BAB 11 KEJUTAN?

Kara menyelipkan kertas itu ke dalam majalah yang ada di atas meja. Ia meraih handuk yang menggantung di paku samping jendela. Samar-samar ia melihat sesosok wanita mengenakan dress putih panjang sedang duduk di atas ayunan kayu. Ia menundukkan kepala dengan rambut yang terurai panjang dan kusut. Nampak setengah wajahnya pucat dengan bola mata yang berwarna putih, membuat Kara terperanjat hingga melompat.

"A-aayyuuu..." Ucap Kara dengan nafas yang berderu kencang.

Seketika ia berlari meninggalkan kamarnya, lalu mengetuk pintu kamar seseorang. Sebuah kamar yang letaknya hanya tiga pintu dari kamarnya. Tak lama seorang lelaki membuka pintu, ia heran melihat ekpresi wajah Kara yang tak seperti biasanya.

"Rud... Gu-gue lihat A-aayu disana!" Ucap Kara bicara gagap.

Nampak raut wajah Rudi berubah, ia langsung membekap mulut Kara supaya wanita itu tak melanjutkan perkataannya.

"Sssttt... Jangan sembarangan kalau ngomong Kar! Bahkan tembok di tempat ini juga punya telinga buat dengar omongan lu!" Ucap Rudi setengah berbisik di telinga Kara.

"Ayo ikut gue, kita bicara diluar aja!" Imbuh Rudi menarik tangan Kara.

Keduanya terlihat bicara serius di depan pintu pagar. Beberapa anak kost berlalu lalang membuat keduanya menghentikan obrolan untuk sesaat. Putri yang sedang menunggu kedatangan Melati nampak memperhatikan gelagat aneh Rudi dan Kara. Mereka seperti sedang berdebat, dan berulang kali Kara menunjuk ke arah samping kamarnya.

Plaaakk!

Febi menepuk pundak Putri dari belakang, hingga ia terkejut dengan memegangi dadanya.

"Astaga Feb, kau itu bikin jantungan aja sih!"

"Lagian lu ngapain berdiri di tengah jalan gini, emang lu lagi lihat apa an sih Put?"

"Lelaki itu siapa sih Feb, kok kayaknya lagi debat gitu sama wanita yang tadi marah-marah sama aku?"

Febi sedikit mengintip ke luar pintu, ia melihat kedua orang yang dimaksud Putri. "Oh itu Rudi, penghuni kost ini juga. Mereka sahabatnya almarhumah Mira. Mungkin mereka lagi ada masalah, emangnya kenapa Put?" Tanya Febi dengan memiringkan kepalanya.

"Hmm gak apa-apa kok Feb, aku masih gak enak aja sama wanita itu. Kayaknya dia salah sangka dengan kedatangan ku di tempat ini. Padahal aku gak memiliki tujuan buruk, tapi dia kayak nyalahin aku tanpa sebab yang jelas gitu!"

"Udahlah Put gak usah dimasukkan ke dalam hati. Kara sama sahabat-sahabatnya emang radak aneh. Apalagi setelah kematian wanita yang bernama Ayu. Kadang-kadang mereka suka nyebut nama Ayu pas lagi berdebat kayak sekarang itu. Mungkin karena sebelumnya mereka emang pernah bermasalah, dan dihantui rasa bersalahnya kali!"

"Loh Febi belum berangkat kuliah? Bukannya setiap hari kamis kau ada kelas pagi?" Sapa

Melati yang baru saja datang.

"Eh bu Melati... Iya nih, tadinya udah mau jalan malah di ajakin ngobrol sama Putri. Ya udah saya jalan duluan ya bu." Kata Putri seraya menenteng taa ranselnya.

"Tunggu Feb... Kau bareng saja sama saya dan Putri. Kebetulan kami berdua harus ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Jadi kau bisa nebeng sampai depan kampus mu." Ajak Melati seraya menyunggingkan senyum.

Tawaran Melati langsung diterima dengan senang hati oleh Febi. Mereka bersama berjalan menuju garasi mobil yang ada di samping gedung kost. Nampak Rudi dan Kara mengakhiri obrolan mereka, lalu masuk kembali ke dalam kostan. Terlihat Kara menatap wajah Putri dengan sinis, seakan ada kebencian yang tersimpan. Putri pun hanya bisa menghembuskan nafas panjang. Ia heran, kenapa baru sehari tinggal disana sudah ada orang yang tak menyukainya.

"Sabar Put... Gak semua orang harus welcome dan senang sama lu. Biarin aja gak usah dipusingin, yang penting lu disini gak ganggu siapapun. Ya gak?" Celetuk Febi dengan menaikan alis matanya.

Putri membalas celetukan Febi dengan menyunggingkan senyum, lalu merangkul pundaknya seraya berjalan menuju garasi. Nampak seorang lelaki seumuran ayahnya sudah berada di depan kemudi. Melati memperkenalkan lelaki itu sebagai suaminya. Bahkan Febi juga langsung menyapa nya dengan ramah.

"Pak Harto apa kabar nih? Tumben nganter bu Melati pergi, gak ngantor pak?" Sapa Febi terlihat akrab dari gestur tubuhnya.

"Nanti agak siangan Feb... Wah siapa nih yang ada di sebelahmu Feb?" Sahut Harto setengah bergurau.

"Saya Putri pak, penghuni baru di kostan."

