Kembali ke apartemen Vanessa, Azam menaruh kopernya di dalam kamar tidur, setelah itu, dia pergi ke dapur. Mengeluarkan bahan-bahan, memilihnya, dan menyiapkan peralatan masak.
Azam akan memasak hidangan yang sederhana saja, yaitu nasi goreng. Bedanya, yang akan dia buat adalah nasi goreng mewah karena menggunakan telur, sosis, daging ayam, yang tergolong mahal.
Apalagi, dia yang biasanya menggunakan satu telur kecil karena tidak punya uang menggunakan dua telur besar yang mahal sekarang karena dia sudah punya banyak uang.
Aroma yang sangat wangi tercium di seluruh dapur dan menyebar ke berbagai sudut ruangan. Bahkan Vanessa yang sedang beristirahat bisa mencium aromanya.
"Aroma yang enak, siapa yang memasak?" Vanessa bangun dan keluar dari kamarnya untuk memeriksa siapa yang sedang memasak.
kemudian dia melihat punggung seorang pria yang sedang memasak. Punggungnya terlihat tegak yang menambah aura khasnya apalagi dia sedang memasak.
"Azam?" panggil Vanessa dengan ragu-ragu.
"Ah, iya?" Azam menoleh menanggapi panggilan Vanessa.
Vanessa duduk di ruang makan yang terhubung dengan dapur dan bertanya kepada Azam. "Kamu sedang masak apa?"
"Nasi goreng, kamu mau?" Azam melanjutkan memasak nasi goreng yang baru setengah proses.
Vanessa ingin menolaknya karena mereka bukanlah siapa-siapa, tapi pada saat ini perutnya berbunyi yang membuat wajahnya memerah karena malu.
"Hahaha, tunggu sebentar ya." Azam tertawa karena bisa mendengar suara perut Vanessa yang lapar.
Wajah Vanessa lebih memerah saat mendengar perkataan Azam. "Apa yang sedang aku lakukan. Tapi, aromanya sangat enak!"
Setelah beberapa saat, Azam telah selesai memasak nasi gorengnya. Dia menghidangkannya di atas piring dan segera membawanya ke meja makan.
"Silakan," kata Azam sambil menyerahkan sendok dan garpu.
"Terima kasih." Vanessa mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Azam.
Vanessa mengambil nasi goreng di atas piring menggunakan sendok. Saat nasi goreng itu dimasukkan ke dalam mulut, Vanessa secara naluriah menutup matanya.
Ada suara samar di tenggorokan yang menelan nasi goreng itu, wajahnya juga ada semburan kemerahan. Azam yang melihat hal itu tahu kalau nasi goreng buatannya telah sukses.
"Ini... Sangat enak!" pikir Vanessa saat ini.
Nasinya yang panas dan lembut dengan campuran mentega mahal mendominasi rasanya. Telur yang dipakai sangat segar dan sangat terasa saat bersentuhan dengan lidah.
Potongan daging yang lembut dan mudah digigit, rasanya yang segar dan sangat enak, ditambah dengan bumbu-bumbu penyedap lainnya menambah kesempurnaan nasi gorengnya.
Pada awalnya, dia memakan masakan Azam hanya karena rasa penasarannya yang tinggi dan tidak terlalu berharap banyak pada rasanya.
Namun saat ini dia makan dengan lahap karena rasa nasi goreng itu sangatlah lezat. Bahkan saking cepatnya dia sampai tersedak dan batuk-batuk.
"Makan pelan-pelan." Azam memberikan segelas air kepada Vanessa. Vanessa segera mengambil gelas air dari tangan Azam dan meminumnya dalam sekali teguk.
"Ah. Azam, nasi gorengmu sangat enak!" teriak Vanessa dengan lepas karena dia benar-benar memuji nasi goreng yang dibuat oleh Azam.
"Sip." Azam tersenyum dan melanjutkan makan nasi gorengnya.
"Bagaimana caranya kamu membuat nasi goreng ini?" tanya Vanessa sambil makan.
"Pengalaman. Aku sudah sering masak, jadi ya begitulah." Azam menjawab dengan singkat namun jelas.
"Pengalaman? Kamu memasak sendiri sepanjang hidupmu?" Vanessa mengangkat alisnya karena merasa ada sesuatu yang salah di perkataan Azam.
"Yep, aku yatim piatu. Kami di panti asuhan juga harus melakukan pekerjaan dasar," angguk Azam.
"Ah, maafkan aku." Vanessa merasa bersalah karena mengingatkan Azam dengan masa lalunya dan melihatnya dengan tatapan kasihan.
"Jangan menatapku dengan mata seperti itu, masa laluku cukup baik." Azam berkata dengan nada tidak berdaya karena dikira kalau mempunyai masa lalu yang buruk.
Vanessa tertawa dan segera mengubah topik pembicaraan. Mereka berdua berbincang-bincang dengan akrab seperti seorang teman lama meskipun baru kenal selama beberapa jam saja.
