"Kamu sudah pulang? Ayo makan ini." Vanessa yang sedang menonton televisi menawarkan cookies kepada Azam yang baru saja pulang dari universitas.
Azam mengangguk, dia duduk di sebelah Vanessa dan menonton televisi sambil memakan cookies yang ditawarkan oleh Vanessa.
Mereka berdua menonton acara televisi sambil berbincang-bincang. Kemudian ada saat sore harinya, dia keluar untuk melakukan pencarian lagi.
Kali ini Azam melakukan pencarian uang di luar komplek apartemen karena di sana ada berbagai macam orang yang berlalu lalang dan pastinya akan ada banyak uang tanpa pemilik di sana.
"Sistem, mulai lakukan pencarian uang!" Azam memberikan perintah kepada Sistem.
[Ditemukan uang sebesar 200 ribu rupiah dalam jarak 7 meter dari Host.]
[Ditemukan uang sebesar 100 ribu rupiah dalam jarak 15 meter dari Host.]
[Ditemukan uang sebesar 300 ribu rupiah dalam jarak 14 meter dari Host.]
[Ditemukan uang sebesar 500 ribu rupiah dalam jarak 13 meter dari Host.]
Azam mengerutkan keningnya karena Sistem memindai kalau ada banyak uang di sekitarnya dan jaraknya semakin mendekat mulai dari 15 meter sampai 10 meter yang membuat Azam merasa aneh.
Tapi Azam segera berlari menuju lokasi uang 200 ribu rupiah di lokasi 7 meter darinya terlebih dahulu. Pada saat dia hendak pergi ke lokasi selanjutnya, dia melihat ada seorang pria yang memakai pakaian serba hitam yang mencurigakan.
Azam tidak terlalu peduli dengan pria tersebut, tapi saat ini dia melihat kalau pria tersebut mengulurkan tangan kanannya ke arah wanita di sebelahnya, lalu dia mengambil dompet wanita itu dari dalam tasnya dengan mulus.
"Sial, jadi dia pencopet. Itulah sebabnya ada banyak uang yang jaraknya semakin dekat denganku!" Azam melebarkan matanya karena dia sudah mengerti alasannya.
[Apa yang akan Host lakukan saat ini?] Tiba-tiba saja Sistem bertanya kepada Azam tentang apa yang akan dilakukan oleh Azam selanjutnya.
"Apa? Apa kamu mau memberiku hadiah jika aku jadi seorang pahlawan?" tanya Azam dengan nada bercanda.
[Tidak juga.] Sistem menjawab dengan nada datar yang membuat Azam tersenyum kecut dan menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa daya.
"Bahkan jika kamu tidak memberiku hadiah, aku akan menangkapnya!" Azam menyeringai, dia berlari dengan sangat cepat, lalu menendang lengan si pencopet.
"Bingo." Azam tersenyum di dalam hatinya karena rencananya berhasil.
Rencananya adalah untuk menjatuhkan barang-barang yang ada di dalam jaket pencopet karena sebelumnya dia sudah melakukan pemindaian di tubuh pencopet tersebut dan benar saja ada banyak barang di balik jaketnya.
"Argh!!" Pencopet itu tersungkur ke tanah dan berteriak dengan keras karena merasakan rasa sakit di dua tempat yang berbeda. Satu adalah tangannya yang ditendang, satu lagi di bahunya yang membentur jalan.
Mereka berdua sedang ada di pinggir jalan yang cukup ramai dengan orang, saat pencopet itu jatuh, ada banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua.
"Sial!" Pencopet melebarkan matanya dan segera berlari karena berpikir kalau situasi sekarang adalah hal yang sangat gawat karena dia bisa saja ketahuan.
Tapi bagaimana bisa Azam membiarkan hal itu terjadi? Azam sudah bersiap, dia menarik kerah hoodie yang dipakai di pencopet dengan keras sampai membuat si pencopet terjauh lagi.
"Apa sih yang kamu lakukan!?" Pencopet itu terjatuh dan kali ini punggungnya yang sakit. Jadi dia berteriak dengan keras kepada Azam sampai matanya melotot saking marahnya dia.
"Oh! Itu pasti sakit!" Azam meminta maaf di dalam hatinya karena dia tidak berniat melakukan itu tapi tidak ada rasa kasihan di dalam permintaan maafnya.
Azam segera bertindak, dia memegangi kedua tangan pencopet dengan keras agar tidak bisa kabur. Kemudian dia berkata, "Seseorang! Tolong panggilkan polisi! Orang ini pencopet!"
"Anak muda! Tidak ada bukti kalau dia adalah pencopet!" Salah satu pria tua berteriak kepada Azam dengan nada tidak senang karena berpikir kalau Azam melakukan fitnah kepada pria dengan pakaian serba hitam.
Azam mengabaikan perkataan orang tua tersebut, di menoleh ke arah wanita yang dompetnya diambil dan memintanya untuk memeriksa bagian dalam hoodie si pencopet.
