Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)

Kelas pagi berakhir dengan cepat, Azam segera memasukkan bukunya ke dalam tas dan bersiap untuk keluar karena baru saja Vanessa mengirimkan pesan kalau dia sudah sampai di tempat tadi.

"Azam! Ayo main!" teriak Rafa dengan penuh semangat.

"Maaf, aku ada urusan, kamu dengan yang lain saja dulu," kata Azam dengan nada minta maaf karena dia tidak bisa ikut main.

"Ehh, baiklah," kata Rafa dengan nada kecewa. Namun dia kembali ceria dan mengobrol dengan teman-teman barunya.

Azam menggeleng-gelengkan kepalanya, dia segera keluar dari gedung fakultas manajemen dan melihat kalau di tempat parkir sudah ada mobil Ferrari berwarna merah yang sangat mencolok.

Kaca mobil terbuka dan terlihat kalau Vanessa sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Orang-orang di sekitar bahkan sampai linglung saat melihat kecantikan Vanessa.

"Vanessa!" teriak Azam dari jauh.

Vanessa yang mendengar kalau namanya dipanggil segera menoleh. "Azam!!" teriak Vanessa juga membalas sapaan Azam.

Vanessa berpindah dari kursi pengemudi ke kursi penumpang tanpa turun dari mobil. Azam juga segera duduk di kursi pengemudi tanpa bertanya lagi.

"Kamu ingin ke mana?" tanya Azam kepada Vanessa sambil memasang sabuk pengaman.

Vanessa mengangkat bahunya dan berkata, "Tidak tahu, terserah kamu saja."

Azam hanya bisa terdiam dengan sikapnya. Vanessa berkata kalau akan menjemputnya, itulah mengapa dia berpikir kalau Vanessa ingin pergi ke suatu tempat, tapi ternyata pikirannya salah total.

"Kalau begitu, mau temani aku pergi beli barang?" tanya Azam lagi.

"Boleh, beli apa?" tanya Vanessa yang penasaran.

"Ponsel dan laptop, punyaku sudah terlalu usang," kata Azam yang mulai menyalakan mesin mobil dan menancap gas.

Vanessa juga memasang sabuk pengamannya dan berkata, "Ohh, kamu mau beli di mana? Apa perlu aku rekomendasikan?"

Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan menolak tawaran Vanessa. "Tidak, aku sudah tahu mau beli yang mana."

"Baiklah kalau begitu." Vanessa mengangguk dan membicarakan hal lainnya.

Mobil melaju kencang di jalan yang ramai seperti ikan di dalam air. Entah mengapa Azam lebih percaya diri dengan kemampuan mengemudinya.

Mereka sampai di Super Mall Dirta, mall yang pernah Aksa kunjungi sebelumnya saat membeli pakaian. Setelah parkir di area yang cukup jauh, mereka berdua segera masuk ke dalam mall.

Naik ke lantai tiga menggunakan lift, berjalan beberapa meter dari sana, mereka menemukan ada toko gadget yang bernama Xiaosu, toko yang berasal dari Negara Cina.

"Selamat datang, apakah ada yang bisa saya bantu?" Seorang pramuniaga berkata dengan nada ramah dengan senyum profesional di wajahnya.

"Tolong tunjukkan laptop dan ponsel yang cocok untukku," kata Azam setelah menganggukkan kepalanya.

"Baik! Silakan ikuti saya, Kak." Pramuniaga mengangguk, dia segera menunjukkan jalan menuju area dalam yang penuh dengan gadget mewah.

Pramuniaga menunjukkan beberapa laptop dan ponsel yang cocok untuk Azam sekaligus menjelaskan keunggulannya. Azam dan Vanessa mendengarkan dengan seksama meskipun Vanessa hanya menemani Azam.

"Kalau begitu, aku beli yang ini dan ini saja. Vanessa, kamu butuh ponsel tidak?" Azam menunjuk ke arah satu laptop dan satu ponsel, kemudian dia bertanya kepada Vanessa.

"Tidak, punyaku masih bagus," kata Vanessa sambil tersenyum manis.

Azam mengangguk dan segera meminta pramuniaga untuk segera mengemasnya. Pramuniaga itu mengangguk dan segera melakukan tugasnya dengan penuh semangat.

Alasannya adalah karena Azam langsung membeli setelah diperkenalkan dengan beberapa gadget. Padahal, biasanya pelanggan akan memikirkannya terlebih dahulu dan ada kemungkinan besar kalau mereka tidak jadi membeli.

Itulah mengapa menjadi pramuniaga gadget sedikit melelahkan karena sudah bersusah payah memperkenalkan gadget namun pada akhirnya tidak dibeli oleh pelanggan.

Segera setelah itu, Azam dan Vanessa pergi ke kasir untuk membayar. Biaya yang dikeluarkan oleh Azam untuk membeli laptop dan ponsel adalah 15 juta rupiah karena dia membeli yang keluaran terbaru.

"Aku sudah selesai, kamu mau jalan-jalan?" tanya Azam kepada Vanessa setelah mereka keluar dari toko Xiaosu.

"Um!" Vanessa mengangguk dengan gembira karena bisa berbelanja dengan Azam.

Azam tersenyum dan berpikir kalau ini akan menyenangkan karena bisa belanja dengan wanita cantik. Tapi satu jam kemudian, dia menyesali pikirannya itu karena kakinya sudah lunak.

