Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)

Kembali ke apartemen Vanessa, Azam menaruh kopernya di dalam kamar tidur, setelah itu, dia pergi ke dapur. Mengeluarkan bahan-bahan, memilihnya, dan menyiapkan peralatan masak.

Azam akan memasak hidangan yang sederhana saja, yaitu nasi goreng. Bedanya, yang akan dia buat adalah nasi goreng mewah karena menggunakan telur, sosis, daging ayam, yang tergolong mahal.

Apalagi, dia yang biasanya menggunakan satu telur kecil karena tidak punya uang menggunakan dua telur besar yang mahal sekarang karena dia sudah punya banyak uang.

Aroma yang sangat wangi tercium di seluruh dapur dan menyebar ke berbagai sudut ruangan. Bahkan Vanessa yang sedang beristirahat bisa mencium aromanya.

"Aroma yang enak, siapa yang memasak?" Vanessa bangun dan keluar dari kamarnya untuk memeriksa siapa yang sedang memasak.

kemudian dia melihat punggung seorang pria yang sedang memasak. Punggungnya terlihat tegak yang menambah aura khasnya apalagi dia sedang memasak.

"Azam?" panggil Vanessa dengan ragu-ragu.

"Ah, iya?" Azam menoleh menanggapi panggilan Vanessa.

Vanessa duduk di ruang makan yang terhubung dengan dapur dan bertanya kepada Azam. "Kamu sedang masak apa?"

"Nasi goreng, kamu mau?" Azam melanjutkan memasak nasi goreng yang baru setengah proses.

Vanessa ingin menolaknya karena mereka bukanlah siapa-siapa, tapi pada saat ini perutnya berbunyi yang membuat wajahnya memerah karena malu.

"Hahaha, tunggu sebentar ya." Azam tertawa karena bisa mendengar suara perut Vanessa yang lapar.

Wajah Vanessa lebih memerah saat mendengar perkataan Azam. "Apa yang sedang aku lakukan. Tapi, aromanya sangat enak!"

Setelah beberapa saat, Azam telah selesai memasak nasi gorengnya. Dia menghidangkannya di atas piring dan segera membawanya ke meja makan.

"Silakan," kata Azam sambil menyerahkan sendok dan garpu.

"Terima kasih." Vanessa mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Azam.

Vanessa mengambil nasi goreng di atas piring menggunakan sendok. Saat nasi goreng itu dimasukkan ke dalam mulut, Vanessa secara naluriah menutup matanya.

Ada suara samar di tenggorokan yang menelan nasi goreng itu, wajahnya juga ada semburan kemerahan. Azam yang melihat hal itu tahu kalau nasi goreng buatannya telah sukses.

"Ini... Sangat enak!" pikir Vanessa saat ini.

Nasinya yang panas dan lembut dengan campuran mentega mahal mendominasi rasanya. Telur yang dipakai sangat segar dan sangat terasa saat bersentuhan dengan lidah.

Potongan daging yang lembut dan mudah digigit, rasanya yang segar dan sangat enak, ditambah dengan bumbu-bumbu penyedap lainnya menambah kesempurnaan nasi gorengnya.

Pada awalnya, dia memakan masakan Azam hanya karena rasa penasarannya yang tinggi dan tidak terlalu berharap banyak pada rasanya.

Namun saat ini dia makan dengan lahap karena rasa nasi goreng itu sangatlah lezat. Bahkan saking cepatnya dia sampai tersedak dan batuk-batuk.

"Makan pelan-pelan." Azam memberikan segelas air kepada Vanessa. Vanessa segera mengambil gelas air dari tangan Azam dan meminumnya dalam sekali teguk.

"Ah. Azam, nasi gorengmu sangat enak!" teriak Vanessa dengan lepas karena dia benar-benar memuji nasi goreng yang dibuat oleh Azam.

"Sip." Azam tersenyum dan melanjutkan makan nasi gorengnya.

"Bagaimana caranya kamu membuat nasi goreng ini?" tanya Vanessa sambil makan.

"Pengalaman. Aku sudah sering masak, jadi ya begitulah." Azam menjawab dengan singkat namun jelas.

"Pengalaman? Kamu memasak sendiri sepanjang hidupmu?" Vanessa mengangkat alisnya karena merasa ada sesuatu yang salah di perkataan Azam.

"Yep, aku yatim piatu. Kami di panti asuhan juga harus melakukan pekerjaan dasar," angguk Azam.

"Ah, maafkan aku." Vanessa merasa bersalah karena mengingatkan Azam dengan masa lalunya dan melihatnya dengan tatapan kasihan.

"Jangan menatapku dengan mata seperti itu, masa laluku cukup baik." Azam berkata dengan nada tidak berdaya karena dikira kalau mempunyai masa lalu yang buruk.

Vanessa tertawa dan segera mengubah topik pembicaraan. Mereka berdua berbincang-bincang dengan akrab seperti seorang teman lama meskipun baru kenal selama beberapa jam saja.