Setelah obrolan yang cukup panjang, Azam mengetahui kalau Vanessa cukup terkenal di dunia penulis. Meskipun dia menulis novel online, tapi ada beberapa novel yang dibukukan.
"Di mana aku bisa membelinya?" tanya Azam yang tertarik untuk membaca novel yang ditulis oleh Vanessa.
"Jika mau, aku bisa meminjamkannya," kata Vanessa yang gembira karena Azam cukup tertarik.
Namun Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak. Jika aku ingin mendukungmu, maka aku harus membeli bukunya dan membaca dengan serius."
Kesan Azam di hati Vanessa melambung tinggi setelah mendengar perkataan itu. Vanessa tidak menyangka kalau Azam akan mengatakan hal seperti itu yang membuat matanya cerah.
Siapa yang tidak ingin membicarakan hobi atau hal yang disukainya? Vanessa juga seperti itu. Itulah mengapa dia sangat senang mendengar perkataan Azam.
Jadi, Vanessa segera berbicara tentang keluh kesah menjadi seorang penulis online. Meskipun dia sudah terkenal, tapi tetap saja masih ada banyak tekanan yang membebaninya.
Azam mendengarkannya dengan tenang dan tidak menyela perkataan Vanessa. Dia adalah tipe orang yang suka mendengarkan curhatan orang lain, dan tidak suka curhat ke orang lain.
Itulah mengapa dia bisa menjadi pendengar yang baik dan Vanessa yang merasakan hal itu juga senang karena akhirnya ada orang yang mau mendengarkan curhatannya.
Baru setelah pukul 9 malam, mereka berdua kembali ke kamar masing-masing. Vanessa tidak tidur, dia melanjutkan menulis novelnya karena semangatnya meluap-luap setelah berbicara dengan Azam.
Sementara itu Azam membereskan barang-barangnya terlebih dahulu. Dia juga sudah bertanya tentang komputer di dalam kamarnya, dan Vanessa memperbolehkan Azam memakainya.
Jadi, setelah membereskan barang, Azam menggunakan komputer itu untuk mencari-cari materi tentang manajemen karena dia kurang nyaman mencari di laptop usang atau ponselnya.
"Tunggu sebentar, aku kan sudah punya banyak uang. Mengapa tidak beli gadget baru saja?" Azam tiba-tiba tersadar dan memutuskan untuk membelinya besok setelah kelas selesai.
...----------------...
Keesokan paginya, Azam bangun lebih awal daripada alarmnya. Setelah itu dia mandi dan bersiap untuk menyiapkan sarapan karena dia sudah membeli bahan-bahan semalam.
"Azam, kamu bangun pagi sekali." Vanessa berkata saat keluar dari kamarnya sambil mengusap-usap mata yang mengantuk.
"Oh, Vanessa. Yah, ini jam biologis ku." Azam menjawab kemudian melanjutkan membuat sarapan.
Vanessa menguap dan kembali ke kamarnya untuk membasuh muka dan menggosok gigi. Setelah selesai, dia keluar dari kamarnya dan melihat kalau ada dua piring di atas meja makan.
"Azam, apa ini untukku?" tanya Vanessa sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.
"Tentu saja, menurutmu siapa lagi?" jawab Azam sambil membawa dua gelas susu sapi.
Sarapan yang dibuat oleh Azam cukup sederhana yaitu roti lapis yang di dalamnya ada telur, ham sapi, keju, selada, dan yang lainnya.
"Wah, terima kasih." Vanessa gembira karena Azam juga menyiapkan sarapan untuknya padahal tidak perlu karena mereka bukanlah teman dekat dan harus mengurus urusan masing-masing.
"Sama-sama, ayo makan," ajak Azam.
"Ya!" Vanessa mengangguk, dia duduk di seberang Azam kemudian memakan roti lapisnya.
Mereka sarapan dengan nikmat sambil mengobrol, setelah itu Azam melihat kalau Vanessa keluar dengan pakaian olahraga. Dia bertanya dan mendapat jawaban kalau Vanessa akan lari pagi di sekitar lingkungan apartemen.
"Lari pagi ya. Kurasa aku juga harus mulai berolahraga," pikir Azam sambil melihat tubuhnya.
Azam tidak pernah berolahraga karena tidak mempunyai waktu yang cukup. Hari-harinya diisi dengan belajar dan bekerja, meskipun begitu, tubuhnya cukup normal karena pekerjaannya membutuhkan fisik yang kuat.
Namun karena sudah tidak bekerja lagi, dia memutuskan untuk mulai berolahraga agar sehat dan menjaga fisiknya tetap bugar sehingga terhindar dari penyakit apapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Nurul Hikmah
wow 😲😲
2023-11-29
0
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-03
0
Hades Riyadi
Joss gandoz ceritanya semakin menarik 😛😀💪👍👍
2023-11-03
2