Dari tadi, mereka keluar masuk dari satu toko pakaian ke toko lainnya. Namun apa yang membuat Azam tidak bisa berkata-kata adalah karena Vanessa belum membeli apapun.

Ketika dia masuk ke toko pakaian lagi, Azam mengambil tas belanjanya dan duduk langsung di kursi untuk beristirahat, dan Vanessa pergi untuk memilih dan mencoba.

Pada saat ini, Vanessa mengambil kemeja berwarna putih dengan corak yang indah, dia kepikiran untuk mencobanya, jadi dia segera berjalan menuju kamar pas.

Namun pada saat dia akan berbelok, tidak sengaja bahunya menabrak wanita dengan riasan tebal di sampingnya. Vanessa terkejut dan segera meminta maaf.

"Maaf, maafkan aku." Vanessa buru-buru menundukkan kepalanya karena dia merasa bersalah namun apa yang wanita dengan riasan tebal katakan selanjutnya membuatnya tertegun.

"Apa kamu tidak punya mata!? Bukankah jalannya luas? Kenapa kamu menabrakku!?" Wanita dengan riasan tebal berteriak dengan kebencian yang besar kepada Vanessa.

Teriakan itu mengundang perhatian orang-orang di sekitar yang sedang melihat pakaian juga. Mereka dengan penasaran menjulurkan kepala mereka untuk melihat apa yang sedang terjadi.

"Sayang, ada apa?" Seorang pria yang mengenakan pakaian mewah mendatangi wanita dengan riasan tebal.

"Sayang, dia menabrakku!" Wanita dengan riasan tebal langsung memeluk pria itu dan berkata sambil meneteskan air mata.

"Hah!?" Vanessa sangat marah dengan apa yang dikatakan oleh wanita dengan riasan tebal karena dari tadi dia tidak diberikan kesempatan untuk berbicara.

"Vanessa!" Azam menghampiri Vanessa dengan raut wajah yang khawatir.

"Azam?" Pria yang mengenakan pakaian mewah memanggil nama Azam dengan nada seperti seorang teman lama.

"Arif?" Azam mengerutkan keningnya karena melihat wajah yang dia kenal namun dia tidak ingin dilihat karena beberapa masaka di masa lalu.

"Jadi itu kamu, Azam. Wanita di sampingmu menabrak pacarku, tolong suruh dia minta maaf," kata Arif dengan nada dingin.

"Vanessa sudah minta maaf tadi," kata Azam dengan tenang menanggapi nada dingin Arif.

"Hah!? Permintaan maafnya tidak tulus! Harusnya dia membungkukkan badan atau berlutut saja sekalian!" teriak Arif dengan nada benci.

Orang-orang di sekitar mulai berbisik-bisik, mereka bertanya-tanya tentang mengapa Arif sampai berteriak seperti itu padahal apa yang terjadi hanyalah masalah sepele.

Justru wanita dengan riasan tebal yang membesarkan masalah, padahal bisa diselesaikan hanya dengan permintaan maaf dan Vanessa juga sudah meminta maaf tadi.

Pada saat ini, manajer toko datang. Dia adalah seorang pria paruh baya dengan perut buncit yang mengenakan setelan jas yang cukup rapi.

"Saya manajer di sini. Permisi, Pak, Bu, ada apa?" Manajer toko bertanya dengan nada sopan meskipun di dalam hatinya dia sudah mengumpat karena ada masalah saat dia bekerja.

"Pak manajer, ada CCTV kan? Bisakah aku mengeceknya?" tanya Azam kepada manajer toko.

"Tentu, aku akan memanggil karyawanku." Manajer toko mengangguk dengan gembira karena ada orang yang masih waras.

Biasanya jika ada masalah, kedua belah pihak akan sama-sama berteriak. Mereka saling menyalahkan tanpa melihat masalah yang terjadi, bahkan ada yang sampai adu jotos.

Manajer toko segera meminta salah satu karyawannya untuk pergi ke ruang pengawas. Setelah beberapa saat, dia kembali sambil membawa satu buah tablet.

"Silakan." Manajer toko menyerahkan tablet itu kepada Azam.

Azam mengangguk dan mengambilnya, dia segera memeriksa rekaman CCTV agar bisa tahu mengenai masalah yang menimpa Vanessa dan mengapa wanita dengan riasan tebal bersikap dramatis.

"Hah... Arif, Vanessa memang salah karena dia yang menabrak pacarmu. Tapi bukankah sikap pacarmu ini terlalu berlebihan? Padahal hanya masalah sepele." Azam menghembuskan napas panjang.

"Apa!? Sepele katamu!? Bahuku ditabrak dengan keras oleh wanita sialan itu!?" teriak wanita dengan riasan tebal.

Azam membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, namun pada saat ini Vanessa mengambil langkah ke depan sambil mengangkat tangan kanannya. Kemudian dia ayunkan tangan kanannya itu ke arah wajah wanita dengan riasan tebal.

*Plak!!

Suara tamparan yang sangat keras, beriak bolak-balik di dalam toko pakaian. Dalam sekejap, cetakan tamparan yang jelas muncul di wajah wanita dengan riasan tebal.

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

iya jangan mau ditindas

2023-11-29

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

mantaabb abiiss... sikapnya Vanessa, kalo berhadapan dengan orang yang lebay cocoknya mang dikaplok bolak-balik seperti itu...udah jelek dan sok lageee...😛😀💪👍👍👍

2023-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!