Waktu terus berlalu. Tidak terasa hari sudah sore. Pekerjaan Ainsley sudah selesai dan dia juga sudah menyiapkan makan malam sehat untuk Michael dan meletakkannya di meja makan. Dan sekarang, dia akan berpamitan pada Michael untuk pulang karena sahabatnya akan datang berkunjung.
"Sir, pekerjaan ku sudah selesai. Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Ainsley didepan pintu kamar Michael.
Ya, sedari tadi Michael tidak keluar dari kamar kecuali saat makan siang. Padahal dia sangat ingin mengobrol dengan pria itu. Tapi mungkin karena keadaannya kurang baik. Itu sebabnya Michael beristirahat di kamar. Apalagi tadi Michael sempat pingsan.
"Sir!!" panggil Ainsley lagi
Michael membuka pintu dan menatap Ainsley yang berdiri di depannya. Rasanya dia tidak rela Ainsley pergi. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak mungkin mencari alasan agar Ainsley tetap tinggal karena dia tidak mau wanita itu mendapat masalah.
"Saya sudah menyiapkan makan malam. Dan pekerjaan saya juga sudah selesai. Apa anda membutuhkan sesuatu yang lain sebelum saya pulang?" tanya Ainsley
"Jangan pulang!!" ingin rasanya Michael mengatakan hal itu. Tapi dia hanya bisa menyampaikannya dalam hati saja. "Astaga Mich!! Kau sudah gila." batin Michael
"Baiklah, kau boleh pulang. Terimakasih sebelumnya." seru Michael
Ainsley mengangguk dan bergegas pulang. Dia tidak mau Clara terlalu lama menunggu. Apalagi sahabatnya itu mengirim pesan jika sudah sampai didepan rumahnya.
"Clara!!" Ainsley melambaikan tangannya saat melihat sahabatnya berdiri di seberang jalan, tepat di depan rumahnya. Dia melihat kanan kiri, baru setelahnya dia menghampiri Clara.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Ainsley, memeluk Clara
"Aku baik. Kau sendiri?"
"Seperti yang kau lihat."
"Ya, kau terlihat lebih baik dari sebelumnya. Apa karena pria yang mirip dengan Mr. Walker?" goda Clara
Ainsley hanya tersenyum. Dia hendak menyangkal ucapan sahabatnya, namun ia justru dikejutkan oleh seseorang yang memanggil namanya.
"Ainsley !!"
Deg
Ainsley menoleh perlahan dan melihat Michael berdiri tidak jauh di belakangnya. "S-sir, a-apa yang kau lakukan disini?" tanya Ainsley terbata
Michael mendekat dan menatap curiga kedua wanita itu. "Siapa dia?" tanya Michael menunjuk wanita di samping Ainsley. Setelah Ainsley pergi, Michael mencoba menahan diri untuk tidak menyusulnya. Namun kedua kakinya justru tidak bisa di ajak kompromi. Dia berlari keluar dan menemukan Ainsley yang berpelukan dengan seorang wanita.
Michael merasa curiga. Bukankah Ainsley pendatang disini dan tidak mengenal siapapun? Lalu siapa wanita ini? Pikir Michael
"Di-dia.. Dia polisi yang menangani kasusku, sir. Kebetulan dia sedang tidak bertugas dan tanpa sengaja kami bertemu disini." seru Ainsley bohong
Michael menyipitkan matanya menatap Clara dari atas sampai bawah. Dari gaya penampilannya cukup meyakinkan dan membuat Michael percaya.
"O.. Lalu bagaimana perkembangannya?" tanya Michael
"Kami baru bertemu dan saya juga belum menanyakannya."
"Ya sudah, kalian lanjutkan saja." Michael memilih pulang. Awalnya dia ingin mengantar wanita itu pulang. Namun karena ada orang lain lebih baik dia mengurungkan niatnya.
