Keesokan harinya, Ainsley sudah selesai bersiap untuk memulai aktivitasnya yang baru yaitu menjadi pembantu di rumah suami amnesianya. Tidak masalah, dia akan pelan-pelan membantu mengembalikan ingatan suaminya itu.
Hal pertama yang akan dia lakukan adalah membuat Daisy percaya jika Michael tidak mungkin tergoda olehnya dengan penampilannya yang culun. Lalu dia akan memasang beberapa spy camera di berbagai sudut untuk mengawasi mereka saat dia tidak ada di sana.
Ya, melihat masa lalu Daisy, Ainsley bisa menebak jika Daisy pasti mempunyai kekhawatiran dan ketakutan Michael akan meninggalkannya. Untuk itu dia berpenampilan seperti saat dia pertama kali bertemu dengan Charlie. Selain untuk mengingatkan Charlie, dia ingin meyakinkan Daisy agar wanita itu tidak perlu takut Michael akan menyukainya. Karena jika dia berpenampilan cantik, pasti Daisy akan langsung menolaknya.
"It's show time." gumam Ainsley. Dia mengambil tas murahnya dan pergi ke rumah Daisy.
Hanya beberapa langkah, Ainsley sudah sampai didepan rumah Daisy. Dia mengambil nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Baru setelahnya dia mengetuk pintu tersebut.
Terlihat Daisy yang membukakan pintu untuk nya dengan wajah yang kurang bersahabat. Ainsley berdecak pelan karena Daisy masih memakai baju tidur. Padahal biasanya dia sudah rapi. Apa hari ini wanita itu tidak pergi?
"Selamat pagi Miss." sapa Ainsley. Tapi Daisy hanya berdehem dan meminta Ainsley untuk masuk.
Ainsley mencoba untuk bersabar dan mengekor di belakang wanita itu.
"Selamat pagi Sir." sapa Ainsley saat melihat Michael tengah meminum kopi hitamnya di ruang tamu
"Pagi Ainsley."
"Jangan tersenyum padanya!!" seru Daisy ketus. Entah larangan itu ia tujukan pada siapa. Yang jelas wanita itu tidak suka ada wanita di sekitar Michael.
"Ini peraturan yang harus kau patuhi. Dan untuk pekerjaanmu sama seperti pembantu pada umumnya. Kau harus membersihkan rumah, mencuci, menyetrika baju, memasak dan lain sebagainya. Apa kau mengerti?" seru Daisy
Ainsley mengangguk paham dan membaca peraturan yang ditulis Daisy untuknya.
"Hari ini aku tidak bekerja. Aku ingin lihat cara kerjamu. Jika memuaskan, kau bisa bekerja di sini. Tapi jika tidak, besok kau tidak perlu kembali." Daisy duduk di samping Michael dengan gaya angkuhnya. "Sana mulai bekerja!!" perintahnya
"Ba-baik Miss." Ainsley menaruh tasnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya dengan membersihkan rumah. Pagi ini mereka sudah makan jadi dia tidak perlu memasak.
Ainsley mengepel lantai di ruang tamu, di mana Michael dan Daisy tengah bercanda berdua. Hati Ainsley panas. Dia menggenggam erat gagang pel di tangannya. Ingin rasanya dia memukul wanita itu. Tapi sekali lagi dia harus bersabar melihat kemesraan mereka. Dia hanya berharap, Michael dan Daisy tidak melakukan hal lebih. Dia tidak bisa membayangkan, apa yang akan dia lakukan jika Charlie mengkhianatinya. Tapi semua juga bukan salah Charlie karena dia mengalami amnesia.
Ainsley memilih pergi ke dapur untuk mencuci piring bekas mereka makan. Dia tidak kuat melihat kemesraan mereka. Tapi dia harus bertahan
"Come on Ainsley !! Kau harus kuat." gumamnya menyemangati diri.
