Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)

Keesokan harinya, sinar matahari terbit yang hangat dengan ringan tumpah ke kamar Azam melalui jendela. Azam membuka matanya dengan ringan, lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka dan menggosok gigi.

Azam tidak langsung mandi karena hari ini dia akan olahraga pagi dengan Vanessa. Jadi, setelah membasuh muka, dia segera mengganti pakaiannya menjadi pakaian olahraga.

Dengan kaos dan celana pendek berwarna hitam, lalu dengan sepatu olahraga berwarna putih, Azam sudah siap untuk berolahraga. Dia keluar dari kamar dan melihat kalau Vanessa juga sudah siap.

"Azam, ayo olahraga?" kata Vanessa dengan nada riang karena Azam akan ikut lari pagi bersamanya.

"Ayo!" Azam mengangguk sambil tersenyum.

Mereka berdua keluar dari rumah dan turun menggunakan lift. Setelah lift sampai di lantai satu, mereka berdua langsung berlari. Tapi bukan lari cepat karena itu tidak boleh dilakukan di dalam lobi, melainkan hanya joging.

Udara yang sejuk dengan sinar matahari yang hangat menyelimuti kulit Azam dan Vanessa. Mereka merasa seperti dilahirkan kembali karena tubuh mereka sangat nyaman.

"Tidak disangka, baru saja keluar sudah senyaman ini." Azam berkata dengan suara lirih sambil merasakan pelukan dari hangatnya sinar matahari.

"Benar, kan? Makanya ayo lari pagi setiap hari!" kata Vanessa sambil tersenyum. Dia sudah terbiasa dengan perasaan nyaman ini karena hampir setiap hari merasakannya.

"Haha, ayo!" Azam tertawa sebentar sebelum menjawab.

Mereka berdua lari pagi di sekitar komplek apartemen. Mereka mengitari gedung, berlari di taman komplek, berlari di trotoar sambil mengalami penyiksaan dari aroma makanan pedagang kaki lima.

Satu jam kemudian, mereka berdua berhenti di depan pedagang kaki lima yang berjualan di dekat komplek apartemen.

"Van, mau sarapan apa?" Azam menoleh ke arah Vanessa dan bertanya kepadanya.

"Terserah." Vanessa menjawab dengan jawaban yang sudah melegenda yang membuat Azam terdiam dan tidak bisa berkata-kata.

"Kalau gitu ayo sarapan bubur ayam." Azam memutuskan untuk sarapan bubur ayam daripada bertanya kepada Vanessa lagi.

"Oke!" Vanessa mengangguk dan tidak keberatan dengan sarapan pilihan Azam. Dia juga tidak membutuhkan makanan yang berat untuk sarapan.

Mereka memesan bubur ayam di pedagang kaki lima terdekat. Sang penjual langsung membuatkan pesanan mereka dengan kecepatan tangan yang melebihi kecepatan cahaya.

"Selamat makan," kata Azam sebelum makan bubur ayam.

Tapi saat Azam mengambil bubur dan hendak memasukannya ke dalam mulut, dia tertegun. Karena melihat kalau Vanessa sedang mengaduk-aduk bubur ayam miliknya.

"Kamu tim bubur diaduk!?" Azam melebarkan matanya dan berkata dengan suara keras.

"Hah? Kamu tim tidak diaduk!?" Vanessa juga berkata dengan keras.

Suara mereka berdua didengar oleh orang-orang di sekitar yang sedang makan bubur juga. Yang lain hanya tertawa melihat apa yang mereka bicarakan karena itu adalah hal yang lumrah.

Ada banyak orang yang memperdebatkan apakah sebelum makan bubur ayam, harus diaduk terlebih dahulu atau tidak. Dan karena hal ini ada beberapa cara makan bubur ayam yang melenceng dari jalur.

Azam dan Vanessa juga tidak berdebat, mereka hanya terkejut dengan tim yang dipilih. Setelah saling memandang, mereka berdua tertawa lalu memulai sarapannya.

...----------------...

Universitas Indonesia, di gedung fakultas manajemen. Azam sedang berjalan di koridor menuju ruang kelasnya karena sebentar lagi akan diadakan kelas pagi.

Namun, ada yang membuat Azam heran. Ada lebih banyak orang di gedung fakultas manajemen, dan semakin dekat dengan kelasnya, ada lebih banyak orang lagi di sana.

Dan saat Azam masuk ke dalam ruang kelas, dia melebarkan matanya dan mulutnya sampai menganga karena hampir semua kursi di dalam kelas sudah terisi oleh orang-orang.

Azam mengerutkan keningnya karena masih belum paham tentang apa yang sedang terjadi. Namun dia mengesampingkan pikiran itu dan segera duduk di barisan paling belakang di dekat jendela seperti protagonis anime.

"Hari pertama menggunakan laptop baru." Azam tersenyum, dia mengeluarkan laptop yang baru dibeli kemarin dari tasnya dan menaruhnya di atas meja.

Laptop yang dibeli Azam cukup terkenal, selain karena itu adalah keluaran terbaru, harganya juga cukup mahal sehingga banyak mahasiswa yang tidak bisa membelinya.

Jadi, mahasiswa yang duduk di sekitar Azam terkejut saat melihatnya mengeluarkan laptop keluaran terbaru. Mata mereka menjadi cerah karena melihat ada orang kaya yang membeli laptop itu.

Meskipun sebenarnya Azam bukankah orang yang kaya jika mereka tahu situasinya. Tapi bagi orang yang tidak mengenal Azam, Azam memang terlihat sebagai orang kaya.

*ding dong

Pada saat ini, bel kelas berbunyi. Dalam sekejap, ruang kelas yang awalnya berisik, langsung menjadi tenang dan sunyi bahkan jarum yang jatuh pun bisa terdengar.

