Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)

Devina Fiorenza, seorang gadis cantik yang satu tahun lebih tua dari Azam. Dia sangat terkenal di Universitas Indonesia, hampir semua mahasiswa di sini bahkan yang berbeda jurusan juga tau siapa dia.

Ada tiga hal yang membuatnya terkenal. Pertama, dia berasal dari keluarga konglomerat. Kedua, dia memiliki paras yang sangat cantik. Ketiga, dia memiliki otak yang jenius.

Tiga hal tersebut membuat Devina menjadi superior dibandingkan dengan mahasiswa, tidak, dengan orang seusianya. Karena tiga hal tersebut menjadi sangat luar biasa jika digabungkan.

Sebagai seorang remaja laki-laki yang sudah menginjak usia legal, Azam tentu saja tertarik dengan wanita cantik seperti Devina. Dia sudah pernah melihatnya dari kejauhan saat pertama kali masuk ke Universitas Indonesia ini.

"Tapi, gimana caranya aku mengembalikan dompet ini? Haruskah aku ke kelasnya? Atau berikan saja kepada dosen?" Azam berpikir sejenak, kemudian dia memutuskan untuk pergi ke kelas Devina.

Devina mengambil jurusan bisnis, jadi Azam tahu ke mana harus pergi. Saat sampai di bangunan fakultas bisnis, Azam bertanya kepada orang yang lewat apakah melihat Devina.

Setelah bertanya kepada beberapa orang, akhirnya ada satu orang yang melihat Devina. Jadi, Azam segera pergi ke arah yang dikatakan oleh orang yang dia tanyai tadi.

...----------------...

Di gazebo di dekat gedung fakultas bisnis, ada seorang wanita cantik sedang duduk bersama dengan teman-temannya yang lain. Mereka sedang berdiskusi tentang tugas yang diberikan oleh dosen.

"Devina, kamu tidak ingin punya pacar?" tanya seorang wanita dengan rambut pendek yang duduk di sebelah Devina.

Di sebelahnya, ada Devina yang mengenakan pakaian kasual namun penuh pesona. Devina mengenakan celana jeans panjang dengan kemeja berwarna putih yang dimasukkan sebagian.

Rambut panjangnya tergerai sampai ke pinggang yang menambah pesonanya, apalagi dia sedang memakai kacamata yang tidak bisa ditolak oleh orang-orang yang memandangnya.

"Pacar? Entahlah, aku tidak pernah berhubungan dengan pria manapun." Devina menjawab dengan santai namun teman-temannya tidak percaya.

"Tidak mungkin, kan? Masa wanita secantik dirimu tidak pernah berhubungan dengan pria?" Wanita berambut pendek bertanya dengan nada curiga karena dia sama sekali tidak percaya.

Teman-teman yang lain juga mengangguk setuju dengan perkataan wanita berambut pendek. Lagipula, Devina memang sangat cantik apalagi dia asli Jakarta sehingga tidak mungkin untuk tidak berhubungan dengan pria.

"Aku berbicara jujur. Memang benar kalau ada banyak pria yang mengajakku, tapi aku tolak semuanya." Devina berkata dengan nada tidak berdaya karena teman-temannya tidak percaya.

"Oh, 'berhubungan' yang kamu maksud itu hubungan saling suka?" tanya wanita berambut pendek.

"Betul, seperti itu." Devina mengangguk.

"Kalau begitu aku bisa paham. Karena memang benar kalau kamu ini tidak pernah menyukai seseorang, malahan, ada banyak pria yang menyukaimu." Wanita berambut pendek menganggukkan kepalanya.

Pada saat mereka berbincang-bincang sekaligus berdiskusi, Azam datang mendekati mereka. Dia sedikit gugup apakah langsung menghampiri Devina atau menunggu mereka selesai berbicara.

Karena Azam tidak pernah berbicara dengan orang terkenal seperti Devina apalagi dengan identitas di antara mereka berdua yah bagaikan langit dan bumi.

Tapi Devina sadar kalau ada pria yang tidak ia kenal sedang menatap ke arah mereka. Jadi, Devina menoleh dan melihat Azam yang sedang berdiri diam sambil memegangi kepalanya.

"Hei kamu, apa yang kamu lakukan?" Devina memanggil Aksa dengan suara waspada karena mengira kalau Aksa adalah salah satu pelamar yang menyukai dirinya.

"Ah, maaf! Sebenarnya, aku ingin mengembalikan ini." Azam memberikan dompet milik Devina dan berkata dengan gugup.

"Eh?" Devina terkejut melihat barang yang familiar berada di tangan Azam, dia mengambilnya dan melihat kalau itu memang kunci dompet miliknya.

Devina ingat kalau kemarin sore dia panik mencari dompet miliknya. Pada akhirnya dia pulang tanpa membawa dompet, untung saja ada uang digital sehingga dia tidak kerepotan saat membeli makanan.

"Di mana kamu menemukannya?" tanya Devina dengan penasaran.

"Eh, itu ada di dekat pohon area parkir," jawab Azam dengan jujur.

"Ah, jadi di sana." Devina akhirnya tersadar kalau dia memang duduk di bawah pohon sebentar untuk meneduh dari panasnya sinar matahari yang menusuk tulang.

"Oh dompetmu ketemu? Untung saja tidak ada yang mencurinya, haha." Wanita berambut pendek tertawa.

Devina mengabaikan perkataannya, dia melihat Azam dan berkata, "Terima kasih karena sudah mau mengembalikan dompet ini. Apakah kamu butuh sesuatu? Aku bakal memberikan apapun yang kamu mau."

Azam menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Yah, tidak ada. Aku mengembalikan dompet itu tanpa memikirkan imbalan atau sesuatu seperti itu."

Devina menatap mata Azam dalam-dalam dan tidak menemukan kebohongan di sana. Dia menjadi tertarik dengan Azam yang murni mengembalikan dompetnya tanpa mengharapkan imbalan.

Jarang sekali ada orang yang seperti itu di zaman sekarang, sebuah zaman di mana etika kurang diperhatikan karena pengaruh budaya asing atau memang karena jiwa orang-orang sekarang melemah.

"Baiklah, beritahu nomor teleponmu." Devina menyodorkan ponselnya kepada Azam dan memintanya untuk mengetik nomor teleponnya di ponsel miliknya.

"Ah, iya!" Azam terkejut karena dimintai nomor telepon oleh wanita yang diidam-idamkan oleh banyak mahasiswa pria di Universitas Indonesia ini.

Setelah mengembalikan ponsel Devina, Azam berkata, "Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampa jumpa!"

Devina menatap punggung Azam dengan mata indahnya, teman-temannya saling memandang dan berpikir hal yang sama kalau Devina tertarik dengan pria yang baru saja pergi.

"Dev, kami akan mendukungmu!" Wanita berambut pendek berkata.

"Apa?" Devina memiringkan kepalanya karena tidak paham dengan perkataan temannya.

...----------------...

Azam melanjutkan pencarian uang tanpa pemilik, namun kebanyakan hanya menemukan uang receh, tapi Azam tetap mengambilnya karena dia tidak berada di dalam kondisi yang bisa mengabaikan uang.

Kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Azam segera pergi ke kelasnya yang ada di gedung fakultas manajemen. Di sana, dia duduk di bangku paling belakang di dekat jendela seperti protagonis anime.

Mau itu di SMA atau di universitas, Azam tidak mempunyai teman. Beberapa hari yang lalu ada acara penyambutan mahasiswa baru, namun Azam tidak hadir karena harus bekerja paruh waktu.

Antara teman dan uang, pastinya lebih penting teman. Namun kondisi Azam sangat memprihatikan karena dia tidak punya uang sama sekali. Itulah mengapa dia lebih memilih bekerja paruh waktu daripada ikut acara penyambutan.

"Sedikit membosankan, mungkin karena dosennya yang sudah tua, beliau terlalu panjang dalam menjelaskan sesuatu," pikir Azam yang mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

Waktu berlalu dengan cepat, kelas pagi selesai pas pukul 11 pagi. Azam memasukkan buku-bukunya ke dalam tas ransel, kemudian keluar dari kelas dengan cepat karena dia sudah sangat bosan.

Pada saat dia keluar dari gedung fakultas manajemen, di depan sana ada banyak orang yang berkerumun. Azam tidak tertarik dengan apa yang sedang mereka lakukan, jadi dia langsung menerobos mereka.

"Permisi. Maaf, permisi." Azam lewat dengan sopan karena tidak ingin menimbulkan masalah dengan orang-orang itu.

"Azam!" Nama Azam dipanggil oleh seorang wanita karena suaranya terdengar sangat merdu, dan Azam mengernyitkan dahinya karena dia sudah mendengar suara ini sebelumnya.

Azam menoleh ke arah sumber suara, kemudian dia paham mengapa ada banyak orang yang berkerumun di sini. Itu karena ada Devina yang sedang berdiri menyender ke pilar gedung.

"Um, Devina? Apa kamu butuh sesuatu dariku?" tanya Azam dengan ragu-ragu karena yang memanggilnya adalah Devina.

"Tidak ada, ayo pergi." Devina mengambil langkah dan meminta Azam untuk pergi bersama.

"Eh, baiklah." Azam tidak tahu apa yang Devina inginkan, namun dia mengikuti Devina karena agak risih dengan tatapan orang-orang di sekitar.

"Apa yang terjadi!!?" Orang-orang yang melihat Devina pergi bersama seorang pria tidak dikenal sangat terkejut bahkan mereka sampai berteriak bertanya-tanya apa yang terjadi.

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

hahaha 🤣😂 kepo

2023-11-29

2

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-02

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Untunglah Devina mang gadis cantik yang baik hatinya dan ramah...😛😀💪👍👍👍

2023-11-02

1

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!