Ainsley benar-benar bekerja keras hari ini agar Daisy puas dan mau menggunakan tenaganya. Walaupun dia harus di suguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya panas, tapi dia akan tetap pada rencana awal.
Seperti saat ini, setelah selesai makan Daisy dan Michael memilih untuk beristirahat.
Ainsley merasa sedikit lega karena ternyata kamar mereka terpisah. Dia sempat berpikir Michael dan Daisy tidur di ruangan yang sama tapi ternyata dia salah.
"Thanks Charlie. Aku anggap kau masih menjaga hatimu." batin Ainsley tersenyum. Dia juga di perbolehkan untuk istirahat jika pekerjaannya sudah selesai. Tapi Ainsley justru mengambil kesempatan untuk memasang spy camera di beberapa sudut yang tidak bisa di temukan.
Sebenarnya dia juga ingin memasang spy camera di kamar Michael dan Daisy agar dia tahu apa yang keduanya lakukan. Mungkin kamar mereka terpisah. Tapi kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.
Setelah selesai memasang spy camera, Ainsley menghubungkannya dengan ponselnya. Dia tersenyum karena semua kamera yang dia pasang, berfungsi dengan baik.
"Dengan begini, aku bisa mengawasi kalian." seringai Ainsley.
...----------------...
Waktu cepat berlalu. Tidak terasa hari menjelang malam. Daisy meminta Ainsley untuk menunggunya di ruang tamu sementara dia mandi.
Ainsley harap-harap cemas, takut Daisy tidak puas dengan pekerjaannya.
"Kenapa kau gugup?" tanya Michael tiba-tiba
"Sir!!" Ainsley tersenyum saat Michael duduk di depannya. Dia melirik kearah jari manisnya dan ternyata Michael masih memakai cincin pernikahan mereka.
Ainsley merasa sangat senang. Diam-diam dia mengusap cincin yang sama di jari manisnya. Tapi tunggu dulu!! Kenapa Michael masih memakai cincin itu? Apa Daisy lupa melepas cincin itu atau dia mengaku jika itu adalah cincin pertunangan mereka? Tapi harusnya Daisy juga memakai cincin yang sama, bukan?
Sejenak muncul kekhawatiran di hati Ainsley. Sepertinya untuk sementara dia harus melepas cincinnya agar Daisy tidak curiga. Bisa gawat jika Daisy tahu dia memakai cincin yang sama seperti yang Michael pakai. Bisa-bisa dia akan di pecat dan kesempatannya untuk membuat Michael ingat jati dirinya akan sia-sia.
"Ada apa Ainsley ? Apa kau sakit?" tanya Michael lagi
"Ti-tidak sir. A-aku hanya takut Miss Daisy tidak menerima ku."
"Kau tenang saja. Kau pasti di terima. Aku lihat kau mengerjakan semua pekerjaan dengan baik."
"Terimakasih sir."
Cukup lama mereka terdiam, hingga Daisy datang dengan selembar kertas. Dia menyodorkan kertas tersebut pada Ainsley untuk ditandatangani.
"Ini adalah surat kontrak yang harus kau tanda tangani. Semua tertera di sana. Mulai dari peraturan, gaji dan sanksi jika kau melanggar." seru Daisy
Ainsley membaca dengan hati-hati. Dia merasa lucu karena inti dari isi surat tersebut adalah wanita itu takut dia akan menggoda Michael.
"Jika kau setuju, kau bisa menandatangani. Jika tidak, kau boleh pergi." ucap Daisy lagi
"Aku setuju Miss." tanpa ragu, Ainsley menandatangani surat tersebut. Dengan begitu, dia resmi di terima bekerja di rumah Daisy.
"Sekarang kau boleh pergi." seru Daisy
Ainsley tersenyum dan berpamitan pada keduanya. Dalam hati dia merasa senang karena semua berjalan lancar. Besok, saat wanita itu tidak ada di rumah, dia akan mencoba membuat Michael mengingat dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments