Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)

Jam makan siang pun tiba, Azam sedang berada di kantin kampus untuk membeli makanan. Tapi dia mengingat kalau Hana memintanya untuk datang ke kantor saat jam makan siang ini.

Karena takut kalau dia mendapatkan masalah, Azam memutuskan untuk pergi ke kantor sambil membawa makanan yang baru saja dibelinya.

Hana mempunyai kantor pribadi karena dia adalah dosen muda yang jenius dan berbakat. Kantornya juga tidak kecil atau besar, cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kantor.

*tok tok tok

Azam mengetuk pintu kantor Hana dan menunggu tanggapannya. Kemudian, terdengar suara Hana yang indah dari dalam kantor yang meminta Azam untuk masuk ke dalam kantornya.

"Permisi." Azam memegang kenop pintu, dan mendorongnya. Kemudian dia masuk dengan sopan dan melihat kalau Hana sedang duduk di sofa sambil menatap laptopnya.

"Azam, duduklah." Hana menunjuk ke arah sofa di seberangnya dan mempersilakan Azam untuk duduk di sana.

"Ah, ya." Azam mengangguk dan duduk di seberang Hana, kemudian menunggu Hana mengatakan apa yang dia ingin katakan.

"Azam, sebenarnya saya memanggilmu ke sini karena kamu yang aktif di kelas tadi. Saya hanya ingin berbicara denganmu tentang keaktifanmu. Tapi saya lihat kalau kamu yatim piatu ya?" tanya Hana dengan lembut karena takut perkataannya menyakiti Azam.

"Ya, saya dibesarkan di Panti Asuhan Matahari." Azam mengangguk dan menjawab dengan jujur karena itu bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan.

"Universitas ada program bantuan uang untuk mahasiswa sepertimu, dengan premis kalau kamu itu menunjukkan nilai yang layak untuk dibantu," kata Hana.

Setelah jeda, Hana melanjutkan, "Jadi, saya ingin bertanya apakah kamu ingin mengambil bantuan ini. Dilihat dari keaktifanmu tadi, kamu pasti layak untuk dibantu."

Universitas memang ada program seperti itu yang dilakukan oleh pemerintah untuk membantu orang-orang dengan kondisi yang kurang mampu atau orang dengan kebutuhan khusus, dengan premis nilainya bagus.

Pemerintah tidak punya alasan untuk membantu orang yang tidak memiliki niat dalam belajar atau berusaha meskipun orangnya miskin atau memiliki kondisi yang kurang.

"Hah..." Pertama-tama Azam menghela napas lega karena ternyata tidak ada masalah tentang dirinya. Kemudian dia mendengarkan penjelasan Hana dengan serius tentang bantuan uang.

Namun, Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Maaf Bu, saya rasa harus menolak tawaran dari Ibu."

Jika ini adalah Azam beberapa hari yang lalu, dia mungkin akan menerima bantuan ini tanpa pikir panjang lagi karena situasi keuangannya sangat sulit dan dia bakal kesulitan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah.

Tapi sekarang dia punya Sistem Pemindai dan dengan Sistem ini Azam bisa mendapatkan banyak sekali uang. Tidak hanya uang, Azam juga bisa bertemu dengan orang-orang yang hebat.

"Eh? Bisakah saya tahu kenapa?" Hana jelas sangat terkejut dengan penolakan Azam, padahal bantuan ini sangat membantu Azam.

"Saya ada kegiatan yang menghasilkan cukup uang, jadi saya rasa kalau bantuan ini tidak diperlukan. Lebih baik Ibu tawarkan pada anak yang lain," kaya Azam dengan sopan.

"Oh? Kamu ada uang?" Hana terkejut lagi dengan alasan Azam menolaknya.

"Ya. Syukurlah karena kegiatan ini bisa membuat saya seperti terlahir kembali, haha." Azam menggunakan perumpamaan yang artinya dia memiliki kondisi yang benar-benar baik saat ini.

"Saya tawarkan sekali lagi, kamu yakin?" Hana memberi tawaran kepada Azam sekali lagi karena takut Azam akan berubah pikiran.

"Ya, saya yakin." Azam tersenyum dan mengangguk, dia tidak berubah pikiran karena Sistem Pemindai sangat menjamin kehidupannya.

Lagipula, jika Azam menerima tawaran ini, maka dia harus belajar dengan serius agar nilainya meningkat terus. Azam juga punya Sistem Pemindai, jadi dia tidak terlalu memikirkan nilai saat ini.

Nilai memang penting, tapi sekarang dia hanya perlu mempertahankan nilai atau meningkatkannya sedikit. Bukan meningkatkan nilai sampai peringkat pertama atau yang teratas.

