BAB 17 KERETA KENCANA.

Melati membujuk Putri untuk menyantap masakan yang tersaji di atas meja. Sekilas Putri teringat ucapan sosok yang mirip dengan kakaknya tadi. Jika ia tak boleh memakan apapun. Putri menggaruk kepala yang tak gatal, ia kebingungan mencari alasan untuk tak menyantap hidangan itu. Namun tiba-tiba Melati mengambilkan dua centong nasi ke piring dan disajikan di depannya. Putri menelan ludah kasar seraya menggaruk kepala yang tak gatal. Ia tak punya pilihan lain selain memakan masakan ibu kost nya.

"Ayo Put dimakan, jangan sungkan-sungkan ya." Melati dengan ramah menaruh sayur dan lauknya ke piring Putri.

Meskipun di dalam hatinya enggan untuk memakannya, Putri tak punya pilihan lain dan terpaksa menyantap. Kesan pertama begitu ia mencicipi masakan Melati adalah rindu ibunya. Masakan Melati mengingatkan nya dengan sang ibu, karena itulah ia dengan lahap menyantapnya.

Mbak Ijah tersenyum miring dari arah belakang. Ia menggenggam sesuatu di tangannya, lalu komat-kamit membaca sesuatu. Melati memberi kode dengan gestur tubuh, supaya mbak Ijah membawa hidangan penutup. Sepotong cake diberikan satu persatu untuk mereka, dan potongan yang paling terakhir diberikan untuk Putri.

"Wah cantik banget cake nya, apa ibu bikin sendiri?"

"Gak lah Feb, mana sempat saya membuatnya. Itu saya beli dari toko roti baru yang buka di depan kampusmu!"

"Wah kayaknya enak nih, kabarnya yang punya toko kue jebolan master chef loh bu..." Kata Febi seraya mencicipi cake dengan lumeran cokelat strawberry.

Kara dan Putri juga memakan kue tersebut, reaksi keduanya sama seperti Febi. Setuju jika hidangan penutup mulut itu sangat enak dan lumer di lidah mereka.

Tak ada yang aneh setelah mereka menyantap hidangan di kediaman ibu kost. Jadi Putri dapat bernafas lega. Ia bersama Febi kembali ke kamar mereka. Namun Kara di ajak berbincang dengan Melati, sepertinya mereka akan membahas mengenai pesan di selembar surat itu.

"Put gue tidur di kamar sendiri aja deh, soalnya besok gue berangkat siang. Bukannya besok lu udah mulai berangkat kerja ya?"

"Iya Feb, besok pagi sekali aku harus bangun supaya gak terlambat di hari pertama kerja. Semoga aja gak ada yang aneh-aneh selama di pabrik."

"Jangan kaget ya kalau disana lu ketemu Kara and the gank! Biang kerok utamanya ada di pabrik itu juga!" Celetuk Febi seraya membuka pintu kamarnya.

Mendengar ucapan Febi, Putri jadi penasaran. Ia menghadang langkah Febi, sebelum ia memasuki kamarnya. Sebelah tangannya menahan pintu yang sudah setengah terbuka.

"Biang kerok apa an sih Feb?"

"Itu wanita yang ngaku kalau pacarnya curi pandang ke mendiang Ayu, dan jadi sebuah keributan. Dia langsung pindah dari sini, begitu tau kalau Ayu bunuh diri. Mungkin dia takut dihantui, karena beberapa sahabatnya yang masih bertahan disini emang sering ngelihat penampakan gitu. Dan menurut mereka itu hantunya Ayu, karena lidahnya ngejulur keluar tiap kali memperlihatkan wujudnya." Bulu-bulu halusnya meremang, membuat Febi langsung mengusap tengkuknya.

"Siapa namanya Feb? Kali aja aku bertemu dengan nya di pabrik!"

"Jangan sampai deh lu ketemu dia! Kara and the gank itu suka cari masalah dimanapun. Tapi buat jaga-jaga aja, kalau lu ketemu sama wanita yang suka megangin bandul kalungnya pas dia lagi bicara, berarti itu dia orangnya. Namanya Anita..." Febi berbicara dengan mendekatkan bibirnya ke telinga Putri.

Tak lama setelah itu keduanya mengakhiri pembicaraan. Putri bergegas masuk ke dalam kamarnya. Ia mendongakkan kepala ke atas melihat jam dinding.

"Duh aku jadi telat mau shalat magrib. Mana sebentar lagi udah mau isya lagi." Batin Putri di dalam hatinya.

Ia memegangi perutnya yang agak buncit karena kekenyangan. Matanya terasa sangat berat, lalu ia merebahkan tubuhnya di ranjang. Niat hati hanya ingin berbaring membuat Putri terlena dengan kenyamanan ranjangnya. Ia terlelap sebelum mandi ataupun menjalankan ibadah.

*

*

Terdengar suara rintihan seorang lelaki, tak lama setelahnya ada suara pecutan yang dihentakan ke lantai. Suara minta ampun terdengar sangat jelas. Putri bangun dari tempat tidurnya, berjalan mengendap keluar. Suara semakin jelas terdengar dibalik pintu dengan ukiran pewayangan. Ia menempelkan telinganya.

Kreaaat...