Ainsley menghela nafas lega. Dia menatap Clara yang tidak berkedip menatap Michael. "Jaga mata!!" ucap Ainsley sambil mengusap wajah Clara.
"Dia sangat mirip dengan Mr. Walker, Ainsley. Tidak, bahkan suara dan postur tubuhnya juga sama." ucapnya tidak percaya.
"Dasar bodoh. Dia memang Charlie. Nanti akan aku ceritakan. Sekarang, ayo masuk!!" Ainsley menarik Clara masuk ke rumahnya setelah Michael tidak terlihat karena dia tidak ingin pria itu tahu jika dia tinggal di depan rumahnya.
...----------------...
Sementara itu di New York, Daisy merasa tidak tenang. Dia terus memikirkan Michael karena takut jika Michael akan tergoda pada Ainsley. Untuk itu dia terus mengecek cctv di rumahnya. Namun melihat keduanya yang tidak ada interaksi sama sekali membuatnya menghela nafas lega.
"Syukurlah Michael mendengarkan perkataan ku." ucapnya bermonolog
Ya, sebelum Daisy pergi, dia berpesan pada Michael untuk tidak dekat-dekat dengan Ainsley. Dia mengatakan jika Michael harus menjaga jarak saat berada di ruangan yang sama dengan Ainsley. Tapi melihat rekaman cctv yang terhubung di laptopnya, Daisy merasa lega. Dan dia bisa mengerjakan pekerjaannya dengan tenang sampai selesai.
"Setelah ini kau boleh kembali ke hotel terlebih dahulu. Aku masih ada janji dengan Tuan Mark." seru James
"Baik sir." Daisy tersenyum senang karena bisa pulang lebih awal. Dia memberesi berkas-berkas yang ada di mejanya dan bersiap untuk kembali ke hotel, tempat ia menginap.
Daisy memilih berjalan kaki untuk kembali ke hotel karena jarak dari proyek yang mereka kerjakan tidak jauh dari hotel. Dan setelah sampai di kamarnya, dia bergegas membersihkan diri karena dia ingin segera menghubungi Michael.
"Halo Mich, aku merindukanmu." seru Daisy setelah teleponnya tersambung dengan Michael. Dia menelepon Michael sambil mengawasinya melalui cctv. Dan terlihat Michael tengah berdiri di balkon sambil menjawab telepon darinya
"Aku juga merindukanmu, sayang." sahut Michael
"Apa saja yang kau kerjakan hari ini?" tanya Daisy.
"Tidak ada. Aku hanya mengurung diri di kamar. Aku keluar hanya saat makan siang saja." Seru Michael . "O iya, tadi kepala ku sempat sakit. Tapi untungnya ada Ainsley yang membantuku." ucapnya lagi
Daisy tampak terdiam. Jelas-jelas dia melihat jika Michael menonton film di ruang santai sedangkan Ainsley membersihkan ruangan lain. Tapi kenapa Michael mengatakan jika dirinya mengurung diri di kamar?
"Halo Daisy, kau mendengar ku?" tanya Michael
"O-oh iya, aku mendengar mu, Mich. Kalau boleh tahu, jam berapa kau merasa sakit di kepalamu?"
"Tidak lama setelah kau pergi."
Deg
Daisy terkejut mendengarnya. Dia segera mengotak-atik laptopnya dan memutar kembali rekaman cctv beberapa saat setelah ia berangkat tadi pagi. Dan hasilnya, Michael duduk di ruang santai dengan televisi yang menyala.
"Kenapa bisa begini? Apa cctv nya rusak? Atau ada yang meretasnya?" batin Daisy curiga. Dia kembali bertanya apa yang Michael lakukan di dalam kamar. Dan Daisy mencocokkan ucapan Michael dengan rekaman cctv yang ia lihat.
"Ini sangat aneh. Sepertinya ada yang meretasnya." batin Daisy. Apa mungkin itu, Ainsley ?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
aishh mich mulutmu sangat tidak mendukung tau ga hah!
2023-09-16
0