Setelah obrolan yang cukup panjang, Azam mengetahui kalau Vanessa cukup terkenal di dunia penulis. Meskipun dia menulis novel online, tapi ada beberapa novel yang dibukukan.

"Di mana aku bisa membelinya?" tanya Azam yang tertarik untuk membaca novel yang ditulis oleh Vanessa.

"Jika mau, aku bisa meminjamkannya," kata Vanessa yang gembira karena Azam cukup tertarik.

Namun Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak. Jika aku ingin mendukungmu, maka aku harus membeli bukunya dan membaca dengan serius."

Kesan Azam di hati Vanessa melambung tinggi setelah mendengar perkataan itu. Vanessa tidak menyangka kalau Azam akan mengatakan hal seperti itu yang membuat matanya cerah.

Siapa yang tidak ingin membicarakan hobi atau hal yang disukainya? Vanessa juga seperti itu. Itulah mengapa dia sangat senang mendengar perkataan Azam.

Jadi, Vanessa segera berbicara tentang keluh kesah menjadi seorang penulis online. Meskipun dia sudah terkenal, tapi tetap saja masih ada banyak tekanan yang membebaninya.

Azam mendengarkannya dengan tenang dan tidak menyela perkataan Vanessa. Dia adalah tipe orang yang suka mendengarkan curhatan orang lain, dan tidak suka curhat ke orang lain.

Itulah mengapa dia bisa menjadi pendengar yang baik dan Vanessa yang merasakan hal itu juga senang karena akhirnya ada orang yang mau mendengarkan curhatannya.

Baru setelah pukul 9 malam, mereka berdua kembali ke kamar masing-masing. Vanessa tidak tidur, dia melanjutkan menulis novelnya karena semangatnya meluap-luap setelah berbicara dengan Azam.

Sementara itu Azam membereskan barang-barangnya terlebih dahulu. Dia juga sudah bertanya tentang komputer di dalam kamarnya, dan Vanessa memperbolehkan Azam memakainya.

Jadi, setelah membereskan barang, Azam menggunakan komputer itu untuk mencari-cari materi tentang manajemen karena dia kurang nyaman mencari di laptop usang atau ponselnya.

"Tunggu sebentar, aku kan sudah punya banyak uang. Mengapa tidak beli gadget baru saja?" Azam tiba-tiba tersadar dan memutuskan untuk membelinya besok setelah kelas selesai.

...----------------...

Keesokan paginya, Azam bangun lebih awal daripada alarmnya. Setelah itu dia mandi dan bersiap untuk menyiapkan sarapan karena dia sudah membeli bahan-bahan semalam.

"Azam, kamu bangun pagi sekali." Vanessa berkata saat keluar dari kamarnya sambil mengusap-usap mata yang mengantuk.

"Oh, Vanessa. Yah, ini jam biologis ku." Azam menjawab kemudian melanjutkan membuat sarapan.

Vanessa menguap dan kembali ke kamarnya untuk membasuh muka dan menggosok gigi. Setelah selesai, dia keluar dari kamarnya dan melihat kalau ada dua piring di atas meja makan.

"Azam, apa ini untukku?" tanya Vanessa sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.

"Tentu saja, menurutmu siapa lagi?" jawab Azam sambil membawa dua gelas susu sapi.

Sarapan yang dibuat oleh Azam cukup sederhana yaitu roti lapis yang di dalamnya ada telur, ham sapi, keju, selada, dan yang lainnya.

"Wah, terima kasih." Vanessa gembira karena Azam juga menyiapkan sarapan untuknya padahal tidak perlu karena mereka bukanlah teman dekat dan harus mengurus urusan masing-masing.

"Sama-sama, ayo makan," ajak Azam.

"Ya!" Vanessa mengangguk, dia duduk di seberang Azam kemudian memakan roti lapisnya.

Mereka sarapan dengan nikmat sambil mengobrol, setelah itu Azam melihat kalau Vanessa keluar dengan pakaian olahraga. Dia bertanya dan mendapat jawaban kalau Vanessa akan lari pagi di sekitar lingkungan apartemen.

"Lari pagi ya. Kurasa aku juga harus mulai berolahraga," pikir Azam sambil melihat tubuhnya.

Azam tidak pernah berolahraga karena tidak mempunyai waktu yang cukup. Hari-harinya diisi dengan belajar dan bekerja, meskipun begitu, tubuhnya cukup normal karena pekerjaannya membutuhkan fisik yang kuat.

Namun karena sudah tidak bekerja lagi, dia memutuskan untuk mulai berolahraga agar sehat dan menjaga fisiknya tetap bugar sehingga terhindar dari penyakit apapun.

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

wow 😲😲

2023-11-29

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Joss gandoz ceritanya semakin menarik 😛😀💪👍👍

2023-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!