berisi hasil medis Michael kedalam tasnya. "H-henry, ada apa kau kemari?" tanyanya gugup
"Oh.. Aku ingin memberikan laporan ini." Henry meletakkan sebuah map di depan Clara dan kembali berkata, "Kemarin aku ke kantor polisi setelah mendengar mereka menangkap pengedar narkoba. Namun pelaku tidak mau mengaku dari mana dia mendapatkan barang tersebut. Dia justru terkesan berbelit-belit saat dimintai keterangan."
"Setiap pelaku yang tertangkap selalu melakukan hal yang sama. Mereka seolah-olah sudah melakukan perjanjian atau semacamnya untuk tutup mulut." seru Clara. "Atau jangan-jangan mereka di ancam?"
"Di ancam bagaimana?" tanya Henry
"Ya siapa tahu, mereka di ancam. Jika mereka buka mulut, maka mereka akan di bunuh. Atau mungkin keluarga mereka taruhannya."
"Imajinasi mu terlalu tinggi, Ra." ejek Henry
"Ya, siapa tahu kan?" gerutu Clara. Dia tidak segera memeriksa laporan tersebut tapi justru meletakkannya diantara tumpukan laporan lainnya.
"Kau tidak memeriksanya?" tanya Henry
"Tidak sekarang Henry. Aku ada janji dengan seseorang." Clara memakai jaketnya dan menenteng tasnya. "Aku akan memeriksanya setelah urusanku selesai. Bye.." Clara pergi begitu saja, meninggalkan Henry yang terus berteriak karena mengira Clara mengabaikan pekerjaannya untuk kepentingan pribadi.
"Dasar!!" gerutu Henry. Tapi kemudian dia terdiam sejenak karena penasaran, siapa kira-kira orang yang ingin Clara temui. Untuk itu, ia memutuskan untuk mengikuti wanita itu diam-diam.
Henry menyamar agar Clara tidak mengenalinya. Dia mengikuti mobil Clara dengan jarak yang cukup jauh. Namun saat melihat mobil Clara berhenti di depan rumah sakit besar di New York, rasa penasaran Henry semakin besar.
"Apa teman kencannya bekerja di rumah sakit ini? Atau jangan-jangan Clara sakit?" ucapnya bermonolog saat melihat Clara masuk ke rumah sakit tersebut. Clara berhenti di bagian resepsionis dan tidak lama kemudian, ia pergi ke ruangan salah satu dokter di sana.
"Apa yang Clara lakukan disana? Apa dia benar-benar sakit?" gumam Henry
Sementara itu, Saat ini Clara tengah berhadapan langsung dengan dokter Samuel. "Selamat pagi Dok. Aku orang yang menghubungi anda sebelumnya." seru Clara
"Oh.. Mrs. Clara." ucap dokter Samuel yang dijawab anggukan oleh Clara.
Wanita itu langsung memberikan hasil rekam medis milik Michael pada dokter Samuel dan berkata, "ini milik temanku. Aku ingin tahu, bagaimana kondisinya sebenarnya dan separah apa cidera yang ia dapat."
Dokter Samuel tampak membaca hasil rekam medis tersebut dengan serius. Dia menganggukkan kepalanya dan memberikan kembali berkas tersebut pada Clara. "Jadi bagaimana dok?" tanya Clara
"Cidera di kepala bagian belakang teman anda cukup parah. Dan ada keretakan di beberapa tulang punggung dan pinggang. Hal itu bisa menyebabkan teman anda cacat. Tapi masih bisa diatasi dengan terapi. Dan untuk cidera di kepalanya bisa memicu patah tulang tengkorak, kerusakan pembuluh darah, koma atau yang lebih parah kematian otak."
"Tapi dok, temanku sekarang baik-baik saja, namun dia mengalami amnesia dan tidak ingat dengan siapapun." seru Clara
"Hal itu sering terjadi. Tapi melihat hasil medis teman anda, sepertinya membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan ingatannya. Tapi sepertinya ini hasil setelah mengalami kecelakaan. Apa tidak ada hasil medis lain? Mungkin sebelumnya teman anda melakukan terapi atau pemeriksaan lebih lanjut. Kita bisa tahu sejauh mana perkembangan kondisi teman anda " terang dokter Samuel lagi
Clara menggelengkan kepalanya pelan. Hanya ini yang Ainsley berikan padanya. Dia bilang tidak menemukan surat lain yang artinya selama ini Charlie tidak pernah melakukan terapi atau pemeriksaan lebih lanjut. Atau jangan-jangan di sembunyikan di tempat lain oleh Daisy?
"Sepertinya aku harus mengatakan hal ini pada Ainsley." batin Clara. Dia mengucapkan terimakasih pada dokter Samuel dan pamit undur diri. Mungkin lain waktu jika temannya memberikan hasil medis lain, dia akan berkunjung kembali.
