Diam-diam Ainsley menyewa sebuah rumah yang dekat dengan rumah Michael dan Daisy. Dia mengawasi keduanya sebelum menjalankan rencananya untuk masuk ke kehidupan keduanya demi merebut kembali cintanya.
Sudah 3 hari ia mengintai kegiatan sehari-hari keduanya dan mencari celah untuk bertemu dengan Michael saat Daisy tidak ada. Dia akan meminta maaf atas kesalahpahaman kemarin saat ia bertemu dengan Michael. Anggap saja dia salah orang. Baru setelahnya dia akan memohon pada Michael untuk dicarikan pekerjaan. Hal itu dia lakukan agar ia bisa lebih dekat dengan Michael. Ide yang sempurna.
Saat ini Ainsley mengawasi Michael melalui teropong kecilnya. Dia melihat pria itu yang menikmati sarapannya dengan Daisy. Dan sepertinya wanita itu hendak pergi karena terlihat berpakaian sangat rapi. Jika benar, maka ini kesempatan bagus untuknya menemui Michael.
"Come on bitc*!! Cepatlah pergi!!" gumam Ainsley
Dia sangat geram saat mendapat informasi tentang Daisy dari Clara. Ternyata Daisy mempunyai tunangan bernama Michael. Tapi Michael meninggal karena kecelakaan saat melakukan perjalanan bisnis. Daisy sangat terpukul. Bahkan dia bersikap seperti orang gila karena kehilangan orang yang dia cintai.
Tapi suatu hari dia menemukan seorang pria terdampar di tepi danau dengan luka yang cukup parah. Daisy membawanya ke rumah sakit dan karena keuangannya yang menipis, Daisy memutuskan untuk merawat pria itu di rumah.
Dari situ Daisy teringat dengan tunangannya yang sudah meninggal. Dia bahkan membayangkan jika pria yang saat itu terbaring lemah adalah Michael, tunangannya.
Tapi sepertinya Daisy beruntung karena saat pria itu sadar, pria itu justru tidak ingat identitasnya. Dan Daisy memanfaatkan keadaan pria itu dengan mengatakan jika dia adalah tunangan Daisy dan bernama Michael.
Dan ya, pria itu adalah Charlie.
Ainsley sangat marah. Niat untuk merebut kembali suaminya semakin besar. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan sumber kehidupannya kembali.
Cukup lama Ainsley mengawasi keduanya. Dan tidak berapa lama, Daisy terlihat keluar dari rumah tersebut. Sepertinya wanita itu pergi bekerja. Dan sekarang saatnya Ainsley untuk beraksi.
Ainsley merubah penampilannya seperti saat pertama kali mengenal Charlie dengan rambut yang terurai dan kacamata yang membuatnya terlihat polos.
Ya, seperti itulah penampilan Ainsley dulu. Penampilan polos yang membuat Charlie tertarik padanya saat pertama kali bertemu di akademi FBI.
Ainsley selalu di bully oleh teman-temannya karena penampilannya. Tapi Charlie yang saat itu adalah senior Ainsley , selalu memberinya semangat. Dan seiring berjalannya waktu, Ainsley mampu menyusul Charlie dan bergabung di tim yang sama dengan Charlie. Kedekatan mereka membuat benih cinta tumbuh di hati mereka hingga mereka memutuskan untuk menikah.
Ainsley menitikkan air matanya mengingat kenangan indah dulu. Tapi dia buru-buru menghapus air matanya saat mendengar keributan di luar.
Dia menengok dari balkon dan melihat Michael yang mencoba melerai perkelahian antar pemuda. Ainsley tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera turun untuk menemui Michael.
Ainsley berdiri di antara orang-orang yang menyaksikan perkelahian tersebut. Sebenarnya dia khawatir dengan Michael, Tapi untungnya perkelahian itu bisa di atasi. Dan saat semua orang membubarkan diri, Ainsley berjalan mendekati Michael dan berpura-pura menabrak pria itu.
"Ma-maaf aku, sir." seru Ainsley
"Tidak masalah. Lain kali berhati-hatilah." sahut Michael
Ainsley menatap Michael penuh rindu. Tapi dia mengesampingkan perasaannya dan mengutamakan tujuannya terlebih dahulu.
"Bukankah kau, pria yang kemarin?" tanya Ainsley
Michael tampak mengerutkan keningnya. Dia seolah mengingat-ingat wanita yang saat ini berdiri di depannya. Tapi karena penampilan Ainsley yang berbeda, membuat Michael tidak mengenalinya.
"Kita bertemu di pantai beberapa hari yang lalu. Dan kau juga mengusirku." ucap Ainsley mengingatkan
"Ah.. ternyata kau. Mau apa lagi kau, hah? Sudah aku katakan berulang kali jika aku bukan...."
"Aku minta maaf." sela Ainsley. "Aku salah mengenali orang. Kekasihku belum lama ini meninggal karena kecelakaan. Aku sangat terpuruk. Untuk itu aku memutuskan untuk pergi agar bisa melupakan semua tentangnya."
"Kau memang mirip dengan kekasihku yang sudah meninggal. Tapi setelah aku pikir-pikir, kalian sangat berbeda. Untuk itu aku ingin minta maaf padamu." lanjut Ainsley
Sejenak Michael merasa iba. Tapi tidak seharusnya wanita di depannya ini seenaknya saja mengklaim jika dirinya adalah kekasihnya.
