Bab 7 Ingatan Yang Melintas

Daisy sudah selesai bersiap untuk berangkat bekerja. Dia berpamitan pada Michael dan berpesan pada Ainsley untuk menyelesaikan pekerjaannya dan tidak macam-macam terhadap tunangannya.

Ainsley hanya mengangguk dan tersenyum. Dalam hati, Ainsley menggeram kesal dan menyuruh Daisy untuk segera pergi.

"Aku pergi dulu sayang. Jaga diri baik-baik!!" Daisy mencium sekilas bibir Michael. Dan Ainsley hanya bisa memalingkan wajahnya. Dia mengepalkan tangannya dan menghela nafas untuk meredam emosinya.

"Dan untukmu, Ainsley, jangan macam-macam!!" Daisy pergi setelah mengatakan hal itu sementara Michael merasa tidak enak atas sikap Daisy terhadap Ainsley .

"Maaf Ainsley, dia memang seperti itu. Dia tidak suka jika aku berdekatan dengan wanita lain." seru Michael

"Tidak masalah sir. Miss Daisy seperti itu pasti karena sangat mencintaimu." Ainsley tersenyum manis dan meminta ijin untuk mengerjakan pekerjaannya. Sementara Michael hanya menonton film di ruang santai.

Ainsley penasaran, apa setiap hari Michael selalu seperti ini? Berdiam diri di rumah. Apa pria itu tidak bosan?

Ainsley sangat ingin bertanya tapi selain pekerjaannya masih banyak, ada kamera cctv di ruangan tersebut. Jika dia mendekati Michael, Daisy pasti akan memecatnya karena mengira dirinya menggoda Michael.

"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu." batin Ainsley. Dia nampak memikirkan cara agar bisa mengobrol dengan Michael tanpa diketahui oleh Daisy. Tapi bagaimana caranya?

Untuk sesaat Ainsley terdiam. Hingga dia mendapatkan ide brilian. Bukankah dia mantan FBI? Dia bisa menggunakan kemampuannya untuk meretas cctv di rumah Daisy. Ide yang bagus. Tapi dia membutuhkan laptop. Tanpa laptop, dia tidak akan bisa melakukannya.

"Sial!! Andai ada laptop atau komputer." gumam Ainsley. Dia melihat kesana kemari dan menyeringai saat melihat laptop di dalam lemari kaca. Dia melirik sekilas, ada cctv di sana. Jadi dia harus melakukan sesuatu agar tidak terekam cctv tersebut.

Ainsley mengunyah permen karet. Dia berpura-pura membersihkan ruangan tersebut dan saat ada kesempatan, dia berdiri tepat di bawah cctv itu berada. Dengan begini, dia tidak akan tertangkap kamera cctv.

Ainsley menggunakan buffett untuk pijakan dan dengan cepat dia melompat dan menempelkan permen karet di cctv tersebut.

"Berhasil." seru Ainsley senang. Dia segera mengambil laptop di lemari kaca dan menggunakannya untuk meretas cctv di rumah Daisy sementara. Baru nanti dia akan menggunakan laptop laptopnya sendiri di rumah. Dia akan menghubungkan cctv di rumah tersebut dengan laptopnya. Semakin banyak sudut ruang yang terpasang cctv, semakin dia bisa mengawasi Daisy dan suaminya.

Ainsley mengotak-atik laptop tersebut dan mengatur rekaman sebelumnya untuk sementara waktu. Jadi yang terlihat adalah rekaman yang sama dengan sebelumnya dan semoga saja Daisy tidak menyadarinya. Ainsley mengaturnya sampai 1 jam kedepan karena jika terlalu lama, maka Daisy akan curiga.

"Done!!" Ainsley tersenyum senang. Dia mengembalikan laptop tersebut di tempatnya dan tidak lupa mengambil permen karetnya yang ia gunakan untuk menutup layar cctv. Dan sekarang dia bisa bergerak bebas tanpa takut di pecat oleh Daisy.

Pertama-tama dia berpura-pura membersihkan ruangan di mana Michael berada. Dengan ragu, dia memulai pembicaraan, "Kau tidak bekerja, sir?" tanya Ainsley

"Tidak. Daisy melarang ku bekerja."

