Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)

"Um, Devina? Kita mau ke mana?" tanya Azam dengan bingung karena dari tadi Devina tidak mengatakan apapun kepadanya.

"Makan siang." Devina menjawab dengan singkat tanpa menoleh ke arah Azam.

Azam membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, namun pada saat ini mereka sudah sampai di area parkir. Devina menekan kunci mobilnya, dan mobil Porsche Panamera miliknya berbunyi.

"Kamu bisa nyetir mobil?" tanya Devina kepada Azam.

"Aku bisa, tapi belum punya SIM." Azam mengangguk kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Devina.

Azam bisa mengemudikan mobil karena dia pernah bekerja paruh waktu untuk mengirimkan barang dari toko tempat dia bekerja ke rumah para pelanggan di berbagai tempat menggunakan mobil milik toko.

Tapi dia tidak punya SIM karena belum membuatnya dan karena dia tidak punya uang. Karena bagi dirinya, membuat SIM itu lumayan mahal dan prosesnya yang panjang.

"Santai, lagipula tidak akan ada polisi yang menilang mobil mewah." Devina memberikan jawaban yang membuat Azam tertegun karena itu jawaban yang asal-asalan namun memang benar.

Azam menerima kunci dari Devina, dia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi sementara Devina duduk di sebelahnya. Azam cukup gugup karena dia akan mengemudikan mobil mewah.

Karena dulu saat bekerja paruh waktu, dia hanya mengemudikan mobil pickup bekas milik tokonya yang kadang-kadang mesinnya mati yang membuat Azam stres.

"Kamu ikuti saja GPS nya." Devina sudah mengatur rute ke restoran yang ia tuju di layar sentuh mobil.

"Oke." Azam mengangguk, dia menyalakan mesin mobil dan mereka melaju menuju tempat yang sudah diarahkan oleh GPS.

Sepanjang perjalanan, Devina sesekali melirik Azam yang dengan serius yang sedang mengemudi. Meskipun Devina sudah melihat banyak pria selama hidupnya, namun dia merasa kalau Azam sedikit berbeda.

Devina berpikir kalau pria yang menyatakan cinta kepadanya memiliki penampilan yang bagus namun tidak dengan kepercayaan diri mereka. Berbeda dengan Azam yang tenang dan percaya diri.

Azam seperti itu karena dia berasal dari dunia paralel, dia yang secara teknis sudah mengalami dua kehidupan pastinya memiliki mental dan pikiran yang berbeda dengan orang biasa.

"Apakah kamu mahasiswa baru?" Devina membuka mulutnya dan bertanya kepada Azam karena penampilan Azam terlihat lebih muda.

Devina bukanlah orang yang tertutup atau terbuka, dia seperti kebanyakan orang normal lainnya. Karena cukup sunyi, dia memutuskan untuk bertanya kepada Azam.

"Ya, aku mahasiswa baru tahun ini." Azam mengangguk menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Devina kepadanya.

"Hm, jurusan mana yang kamu ambil?" Devina menyelipkan rambutnya ke belakang daun telinga dengan anggun yang membuat Azam mau tidak mau melihatnya lebih lama.

"Jurusan manajemen, aku memilih itu karena jurusannya cukup stabil." Azam kembali fokus mengemudi dan menjawab Devina.

"Benar, jurusan itu cukup stabil. Tapi mengapa kamu memilih Universitas Indonesia?" tanya Devina untuk sekedar basa-basi.

"Karena dekat, hehe." Azam menjawab dengan tawa canggung yang membuat Devina tertegun.

"Karena dekat?" Devina tidak tahu harus tertawa atau menangis karena baru kali ini mendengar jawaban seperti itu dari orang yang berkuliah di Universitas Indonesia yang terkenal.

Biasanya orang memiliki alasan seperti Universitas Indonesia adalah impian mereka, karena fasilitasnya yang bagus, karena terkenal, karena jurusannya yang cukup lengkap, dan lain sebagainya.

Namun Azam hanya menjawab karena dekat, meskipun tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena Azam selalu tinggal di Jakarta dan lokasi kostan nya memang cukup dekat.

Sepanjang perjalanan, Azam dan Devina berbincang-bincang mengenai topik yang sederhana agar suasana tidak canggung. Azam juga berusaha mencari topik agar pembicaraan bisa terus berlanjut.

Devina juga kagum dengan Azam karena apa yang dikatakan bukanlah omong kosong belaka, tidak seperti pria yang mencoba menarik perhatiannya dengan cara membual.

"Pria yang menarik, meskipun baru saja lulus SMA, tapi dia mengetahui banyak hal." Itu adalah pikiran Devina tentang Azam selama perbincangan mereka di sepanjang jalan.

Baru setelah setengah jam kemudian, mereka sampai di tempat yang dituju. Itu adalah sebuah bangunan dua lantai yang merupakan kafe kecil, namun lokasinya sangat strategis.

"Kita akan makan siang di sini?" tanya Azam kepada Devina saat melihat kafe kecil namun elegan di depannya.

"Ya, kenapa?" tanya Devina dengan nada curiga.

"Yah, kelihatannya agak mahal jadi..." Azam tidak menyelesaikan ucapannya karena ia yakin kalau Devina pasti paham.

