Pagi harinya. Seperti biasa Ainsley datang ke rumah Michael untuk bekerja. Namun baru saja ia masuk, ia sudah di suguhkan dengan kemesraan kedua majikannya. Walaupun mereka bermesraan hanya lewat telepon, namun nyatanya hal itu membuat telinga Ainsley panas. Apalagi Michael mengaktifkan load speaker sehingga Ainsley bisa mendengar jelas pembicaraan mereka.
"Dasar menyebalkan. Aku yakin dia pasti sengaja melakukan hal itu agar aku mendengar pembicaraan mereka." gerutu Ainsley dalam hati. "Padahal baru sehari mereka berpisah, tapi mereka bersikap seolah sudah terpisah lama." gerutunya lagi
"Aku mual." Ainsley menutup mulutnya jijik mendengar kata-kata mesra yang Daisy ucapkan. Dia merasa jika dia dulu tidak seperti itu saat berpisah dengan Charlie karena pekerjaan. Atau dirinya yang terlalu kolot. Entahlah, yang jelas dia merasa tidak nyaman dengan yang wanita itu ucapkan
"Ouh.. baby, kau bisa saja. Aku jadi semakin merindukanmu."
Salah satu kalimat yang membuat telinga Ainsley panas, keluar dari mulut Daisy. Sangat menjijikkan. Wanita itu berbicara dengan nada mendesah seperti tengah bercinta. Apa dia benar-benar haus akan belaian?
Sementara Michael hanya tersenyum risih setiap menanggapi ucapan Daisy. Sesekali dia melirik Ainsley yang berada tidak jauh darinya. Dia merasa tidak enak dengan Ainsley karena harus mendengar pembicaraan mereka. Tapi mau bagaimana lagi, semua ini adalah permintaan Daisy. Entah mengapa tiba-tiba, pagi-pagi sekali dia sudah menelepon.
Awalnya yang mereka bicarakan cuma hal biasa, namun setelah Ainsley datang, nada bicara Daisy berubah manja yang membuat dia tidak nyaman.
"Ini sudah hampir siang Daisy, apa kau tidak bekerja?" tanya Michael. Dia ingin segera mengakhiri pembicaraan mereka.
"Iya honey. Aku sedang bersiap. Sebentar lagi aku harus berangkat bekerja."
"Kalau begitu, lekaslah bersiap!! Jika sambil menelepon, nanti kau bisa terlambat."
"Baiklah kalau begitu. Aku tutup dulu teleponnya ya."
Michael menghela nafas panjang setelah sambungan telepon mereka terputus. Dia melirik kearah Ainsley sebentar yang menyajikan makanan di meja makan. Rasanya dia ingin mendekat dan menikmati makanan buatan Ainsley. Namun dia cukup malu karena Ainsley pasti mendengar pembicaraan mereka. Jadi dia memilih masuk ke kamarnya untuk menghilangkan rasa canggung nya. Lagipula dia juga harus mandi. Dan semoga nanti, mereka tidak canggung saat saling bertatapan
Ainsley menatap punggung Michael yang menghilang di balik pintu. dia sangat ingin memanggilnya dan mengatakan jika makanan sudah siap. Namun dia merasa canggung untuk melakukannya.
"Hah.. Semua ini gara-gara wanita gila itu " sungut Ainsley. Dia melirik sekilas cctv yang ada di sudut ruang makan tersebut. Dia tersenyum sinis karena tahu semua tidak sesederhana itu. Dia yakin Daisy melakukan hal itu bukan sekedar pamer tapi wanita itu juga mengawasi mereka melalui cctv untuk mengecek apakah cctv itu berfungsi dengan baik atau tidak.
"It's time, Daisy." Seringai Ainsley
...----------------...
Daisy masih mengawasi gerak-gerik Ainsley melalui cctv. Dan semua terlihat normal dan wanita itu juga tidak melakukan hal yang mencurigakan. Jadi, apakah benar kamera cctv yang ia beli rusak kemarin? Tapi sekarang semua sudah berjalan normal, sebagaimana mestinya.
"Apa aku yang salah atau cctv nya yang rusak? Tapi aku yakin yang terekam kemarin sangat berbeda dengan apa yang Michael katakan, seolah cctv di rumah sudah di retas seseorang. Dan sekarang semua sudah normal. Atau jangan-jangan memang ada yang meretasnya? Apa itu, Ainsley?" gumam Daisy
Matanya tidak lepas dari layar laptopnya dan semua terlihat normal. Namun, tidak berapa lama setelah itu layar cctv di rumahnya tiba-tiba berubah kabur dan tidak jelas. Daisy mengumpat. Dia mencoba melihat cctv di ruang yang lain dan hasilnya sama saja.
"Brengsek!! Kenapa jadi seperti ini?" umpat Daisy. Semua cctv yang ia pasang mengalami hal yang sama. Terkadang menyala normal tapi tidak lama kemudian terjadi gangguan. Layar menjadi kabur dan tidak jelas.
"Apa cctv nya rusak? Padahal aku membeli produk yang terbaik. Benar-benar sial!! Aku merasa tertipu." umpat Daisy kesal
"Sepertinya nanti aku harus melakukan protes ke perusahaan pembuat cctv itu." Daisy mendengus kesal karena cctv nya rusak dan dia tidak bisa melihat apa yang terjadi di rumahnya. Untuk itu dia mengirim pesan pada Michael untuk memberitahunya apa saja yang ia lakukan agar dia tenang saat bekerja.
Daisy tidak tahu jika semua itu adalah ulah Ainsley. Dia meminta Clara untuk membuat cctv di sana tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga Daisy akan mengira jika cctv nya rusak. Jadi dia bisa terhindar dari kecurigaan. Dengan begini, dia tidak perlu repot menyabotase cctv tersebut dan Ainsley bisa bergerak bebas mendekati Michael.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
jenny
terus ditunggu kelanjutannya
2023-09-16
0