Matahari sudah terbenam, Azam kembali ke kostnya setelah melakukan pencarian selama beberapa jam dengan penuh semangat karena dia mendapatkan hasil yang cukup banyak.
Setelah mandi dan makan roti untuk mengganjal perut, Azam mengeluarkan semua uang yang disimpan di dalam tasnya dan mulai menghitung. Setelah beberapa menit, Azam terkejut saat mengetahui totalnya.
"Kesampingkan uang 5 juta tadi karena itu bukan milikku. Total uang yang aku dapatkan dari hasil mencari selama beberapa jam adalah 1 juta!?" Azam berteriak karena sangat terkejut.
Tentu saja, dia tidak menyangka kalau jumlah uang yang dia kumpulkan merupakan dua kali lipat gaji paruh waktunya yang dia lakukan selama satu bulan tanpa hari libur.
"Seperti yang diharapkan dari Kota Jakarta, banyak uang tanpa pemilik dengan pecahan 50 dan 100 ribu," kata Azam sambil tersenyum lebar.
Benar, karena ini adalah Kota Jakarta di mana ada banyak orang kaya, maka biasanya jika mereka kehilangan uang juga tidak akan khawatir.
Karena Azam tinggal seorang diri, dia tidak tahu harus menggunakan uangnya untuk apa selain membeli makanan dan membayar biaya kuliah. Setelah berpikir sebentar, Azam memutuskan untuk menyimpannya.
Setelah menyimpan uang, Azam menyalakan ponselnya untuk memesan makanan secara online. Dia ingin memanjakan diri karena sudah memiliki cukup banyak uang di kantung nya.
"Terakhir kali aku pesan makanan online kapan ya? Haha, karena aku tidak punya uang, aku jadi tidak ingat." Azam tertawa saat memikirkan situasi di mana dia sama sekali tidak memiliki uang sepeserpun.
Setelah memesan makanan, Azam menyalakan laptop usang yang sudah digunakan selama beberapa tahun. Dia ingin melihat informasi mengenai universitasnya.
Meskipun Azam sebatang kara, dia adalah anak yang sangat cerdas. Azam berkuliah di Universitas Indonesia dengan undangan, yang mencerminkan kalau dia diperhatikan oleh Universitas Indonesia.
Azam mengambil jurusan manajemen karena dia berniat untuk membangun bisnisnya sendiri di masa depan. Namun dia tahu kalau itu mustahil karena membangun bisnis membutuhkan modal dan dia sangat miskin.
Tapi, sekarang nyala api di hati Azam kembali menyala terang setelah mendapatkan Sistem. Dia merasa kalau tujuannya bisa tercapai dengan bantuan Sistem Pemindai yang datang secara tiba-tiba.
Pada saat ini, ponsel Azam berbunyi dan bersamaan dengan itu pintu kostan nya diketuk. Azam berdiri dan membuka pintu karena tahu kalau yang mengirim pesan dan yang mengetuk pintu adalah orang yang sama, yaitu kurir makanan.
Setelah mengucapkan terima kasih, Azam kembali ke dalam dan mulai membuka makanannya. "Nasi goreng, ayam bakar, sayur-mayur, lemon tea, kapan lagi aku bisa makan seperti ini?"
Azam memang memesan banyak makanan karena dia punya uang lebih. Sebelumnya, dia hanya makan nasi dengan lauk pauk sederhana seperti tahu atau tempe, kangkung, dan sayur mudah lainnya.
Untuk daging, paling-paling Azam bisa memakannya seminggu sekali karena dia tidak punya uang. Itulah mengapa saat ini, dia sangat bahagia melihat makanan di depannya.
"Besok ada kelas pagi, aku harus berangkat lebih awal. Haruskah aku membeli pakaian baru sehabis makan? Untuk kendaraan, mari kita pikirkan itu nanti," batin Azam sambil makan malam.
Dia memakan makanannya dengan cepat karena sudah sangat lapar dan rasa dari makanannya yang sangat enak. Setelah itu, Azam mengambil jaketnya dan keluar dari kostnya setelah memesan ojek online.
Dia akan pergi ke mall terdekat untuk membeli pakaian baru. Pakaian yang dia miliki sudah sangat lama, Bahkan Azam juga lupa kapan terakhir kali dia membeli pakaian baru.
Setelah sampai, Azam masuk ke dalam mall dan pergi ke toko pakaian yang bernama Second Clothing Look atau yang biasa disingkat Scolk. Scolk merupakan merek pakaian lokal yang sangat terkenal dan sering dipakai oleh artis dan selebriti.
"Selamat datang di Toko Scolk, apakah ada yang bisa saya bantu, Kak?" Seorang pemandu belanja wanita berkata kepada Azam dengan senyum manisnya.
Meskipun pakaian Azam terlihat biasa-biasa saja atau bahkan sudah usang, pemandu belanja tidak meremehkan Azam. Hal ini mencerminkan kalau Toko Scolk memiliki pelayanan yang sangat baik.
Azam mengangguk dan berkata, "Halo, tolong bantu aku cari pakaian kasual yang cocok untuk kuliah atau waktu santai, meskipun kasual, tapi juga sopan."
