BAB 4 KOST MELATI.

"Saya kuliah disana, tapi sekarang mau mengajukan cuti dulu. Ada pekerjaan besar yang harus saya urus, dan membutuhkan waktu ekstra untuk memulainya dari awal." Jelas perempuan yang sebaya dengan kakaknya Ayu.

"Semoga sukses ya mbak usahanya." Kata Putri tak melanjutkan lagi obrolan mereka.

Waktu berjalan dengan cepat, di sepanjang perjalanan tadi Putri terus tertidur. Karena sebelumnya, jika ia tidur pasti akan selalu bermimpi buruk mengenai kakaknya. Dan kebetulan saat itu ia bisa tidur nyenyak, sampai akhirnya terdengar kernet bis berteriak memberitahu jika bis yang ditumpanginya sudah sampai di Jakarta.

Nampak perempuan yang ada di sampingnya bersiap turun, karena terburu-buru perempuan itu tak sadar menjatuhkan tas kecil miliknya. Tak ada yang menyadarinya, sampai si kernet bis memberitahu Putri jika tas nya jatuh di bawah. Putri menunduk ke bawah, ia melihat tas selempang kecil berwarna merah. Ia mengambilnya, memandangnya dengan bingung.

"Ini kan bukan milikku, atau mungkin milik mbak yang duduk di sebelahku ya?" Batin Putri dengan menggaruk kepala yang tak gatal.

Putri menghembuskan nafas panjang, lalu turun dari bis dan mengeluarkan tas nya dari bagasi. Ia melihat ke segala arah, berharap bisa menemukan perempuan yang duduk di sampingnya.

"Ah sudahlah, lebih baik aku pergi ke tempat kost dulu buat istirahat. Semalaman di dalam bis membuat tubuhku kaku semua." Gumamnya pada dirinya sendiri.

Putri memilih naik ojek pangkalan, karena batrei ponselnya sudah habis. Tak jauh dari pangkalan ojek, nampak seseorang berdiri di balik tembok sedang memantaunya dengan menyeringai. Seseorang dengan hoodie hitam sedang mengetik pesan pada seseorang.

"Misi berhasil sesuai rencana, kita tunggu saja sampai dia datang untuk menyerahkan dirinya sendiri." Begitulah isi pesan yang ia tulis melalui ponselnya.

*

*

Tukang ojek menghentikan laju motornya di depan rumah kuno. Bangunan dengan arsitektur klasik dan tembok keramik berwarna hitam menghiasi sebagian dinding. Terpajang kotak pos tua dengan angka 555 di atasnya. Halaman rumah yang dipenuhi daun kering beterbangan karena hembusan angin, membuat Putri menyipitkan kedua mata supaya tak ada debu yang masuk ke matanya.

"Udah sampai neng, ini tempat kost nya. Kost melati, karena kebetulan yang punya nanam banyak bunga melati." Ucap si tukang ojek seraya membantu menurunkan dua tas besar milik Putri.

"Oh bapaknya kenal sama pemiliknya?"

"Mana mungkin neng, tukang ojek kayak saya kenal juragan kost kaya. Itu kan ada papan namanya kost melati, persis di bawahnya ada banyak bunga melati." Pungkasnya terkekeh.

"Oalah to pak, saya kira kenal sama pemiliknya."

"Kalau sama pembantunya saya kenal neng, namanya Tukijah. Dia yang bantu-bantu di kost ini, sampaikan salam saya saja. Bilang dari Wakidi."

Wakidi membantu membawa tas besar Putri sampai depan pintu. Ia langsung berpamitan, karena ada pekerjaan lain yang harus ia urus.

Ting tong... Ting toong...

Ceklek.

Seorang perempuan paruh baya mengenakan baju kebaya dan kain jarik parang membuka pintu. Suara derit pintu membuat Putri mengernyit.

"Maaf ya mbak, pintu nya agak seret. Maklum saja rumah tua." Ucapnya seraya mempersilahkan Putri masuk ke dalam.

"Gak apa-apa kok bu, emang suara pintunya agak berisik sedikit. Perkenalkan saya Putri, saya yang kemarin telepon mau kost disini."

"Oh mbak Putri, iya saya sudah dengar. Sebentar saya panggilkan ibu yang punya kost nya dulu."

Putri sempat heran, ia mengira jika perempuan yang menyambut kedatangannya adalah pemilik kost itu. Putri memandang hiasan dinding, dan foto-foto usang yang tertata rapi di bingkai. Foto dengan warna hitam putih, membuat wajah-wajah yang ada disana nampak tak jelas.

