Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)

Azam jelas terkejut dengan harga yang ditawarkan oleh Rudi. Pasalnya dia menilai kalau cincin batu akik itu hanya berharga dikisaran 30 juta karena yang mahal pastilah langka.

Rudi tersenyum melihat reaksi Azam, dia berkata, "Kamu tidak salah dengar, Nak Azam. Aku dengan serius menawarkan 72 juta rupiah untuk cincin batu akik ini."

Azam duduk kembali, dia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan-lahan mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.

Kemudian dia berkata, "Tapi, bisakah aku tahu mengapa harga cincin ini sangat mahal? Maksudku, batu akik termahal dibandrol dengan harga 50 juta rupiah."

"Tentu saja. Batu akik safir merupakan batu yang langka, dan batu akik milikmu ini adalah batu yang langka diantara yang langka lainnya." Rudi menjawab dengan serius.

Azam terkejut dengan jawaban Rudi, dia tidak menyangka kalau cincin yang dia temui di selokan dengan bantuan Sistem Pemindai merupakan cincin yang terbuat dari batu akik yang sangat langka.

"Bagaimana, apakah kamu ingin menjualnya?" tanya Rudi dengan cemas karena takut kalau Azam akan berubah pikiran.

"Jual, pastinya dijual. Aku bukan kolektor, dan aku cuma mahasiswa miskin." Azam menyeringai menerima tawaran dari Rudi untuk menjual batu akik safir seharga 72 juta rupiah.

"Bagus!" Rudi mengangguk, dia segera menelepon manajer toko untuk mengemas batu akik milik Azam yang baru dijual. Setelah itu, Rudi segera mengirimkan uang kepada Azam.

"Nak Azam, hubungi aku jika ada sesuatu yang seperti ini lagi." Rudi berkata sambil tersenyum dan mengulurkan tangan kanannya.

"Aku akan." Azam mengangguk, dia berjabat tangan dengan Rudi dengan wajah gembira karena di rekeningnya ada banyak uang.

Setelah itu, Azam keluar dari toko perhiasan Brijaya. Dia pergi ke warung makan sederhana yang ada di pinggir jalan untuk makan karena tiba-tiba dia merasa kalau perutnya kelaparan lagi.

[Host, itu adalah reaksi normal. Penggunaan Sistem perlu memakai energi, dan cara untuk memulihkannya adalah dengan cara mengisi perut.]

"Ah, jadi begitu." Azam mengangguk paham dengan penjelasan yang diberikan oleh Sistem mengenai alasan perutnya tiba-tiba lapar meskipun dia baru saja selesai makan siang.

Azam makan makanan pesanannya sambil bertanya kepada apakah Sistem tahu mengapa penilaian batu akik safir hitam dari dirinya dan Rudi berbeda jauh.

[Itu karena skill yang di dapatkan oleh Host adalah penilai dari segala jenis barang. Sementara itu Rudi adalah penilai yang mengkhususkan diri dalam menilai perhiasan.]

"Ah, jadi begitu. Karena dia khusus menilai perhiasan, pengetahuannya jauh lebih tinggi dari skill penilai yang aku dapatkan meskipun itu dengan 50 tahun pengalaman." Azam menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia paham.

[Dan selamat karena Sistem berhasil ditingkatkan, sekarang Host sudah level 2. Jarak pemindaian bertambah 5 meter, jadi sekarang adalah 15 meter.]

[Lalu selamat karena telah membuka satu fitur baru, yaitu Host bisa memindai barang berharga satu kali per minggu dalam jarak yang sudah ditentukan.]

"Oh? Level 2 ya." Azam mengangguk dengan gembira karena levelnya naik. Selain jaraknya yang bertambah 5 meter, ada juga satu fungsi yang terbuka meskipun itu adalah penggunaan satu kali per minggu.

Kemudian Sistem mengatakan kalau pemindaian barang berharga bisa digunakan tanpa batas waktu selama levelnya tercukupi.

Jadi fungsi yang baru saja terbuka ini masih memiliki kesempatan untuk menjadi penggunaan permanen dan tanpa batas selama Azam memenuhi persyaratan level minimumnya.

"Haruskah aku menggunakan pemindaian barang berharga sekarang? Kurasa tidak, melihat aku sedang berada di warung makan," pikir Azam, kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya.

Azam berpikir akan menggunakan fungsi baru ini saat berada di tempat yang memiliki kesempatan menemukan barang berharga lebih tinggi seperti di Universitas Indonesia, mall, toko, atau tempat lain.

Sambil makan makanannya, Azam memikirkan cara bagaimana mendapatkan uang dengan cepat. Namun sebelum itu dia harus menggunakan uang 72 juta dengan baik.

"Hm, aku pindah rumah saja. Kayanya ada rumah di dekat universitas, semoga harga sewanya tidak terlalu mahal," pikir Azam.

Setelah menyelesaikan makanannya, Azam membayar ke pemilik warung. Setelah itu Azam kembali ke universitas karena dia ada kelas sore dari jam 3 sampai jam 5.

...----------------...

Sementara itu, berita tentang Devina yang jalan dengan seorang pria tidak dikenal menyebar dengan sangat cepat. Banyak orang yang penasaran karena mereka tahu siapa Devina Fiorenza.

Devina tidak pernah memiliki hubungan dekat dengan lawan jenis, semua mahasiswa sudah tahu hal ini. Itulah mengapa mereka sangat penasaran dengan berita yang muncul tiba-tiba.

"Devina, benar kamu jalan dengan si Azam itu?" Teman Devina bertanya dengan nada curiga karena tidak pernah melihat Devina jalan dengan lawan jenis.

"Hm? Iya, memang ada apa?" Devina mengangguk dengan jujur dan bertanya kepada temannya.

Tidak hanya temannya saja, tapi mahasiswa yang ada di kelas terkejut mendengar jawaban Devina. Mereka berpikir kalau Devina akan menyembunyikan berita itu, tapi dia malah menjawabnya dengan jujur.

"Tidak apa-apa sih, tapi bukankah kamu tidak pernah jalan dengan pria manapun?" tanya temannya lagi.

"Yah, memang benar. Tapi Azam sudah menemukan dompetku yang hilang, jadi aku membalasnya dengan mentraktir makan siang." Devina mengangkat bahu dan berkata.

"Ah, jadi begitu." Teman Devina dan mahasiswa di kelas mengangguk paham dengan apa yang terjadi.

"Sudahlah, dosen sudah datang." Devina mengeluarkan buku catatannya saat melihat dosen masuk ke dalam kelas sambil membawa laptop.

...----------------...

Setelah kelas selesai, Azam memesan ojek online untuk kembali ke rumahnya. Dia membuka aplikasi perbankan dan mentransfer sejumlah uang kepada kepala panti asuhan tempat dia dibesarkan.

Setelah beberapa menit, ponselnya berdering. Azam menekan tombol jawab dan berkata, "Halo Kakek. Apakah uang yang aku transfer sudah sampai?"

"Azam! Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu!?" Terdengar raungan keras dari seorang pria paruh baya di sisi lain telepon.

Itu adalah kepala panti asuhan yang bernama Adeng Hermawan. Beliau sudah merawat anak-anak panti seperti cucunya sendiri, itulah mengapa Azam dan anak-anak panti memanggilnya kakek.

"Hahaha, kebetulan aku dapat lotre kemarin." Azam tentu saja tidak mengatakan yang sebenarnya karena dia akan dianggap gila oleh kepala panti asuhan.

Mendapatkan banyak uang dari lotre adalah alasan yang paling masuk akal karena lotre memang tidak bisa ditebak. Azam akan dicurigai kalau dia mengatakan dapat uang dari bekerja, investasi, atau hal lainnya.

"Lotre? Kamu tidak menjual organmu kan?" Adeng bertanya dengan nada curiga. Dia tentu saja percaya dengan perkataan Azam, namun dia mengatakan hal itu hanya untuk memastikannya saja.

"Tentu saja tidak. Jika aku menjual organku, bagaimana bisa aku bekerja?" Azam mendesah atas pertanyaan dari Adeng yang melenceng.

Adeng menghela napas lega dan berkata, "Baguslah kalau begitu, tapi apa kamu masih ada uang sisa? Jangan pikirkan panti asuhan dulu, yang penting dirimu bisa hidup nyaman."

"Santai saja Kek, aku masih punya uang di sini. Aku juga akan kembali ke panti asuhan, namun belum tahu kapan waktu tepatnya," jawab Azam sambil tersenyum cerah.

"Nanti saja, kamu belum lama keluar dari panti asuhan. Nikmati saja dulu kehidupanmu, kalau ada waktu luang baru kamu ke sini," balas Adeng dengan nada ramah.

Mata Azam menjadi lembab mendengar perkataan dari Adeng. Hatinya merasa hangat karena masih ada orang yang peduli meskipun dia seorang yatim piatu yang masa depannya tertutup kabut tebal.

Sama seperti di kehidupan pertamanya, Adeng dan orang-orang dari panti selalu mendukung Azam. Mereka selalu saling mendukung dan memiliki hubungan yang sangat harmonis.

Jadi Azam mengobrol dengan Adeng selama setengah jam sebelum pada akhirnya Adeng menutup telepon karena harus mengurus anak-anak panti lain yang masih kecil.

Azam mandi dan memesan makan malam secara online. Sambil menunggu makanannya sampai, Azam mengkaji ulang pelajaran hari ini dengan laptop usangnya.

"Sialan, laptopnya lambat. Aku harus beli laptop dan ponsel baru!" teriak Azam dengan frustasi karena niatnya yang ingin belajar menjadi sirna karena laptop usangnya terlalu lambat saat loading.

Terpopuler

Comments

Ling Shin

Ling Shin

/Good/

2024-04-05

0

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

besok lah bayar kosnya

2023-11-29

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!