BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?

Malam pertama di kost, terasa suasana agak mencekam. Hawa dingin menyeruak di seluruh penjuru, membuat Putri kedinginan dan memakai baju berlapis. Ia berjalan keluar dari kamarnya, untuk merebus mie instant di dapur. Saat ia berjalan melewati lorong panjang, sebuah pintu terbuka dengan sendirinya. Awalnya Putri mengacuhkannya dan melanjutkan langkah nya, namun suara tangisan pilu seorang wanita membuatnya penasaran. Putri berjalan mengendap mencari darimana suara itu berasal, ia membalikkan badan di depan pintu yang setengah terbuka. Terlihat seorang wanita duduk di lantai dengan melipat kedua kakinya. Wajahnya tak terlihat karena ia menangis dengan menundukkan wajahnya ke bawah. Ia memberanikan diri masuk ke dalam lalu berjongkok tepat di depan wanita tersebut. Perlahan suara tangisnya semakin kencang membuat telinga Putri berdengung.

"Hei kau kenapa? Maaf kalau aku lancang masuk ke dalam kamarmu. Apa kau baik-baik saja?" Ucap Putri seraya menyentuh pundak wanita tersebut.

Tak ada jawaban, namun suara tangisnya perlahan berhenti. Wanita tersebut mendongakkan kepala, yang nampak hanya rambut panjang yang terurai berantakan menutupi wajahnya. Ada aroma anyir darah yang menusuk pernafasan. Hembusan angin menyibak sebagian wajah pucatnya, mata putih dengan buliran darah membasahi wajah pucatnya. Putri tercekat, ia bangkit berdiri berusaha melarikan diri dari sana. Namun tangan dingin itu menggapai pergelangan kakinya.

Bruuugh...

Putri terjatuh keningnya terantuk lantai, membuatnya agak pusing. Setengah sadar ia mendongak ke atas, matanya berkunang-kunang namun ia yakin kalau melihat seorang wanita dengan leher berdarah-darah. Putri berusaha mengumpulkan tenaga dan kesadarannya. Namun tiba-tiba ada yang menyeret kakinya dengan kasar.

Gelap tak ada cahaya dimanapun. Putri meraba-raba ke sekitarnya. Ada sesuatu yang menggelinding ke arahnya. Sesuatu berbetuk bulat padat dan agak empuk ketika ia menyentuhnya. Benda bulat kecil itu ia pegang, tiba-tiba ada cahaya yang menyilaukan mata. Putri menyipitkan kedua mata, ia dapat melihat sesuatu yang sedang ia pegang di tangannya. Sebuah bola mata manusia berada di genggaman tangannya. Sontak saja Putri melemparnya jauh seraya menjerit histeris. Ia menangis kencang, karena tak tau ada dimana. Sampai ia mendengar suara seorang wanita yang memanggil namanya berulang kali.

Tok tok tokk...

Suara ketukan pintu berhasil menyadarkan Putri dari tidurnya. Ya, ia sedang terlelap di dalam kamarnya, namun saat ingin bangun ia sudah berada di dalam kolong tempat tidurnya. Ia menyentuh kening karena merasakan nyeri.

"Kenapa kening ku berdarah? Bukankah yang aku alami tadi hanyalah mimpi?" Gumam Putri pada dirinya sendiri.

Teriakan dan suara ketukan pintu dari luar semakin keras. Akhirnya Putri bangkit berdiri untuk membuka pintu.

"Mbak Putri ada apa? Kenapa berteriak histeris begitu? Mbak Febi sampai panik dan manggil saya buat buka pintu kamarnya mbak Putri. Tapi pintu terkunci dari dalam, sebenarnya ada apa mbak?" Tanya mbak Ijah dengan raut wajah panik.

"Iya Put, gue takut lu kenapa-napa! Soalnya gue panggil dari tadi lu gak nyahut. Makanya gue minta mbak Ijah buat buka kamar lu! Tapi kok lu berdarah gini sih kalau gak kenapa-napa?" Imbuh Febi dengan menghembuskan nafas panjang.

"Oh ini gak apa-apa kok, kayaknya aku jatuh dari tempat tidur! Sebenarnya tadi aku mimpi buruk, tapi rasanya kayak nyata banget. Maaf ya kalau buat kalian panik!" Jelas Putri seraya memegangi keningnya.

"Saya ambilkan kotak P3K dulu ya mbak!" Pungkas mbak Ijah seraya berjalan pergi.

Putri dan Febi duduk di kursi depan kamar mereka. Lorong panjang yang kanan kirinya ada beberapa kamar anak kost, memang sengaja diletakkan kursi di depannya. Tak berselang lama mbak Ijah datang membawa kotak P3K, lalu Febi membantu Putri membersihkan luka di keningnya.

"Sudah sudah aku gak apa-apa, kenapa kalian jadi panik gini sih!" Seru Putri.

"Mbak Putri mimpi apa kok sampai jatuh dari tempat tidur?"

"Anu... Itu mbak Ijah, aku mimpi wanita yang meninggal tadi siang itu. Dia kayak marah sama aku, dan nyeret kaki ku ke bawah kolong. Tapi kenyataannya aku emang terbangun udah di bawah kolong tempat tidur. Makanya aku bilang mimpi nya kaya nyata. Sampai gak sadar kalau kening ku emang terluka." Jelas Putri seraya menoleh ke kamar bekas Mira.

"Mimpi tentang mbak Mira? Jangan-jangan dia emang gentayangan lagi! Nanti saya bicarakan dulu sama ibu kost. Biar di adakan ritual pembersihan. Kalau begitu saya ke tempat bu Melati dulu ya mbak!" Ucap mbak Ijah sebelum pergi.

Nampak Febi merapatkan duduknya ke samping Putri. Ia mengusap belakang tengkuknya, lalu mengajak Putri untuk tidur bersama malam itu.

"Malam ini kita tidur sekamar dulu ya Put. Gue jadi parno setelah dengar mimpi lu tadi! Gue gak mau dimimpiin Mira dengan wujudnya yang mengenaskan itu!" Serunya bergidik.

"Bolehlah Feb, tapi tidurnya di kamar ku aja ya. Sekalian aku mau beres-beres pakaian dulu. Mumpung masih ada waktu sebelum mulai kerja."

"Loh lu udah keterima kerja dimana Put? Gue sih masih kuliah semester 3 ini."

"Di pabrik garment yang ada di ujung jalan komplek ini Feb. Memangnya kau kuliah dimana? Sebenarnya aku juga pengen kuliah sih, tapi ditunda dulu. Ada urusan mendesak yang harus diselesaikan lebih dulu."

Ketika keduanya masih mengobrol serius, tiba-tiba terdengar suara gamelan dan suara orang nyinden. Seketika Putri dan Febi menghentikan obrolan mereka.

"Lu dengar gak sih suara itu? Meski suaranya samar-samar tapi gue gak salah dengar deh!"

"Ssstt... Diem dulu Feb! Aku juga dengar kok! Tapi kayak jauh gitu suaranya!"

"Eh eh Put, pernah dengar mitos gak. Yang katanya suara gaib itu kalau kedengeran jauh biasanya ada di dekat, tapi kalau suaranya dekat malah sebenarnya jauh!"

Putri dan Febi berdiri berhimpitan, lalu memandang ke segala penjuru arah. Mereka fokus mencari darimana suara gamelan dan sinden itu berasal. Mereka berjalan ke depan pintu dengan ornamen perwayangan, lalu keduanya menempelkan telinga di pintu. Tiba-tiba terasa sesuatu yang menyentuh pundak keduanya.

"Aaaarrgghh. " Jerit keduanya bersamaan.

"Febi. Putri... Apa yang kalian berdua lakukan di depan sini?"

Febi menghembuskan nafas lega begitu tau yang menyentuhnya adalah ibu kost mereka. Putri langsung menjelaskan jika mereka mendengar suara orang nyinden dengan gamelan yang mengiringi.

"Kayaknya suaranya berasal dari sini deh bu, apa ada orang di dalam?" Tanya Putri.

"Kalian hanya salah dengar saja. Di dalam sana gak ada apa-apa, bukankah sudah saya bilang jangan dekati pintu ini!" Jawab Melati membulatkan kedua mata.

"Ma-maaf bu, kami salah. Kami permisi dulu bu!" Celetuk Febi seraya menarik tangan Putri.

"Tunggu sebentar!" Seru Melati seraya membalikkan badan menatap keduanya.

Putri membalikkan badan terlebih dulu, ia melihat sekelebatan bayangan putih melesat di belakang Melati. Nampak rambut panjang menjuntai sampai ke bawah lantai. Sosok yang melayang tak terlihat parasnya itu tiba-tiba memuntahkan darah berwarna hitam. Putri melotot dengan menelan ludah kasar, lalu menarik tangan Melati supaya menjauh dari sosok yang ada di belakangnya.

Terpopuler

Comments

yuli Wiharjo

yuli Wiharjo

Astaugfirullahaladzim. Emang seremnya... GA Jadi ah Baca malam.. siang aja udah parno sendiri bacanya

2023-10-06

0

@✹⃝⃝⃝s̊Sᵇʸf⃟akeoff🖤 k⃟K⃠

@✹⃝⃝⃝s̊Sᵇʸf⃟akeoff🖤 k⃟K⃠

kayak.ny si mira gk terima..
dia meninggal kemungkinan karena ayu, jdi dia lampiasin kemarahannya ke putri..

2023-09-13

0

Biah Kartika

Biah Kartika

seru, lanjut

2023-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2 BAB 2 FIRASAT BURUK?
3 BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4 BAB 4 KOST MELATI.
5 BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6 BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7 BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8 BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9 BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10 BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11 BAB 11 KEJUTAN?
12 BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13 BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14 BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15 BAB 15 KARA KERASUKAN.
16 BAB 16 MEREKA SIAPA?
17 BAB 17 KERETA KENCANA.
18 BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19 BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20 BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21 BAB 21 ANAK KEMBAR?
22 BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23 BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24 BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25 BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26 BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27 BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28 BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29 BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30 BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31 BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32 BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33 BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34 BAB 34 SINGING BOWL?
35 BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36 BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37 BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38 BAB 38 ACARA SAKRAL?
39 BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40 BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41 BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42 BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43 BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44 BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45 BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46 BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47 BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48 BAB 48 SIASAT?
49 BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50 BAB 50 CUCI OTAK.
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2
BAB 2 FIRASAT BURUK?
3
BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4
BAB 4 KOST MELATI.
5
BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6
BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7
BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8
BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9
BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10
BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11
BAB 11 KEJUTAN?
12
BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13
BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14
BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15
BAB 15 KARA KERASUKAN.
16
BAB 16 MEREKA SIAPA?
17
BAB 17 KERETA KENCANA.
18
BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19
BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20
BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21
BAB 21 ANAK KEMBAR?
22
BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23
BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24
BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25
BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26
BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27
BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28
BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29
BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30
BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31
BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32
BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33
BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34
BAB 34 SINGING BOWL?
35
BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36
BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37
BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38
BAB 38 ACARA SAKRAL?
39
BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40
BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41
BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42
BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43
BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44
BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45
BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46
BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47
BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48
BAB 48 SIASAT?
49
BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50
BAB 50 CUCI OTAK.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!