"Sekarang ceritakan padaku!! Sejauh mana usahamu untuk mendapatkan Mr. Walker kembali?" tanya Clara
Ainsley berdecak pelan. Namun dia mulai menceritakan pada Clara, bagaimana dia bisa masuk ditengah-tengah Michael dan Daisy. Bahkan dia harus menguatkan hatinya saat melihat mereka bermesraan.
Clara mengusap bahu Ainsley yang mulai mengeluarkan air matanya. Namun yang lebih membuat Clara terkejut adalah Daisy yang berusaha meracuni Michael dengan memberikan obat agar ingatan Michael tidak akan pernah kembali.
"Oh my God, aku tidak menyangka wanita itu begitu kejam. Dia melakukan hal keji agar ingatan Mr. Walker tidak kembali dan membuatnya tetap disisinya." seru Clara geram
"Ya, tapi beruntung aku mengetahuinya. Jadi saat aku berkonsultasi pada dokter, aku meminta obat yang sesuai untuk penderita seperti Charlie dan menukarnya dengan obat yang Daisy berikan padanya." sahut Ainsley
"Kau memang hebat Ainsley."
"Tentu saja." ucap Ainsley bangga. "O iya." Ainsley mengambil amplop cokelat di dalam tasnya dan memberikannya pada Clara.
"Apa ini?" tanya Clara
"Hasil medis milik Charlie . Aku ingin kau membawanya ke rumah sakit besar di New York. Aku hanya ingin tahu bagaimana kondisi Charlie sebenarnya."
"Tapi sepertinya itu hasil medis pertama kali Charlie mengalami kecelakaan. Aku tidak menemukan surat medis lain di brankas Daisy." lanjut Ainsley
Clara mengangguk paham. Dia membuka amplop tersebut dan melihatnya. Walaupun dia tidak paham, tapi dia sedikit tahu jika cidera yang Charlie alami cukup parah.
"Maaf merepotkan mu, Ra. Aku bisa saja membawanya ke rumah sakit di sini, tapi aku takut tidak ada waktu." seru Ainsley
"Tidak masalah Ainsley. Aku senang bisa membantu mu. Besok aku akan membawanya ke rumah di New York." seru Clara
"Thanks Ra." seru Ainsley tersenyum. Dia beruntung mempunyai sahabat seperti Clara. Sampai dia teringat jika dia belum mengganti sistem operasi cctv di rumah Daisy.
"Gawat!!" Ainsley segera mengambil laptopnya dan mulai mengembalikan sistem kerja cctv di rumah Daisy seperti semula.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Clara
"Aku lupa belum mengembalikan sistem operasi cctv di rumah itu. Aku takut Daisy akan curiga jika aku menyabotasenya seharian penuh. Sebentar lagi pasti dia akan menghubungi Michael." seru Ainsley
Dan benar saja, tidak lama setelah itu mereka melihat Michael berdiri di balkon dan tengah menelepon seseorang.
Ainsley memperbesar volume agar bisa mendengar apa yang Michael bicarakan. Walaupun dia tidak bisa mendengar lawan bicara Michael, tapi setidaknya dari jawaban Michael mereka tahu apa yang mereka bicarakan.
Ainsley dan Clara memasang baik-baik telinga mereka hingga terdengar apa yang Michael katakan pada lawan bicaranya di telepon.
"Tidak ada. Aku hanya mengurung diri di kamar. Aku keluar hanya saat makan siang saja."
"O iya, tadi kepala ku sempat sakit. Tapi untungnya ada Ainsley yang membantuku."
"Tidak lama setelah kau pergi."
Deg
Tepat sesuai dugaannya. Daisy akan menanyakan apa yang Michael lakukan seharian ini. Dan saat ini, pasti Daisy curiga jika ada yang salah dengan cctv di rumahnya.
"Wah, mereka terlihat mesra juga ya saat menelepon." Clara berniat memanas-manasi Ainsley, tapi sepertinya wanita itu sedang memikirkan sesuatu. "Ada apa Ainsley? Apa yang kau pikirkan?" tanyanya
"Aku rasa Daisy mulai curiga jika ada yang salah dengan cctv di rumahnya." sahut Ainsley. Dia nampak terdiam sejenak dan tidak lama kemudian dia menatap Clara. "Aku butuh bantuan mu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments