"Hm? Vanessa, apakah kamu mau pergi?" tanya Azam yang keluar dari kamarnya dan melihat kalau Vanessa memakai pakaian yang bagus.
"Ya, aku akan bertemu editor hari ini. Apakah kamu ada kelas?" Vanessa mengangguk dan bertanya sambil memakai sepatunya.
"Begitulah, ada kelas pagi hari ini." Azam mengangguk dan berjalan menuju rak sepatu juga.
"Kalau begitu, mau pergi bersama?" ajak Vanessa kepada Azam setelah memakai sepatu.
"Bolehkah?" Azam tentu tidak akan melewatkan pergi bersama wanita cantik seperti Vanessa. Apalagi dia juga malas memesan ojek online karena itu cukup lama.
"Tentu, kamu bisa nyetir mobil kan?" Vanessa melempar kunci mobilnya kepada Azam setelah mengatakan hal tersebut.
"Aku bisa." Azam menangkap kunci mobil yang dilempar oleh Vanessa kemudian dia menjawab pertanyaan Vanessa.
"Bagus, ayo pergi." Vanessa tersenyum, mereka berdua turun ke area parkir menggunakan lift karena mereka dari lantai tinggi.
Namun, saat Vanessa menunjukkan mobil miliknya, tangan Azam yang memegang kunci gemetar. Bukan karena dia melihat hantu, tapi karena mobil milik Vanessa itu adalah mobil mewah.
Azam sering melihat mobil mewah karena dia tinggal di Jakarta yang ada banyak sekali orang kaya di sini. Namun dia belum pernah sedekat itu dengan mobil mewah apalagi dia akan mengendarainya.
Alasan Azam terkejut adalah karena mobil milik Vanessa adalah Ferrari 296 GTB. Mobil keluaran tahun 2021 ini memiliki bodi yang ramping dan cocok digunakan untuk wanita.
"Bagaimana? Mobilku bagus bukan?" Vanessa membusungkan dadanya dan berkata dengan nada bangga melihat reaksi Azam yang sangat terkejut.
Secara desain, 296 GTB memang memperlihatkan sisi elegan dari Ferrari. Walaupun begitu, bagian depannya dipenuhi dengan lubang udara untuk pendinginan rem serta meningkatkan aerodinamis.
Beralih ke bagian samping, kalau dilihat di bagian atapnya ada spoiler yang cukup tersembunyi. Bentuknya memang tidak mencuat, namun di bawahnya ada lubang sehingga bisa jadi jalur angin saat mobil melaju.
Selain itu, di bagian samping, belakang pintu ada lubang untuk mengalirkan udara ke mesin. Kemudian, bisa dilihat juga kompartemen mesin yang tepat ada di belakang kabin pengemudi, ditutup dengan cover berbahan transparan
Beralih ke bagian belakang, desain lampu kombinasinya mengikuti desain Ferrari modern, yakni mengotak dan ada empat. Lalu, di bagian tengah juga ada active aero berupa spoiler yang naik di kecepatan tertentu dan saat mengerem.
"Vanessa, apakah kamu benar-benar seorang penulis?" Azam mengajukan pertanyaan yang paling ingin dia tanyakan kepada Vanessa.
Vanessa memiringkan kepalanya dan berkata, "Hm? Tentu saja aku ini penulis. Ada apa memangnya?"
Aksa yakin kalau Vanessa tidak berbohong tentang pekerjaannya. Tapi dia juga tahu kalau Ferarri ini pasti dibeli bukan dari bayaran seorang penulis.
Jika semua penulis mendapatkan bayaran yang sangat besar sampai bisa membeli mobil Ferrari, maka bisa dipastikan kalau semua orang yang ada di bumi akan beralih pekerjaan menjadi penulis.
Jadi Azam berpikir kalau Vanessa merupakan anak dari keluarga kaya yang berpisah karena sudah dewasa dan ingin mencari hal baru.
"Tidak ada, tidak disangka aku akan menyetir mobil mewah," kata Azam sambil tersenyum lebar karena dia juga penggemar mobil mewah.
"Hahaha, kamu harus berterima kasih padaku!" kata Vanessa dengan senyum bangganya.
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam mobil. Azam mengagumi interior mobil Ferrari 296 GTB yang sangat mewah sekaligus elegan dengan warna merahnya yang mendominasi.
Setelah memasang sabuk pengaman, Azam segera menyalakan mobil dan melaju menuju Universitas Indonesia. Vanessa akan pergi ke kafe dekat sana, itulah mengapa dia menawarkan Azam untuk pergi bersama.
"Jadi ini rasanya naik mobil mewah!" kata Azam yang sedang sangat bersemangat.
"Hahaha! Asik, kan!?" Vanessa juga tertawa dengan lepas menanggapi reaksi Azam yang sudah dia duga sebelumnya.
Azam hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tidak berdaya menanggapi Vanessa yang tertawa terbahak-bahak.
Raungan mesin Ferrari 296 GTB terdengar sangat keren, orang-orang yang melihatnya segera mengangkat ponsel mereka untuk merekam mobil mewah seharga 12 miliar rupiah tersebut.
Meskipun Azam bisa mengendarai mobil, dia tidak berani terlalu cepat dengan mobil Ferrari ini karena takut jika ada sesuatu, pastinya harga untuk membayarnya akan sangat mahal.
Mereka sampai di Universitas Indonesia hanya dalam waktu 10 menit saja karena memang dekat. Setelah turun dari mobil, Vanessa berpindah ke kursi pengemudi dan berkata kepada Azam.
"Azam, kamu selesai jam berapa?" tanya Vanessa.
Azam mengangkat alisnya dan berkata, "Hm? Kelas pagiku selesai jam 10 pagi, ada apa?"
"Oke, akan aku jemput kamu nanti, dadah!" Sebelum Azam bisa membalas, Vanessa sudah menaikkan jendela mobil dan pergi dengan cepat.
"Ah, wanita ini." Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tidak berdaya lagi melihat tindakan Vanessa yang semaunya sendiri.
Namun pada saat ini, yang tidak disadari oleh Azam adalah mata orang-orang di sekitar tertuju pada dirinya. Mereka terkejut karena Azam turun dari mobil mewah dan ada wanita cantik di dalam mobil tersebut.
Meskipun mereka tidak mengenal Azam, tapi mereka tahu kalau Azam adalah orang yang ada di dalam berita bersama Devina kemarin.
Namun melihat Azam dekat dengan wanita lain dan itu tidak kalah cantik dengan Devina membuat mereka meragukan hidup diri mereka sendiri.
Bahkan ada beberapa orang yang berpikir kalau Azam ini diurus oleh wanita kaya melihat wajah Azam yang memang cukup tampan.
"Hm, ada apa?" Azam melihat ke kiri dan kanan karena merasa kalau tatapan orang-orang di sekitarnya sedikit aneh.
Mengangkat bahu mengabaikan orang-orang di sekitar, Azam segera pergi ke gedung fakultas manajemen karena sebentar lagi kelas pagi akan segera dimulai dan dia tidak mau terlambat.
Meskipun di universitas kehadiran mahasiswa tidak terlalu penting asalkan bisa mengikuti semua pelajaran dengan baik, tapi Azam bukankah orang yang tidak peduli dengan hal seperti itu.
Azam memang orang yang cerdas atau bisa dikatakan dia jenius, namun itu semua juga harus belajar terlebih dahulu. Azam adalah orang yang mengerti dengan cepat, bukan orang yang mengerti tanpa harus belajar.
Meskipun ada alasan lain, yaitu dia tidak mempunyai kegiatan apapun selain mencari benda berharga dengan sistem. Tapi itu bukan alasan yang cukup untuk bolos kelas pagi.
"Yo! Azam!" Nama Azam dipanggil oleh seorang pria yang mewarnai rambutnya menjadi abu-abu.
Dia bernama Rafa, orang yang berkenalan dengan Azam kemarin. Adapun mengapa dia terlihat dekat dengan Azam adalah karena situasi keluarga mereka berdua hampir sama.
Azam yang yatim piatu dan dibesarkan di panti asuhan, sedangkan Rafa yatim piatu yang menumpang di rumah bibinya. Agar tidak merepotkan keluarga bibinya, Rafa memutuskan untuk bekerja paruh waktu.
"Yo!" Azam membalas sapaan Rafa dan duduk di sebelahnya. Mereka berdua bukanlah orang yang tertutup tapi karena kondisi keluarga, mereka tidak percaya diri untuk bergaul dengan orang lain.
Sebenarnya Azam mulai percaya diri, tapi entah mengapa dia terlihat nyaman dengan situasi yang sekarang. Dia yang sudah hidup dengan kesulitan lebih nyaman dengan kesendirian.
"Baik, kembali ke tempat duduk masing-masing." Dosen pengajar masuk ke dalam kelas dan segera mulai mengajar para mahasiswa.
Semua mahasiswa mengeluarkan laptop mereka untuk mencatat termasuk Rafa, hanya Azam saja yang menggunakan buku. Itu karena laptop Azam cukup usang sehingga lambat untuk dijalankan.
"Yah, ayo ganti laptop dan ponsel nanti," pikir Azam yang bisa merasakan mata mahasiswa di sekitarnya yang memandang dirinya dengan tatapan aneh.
Meskipun Rafa tidak mengatakan apapun, tapi Azam tahu kalau dia sedang mengasihani dirinya. Azam hanya bisa mendesah di dalam hati dan kembali fokus ke dosen yang sedang mengajar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-03
0
Hades Riyadi
Tetap semangat dan berjuang untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik tentunya...😛😀💪👍💪
2023-11-03
0
Jimmy Avolution
terus
2023-10-10
0