Ainsley mendatangi salah satu rumah besar di Manhattan. Dia menemui Dokter untuk berkonsultasi.
"Selamat sore dok." sapa Ainsley
"Selamat sore nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter
"Iya. Aku ingin bertanya. Temanku mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu yang menyebabkan dia amnesia. Apa ada cara untuk memulihkan ingatannya dok?" tanya Ainsley
"Begini nona. Amnesia karena kecelakaan biasa di sebut amnesia pascatrauma atau PTA. Biasanya jenis amnesia ini melibatkan amnesia Retrograde, anterograde atau keduanya. Amnesia pascatrauma dapat terjadi selama proses pemulihan setelah stroke, trauma kepala atau koma. Dan lamanya pasien mengalami amnesia akan menunjukkan tingkat keparahan cedera otak."
"Untuk saat ini pengobatan penderita amnesia bisa dilakukan dengan cara terapi okupasi, terapi kognitif, pemberian vitamin, suplemen atau obat khusus penderita amnesia dan perubahan gaya hidup. Tapi untuk kesembuhannya, sekali lagi itu tergantung tingkat keparahan cidera yang penderita alami." terang dokter
Ainsley mengangguk paham. Dia tidak tahu hasil pemeriksaan Michael . Jadi dia tidak tahu seberapa parah cidera yang Michael alami. Namun mendengar penjelasan dokter, Ainsley teringat dengan obat yang dia ambil. Dia mengeluarkan dua butir obat yang berbeda dan memperlihatkannya pada dokter.
"Temenku mengkonsumsi obat-obat ini dok. Aku juga sudah memotret nama obat tersebut." Ainsley mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan nama kedua obat tersebut. Namun tiba-tiba raut wajah dokter berubah setelah melihatnya.
"Anda memberikan obat-obat ini pada teman anda?" tanya dokter
"Tidak dok, bukan aku. Aku mengunjungi temanku yang mengalami amnesia karena kecelakaan. Tapi saat mencoba mengingat masa lalunya, tiba-tiba dia mengeluh sakit kepala dan dia memintaku mengambilkan obatnya. Dan ajaibnya, setelah meminum kedua obat ini, sakit kepala hilang." terang Ainsley
"Begini nona. Lebih baik beritahu teman nona untuk berhenti mengkonsumsi obat-obat ini karena obat-obat ini cukup berbahaya. Dan bukan menyembuhkan tapi justru menghambat pemulihan ingatan teman anda."
Ainsley tidak terkejut mendengar penjelasan dokter. Dari awal dia sudah menduganya jika Daisy tidak ingin ingatan Michael kembali.
Beruntung karena dia mengetahuinya. Jadi dia bisa mengambil tindakan. Dia meminta resep obat dari dokter untuk Michael . Besok dia akan mengganti isi dari obat Michael. Dengan begitu Daisy tidak akan curiga dan mengira jika Michael masih mengkonsumsi obat yang sama.
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Ainsley memilih untuk pulang. Dia masih harus meretas cctv di rumah Daisy dan menyabotasenya untuk tiga hari kedepan agar dia bisa leluasa berbicara dengan Michael.
Sesampainya di rumah, Ainsley membersihkan diri baru kemudian dia mengotak-atik laptopnya dan meretas cctv di rumah Daisy. Dia beruntung karena Daisy juga memasang cctv di kamarnya dan kamar Michael. Jadi dia bisa tahu apa saja yang mereka lakukan.
Ainsley meminum jus buahnya sambil menatap ke layar laptopnya. Dia memperbesar volume agar bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Namun saat tengah serius, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ternyata ada panggilan dari sahabatnya, Clara.
"Kebetulan sekali." Ainsley mengangkat sambungan telepon dan menyapa sahabatnya. "Apa kabar Ra? Ada apa menghubungi ku?" tanya Ainsley
"Apa harus ada alasan untuk menghubungi mu, hah?" gerutu Clara di seberang sana
Ainsley tertawa mendengar sahabatnya yang kesal. "Oke, maaf. Aku hanya bercanda."
"Sama sekali tidak lucu." gerutu Clara lagi. "O ya, besok aku cuti. Apa kau boleh mengunjungi mu? Aku penasaran dengan pria yang bernama Michael. Apa dia benar-benar Mr. Walker?"
"Tentu saja boleh. Aku akan mengirimkan alamatnya nanti. Tapi jika kau sudah sampai di sini, jangan langsung menemui ku karena aku tidak mau Michael curiga."
"Tenang saja. Semua aman. Kalau begitu, sampai jumpa besok." Clara memutuskan sambungan teleponnya. Sementara Ainsley kembali mengawasi Daisy dan Michael melalui cctv yang terhubung ke laptopnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments