Hari ini adalah hari terakhir Daisy di New York. Jadi setelah pekerjaannya selesai, dia memutuskan untuk membeli oleh-oleh untuk Michael.
Dia merasa sedikit tenang. Walaupun cctv di rumahnya rusak, tapi Michael terus mengirim pesan padanya dan menceritakan apa saja yang ia lakukan seharian.
"Besok pagi aku pulang. Kau mau oleh-oleh apa?" tanya Daisy yang tengah berbicara dengan Michael melalui telepon..
"Aku tidak membutuhkan apa-apa. Asal kau pulang dengan selamat itu sudah cukup bagi ku." jawab Michael
Daisy tersenyum. Walaupun Michael mengatakan seperti itu, tapi dia sudah membuat daftar apa saja yang akan ia beli untuk Michael.
"Baiklah kalau begitu. Aku tutup dulu teleponnya." Daisy memutuskan sambungan telepon dan memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia melihat banyak toko yang berjejer rapi di pinggir jalan. Dia hendak masuk ke salah satu toko tersebut. Namun tiba-tiba dari arah depan, seorang pria berlari kearahnya dan melempar sebuah tas padanya.
Daisy terkejut dan secara refleks menangkap tas tersebut. Namun hal itu justru membuatnya dalam masalah karena pria tadi tengah di kejar polisi.
"Angkat tangan!!" salah satu polisi menodongkan pistolnya pada Daisy sedangkan polisi lainnya masih mengejar pria itu.
"S-sir, aku tidak bersalah." seru Daisy terbata
"Kau bisa menjelaskannya nanti di kantor." polisi tersebut memborgol kedua tangan Daisy tanpa mau mendengar penjelasan darinya
"Apa yang kau lakukan? Aku tidak bersalah. Aku tidak mengenal pria itu." berontak Daisy. Namun kekuatannya tidak sebanding dengan polisi itu. Alhasil ia hanya bisa pasrah saat di giring ke kantor polisi.
...----------------...
Daisy menggeram kesal karena harus mengalami hal sial seperti ini. Dia di tuduh sebagai komplotan pria yang tadi di kejar polisi hanya karena ia memegang barang bukti berupa tas yang ternyata berisi narkotika.
Karena hal itu juga, dia harus berurusan dengan polisi dan dimintai keterangan. Untungnya dia mempunyai bukti dan saksi jika dia tidak ada sangkut pautnya dengan pria itu.
Ya, dia terpaksa menghubungi James selaku manager di perusahaan tempat ia bekerja untuk menjadi saksi jika dia buka komplotan pria itu.
Dia sangat malu. Ini pertama kalinya dia berurusan dengan polisi.
"Kau beruntung Daisy. Tapi aku harap hal seperti ini tidak terulang lagi." seru James
"Thanks sir. Aku janji ini yang terakhir kalinya."
James meninggalkan Daisy begitu saja setelah urusannya selesai. Dia sedang bersantai setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dan berencana minum-minum dengan rekan kerjanya sebagai tanda perpisahan. Namun tiba-tiba dia mendapat telepon dari Daisy dan memintanya untuk datang ke kantor polisi.
Awalnya James marah karena mengira Daisy berbuat ulah. Tapi setelah tahu jika terjadi kesalahpahaman, dia mencoba memakluminya.
"Huh.. Gara-gara hal ini aku jadi tidak bisa membeli oleh-oleh untuk Michael ." gerutu Daisy. Dia hendak pergi dan akan beristirahat saja di hotel karena besok pagi-pagi sekali dia harus pulang. Namun saat dia melewati meja anggota polisi, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan polisi tersebut dengan orang yang memakai seragam FBI.
"Aku penasaran bagaimana kabar Ainsley sekarang?" seru si polisi
"Aku dengar dia pergi berlibur. Yah, kau tahu sendiri kan. Dia kehilangan suaminya saat menjalankan misi dan memilih keluar dari FBI karena tidak percaya suaminya sudah meninggal. Mungkin dia ingin menenangkan diri dan mencoba menerima kenyataan."
"Kau benar. Sangat di sayangkan kapten Charlie Walker meninggal karena kecelakaan. Bahkan jasadnya tidak di temukan. Tim SAR memperluas pencarian dengan mengikuti arus danau namun Mr. Walker tetap tidak ditemukan. Padahal dia agen FBI yang paling di segani. Aku saja mengidolakannya."
"Ya, mau bagaimana lagi, itulah resiko kita menjadi menjadi penegak hukum."
Pembicaraan mereka membuat Daisy tertegun. Ingatan nya kembali pada saat pertama kali ia menemukan Michael. Saat itu, Daisy menemukan seorang pria dengan seragam FBI, terdampar dipinggir danau dengan keadaan yang sangat memprihatikan. Dia terluka sangat parah.
Awalnya Daisy takut dan mengira pria itu sudah mati. Dia bahkan hendak melapor ke polisi. Namun dia memberanikan diri untuk memeriksanya dan ternyata pria itu masih bernafas.
Daisy membawanya ke rumah untuk diobati. Namun karena lukanya yang sangat parah, akhirnya Daisy membawanya ke rumah sakit. Tentu saja dia sudah mengganti baju pria itu karena takut sesuatu akan terjadi padanya jika ada yang tahu dia menyelamatkan seorang agen FBI.
Namun setelah dia perhatikan, pria itu mempunyai wajah yang tampan. Dan hal itu membuatnya teringat dengan tunangannya yang bernama Michael yang meninggal karena kecelakaan saat melakukan perjalanan bisnis.
Daisy mulai jatuh cinta pada pria itu dan merawatnya dengan sepenuh hati. Apalagi dokter memvonis pria itu mengalami amnesia. Daisy langsung memberi nama Michael pada pria itu dan mengatakan jika dia adalah tunangannya.
Tapi sekarang dia justru mendengar cerita yang yang mengingatkan akan hal itu. "Apakah yang mereka bicarakan itu, Michael??" batin Daisy . "Lalu siapa Ainsley yang mereka maksud? apakah Ainsley yang saat ini bekerja di rumahku? Tapi Michael bilang wanita itu berasal dari California." Daisy mulai curiga. Dia penasaran seperti apa wajah agen FBI yang mereka bicarakan
"Apa yang kau lakukan disini?" tegur salah satu polisi yang melihat Daisy terdiam di dekat meja salah satu anggotanya.
"Ma-maaf Sir. Aku akan segera pergi." Daisy berjalan cepat, keluar dari tempat itu dengan pikiran yang tidak menentu. Dia mulai menyusun setiap kejadian setelah Ainsley datang.
Entah bagaimana tiba-tiba Michael mengenal Ainsley dan menawarkan pekerjaan pada wanita itu. Dia mengaku berasal dari California dan tengah berlibur di Manhattan. Namun dia mengalami insiden yang membuat semua uangnya raib. Itu sebabnya dia membutuhkan pekerjaan agar bisa pulang ke asalnya
"Sepertinya semua ini bukan kebetulan. Aku harus mencari tahu." Daisy mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang Ainsley dan Charlie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
jenny
waaah... ternyata Daisy gercep juga yaa??
2023-09-18
0