Pintu terbuka dengan sendirinya. Nampak Putri membulatkan kedua mata terkejut. Ia memundurkan langkah karena suara jeritan itu makin jelas berasal dari dalam ruangan sana. Ia ragu untuk masuk ke dalam, karena ia ingat dengan pesan ibu kost nya. Namun suara rintihan itu semakin menyayat hatinya. Meski ragu, Putri memberanikan diri masuk ke dalam. Ruangan dengan cahaya temaram yang berasal dari lampu teplok, sesekali nampak bergoyang karena hembusan angin. Tembok berwarna hitam serta bayangan yang berasal dari api yang menyala membuat kesan wingit. Aroma dupa sangat pekat, bercampur dengan aroma bunga tujuh rupa dan juga empon-empon. Putri berjalan mengendap seraya meraba sekitarnya. Nampak seorang lelaki tergeletak dengan kaki yang dipenuhi luka bekas pecutan. Darah segar membasahi lantai di sekitarnya. Sosok berjubah hitam tinggi dan besar, berdiri mengambang dengan memegang pecut di tangan kirinya.

Samar-samar terdengar suara ringkikan kuda mendekat. Jendela besar yang tertutup tirai tiba-tiba terbuka lebar dengan sendirinya. Putri menyipitkan kedua mata, karena hembusan angin sangat kencang. Seorang wanita cantik dengan pakaian bangsawan jaman dulu turun dari kereta kencana. Beberapa dayang membantunya berjalan turun ke bawah. Muncul beberapa anak tangga disetiap langkah yang akan dilewatinya. Sosok berjubah hitam itu langsung memberi hormat dengan berlutut. Tak berselang lama lelaki yang tergeletak di lantai itu duduk dengan menyatukan kedua tangan di depan dada. Ia mendongakkan kepala menghadap wanita cantik itu seraya mengucapkan kata ampun.

Putri memperhatikan semuanya dari balik tirai merah. Ia takut keberadaan nya diketahui sosok yang ada di depan sana. Namun seluruh tubuhnya bergetar, begitu melihat wajah lelaki yang badannya penuh luka itu.

"Aku sudah memberikan segalanya padamu, kenapa kau meninggalkan ku dan tak mau menyembah ku lagi? Apa kau sadar dengan perbuatan sekarang? Kau hanya akan merugikan dirimu sendiri beserta orang-orang yang kau sayangi. Hidupmu tak akan berkecukupan dan akan selalu kekurangan. Belum tentu juga taubat mu akan diterima. Lihatlah sekujur tubuhmu yang penuh luka busuk itu! Bukankah orang-orang beriman itu menyembah Tuhan nya dengan tubuh yang bersih dan suci? Tapi kau, lihatlah kondisi mu sekarang. Dulu kau adalah abdi ku yang paling setia, sehingga aku memberimu gelar Mantri Keparak Tengen. Karena kau selalu bisa aku andalkan seperti tangan kanan ku sendiri. Dan karena kau memilih berhianat, kutukan ku akan abadi sampai ajal benar-benar menjemputmu. Maka jika kau merubah keputusan mu, aku akan mengampuni mu beserta nyawa orang-orang yang kau sayangi. Bagaimana, apa kau menerima tawaranku?" Ucap sang wanita cantik yang berdiri mengambang di atas udara.

Tanpa sadar bulir-bulir bening membasahi wajahnya. Putri tersentak melihat kejadian diluar nalar itu. Ia berharap jika semuanya hanya mimpi. Namun semakin ia berusaha meyakinkan diri jika semua hanya ilusi, ia tak dapat kunjung kembali ke kenyataan. Seakan semua yang ia lihat adalah nyata.

Terpopuler

Comments

Noer Maulidha

Noer Maulidha

bapsknya putri.nah kan bener dugaanku.aduh putri pake gak solat2 lg.jimat jg udh gak di pake.mkn masakan melati...

2023-10-30

1

yuli Wiharjo

yuli Wiharjo

ayahnya putri Ya Kali

2023-10-06

1

Else Widiawati

Else Widiawati

waduh, jangan2 bapaknya putri...apa bapaknya putri penganut ilmu sesat ato pesugihan?? makanya dia kemaren meminta maaf didalam mimpinya, dan memberikan jimat pada putri

2023-09-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2 BAB 2 FIRASAT BURUK?
3 BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4 BAB 4 KOST MELATI.
5 BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6 BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7 BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8 BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9 BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10 BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11 BAB 11 KEJUTAN?
12 BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13 BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14 BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15 BAB 15 KARA KERASUKAN.
16 BAB 16 MEREKA SIAPA?
17 BAB 17 KERETA KENCANA.
18 BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19 BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20 BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21 BAB 21 ANAK KEMBAR?
22 BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23 BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24 BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25 BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26 BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27 BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28 BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29 BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30 BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31 BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32 BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33 BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34 BAB 34 SINGING BOWL?
35 BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36 BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37 BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38 BAB 38 ACARA SAKRAL?
39 BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40 BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41 BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42 BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43 BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44 BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45 BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46 BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47 BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48 BAB 48 SIASAT?
49 BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50 BAB 50 CUCI OTAK.
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2
BAB 2 FIRASAT BURUK?
3
BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4
BAB 4 KOST MELATI.
5
BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6
BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7
BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8
BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9
BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10
BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11
BAB 11 KEJUTAN?
12
BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13
BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14
BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15
BAB 15 KARA KERASUKAN.
16
BAB 16 MEREKA SIAPA?
17
BAB 17 KERETA KENCANA.
18
BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19
BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20
BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21
BAB 21 ANAK KEMBAR?
22
BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23
BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24
BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25
BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26
BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27
BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28
BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29
BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30
BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31
BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32
BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33
BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34
BAB 34 SINGING BOWL?
35
BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36
BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37
BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38
BAB 38 ACARA SAKRAL?
39
BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40
BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41
BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42
BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43
BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44
BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45
BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46
BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47
BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48
BAB 48 SIASAT?
49
BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50
BAB 50 CUCI OTAK.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!