"Kenapa begitu?" tanya Ainsley penasaran

"Entahlah!! Dia melarang ku bekerja dengan alasan aku masih sakit. Padahal aku sudah merasa baik dan ingin bekerja. Aku bosan di rumah terus. Dan jika aku ingin keluar, maka aku harus menunggu Daisy pulang." keluh Michael

Ainsley merasa kasihan pada Michael karena pria itu terkekang. Dan kenapa Michael tidak mencoba untuk melawan? Apa Michael merasa berhutang budi karena Daisy sudah merawatnya selama ini?

"Oh iya, kau bilang kekasihmu meninggal karena kecelakaan, bukan?" tanya Michael tiba-tiba

"A-apa? Ma-maksudku iya." Jawab Ainsley

"Kalau boleh tahu, bagaimana dia bisa kecelakaan?" tanya Michael penasaran

Wajah Ainsley berubah sendu. Ingatan nya menerawang pada peristiwa 6 bulan yang lalu. "Dia adalah anggota FBI. Malam itu, dia menjalankan misi untuk menggagalkan penyelundupan narkotika. Tapi saat berhadapan dengan musuh, dia mengalami kecelakaan dan mobilnya masuk ke jurang. Sampai sekarang jasadnya tidak di temukan."

Michael terdiam. Entah kenapa dia seolah pernah mengalami hal yang serupa. Dia memang sakit karena kecelakaan saat perjalanan bisnis. Tapi mendengar cerita Ainsley, entah kenapa dia merasa berada di sana. Bahkan bayangan ledakan dan api yang berkobar memenuhi pikirannya dan hal itu membuat kepala Michael berdenyut sakit.

"Akh..." teriak Michael kesakitan sambil memegang kepalanya

"Ka-kau kenapa sir?" tanya Ainsley khawatir

"Kepalaku, kepalaku sakit sekali." keluh Michael kesakitan

"A-apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba?" Ainsley terlihat panik. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan? Apa hal ini terjadi karena Michael mencoba mengingat sesuatu?

"Tolong obatku!!"

"O-obat? Di mana?"

"Di kamar."

Ainsley buru-buru masuk ke kamar Michael dan mencari obat yang pria itu maksud. Dia membuka satu persatu laci dan menemukan dua botol obat. Ainsley membawa kedua botol obat tersebut dan memberikannya pada Michael.

"I-ini." Ainsley membantu membuka tutup botol obat dan mengeluarkan obat tersebut untuk Michael minum.

Perlahan Michael merasa tenang dan tidak merasa sakit lagi. "Bagaimana keadaanmu, sir?" tanya Ainsley

"Aku tidak apa-apa. Hal ini biasa terjadi. Untuk itu aku harus mengkonsumsi obat ini. Mungkin karena hal ini juga Daisy melarang ku bekerja." Michael menghela nafas panjang dan tersenyum menatap Ainsley , "Thanks Ainsley. " ucapnya lagi

"Sama-sama Sir." Ainsley menghela nafas lega. Dia tidak menyangka jika Michael akan kesakitan seperti ini. Mungkin lebih baik dia berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar hal ini tidak terjadi lagi.

"Aku akan beristirahat di kamar." seru Michael

"Mau ku bantu, sir?"

"Tidak perlu. Aku bisa sendiri." Michael beranjak dan meninggalkan Ainsley yang masih terdiam di sana. Wanita itu merosotkan tubuhnya di lantai. Jantungnya berdetak kencang karena takut terjadi sesuatu pada Michael.

"Syukurlah dia baik-baik saja." gumamnya. Dia berdiri dan hendak melanjutkan pekerjaannya karena sebentar lagi cctv di rumah tersebut akan kembali bekerja seperti semula. Tapi saat Ainsley hendak pergi, ekor matanya tanpa sengaja melihat dua botol obat milik Michael . Dia mengambil kedua botol tersebut dan melihatnya dengan seksama.

Entah mengapa dia penasaran dengan obat Michael. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil masing-masing satu dari kedua obat tersebut yang akan dia gunakan untuk sampel saat berkonsultasi nantinya. Dan dia juga memotret nama obat yang tertera di badan botol menggunakan ponselnya.

"Aku tidak tahu kenapa, tapi semoga ini benar-benar obat untuk penderita amnesia." batin Ainsley

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!