"Ah, jangan khawatir, ini traktiranku karena kamu menemukan dompetku." Devina melambaikan tangannya dan berkata dengan nada santai.

Mereka berdua masuk ke dalam kafe dan disambut oleh pelayan wanita yang manis. Rupanya Devina merupakan pelanggan tetap di kafe ini karena sering berkunjung entah untuk bersantai atau makan.

Jadi pelayan juga sudah mengenal Devina dan tahu harus berbuat apa. Mereka berdua dituntun ke lantai dua, tepatnya ke sebuah ruang pribadi di sana.

Setelah itu si pelayan memberikan menu dan meminta Devina serta Azam untuk memesan. Devina mengatakan pesanannya dan bertanya kepada Azam apa yang dia mau.

"Samakan saja," jawab Azam karena tidak enak seorang wanita mentraktirnya dan karena dia tidsk terbiasa dengan lingkungan yang seperti itu.

Tidak perlu waktu lama untuk makanan diantar, mereka berdua makan siang dengan nikmat sambil berbincang-bincang. Dari waktu ke waktu, Devina tertawa dengan lelucon yang dikatakan oleh Azam.

Sebagai orang dari dua kehidupan, Azam tentu saja paham bagaimana membuat lawan bicara merasa nyaman, apalagi untuk wanita. Itulah mengapa dia bisa menyesuaikan pembicaraan dengan baik.

"Azam, kamu setelah ini kamu ada kegiatan apa?" tanya Devina sambil membersihkan mulutnya dengan tisu makan di atas meja.

"Mencari uang," jawab Azam dengan singkat karena dia sedang minum dan dia juga tidak berbohong kepada Devina.

"Mencari uang? Kamu bekerja?" Devina terkejut dengan jawaban Azam karena ia kira Azam tidak ada kegiatan atau dia akan bermain dengan teman-temannya.

Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak, aku sedang mencari pekerjaan. Makanya aku akan mencari uang, bukan mendapatkan uang."

Azam memang sudah berhenti dari pekerjaan paruh waktunya karena saat ini dia punya Sistem. Dan apa yang dia katakan terkait mencari uang memang sesuai karena dia akan benar-benar mencari uang dengan Sistem Pemindai.

Apalagi uang yang dia dapatkan kemarin sudah habis untuk membeli makanan dan pakaian di mall sehingga dia perlu mencari lebih banyak uang.

Devina mengernyitkan dahinya dan bertanya, "Apakah orang tuamu tidak memberimu uang?"

"Tidak, aku tidak tahu di mana mereka sekarang. Aku dibuang oleh mereka saat bayi ke panti asuhan." Azam menjawab dengan nada santai namun hal itulah yang membuat Devina terkejut.

Devina tidak melihat ada kesedihan dari mata atau suara Azam saat mengatakan situasi keluarganya yang cukup menyedihkan. Kesan Azam di hati Devina melambung tinggi karena hal ini.

"Maafkan aku," kata Devina dengan nada menyesal karena takut membuat Azam mengingat kehidupannya yang menyedihkan.

"Tidak apa, aku juga tidak terlalu memikirkannya," balas Azam dengan senyum santai sambil mengangkat bahunya.

Devina tersenyum, dia kemudian mengalihkan topik agar mereka tidak membicarakan keluarga Azam. Setelah berbincang-bincang sebentar, mereka turun ke lantai satu di mana Devina membayar tagihan.

Setelah itu mereka kembali ke Universitas karena Devina ada kelas siang setelah ini. Azam juga harus mencari uang di sekitar karena di Universitas Indonesia ada banyak anak-anak kaya.

"Terima kasih, kita makan siang lagi lain waktu," kata Devina kepada Azam.

"Boleh, tapi lain kali aku yang bayar." Azam mengangguk dan tersenyum kepada Devina.

"Hahaha, aku tunggu." Devina tertawa kecil, kemudian dia kembali ke gedung fakultas bisnis setelah mengucapkan sampai jumpa.

"Jadi, haruskah aku mulai mencari?" Azam merenggangkan tubuhnya dan mulai mencari uang menggunakan Sistem Pemindai.

Tapi pada saat hendak mencari, Azam teringat kalau dia akan punya satu kesempatan untuk menggunakan gacha skill. Jadi dia pergi ke bawah pohon yang sejuk dan segera menggunakan gacha.

"Sistem, aku mau melakukan gacha," kata Azam kepada Sistem di dalam hatinya.

[Oke.] Sistem segera memunculkan layar hologram futuristik di depan Azam yang hanya bisa dilihat olehnya. Kemudian muncul gambar mesin gacha seperti yang ada di dunia nyata

Azam menggunakan pikirannya untuk memutar gacha, mesinnya berputar selama beberapa saat. Kemudian mesinnya berhenti dan mengeluarkan sebuah bola transparan dari dalam mesin.

[Selamat, kamu mendapatkan....]

Terpopuler

Comments

Ryan Hidayat

Ryan Hidayat

sebenarnya bukan komen paragraf ini tapi judulnya ngetik nya terlalu terburu-buru

2023-11-29

0

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

mantap dah lanjutkan dor

2023-11-29

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Dilanjuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!