"Oh yang jadi saksi mata kasus kecelakaan Mira dan pak Sardi itu ya?"

"Iya mas... Udah yuk buruan jalan, kasihan tuh si Febi nanti telat ke kampus nya!" Seru Melati seraya meletakkan beberapa bungkusan ke jok belakang.

Tak lama setelah itu Harto mulai mengemudikan mobilnya. Hanya butuh waktu lima menit saja untuk berkendara sampai ke Universitas Merdeka. Karena memang jaraknya yang tak terlalu jauh. Febi berterima kasih pada sepasang suami istri itu, ia berpamitan pada semua orang sebelum menutup pintu mobil. Putri membuka kaca mobil, melihat kampus dambaan nya dari depan gerbang. Suasana kampus yang tenang dengan pepohonan rindang, membuat mata yang memandang nyaman melihatnya. Perlahan mobil mulai melaju, meninggalkan angan Putri di depan gerbang kampus itu.

"Put... Putri...!" Panggilan Melati sama sekali tak digubris.

Suara klakson mobil yang saling menyahut menyadarkan Putri dari lamunannya. Ia terkejut melihat wajah Melati tepat di depan matanya.

"Astaga... Saya kaget bu! Ada apa bu Melati melihat saya dengan jarak sedekat ini?"

"Dari tadi saya manggil tapi kau malah diam saja, takut kesambet tau gak!"

"Gak mungkinlah bu, di tempat seramai ini masak bisa kesambet! Emangnya kenapa bu Melati manggil saya?"

"Ini loh saya mau ngasih kue brownies buatan saya sendiri loh! Pasti kau belum sarapan kan Put, ayo dimakan dulu jangan sungkan. Biar nanti di kantor polisi, kau ada tenaga buat menjawab semua pertanyaan petugas." Melati memberikan satu kotak kue pada Putri.

Meski agak canggung dan sungkan, Putri terpaksa menyantap kue tersebut. Karena perutnya memang sudah keroncongan dari pagi tadi.

Nampak kemacetan khas ibu kota di sepanjang perjalanan. Putri yang baru melihat pemandangan menyesakkan itu hanya bisa menggelengkan kepala. Sudah hampir dua jam mereka berada di jalan, dan belum sampai di tempat tujuan. Beberapa kali Melati mendapat panggilan telepon dari pihak yang berwajib, dan ia menjelaskan situasinya yang memang terjebak kemacetan.

"Syukurlah pak polisi nya ngerti, dan katanya nanti kalau jadi ada jurnalis yang mau wawancara. Itu juga masih belum pasti sih Put, tapi saya diminta memberitahu ke kamu. Kalau saya sih gak keberatan kalau emang jadi diwawancarai. Tapi kalau Putri gak mau, kata pak polisi sih gak apa-apa. Tergantung kita aja sebagai saksi mau diwawancarai atau tidak." Jelas Melati dengan senyum ramahnya.

Terpopuler

Comments

yuli Wiharjo

yuli Wiharjo

sekte nya mbah maryati.. ni yg kemaren ceritanya Putus toh

2023-10-06

0

@✹⃝⃝⃝s̊Sᵇʸf⃟akeoff🖤 k⃟K⃠

@✹⃝⃝⃝s̊Sᵇʸf⃟akeoff🖤 k⃟K⃠

mau aja put diwawancarai biar ktmu sma rania, siapa tau bsa bntun kmu nnti..

2023-09-13

2

Biah Kartika

Biah Kartika

wah rania wawancarai mbak melati sama putri dulu baru memulai menolong Sintia, sepertinya

2023-09-12

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2 BAB 2 FIRASAT BURUK?
3 BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4 BAB 4 KOST MELATI.
5 BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6 BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7 BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8 BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9 BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10 BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11 BAB 11 KEJUTAN?
12 BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13 BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14 BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15 BAB 15 KARA KERASUKAN.
16 BAB 16 MEREKA SIAPA?
17 BAB 17 KERETA KENCANA.
18 BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19 BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20 BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21 BAB 21 ANAK KEMBAR?
22 BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23 BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24 BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25 BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26 BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27 BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28 BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29 BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30 BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31 BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32 BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33 BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34 BAB 34 SINGING BOWL?
35 BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36 BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37 BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38 BAB 38 ACARA SAKRAL?
39 BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40 BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41 BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42 BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43 BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44 BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45 BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46 BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47 BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48 BAB 48 SIASAT?
49 BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50 BAB 50 CUCI OTAK.
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2
BAB 2 FIRASAT BURUK?
3
BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4
BAB 4 KOST MELATI.
5
BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6
BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7
BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8
BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9
BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10
BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11
BAB 11 KEJUTAN?
12
BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13
BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14
BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15
BAB 15 KARA KERASUKAN.
16
BAB 16 MEREKA SIAPA?
17
BAB 17 KERETA KENCANA.
18
BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19
BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20
BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21
BAB 21 ANAK KEMBAR?
22
BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23
BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24
BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25
BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26
BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27
BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28
BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29
BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30
BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31
BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32
BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33
BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34
BAB 34 SINGING BOWL?
35
BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36
BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37
BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38
BAB 38 ACARA SAKRAL?
39
BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40
BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41
BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42
BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43
BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44
BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45
BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46
BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47
BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48
BAB 48 SIASAT?
49
BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50
BAB 50 CUCI OTAK.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!