Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)

Orang-orang yang ada di dalam toko terkejut saat melihat Vanessa yang dengan berani menampar wanita dengan riasan tebal bahkan seisi toko bisa mendengar suara tamparannya.

Wanita dengan riasan tebal itu tertegun sejenak, kemudian wajahnya menjadi merah, bukan karena malu tapi karena marah. Dia tidak menyangka kalau Vanessa akan menampar wajahnya di depan umum.

"Kamu... Kamu berani menamparku!?" teriak wanita dengan riasan tebal sambil menunjuk-nunjuk Vanessa.

Wanita itu menyentuh pipi yang ditampar oleh Vanessa, dia bisa merasakan suhu hangat di pipinya karena tamparan Vanessa memang sangat keras.

"Lalu apa?" Vanessa hanya membalas dengan wajah sombongnya. Dia sama sekali tidak takut dengan amarah wanita dengan riasan tebal itu.

"Wanita sialan." Arif mendekati Vanessa dengan wajah muram, dia mengangkat tangan kanannya dan hendak menampar Vanessa.

Vanessa mengerutkan keningnya, dia ingin mengambil langkah mundur untuk menghindari tamparan dari Arif. Namun pada saat ini, sebuah tangan yang kokoh memegang tangan Arif dengan erat.

"Arif, mau dulu atau sekarang, kamu tetap kasar kepada wanita. Apakah sikapmu ini belum berubah sama sekali?" kata Azam sambil menatap Arif dengan tatapan mata yang dingin.

Benar, Azam lah yang menggenggam tangan kanan Arif yang hendak menampar Vanessa. Dia bertindak dengan cepat karena takut Vanessa kenapa-napa.

"Azam, lepaskan tanganku atau kamu akan menyesal!" Arif mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman Azam, namun dia melihat kalau Azam sangatlah kuat.

"Menyesal?" Azam melepas genggamannya secara tiba-tiba yang membuat tubuh Arif condong ke belakang dan tersungkur di lantai. Dia mengabaikan Arif dan melihat ke arah Vanessa.

"Vanessa, kamu tidak apa-apa?" tanya Azam dengan suara khawatir.

Vanessa cukup terkejut dengan tindakan Azam yang berani. Dia kira Azam menjadi takut karena dari tadi Azam hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun, namun ternyata pikirannya salah besar.

"Aku tidak apa-apa." Vanessa menggeleng-gelengkan kepalanya menunjukkan kalau dia tidak kenapa-napa.

"Baguslah kalau begitu. Sekarang, kita harus bagaimana?" Aksa melihat Arif dan wanita dengan riasan tebal yang sedang menatap dirinya dan Vanessa dengan mata kebencian.

"Serahkan saja padaku." Vanessa mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah nomor. Kemudian dia berbicara singkat tentang situasi yang terjadi, lalu mengakhiri panggilan.

Azam meliriknya namun tidak mengatakan apa-apa. Dia sudah yakin kalau Vanessa pasti berasal dari keluarga yang kaya melihat tindakan yang baru saja dia lakukan.

Pada awalnya Azam tidak yakin tentang keluarga Vanessa karena dia hanyalah seorang penulis. Namun setelah melihat mobil Ferrari yang seharga 12 miliar rupiah itu membuat Azam memikirkan kembali.

Selain itu, Vanesa belum pernah menyebutkan nama belakangnya. Jadi Azam hanya tahu nama 'Vanessa' nya saja, bukan nama lengkap.

Arif juga mengeluarkan ponselnya dan memanggil seseorang. "Ayah! Ada dua orang yang menggangguku dan pacarku, mereka sampai mendorong kami dengan paksa!"

"Apa!? Siapa yang berani melakukan hal seperti itu pada putraku!? Nak, tunggu di sana, Ayah akan membawa orang-orang Ayah." Terdengar raungan marah seorang pria paruh baya dari balik telepon yang sepertinya adalah ayah Arif.

Namun orang-orang di sekitar memandang Arif dengan tatapan menghina. Mereka sudah tahu apa yang sedang terjadi namun tidak bergerak karena tidak ingin terlibat dalam masalah.

Meskipun begitu, mereka tahu kalau Arif dan wanita dengan riasan tebal di sampingnya yang membesar-besarkan masalah. Padahal pada awalnya hanya masalah sepele yaitu tidak sengaja tertabrak dan itu cukup ringan.

Meskipun merasa marah dengan tindakan Arif dan wanita dengan riasan tebal, tapi tidak ada diantara mereka yang maju untuk membela atau sekedar melerai.

Karena mereka tahu kalau itu bukanlah pertengkaran antara anak muda seperti biasa, dilihat dari pakaian yang dipakai oleh Arif dan wanita dengan riasan tebal.

"Kasihan, masih ada orang seperti itu di zaman sekarang," kata Azam dengan suara rendah namun bisa didengar oleh Vanessa di sampingnya.

"Perkataanmu salah, bukan masih ada, tapi memang ada, dan itu banyak." Vanessa membalas perkataan Aksa dengan suara menghina yang ditunjukkan oleh orang-orang seperti Arif.

Di samping mereka, sang manajer toko hanya bisa memaksakan senyum. Dia sudah tahu identitas keempat orang yang terlibat dalam masalah, itulah mengapa dia tidak mengambil tindakan.

"Malangnya nasib dua orang itu, mereka tidak tahu siapa yang sedang dihadapi." Manajer toko berkata di dalam hatinya sambil memandang Arif dan wanita dengan riasan tebal.

"Untung saja aku belum mengambil tindakan. Jika aku salah mengambil langkah, bisa-bisa hidupku jadi kacau balau," pikir manajer toko sambil menghela napas lega.

Setelah beberapa saat diam, muncul suara langkah kaki yang berantakan tanda bahwa ada banyak orang yang sedang ke lokasi Azam dan yang lainnya.

Kemudian terlihat ada banyak pria berotot yang mengenakan pakaian serba hitam. Dan di depan mereka ada seorang pria paruh baya dengan setelan jas yang mewah.

Mata Arif dan wanita dengan riasan tebal menjadi berbinar-binar saat melihat mereka datang. Apalagi saat melihat pria paruh baya di depan.

"Ayah!" Arif berteriak dengan gembira dan segera menghampiri pria paruh baya tersebut bersama pacarnya si wanita dengan riasan tebal.

Pria paruh baya itu bernama Roso, dia adalah ayah Arif. Meskipun terlihat seperti pemimpin gangster karena wajahnya, tapi dia merupakan seorang bos perusahaan jasa kelas menengah ke atas.

Itulah mengapa Arif bisa menyombongkan diri di depan Azam dan Vanessa. Mungkin dia tidak tahu Vanessa, tapi dia berpikir kalau Azam masih sama seperti dulu yang merupakan orang miskin.

Jadi Arif hanya membuat spekulasi berdasarkan satu sudut pandang saja. Dia tidak memperhatikan kalau Azam mengenakan pakaian yang lumayan mahal sambil membawa tas belanja.

"Jadi kalian, yang menyakiti putraku." Roso menatap Azam dan Vanessa dengan tatapan mata yang dingin, namun Azam dan Vanessa tidak takut.

"Kalian berdua dicurigai mencelakai seseorang, oleh karena itu mohon ikuti kami ke ruang keamanan." Roso berkata dengan nada dominan berpikir kalau Azam dan Vanessa ketakutan.

Pikiran Roso sangat sederhana. Dia akan memberikan pelajaran kepada Azam dan Vanessa di ruang keamanan karena di sini ada banyak mata yang memandang.

Dia yang merupakan bos perusahaan tidak bisa melakukan kekerasan dengan semena-mena. Reputasi dirinya dan perusahaannya akan hancur jika dia melakukan hal tersebut.

Namun pada kenyataannya, Azam dan Vanessa saling memandang dan bisa melihat ketidakpedulian di mata mereka masing-masing.

Roso semakin marah dengan sikap Azam dan Vanessa, dia tidak bisa menahannya lagi namun tahu kalau tempatnya tidak cocok. Jadi dia memerintahkan orang-orang di belakangnya.

"Tunggu apa lagi, cepat tangkap dan interogasi mereka! Bawa mereka ke ruang keamanan!" Roso memberi perintah kepada orang-orang berpakaian serba hitam di belakangnya.

Mereka adalah gangster yang memiliki hubungan dekat dengan Roso. Namun agar tidak menimbulkan lebih banyak masalah, Roso meminta mereka untuk berpakaian seperti penjaga keamanan.

Para bawahan Roso segera mengepung Azam dan Vanessa setelah mendengar perintah dari Roso. Mereka bersiap untuk menangkap Azam dan Vanessa, namun pada saat ini terdengar raungan marah dari luar.

"Siapa yang berani melakukan sesuatu terhadap Nona muda kami!?"

Terpopuler

Comments

Nurul Hikmah

Nurul Hikmah

makan tu

2023-11-29

0

Yahya

Yahya

peternak nyasar kesini wkwkwk

2023-11-24

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏

2023-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2 Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3 Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4 Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5 Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6 Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7 Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8 Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9 Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10 Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11 Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12 Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13 Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14 Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15 Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16 Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17 Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18 Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19 Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20 Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21 Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22 Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23 Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24 Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25 Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26 Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27 Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28 Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29 Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30 Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31 Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32 Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33 Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34 Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35 Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36 Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37 Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38 Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39 Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40 Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41 Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42 Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43 Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44 Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45 Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46 Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47 Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48 Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49 Pengumuman Revisi
50 Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51 Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52 Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53 Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54 Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55 Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56 Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57 Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58 File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59 Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60 Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61 Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62 Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63 Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64 Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65 Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66 Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67 Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68 Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69 Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70 Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71 Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72 Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73 Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74 Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75 Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76 Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77 Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78 Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79 Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80 Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81 Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82 Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83 Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84 Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85 Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86 Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87 Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88 Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89 Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90 Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91 Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92 Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93 Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94 Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95 Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96 Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97 Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98 Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99 Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100 Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101 Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102 Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103 Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Menyeberang ke Dunia Paralel dan Sistem (Revisi)
2
Menggunakan Sistem untuk Mencari Uang (Revisi)
3
Hasil Pencarian Uang dan Membeli Pakaian (Revisi)
4
Bunga Universitas Indonesia, Devina Fiorenza (Revisi)
5
Makan Siang Berssms dan Melakukan Gacha (Revisi)
6
Sebuah Cincin Batu Akik Safir Warna Hitam (Revisi)
7
Menjual Cincin Batu Akik dan Naik Level Dua (Revisi)
8
Mencari Apartemen Baru dan Wanita Cantik (Revisi)
9
Memutuskan untuk Pindah ke Apartemen Baru (Revisi)
10
Berangkat ke Universitas Bersama Vanessa (Revisi)
11
Masalah Sepele yang Malah Dibesar-Besarkan (Revisi)
12
Tamparan Vanessa dan Satu Panggilan Telepon (Revisi)
13
Identitas Vanessa yang Cukup Mengejutkan (Revisi)
14
Hubungan dengan Arif dan Jam Tangan Rolex (Revisi)
15
Olahraga Pagi dan Dosen Muda yang Cantik (Revisi)
16
Makan Siang dengan Hana dan Dosen Kasar (Revisi)
17
Menangkap Pencopet dan Bertemu Devina (Revisi)
18
Kertas dari Devina dan Bangunan yang Aneh (Revisi)
19
Senjata Rahasia dari Perusahaan Fiota Grup (Revisi)
20
Mulai Menyelidiki Vanu, Artis yang Baru Debut (Revisi)
21
Mendapatkan Bukti Vanu dan Kedua Wanita (Revisi)
22
Pekerjaan yang Selesai dan Tumbuhan Herbal (Revisi)
23
Penguatan Tubuh dan Ajakan dari Vanessa (Revisi)
24
Pergi ke Jakarta International Equestrian Park (Revisi)
25
Dapat Pencerahan dan Perampokan di Bank (Revisi)
26
Azam yang Menjadi Informan dari dalam Bank (Revisi)
27
Perampokan Bank yang Sudah Diselesaikan (Revisi)
28
Kembali ke Apartemen dan Panggilan Adeng (Revisi)
29
Pergi ke Rumah Sakit untuk Memeriksa Dinda (Revisi)
30
Hendra Setiawan Dari Tiger Construction (Revisi)
31
Saran dari Sistem Tentang Pekerjaan Baru (Revisi)
32
Pertemuan Amal dan Jadi Pusat Perhatian (Revisi)
33
Gacha dan Dapat Pekerjaan Penyelidikan (Revisi)
34
Menemukan Wadah Kalung di Rumah Andi (Revisi)
35
Bersembunyi dan Dikejar oleh Orang-Orang (Revisi)
36
Mendapatkan Imbalan dan Pesan dari Devina (Revisi)
37
Area Orang Kaya dan Bertemu Ayah Devina (Revisi)
38
Menerima Pekerjaan dan Menjemput Vanessa (Revisi)
39
Pergi ke Mall untuk Bertemu dengan Harun (Revisi)
40
Bertemu Renata dan Membantu Anak-Anak (Revisi)
41
Penyelidikan Terhadap Yasir dan Gacha (Revisi)
42
Petinggi Lain yang Terlibat dan Kartu Akses (Revisi)
43
Sekretaris Deva dan Petunjuk Baru dari Agus (Revisi)
44
Pergi ke Magic KTV dan Bertemu dengan Elina (Revisi)
45
Terjadi Situasi Tidak Terduga di Magic KTV (Revisi)
46
Menyelamatkan Elina dan Muncul Pengawal (Revisi)
47
Mengatasi Masalah dan Keluar dari Magic KTV (Revisi)
48
Kembali ke Apartemen dan Makan Larut Malam (Revisi)
49
Pengumuman Revisi
50
Berita Tentang Azam dan Pria Tidak Dikenal
51
Zaidan Haydar dan Undangan Equestrian UI
52
Bertemu Elina untuk Membicarakan Sesuatu
53
Berbicara dengan Elina dan Pertemuan Amal
54
Mendapatkan Uang Donasi yang Cukup Banyak
55
Sandra dari Keluarga dan Perusahaan Yanna
56
Berita tentang Penangkapan yang Sedikit Aneh
57
Masuk ke Magic KTV dan Mengambil Brankas
58
File Dokumen dan Video yang Sangat Penting
59
Pergi ke Setu Babakan Atas Panggilan Sandra
60
Naik Level Tiga dan Hal yang Mencurigakan
61
Tugas Baru dan Novel Vanessa menjadi Film
62
Gian bersama Gadis dan Keterkejutan Devina
63
Kedatangan Vanessa dan Keterkejutan Sandra
64
Azam Menjadi Supir Sementara untuk Gian
65
Fakta Mengejutkan yang Dikatakan oleh Gian
66
Fakta tentang Monica, Teman Masa Kecil Gian
67
Satu Kesempatan Gacha Skill Tingkat Tinggi
68
Ingin Bersantai dan Membantu Equestrian UI
69
Menjenguk Dinda yang ada di Rumah Sakit
70
Vanessa yang Ingin Ikut Azam ke Equestrian UI
71
Pertemuan Antara Vanessa dengan Devina
72
Berkenalan dengan Dua Kuda Hitam dan Putih
73
Azam yang MendapatTantangan Duel dari Doni
74
Mencari Editor untuk Foto dan Video Berkuda
75
Vanessa yang Sakit dan Pergi ke Pasar Loak
76
Judi Batu dan Fitur Pencarian Barang Berharga
77
Menemukan Batu Amber dan Memotongnya
78
Bertemu Orang dari Toko Perhiasan Brijaya
79
Menjual Batu Amber dengan Harga Rendah
80
Video Hasil Editan Rafa yang Sudah Dikirim
81
Azam Bersiap-siap Untuk Duel dengan Doni
82
Duel Pertama adalah Adu Kecepatan Kuda
83
Duel Pertama dan Duel Kedua Sudah Dimulai
84
Doni Terjatuh dari Kuda dan Kemarahan Azam
85
Pendukung Azam dan Vanessa yang Pingsan
86
Harun dan Renata yang datang ke Rumah Sakit
87
Bertemu Renata Lagi dan Rafa Sebagai Editor
88
Pergi ke Pasar Malam dan Hanya Dapat Uang
89
Azam Disidang Terkait Masalah dengan Doni
90
Memanggil Eko dan Kedatangan Petugas Polisi
91
Tindakan Para Mahasiswa dan Hukuman Sosial
92
Kembali dari Kantor Polisi dan Minta Izin Hana
93
Mengantar Lipstik dan Kejadian Tidak Terduga
94
Azam yang Ditabrak Mobil karena Seseorang
95
Vanessa yang Datang dan Doni yang Dibebaskan
96
Azam Sudah Siuman dan Buket Bunga Kiriman
97
Permintaan Azam dan Dalang Kecelakaannya
98
Artikel dari Ikke dan Keluar dari Rumah Sakit
99
Pindah ke Pabrik, Tempat Tinggal Sementara
100
Ikut Campur Pihak Ketiga dalam Data Berita
101
Penyebaran Berita dan Meminta Bantuan Rafa
102
Kembali ke Apartemen dan Rafa yang Pandai
103
Situasi Semakin Memburuk dan Tindakan Dono

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!