"Tentu, silakan ikuti saya, Kak." Pemandu belanja mengangguk dan segera menuntun Azam pergi ke area pakaian kasual.
Di sana, pemandu belanja menunjukkan banyak sekali pakaian kasual yang cocok dengan tubuh Azam. Mulai dari kaos lengan pendek dan lengan panjang, kemeja santai, hoodie, sweater, dan lain sebagainya.
Azam memilih kemeja lengan panjang, kaos polos, celana jeans panjang, dan celana panjang hitam. Pemandu belanja sebesar mengemas pakaian yang Azam pilih dan memintanya untuk pergi ke kasir.
Setelah beberapa menit mengantre di kasir, sedang giliran Azam untuk membayar. Total harga dari empat barang yang dibeli oleh Azam sekitar 800 ribu lebih karena merek Scolk memang cukup mahal, tapi sesuai dengan kualitasnya.
"Padahal aku berencana untuk menyimpan uang ini, tapi malah menghabiskan hampir semuanya beberapa jam kemudian, haduh." Azam hanya bisa tersenyum masam dengan konsumsi di Jakarta.
Setelah membayar, Azam mengambil tas belanjanya. Kemudian dia mengelilingi mall sambil melihat-lihat karena dia jarang pergi ke sini. Azam juga membeli beberapa makanan ringan karena penasaran dengan rasanya.
Baru setelah pukul 9 malam, Azam kembali ke kostnya dengan taksi online. Setelah mandi untuk membersihkan diri, Azam berbaring di atas ranjang dan hendak tidur.
[Host, Sistem lupa memberitahu. Ada satu kesempatan bagi Host untuk memutar gacha skill.]
"Oh, ya? Besok saja, aku lelah." Azam tentu saja tertarik, tapi dia sangat mengantuk sehingga dia memutuskan untuk tidur saja.
...----------------...
Keesokan harinya, Azam bangun pagi untuk mandi dan sarapan sederhana karena dia lupa membeli bahan kemarin malam, jadi dia hanya sarapan dengan roti isi selai kacang dan segelas susu.
Hari ini, Azam mengenakan pakaian yang dibelinya kemarin. Dengan celana jeans panjang, kemeja putih lengan panjang yang dibuka dan didalamnya mengenakan kaos putih polos.
Karena tidak memiliki motor atau mobil, Azam pergi ke Universitas Indonesia dengan ojek online. Dia sampai di sana dalam waktu 15 menit karena tukang ojek onlinenya mengendarai motor dengan sangat cepat.
"Huh, hari ini, hidupku akan berubah. Dengan Sistem Pemindai, aku bakal mengubah hidupku menjadi lebih baik lagi," pikir Aksa saat melihat bangunan-bangunan di Universitas Indonesia.
Teman-teman SMA Azam ada beberapa yang di Universitas Indonesia, namun mereka tidak dekat dan jarang mengobrol, jadi bisa dikatakan kalau Azam tidak memiliki teman di sini.
"Masih ada dua jam sebelum kelas dimulai, haruskah aku mencari uang di sekitar sini?" Aksa segera memberi perintah kepada Sistem untuk mencari uang tanpa pemilik.
[Ditemukan uang sebesar 20 ribu rupiah dalam jarak 7,5 meter dari Host.]
[Ditemukan uang sebesar 500 rupiah dalam jarak 3 meter dari Host.]
[Ditemukan uang sebesar 400 ribu rupiah dalam jarak 10 meter dari Host.]
"400 ribu? Uang yang cukup banyak." Azam sedikit terkejut, dia segera pergi ke lokasi uang 400 ribu.
Dia sampai di sebuah area parkir terbuka, dan di bawah pohon di dekat sana ada sebuah dompet panjang berwarna hitam dengan resleting berwarna emas.
"Ah, jadi ini dompet." Azam menganggukkan kepalanya karena itu wajar melihat jumlahnya yang sekitar 400 ribu rupiah.
Azam membungkuk dan mengambil dompet itu, kemudian dia melihat kartu identitas yang ada di dalam dompet karena dia akan mengembalikannya.
Benar, Azam berniat untuk mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya karena yang dia cari adalah uang tanpa pemilik, bukan uang dari dompet milik orang lain.
Apalagi tidak hanya uang yang ada di dalam dompet tersebut, melainkan ada kartu ATM, STNK, dan kartu identitas seorang wanita.
"Devina Fiorenza? Bukankah dia adalah wanita yang terkenal di UI?" Azam terkejut saat melihat nama yang ada di gantungan kunci karena dia tahu siapa orang itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Ryan Hidayat
bentar²
itu nasi goreng= 13.000
Ayam goreng = ±7.000-9.000
sayur mayur =±5.000
lemon tea= 8.500
Total 13+8+5+8.5= 34.500
1.000.000 - (±800.000)
200.000-34.500 = 165.500
masih bisa buat naek taksi ±50.000
165.500 - 50.000 = 115.500
2023-11-29
0
Nurul Hikmah
wah dapat cewek
2023-11-29
0
Santo Londho
wadadauuu Bru dp uang dikit udah ke toko terkenal, gimana thor paling ga tau ke pasar tradisional yg banyak jualan di pinggir jalan.
2023-11-17
1