*tap tap tap

Suara sepatu hak tinggi yang tajam terdengar dari jauh mendekat ke kelas. Segera, pintu terbuka dan kecantikan luar biasa naik ke atas podium.

Dia memiliki rambut sedikit panjang, namun bagian belakangnya diikat. Wajah cantiknya yang terlihat elegan dan dewasa, mata dan hidung yang hampir sempurna, serta mulut ceri yang lezat.

Kaos turtleneck yang dia pakai menunjukkan lekuk tubuhnya yang sempurna. Plus, ada pesona khusus yang dia pancarkan. Selama orang melihatnya, mereka tidak bisa menggerakkan kepala mereka sama sekali.

"Sekarang aku tahu mengapa kelas ini sangat ramai." Azam menghela napas, karena dia juga bisa memahami pikiran para mahasiswa pria di dalam kelas ini.

Dia juga tahu siapa wanita di atas podium. Hana Isaura, seorang dosen fakultas manajemen yang menjadi dosen di usianya yang masih 28 tahun, seorang jenius dan berbakat yang nyata.

Pada saat ini, Hana meletakkan laptopnya dan berkata, "Hari ini, kita akan belajar bagaimana pengelolaan uang dalam konteks manajemen."

Hana menyalakan proyektor dan menyambungkan kabelnya ke laptop. Kemudian muncul powerpoint di layar putih untuk proyeksi. Setelah itu Hana memulai pelajarannya tentang pengelolaan uang.

Setelah menjelaskan materi, Hana menampilkan sebuah soal tentang keuangan manajemen. Dia melihat ke arah mahasiswa dan berkata, "Silakan, apa ada yang bisa menjawabnya?"

Semua mahasiswa mengambil pulpen dan mencoba menghitungnya di buku corat-coret. Mereka berpikir untuk menggunakan waktu tersingkat untuk menyelesaikan masalah, dan dengan demikian mendapat perhatian Hana.

Hana menunggu dengan sabar, namun setelah 15 menit, dia tidak menemukan ada mahasiswa yang mengangkat tangan. Jadi dia mengerutkan keningnya dan berpikir apakah mahasiswa di kelasnya tidak mendengarkan materi yang dia jelaskan.

Sebenarnya hampir semua mahasiswa sudah dapat jawabannya, tapi entah mengapa mereka tidak mengangkat tangan karena merasa malu dan takut salah jawab.

Azam sudah selesai menghitung, tapi dia mencoba untuk memahami segala langkahnya perhitungannya agar bisa lebih ingat dan paham.

Hana melihat kalau semua mahasiswa menundukkan kepalanya. Tapi di sudut pandangannya, dia melihat ada seorang mahasiswa yang terlihat serius.

Jadi dia memanggil mahasiswa itu. "Mahasiswa laki-laki di sana, yang duduk di pojokan itu, tolong jawab pertanyaan ini."

Azam yang sedang fokus merasakan kalau orang-orang di sekitar melihat ke arahnya. Kemudian dia sadar kalau Hana memanggil dirinya untuk menjawab soal.

Jadi, Azam berdiri dan menjawab soal itu sesuai dengan perhitungannya. Dia tidak khawatir kalau salah, karena soalnya sangat mudah dan termasuk soal dasar.

Bahkan jika salah, itu adalah hal yang lumrah karena dia baru belajar materi ini hari ini saa Hana menjelaskannya. Yang penting dia sudah menjawab dengan usahanya, masalah benar atau salah bisa dilihat nanti karena ini bukan kompetisi.

"Jawabannya benar, siapa namamu?" tanya Hana dengan penasaran karena Azam menjawab dengan percaya diri tidak seperti mahasiswa lainnya yang ragu-ragu.

"Um, Azam Pramudya, Bu." Azam mengatakan namanya dengan sopan.

"Azam, ya. Baiklah, kamu boleh duduk." Hana mengangguk dan memperbolehkan Azam untuk duduk kembali.

Hana melanjutkan penjelasannya dan sesekali dia juga menampilkan soal. Kali ini, Azam berinisiatif untuk menjawabnya daripada ditunjuk oleh Hana karena dia merasa kalau materinya cukup mudah.

Kemudian hampir seluruh soal yang ditampilkan oleh Hana dijawab oleh Azam dengan mudah. Hana memiliki mata yang cerah karena ada mahasiswa yang tidak hanya pintar namun juga percaya diri di kelasnya.

*ding dong

Bel kelas berbunyi tanda bahwa pelajaran telah usai. Hana merapikan buku dan laptopnya, lalu berkata, "Azam, tolong ke kantorku saat jam makan siang. Lalu, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya."

Hana keluar dari ruang kelas, namun saat ini semua perhatian orang-orang tertuju pada Azam. Mereka tidak menyangka kalau Hana akan memanggil Azam ke kantornya.

Padahal ada banyak sekali mahasiswa yang sudah mencoba untuk menarik perhatian Hana, namun semuanya berakhir dengan kegagalan.

"Ah?" Azam menggaruk-garuk kepalanya karena tidak tahu mengapa Hana memintanya untuk datang ke kantor saat jam makan siang.

Terpopuler

Comments

yuce

yuce

aku juga kalau makan bubur suka diaduk sebelum makan kalau gak diaduk kurang enak rasanya.pernah kucoba gak diaduk tapi malah buburnya gak habis kayak rasanya gak makan ja.

2024-06-06

0

Wheisman Kharazak

Wheisman Kharazak

🗿 padahal sepele, di aduk atau tidak selesai dimakan jadi taik jga nanti🗿

2023-12-17

0

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

genius ceritanya unik Saya suka ini

2023-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!