"Oke, aku memaafkan mu. Tapi lain kali jangan kau ulangi lagi." seru Michael yang di jawab anggukan oleh Ainsley.
"Terimakasih sir." ucap Ainsley
Michael berdehem sebagai jawaban. Dia hendak masuk kerumahnya. Tapi lagi-lagi Ainsley menghentikannya.
"Tunggu!!" cegah Ainsley
"Ada apa lagi?" tanya Michael
"Emm... Be-begini, a-aku datang dari California. Kemarin aku kecopetan dan aku Kehilangan semua uangku. Jadi, bisakah kau membantuku mencari pekerjaan?" pinta Ainsley menunduk malu
"Kenapa aku harus membantumu?" tanya Michael
"Aku tidak mengenal siapapun di sini. Ingin pulang pun, aku tidak bisa karena aku tidak punya uang. Jadi aku ingin bekerja terlebih dahulu dan setelah uangku cukup, aku akan pulang. Dan aku lihat kau orang baik. Untuk itu aku meminta bantuanmu." seru Ainsley
Michael tampak berfikir. Kebetulan dia ingin mencari pembantu untuk Daisy. Dia tidak tega melihat tunangannya kelelahan karena bekerja dan mengurus rumah. Mungkin tidak ada salahnya merekrut wanita di depannya ini. Lagipula, dia terlihat baik. Pikir Michael
"Begini, sebenarnya aku sedang mencari seorang pembantu. Jika kau mau, kau bisa bekerja di rumahku. Tapi sebelum itu, aku harus meminta ijin Daisy terlebih dahulu. Bagaimana?"
Mendengar ucapan Michael, Ainsley tersenyum lebar. Tentu saja dia sangat mau. Niatnya ingin Michael membantunya mencari pekerjaan, tapi pria itu justru ingin dia bekerja sebagai pembantu dirumahnya. Dia sangat beruntung. Dengan begitu, dia bisa mencari kesempatan membuat Michael ingat siapa dia?
"Iya, aku mau. Terimakasih Sir." ucap Ainsley
"Sama-sama. Nanti sore datanglah lagi kemari!! Daisy yang akan memutuskan apakah kau diterima atau tidak." seru Michael
"Baik sir. Sekali lagi terimakasih."
Michael mengangguk dan masuk kembali ke rumahnya. Sementara Ainsley sangat senang dan kembali ke rumah yang sudah dia sewa. Dia harus meyakinkan Daisy nantinya agar dia mau menerimanya sebagai pembantu dirumahnya.
Cukup lama Ainsley menunggu. Dia benar-benar sudah tidak sabar. Bahkan berulang kali dia melihat arlojinya dan melihat keluar apakah Daisy sudah pulang atau belum?
Dan kini, tepat pukul 4 sore, Daisy terlihat pulang dengan membawa kantong belanjaan. Ainsley kembali berpenampilan culun dan pergi ke rumah Michael.
Ainsley mengetuk pintu dan tidak berapa lama seorang wanita yang terlihat lebih tua darinya, membukakan pintu.
"Kau siapa?" tanya Daisy
"Ma-maaf Miss. Perkenalkan namaku, Ainsley. Aku datang kemari untuk melamar pekerjaan." seru Ainsley
"Pekerjaan?" tanya Daisy bingung. Tapi belum sempat Ainsley menjawab, Michael menghampiri mereka.
"Oh.. Kau sudah datang. Ayo silahkan masuk!!" ajak Michael . Tapi saat Ainsley hendak masuk, Daisy menahannya. " Tunggu sebentar!!" Daisy menarik Michael masuk dan bertanya, "kau kenal dengan wanita itu?" tanya Daisy. Dia merasa was-was karena takut ingatan Michael kembali.
"Aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu di pantai. Terjadi salah paham kemarin dan dia juga kehilangan semua uangnya karena di copet. Jadi, aku ingin memperkerjakannya menjadi pembantu disini agar kau tidak kelelahan, sayang." terang Michael
Daisy tampak menghela nafas lega karena ingatan Michael belum kembali. Dan masalah wanita itu, memang dia membutuhkan pembantu untuk mengurus pekerjaan rumah. Untuk itu Daisy kembali ke depan dan melihat Ainsley dari atas sampai bawah. Dengan penampilannya yang seperti ini, dia yakin Michael tidak akan tertarik padanya. Jadi dia tidak perlu khawatir.
"Bagaimana Miss? Apa saya di terima?" tanya Ainsley.
"Baiklah, kau di terima. Tapi ada beberapa peraturan yang harus kau patuhi. Kau bekerja dari pagi sampai malam, setelahnya kau boleh pulang. Dan yang lebih penting, Dilarang menggoda tunanganku. Apa kau mengerti?"
Ainsley mengepalkan tangannya geram. Tapi wajahnya menunjukkan keramahan dengan menyunggingkan senyum manisnya. " Saya mengerti Miss."
"Kau bisa mulai bekerja besok." setelah mengatakan hal itu, Daisy menutup pintu begitu saja.
Ainsley menggeram kesal. Ingin rasanya dia memukul wajah wanita itu. Tapi dia harus bersabar. Ini langkah awal yang bagus karena dia berhasil masuk di tengah-tengah mereka. Hanya tinggal membuat Charlie ingat kembali jati dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments