Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)

"Maaf, sudah nunggu lama?" Devina berjalan menghampiri Azam dan berkata dengan nada meminta maaf.

Alasannya adalah karena sudah satu jam dia membuat Azam menunggu. Dia tidak menyangka kalau proses mengambil barangnya yang dicopet akan sedikit sulit.

"Tidak, tidak apa. Sudah selesai?" Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan bertanya kepada Devina.

"Ya, sudah selesai." Devina tersenyum dan mengangguk.

Mereka berdua kemudian pergi ke kafe terdekat, Devina mengajak Azam dan ingin mentraktirnya lagi. Tapi Azam menolak dengan alasan kalau dia harus menepati kata-katanya.

Karena sebelumnya Azam berkata kalau dia akan mentraktir Devina jika mereka berdua pergi ke kafe atau restoran bersama.

Devina cukup terkejut karena Azam mengingatnya, jadi dia tersenyum dan mengangguk dengan gembira dan membiarkan Azam untuk mentraktir dirinya.

"Azam, bolehkah aku tanya sesuatu?" Devina tersenyum dan menatap Azam dengan tatapan yang sedikit aneh.

"Boleh, silakan." Azam mengangguk, dia menyadari kalau tatapan mata Devina terhadap dirinya sedikit aneh yang membuatnya penasaran.

"Gimana kamu tahu kalau orang itu pencopet?" tanya Devina dengan penasaran.

Azam mengangkat alisnya dan berkata, "Aku melihatnya mengambil dompet seorang wanita dengan jelas. Kenapa?"

Devina tidak bisa melihat keanehan dari wajah Azam yang tenang. Dia mengerutkan keningnya karena berpikir kalau Azam masih menyembunyikan sesuatu tapi tidak mau memberitahunya.

Saat Devina akan mengatakan sesuatu, pelayan datang sambil membawa nampan yang berisi makanan yang mereka berdua pesan.

"Nah, ayo makan." Azam mengalihkan topik agar Devina tidak melanjutkan topik yang tadi.

"Um." Devina mengangguk dan memutuskan untuk menghabiskan makanannya terlebih dahulu sebelum bertanya kepada Azam.

Azam melirik Devina yang sedang asik makan, dia berpikir, "Dia hebat, bisa tahu ada yang aneh. Tapi aku berkata jujur, Sistem hanya memberitahu kalau ada uang yang bergerak, bukan memberitahu kalau ada pencopet."

Mereka makan sambil mengobrol, kebanyakan Devina yang bertanya kepada Azam tentang perkuliahan. Azam juga menjawab dengan lancar karena itu adalah topik yang mudah.

Setelah mereka berdua menghabiskan makanan mereka, Azam berdiri dan pergi ke kasir untuk membayar makanannya karena dia berjanji untuk mentraktir Devina.

Kemudian Azam mengucapkan selamat tinggal kepada Devina setelah membayar pesanannya. Tapi sebelum dia mengambil langkah, tangannya dipegang oleh Devina.

"Kenapa?" tanya Azam dengan bingung.

"...Ambil ini." Devina memberikan sebuah kertas kepada Azam, kemudian dia pergi meninggalkan kafe setelah memberikan kertas itu.

"???" Azam mengangkat alisnya karena tidak tahu mengapa Devina bersikap seperti itu, tapi dia menyimpan kertas itu ke dalam sakunya, kemudian dia keluar dari kafe dan pergi ke taman.

Azam duduk di bangku sambil menatap langit di mana matahari bersembunyi dengan malu-malu dibalik awan putih yang membuat langitnya menjadi sangat indah dengan warna jingganya.

Azam mengeluarkan kertas yang diberikan oleh Devina. Dia melihat kalau ada kartu nama di dalam kertas itu bersama dengan alamat yang ditulis dengan tinta hitam.

"Perusahaan Fiota Grup."

Perusahaan Fiota Grup, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Keluarga Fio. Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media. Mereka menyediakan informasi atau berita mengenai suatu hal atau peristiwa kepada khalayak umum.

Perusahaan ini sangat terkenal karena sudah berdiri sejak tahun 60an. Dan para pemimpin perusahaan bisa dengan baik membuat perusahaan ini menjadi besar dan terkenal se-Indonesia.

"Kenapa dia memberi ini?" Azam bingung karena tidak tahu apa yang diinginkan oleh Devina dengan memberikannya sebuah kartu nama dan alamat.