"Baiklah kalau begitu." Hana hanya bisa menghela napas karena sepertinya Azam tidak akan berubah pikiran terkait bantuan ini.

Tapi, di lain sisi Hana juga kagum dengan Azam karena bersikap jujur. Padahal Azam bisa saja berbohong tentang kondisinya dan menerima bantuan uang dari Universitas Indonesia.

Dan Hana juga penasaran dengan kegiatan apa yang dilakukan oleh Azam sampai-sampai dia menolak bantuan uang, pastinya Azam sudah punya banyak uang karena bisa menolak ini.

Tapi Hana tidak bertanya kepada Azam karena itu bukanlah pertanyaan yang boleh diajukan saat hubungan antara mereka berdua tidak dekat.

"Ngomong-ngomong, kamu belum makan?" Hana melihat kantung plastik di atas meja yang tadi di bawa oleh Azam ke dalam kantor.

Lalu Hana ingat kalau saat ini adalah jam makan siang, dan dia sendiri juga belum makan. Jadi, Hana berdiri dan berjalan ke arah kursi di belakang meja, dia mengambil kotak bekal dari tasnya dan duduk kembali di sofa.

"Ayo makan bersama!" Hana membuka kotak bekalnya dan berkata kepada Azam untuk makan siang bersama saja.

Azam tertegun melihat isi dari bekal makan siang Hana, karena itu sangat lengkap. Ada nasi merah, telur mata sapi, dada ayam, brokoli, dan sayur lainnya.

Kemudian di kotak lain berisi buah-buahan yaitu anggur, apel, dan melon yang sudah dipotong-potong agar bisa langsung di makan.

"Bu Hana, bekal Ibu lengkap sekali," kata Azam dengan nada terkejut.

"Ah, ini? Yah, saya membuatnya sendiri." Hana berkata dengan nada bangga sambil membusungkan dadanya saat mendengar perkataan Azam.

Azam terkejut sekali lagi, di Kota Jakarta dan di zaman yang serba cepat ini, masih ada wanita yang membuat bekal makan siang sendiri, apalagi makanannya sangat lengkap.

Mereka berdua kemudian makan siang bersama, Azam makan mie ayam yang dia beli tadi. Hana juga memberikan daging ayamnya kepada Azam tanpa alasan khusus.

Meskipun Azam sedikit terkejut, tapi dia menerima ayam dari Hana. Saat dia memakannya, matanya melebar karena rasa ayam yang dimasak oleh Hana sangat lezat.

Kelezatannya memang tidak sebagus restoran kelas atas, tapi seperti masakan rumahan yang dibuat oleh orang tercinta atau pasangan hidup.

----------------

Azam keluar dari kantor Hana, mereka berdua berbincang-bincang sebentar setelah makan siang. Sekarang, jam makan siang sudah selesai, tapi Azam tidak ada kelas hari ini.

Pada saat dia berjalan di koridor dan akan berbelok ke kanan, tiba-tiba saja ada seorang pria tua dengan rambut botak di tengah menabrak bahu Azam.

*brak!

Azam dan pria tua itu terjatuh secara bersamaan. Azam yang masih muda segera bangkit karena itu bukanlah apa-apa, lalu dia mengulurkan tangannya kepada pria tua itu.

"Maaf, Pak. Bapak tidak apa-apa?" tanya Azam dengan suara khawatir meskipun bukan dia yang salah.

"Hey! Kalau jalan pakai mata dong!" Pria tua itu malah berteriak sambil menunjuk-nunjuk Azam, bukannya malah meminta maaf atau menjawab pertanyaan Azam.

Pria tua itu berdiri sendiri, setelah merapikan pakaiannya, dia pergi begitu saja sambil berkata, "Dasar mahasiswa zaman sekarang, tidak punya sopan santun kepada orang yang lebih tua."

Azam mengerutkan keningnya, tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Karena barusan hanya masalah sepele yaitu bahunya yang tertabrak, jadi tidak perlu dibesar-besarkan.

Tapi Azam melihat papan nama di pakaian pria tua itu tadi, pria itu bernama Basri Saerudin. Azam ingat kalau ada salah satu dosen di fakultas manajemen yang memiliki nama sama.

"Sepertinya beliau adalah dosen? Tapi, sikapnya sama sekali tidak ramah." Azam hanya menghela napas kecewa dengan kualitas dosen di fakultas manajemen Universitas Indonesia.

Karena tidak ada kelas, Azam memutuskan untuk melakukan pencarian uang di sekitar gedung fakultas manajemen, siapa tahu dia menemukan uang miliaran.

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

berharapnya ketinggian mau

2023-11-29

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Dimanapun dan kapanpun sapu terus uang recehan yang jatuh, lumayan buat beli Es Lilin ato gorengan... wkwkwk 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!