Wanita itu segera memeriksa tasnya dan benar saja kalau dompetnya menghilang. Dia berteriak dan segera memeriksa hoodie si pencopet, lalu dia berteriak lagi karena menemukan dompetnya.
"Sudah ada buktinya! Cepat panggil polisi!" teriak Azam dengan keras agar orang-orang di sekitar segera memanggil polisi.
"Sudah!" Ada seorang pria paruh baya yang berteriak membalas Azam. Dalam sekali lihat dia sudah paham apa yang sedang terjadi, itulah mengapa dia segera menelepon polisi.
"Terima kasih." Azam mengangguk dan menghela napas lega karena ada orang yang mau membantunya memanggil polisi karena di zaman sekarang, banyak orang yang acuh tak acuh terhadap orang lain.
"Lepaskan aku!" Pencopet itu berteriak dan meronta-ronta mencoba untuk membebaskan diri dari cengkraman Azam yang sangat kuat.
Dia juga bisa merasakan kalau bahunya terkilir karena tadi terbentur dengan keras. Dia sangat membenci Azam tidak hanya karena membuatnya terjatuh dua kali tapi juga akan menghancurkan kariernya sebagai pencopet sejati.
Azam akan tertawa terbahak-bahak jika dia mengetahui apa yang dipikirkan oleh si pencopet. Karena seorang pencopet sejati tidak akan ketahuan dan tertangkap dengan mudah oleh seorang anak kuliahan.
"Diam!" Azam mencengkeram tangan pencopet dengan lebih keras agar membuatnya diam.
Tidak butuh waktu lama untuk polisi datang ke lokasi Azam, kemudian dua petugas polisi segera memasukkan pencopet ke dalam mobil.
Azam juga diminta untuk membuat laporan karena dia adalah orang yang menangkap pencopet itu. Azam mengangguk menunjukkan pengertiannya, jadi dia juga masuk ke dalam mobil polisi.
Setelah sampai di kantor polisi, Azam segera ditanyai beberapa hal terkait tindakannya dalam menangkap pencopet. Azam juga menjawab sesuai dengan jujur sesuai dengan tindakannya.
"Terima kasih atas kerja kerasnya, Mas. Pencopet itu sudah mencopet banyak barang, hukumannya akan ada di atas satu tahun penjara," kata polisi di seberang Azam.
"Terima kasih kembali." Azam mengangguk, dia berdiri dan segera meninggalkan kantor polisi.
Namun pada saat ini ada sesosok yang Azam kenal, orang itu memakai kemeja berwarna putih dengan celana panjang berwarna hitam. Rambutnya diikat menjadi ponytail dengan kacamata baca di pangkal hidungnya.
"Devina?" Azam memanggil orang itu yang ternyata adalah Devina Fiorenza.
"Eh, Azam?" Devina berhenti dan menoleh ke arah sumber suara orang yang memanggil namanya. Dia dengan penasaran bertanya, "Kamu ngapain di sini?"
"Aku habis nangkap pencopet tadi." Azam menjawab sambil menunjuk ke arah bangunan kantor polisi di belakangnya.
"Loh, pencopet? Aku di sini juga gara-gara dompetku dicopet." Devina berkata dengan nada terkejut atas jawaban Azam.
"Dompet? Kamu kehilangan dompetmu lagi?" tanya Azam dengan nada curiga karena Devina sudah pernah menghilangkan dompetnya dan sedang malah dicopet oleh pencopet.
"Eh, iya! Hehehe." Devina tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya karena dia dompetnya kena masalah dua kali.
Saat Devina membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, ada polisi yang datang dan memanggil Devina. Jadi dia mengangguk ke sudah polisi tersebut dan mengatakan sesuatu kepada Azam.
"Azam, tolong tunggu sebentar, aku mau mengambil ponselku dulu." Setelah mengatakan itu, Devina masuk ke dalam kantor polisi untuk mengambil ponselnya yang kena copet tadi.
Azam melihat ke sekeliling, dia tidak menemukan ada tempat untuk duduk. Jadi dia pergi ke ruang penjaga dan duduk di sana sambil berbincang-bincang dengan polisi penjaga yang sedang bertugas.
Mereka berdua berbincang-bincang dengan akrab seolah-olah adalah teman lama. Azam yang bisa mencari topik dengan mudah dan polisi yang ramah membuat mereka berbincang-bincang dengan nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-03
0
Hades Riyadi
Azam mang baik orangnya, tidak mendapat Misi dari sistem, tetep mau menangkap pencopet yang menggerayangi dompet seorang wanita dan berusaha menangkap pencopet itu dan menyerahkan ke polisi....😛😀💪👍👍👍
2023-11-03
2
ᜫ͢ ⁶²ハナフィ⁵⁴
kenapa ga nginep dulu bentar di ruangan sel.. daripada capek berdiri kan😅
2023-09-11
5