Azam mengetik alamat yang tertera di aplikasi maps. Kemudian dia melihat kalau itu adalah sebuah bangunan kecil yang tidak mencolok.

"Lah, ini bukan alamat Fiota Grup? Terus kenapa dia memberiku ini?" Azam menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena bingung dengan maksud dan tujuan Devina.

Meskipun Azam bingung, dia merasa kalau ada yang tidak beres. Tidak mungkin Devina memberikan hal yang aneh seperti itu tanpa tujuan, jadi Azam mencoba untuk berpikir tujuan Devina.

Namun setelah setengah jam berpikir dengan keras sampai kepalanya berasap, dia masih tidak bisa menemukan tujuan Devina, jadi dia menyerah untuk berpikir.

"Hari belum gelap, haruskah aku ke sana?" Azam berpikir sebentar sebelum pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke lokasi yang tertera.

Lokasinya cukup jauh, Azam tidak bisa berjalan kaki ke sana. Jadi dia memesan ojek online yang cepat, meskipun harganya sedikit mahal, tapi sekarang dia sudah punya banyak uang di dompetnya.

"Jadi ini." Azam turun dari motor ojek online dan melihat ke arah bangunan yang sama seperti yang ada di aplikasi maps.

Itu adalah bangunan tiga lantai dengan cat yang mengelupas. Agak aneh bila ada bangunan seperti itu di tengah-tengah kota yang di sekitarnya terdapat banyak gedung pencakar langit.

Azam mengangkat bahu tidak terlalu peduli dengan penampilan bangunannya. Dia berjalan masuk ke dalam bangunan, kemudian dia melihat kalau ada seorang anak laki-laki di meja resepsionis.

"Apakah ini tempat ilegal? Kenapa mereka mempekerjakan anak di bawah umur?" Azam tidak bisa berkata-kata, dia mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk memanggil polisi.

"Berhenti woy!!" Anak kecil itu berlari ke arah Azam dan menghentikan tindakan Azam yang mencoba untuk memanggil polisi.

Azam menghentikan tindakannya dan melihat ke arah anak laki-laki di depannya. Perbedaan tinggi antara dia dengan anak itu cukup banyak.

Azam memiliki tinggi badan hampir 180 cm sedangkan anak di depannya sekitar 150 cm atau bahkan kurang. Sungguh perbedaan yang sangat banyak.

"Aku bukan anak kecil! Aku sudah dewasa!" Anak kecil itu berteriak, kemudian dia mengeluarkan dompetnya dan menunjukkan KTP miliknya kepada Azam.

"Hah!?" Azam membeku saat melihat KTP anak itu. Bukan hanya karena fakta kalau anak itu bukan anak di bawah umur, tapi juga lebih tua dari dirinya.

Azam masih berusia 18 tahun, sedangkan anak laki-laki, tidak, pria yang bernama Aldi itu berusia 24 tahun yang mana berbeda 6 tahun. Itulah mengapa Azam sangat terkejut sampai tubuhnya membeku.

"Aku minta maaf." Azam menundukkan kepalanya dan meminta maaf dengan tulus karena dia benar-benar tidak tahu.

"Hmph! Kalau begitu aku maafin kamu!" Pria yang bernama Aldi itu memaafkan Azam dengan kesal, sikapnya malah terlihat seperti anak kecil.

"Ada apa, ribut-ribut begini?" Pintu terbuka, kemudian masuklah seorang paman berkumis tipis dengan kacamata baca di pangkal hidungnya.

Paman berkumis itu terlihat seperti orang tua pada umumnya. Tubuhnya terlihat kurus namun hanya tidak kerutan di wajahnya yang menunjukkan kalau dia rajin berolahraga.

"Bos! Orang ini mengira aku anak di bawah umur!" teriak Aldi dengan nada kesal.

"Hahaha!" Paman berkumis tertawa terbahak-bahak saat mendengar apa yang dikatakan oleh Aldi terkait Azam yang menganggapnya anak di bawah umur.

"Jangan tertawa!" Aldi tambah kesal dan berteriak dengan keras kepada paman berkumis itu.

Azam mengedipkan matanya dan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia hanya melihat kalau paman berkumis tertawa dengan puas dan di depannya ada Aldi yang marah seperti anak kecil.

Terpopuler

Comments

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Selalu Like dan komen 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

1

Zoelf 212 🛡⚡🔱

Zoelf 212 🛡⚡🔱

ka

2023-10-26

0

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!