Clara keluar dari ruangan dokter Samuel dan menghubungi Ainsley. Dia akan meminta Ainsley untuk mencari hasil medis Charlie yang lain agar bisa mengetahui perkembangan kondisi pria itu saat ini.
"Halo Ainsley, ada yang ingin aku bicarakan." ucap Clara saat sambungan teleponnya terhubung dengan Ainsley
"Ada apa Ra?" tanya Ainsley diseberang sana. Namun mendengar suara Ainsley yang terdengar berbeda, membuat Clara mengerutkan keningnya heran.
"Kau kenapa Ainsley? Kau menangis?" tanya Clara
"Daisy memecat ku, Ra. Padahal aku baru saja merasakan kebahagiaan karena bisa dekat dengan Charlie." ucap Ainsley dengan suara serak
"Oh my God!! Kenapa bisa seperti itu?"
Ainsley menceritakan jika Daisy sudah mengetahui identitasnya. Entah bagaimana wanita itu bisa tahu, Ainsley belum menyelidikinya. Namun karena hal itu juga, dia di pecat dan tidak bisa dekat dengan suaminya lagi.
"Wah.. Dia hebat juga bisa tahu identitas mu. Apa dia seorang detektif handal? Bukankah identitas setiap anggota FBI di rahasiakan negara?" seru Clara curiga
"Dia tidak menyebutkan siapa aku, tapi dia tahu namaku. Aku juga tidak tahu tapi dia berada di New York selama 3 hari dan aku yakin dia mencari tahu tentang diriku selama berada disana." sahut Ainsley
"Ya, kau benar. Tapi aku masih penasaran, dari mana dia tahu identitas mu." untuk sesaat keduanya terdiam. Memang itu terdengar aneh. Walaupun Ainsley sudah keluar dari FBI, namun identitasnya masih di rahasiakan negara. Bahkan tetangga Ainsley tidak tahu menahu tentang pekerjaan Ainsley dan Charlie. Lalu bagaimana Daisy bisa tahu? Atau jangan-jangan dia mendengar tentang keduanya dari orang lain?
"Oke, kita lupakan sejenak masalah itu. Aku menelepon mu karena aku ingin memberitahu hasil rekam medis milik Mr. Walker." Clara mengatakan hal yang sama seperti yang dokter Samuel katakan padanya. Dia juga meminta Ainsley untuk mencari hasil medis Charlie lainnya. Namun karena Ainsley sudah di pecat maka hal itu akan sangat sulit dilakukan. Tapi bukan berarti Ainsley tidak akan mencarinya.
"Baik Ra, aku akan berusaha mencarinya. Terimakasih sebelumnya." ucap Ainsley
"Santai saja. Inilah gunanya sahabat." Clara mengakhiri pembicaraan mereka dan kembali ke markas.
Tapi sayangnya Clara tidak sadar jika ada seseorang yang mendengar apa yang ia katakan ditelepon. Dia adalah Henry
"Charlie?? Dia tadi menyebut nama Charlie, bukan? Aku yakin tidak salah dengar." gumam Henry. "Sepertinya aku harus mencari tahu." Henry menghubungi seseorang untuk mencari tahu dimana dan dengan siapa Ainsley berlibur? nanti dia sendiri yang akan memastikan apakah orang yang Clara maksud adalah Charlie Walker atau bukan.
...----------------...
Cukup lama orang suruhan Henry tidak memberi kabar. Dia terlihat sudah tidak sabar untuk memastikan. Hingga tidak berselang lama, ponselnya berbunyi.
Henry buru-buru meraih ponselnya dan mengangkat sambungan telepon tersebut, "Katakan!!"
"Wanita itu berlibur seorang diri di Manhattan." ucap seseorang di seberang sana. Dan setelah dia menyebutkan alamatnya, Henry segera memutuskan sambungan telepon tersebut dan bergegas pergi ke Manhattan.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Akhirnya Henry sampai di Manhattan. Dia langsung mencari alamat dimana Ainsley tinggal. Namun saat bertanya pada pemilik toko tentang alamat yang anak buahnya berikan padanya, tiba-tiba dia di kejutkan dengan seorang pria yang sangat ia kenal.
"C-charlie?? Di-dia masih hidup?" lirih Henry. "Ini tidak mungkin." Henry tidak oercaya dengan apa yang dia lihat. Dia bahkan mengucek matanya untuk memastikan.
"Dia benar-benar Charlie." Henry tidak langsung menyapa Charlie. Namun dia bersembunyi dan menghubungi seseorang.
"Halo John, Dia masih hidup."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚝𝚛𝚢𝚝𝚊 𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚋𝚔𝚗 𝚔𝚊𝚠𝚊𝚗..𝚋𝚑𝚢𝚊
2023-11-06
1
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
dah penasaran aku tpi nanti lah sambung baca lagi mau isi tenaga dulu🤭
2023-09-23
0
jenny
whaaaat???
kurang ajar!!
ada musuh dalam selimut.
2023-09-19
0