"Hallo Putri, selamat datang di kost melati. Perkenalkan saya Melati pemilik kost ini. Mari silahkan duduk." Ucapnya ramah dengan senyum teduhnya.

Perkenalan hangat dengan sedikit gurauan, berhasil membuat Putri nyaman di tempat barunya. Ia merasa mendapat kehangatan keluarga di perantauan.

"Nah akhirnya mbak Ijah datang juga, ayo silahkan diminum dulu es jeruknya. Cuaca di Jakarta cenderung panas, pasti Putri haus setelah perjalanan jauh dari desa. Disini bebas masak di dapur, asal bersih dan langsung dicuci saja. Ada persediaan mie instan dan telur gratis buat anak-anak yang ngekost disini. Jatahnya seminggu hanya lima bungkus mie dan lima telur ayam buat satu penghuni. Kalau ada apa-apa bisa minta tolong ke mbak Ijah atau pak Sardi saja. Beliau bekerja sebagai tukang kebun dan penjaga kost ini. Tempat tinggal saya ada di gedung sebelah ini, jadi kalau ada keluhan bisa langsung disampaikan ke saya. Jangan sungkan-sungkan ya Put, anggap saja kami disini seperti keluarga mu sendiri." Ucap Melati seraya menyunggingkan senyuman.

Melihat kebaikan dan keramahan Melati, membuat Putri langsung membayar untuk dua bulan kost disana. Selain itu, ia memang sengaja ingin menyelidiki kematian janggal kakaknya, yang kebetulan sebelumnya pernah berdebat dengan beberapa penghuni lainnya.

"Saya tinggal dulu ya, anak saya sedang main sendirian di kamarnya. Biar mbak Ijah yang menunjukkan kamar yang kau minta. Kamar yang berada paling ujung, karena kau ingin jauh dari lalu lalang penghuni lainnya. Kebetulan tempat itu sudah lama kosong, sejak penghuni terakhirnya pergi tanpa membawa barang-barangnya." Jelas Melati seraya bangkit berdiri.

Tiba-tiba mbak Ijah meminta maaf, ia ternyata salah membersihkan kamar yang dimaksud Melati. Kamar yang dibersihkan justru berada paling depan dari kamar lainnya.

"Loh gimana sih mbak! Saya kan sudah peringatkan untuk membersihkan kamar bekas Ayu! Apa barang-barangnya juga masih ada disana semua?" Melati berbicara dengan nada agak tinggi, membuat Putri tercekat melihat kepribadian ibu kost nya yang mudah berubah.

"Ma maaf bu... Saya salah, biar saya bersihkan sekarang. Buat sementara mbak Putri istirahat dulu di kamar depan saja ya." Ucap mbak Ijah seraya membungkukkan badannya.

"Eh gak apa-apa mbak Ijah, biar nanti saya bantu saja biar cepat selesai. Saya udah kelamaan istirahat di bis, jadi badan malah kaku semua. Saya titip barang-barang di kamar depan saja, nanti kita bersihkan sama-sama biar cepat selesai." Pungkas Putri buru-buru bangun dari tempat duduk.

"Tidak usah repot-repot begitu Put. Sudah menjadi tanggung jawab mbak Ijah untuk membersihkan tempat kost ini." Cegah Melati, tapi Putri tetap kekeh untuk membantu mbak Ijah.

"Mungkin lebih baik aku mengambil barang-barang milik mbak Ayu. Siapa tau ada yang berguna untuk menjadi petunjukku. Karena sepertinya mereka tak tau, jika aku adalah saudaranya mbak Ayu." Batin Putri di dalam hatinya.

Mbak Ijah mengajak Putri ke kamar yang akan mereka bersihkan. Tak lupa mbak Ijah menjelaskan peraturan lain yang ada di tempat kost itu. Salah satunya peraturan yang menurut Putri agak janggal. Karena setiap enam bulan sekali, para penghuni kost harus meninggalkan tempat itu selama satu hari. Karena menurut penjelasan mbak Ijah, keluarga besar pemilik kost akan datang ke tempat itu dan mengadakan sebuah acara keluarga. Dan tak ada anak kost yang diperbolehkan tinggal disana.

"Buat lebih detailnya nanti saya jelaskan setelah selesai bersih-bersih. Karena itulah bu Melati memberikan kompensasi setiap minggunya. Ada mie instant dan telur gratis yang diberikan untuk anak kost. Karena ya memang setiap enam bulan sekali keluarga besarnya akan datang kesini dan mengadakan acara besar." Ucap mbak Ijah seraya mengeluarkan satu grendel kunci dengan angka-angka di ujung kunci besinya.

Terpopuler

Comments

Salwaapilia Nuraeni

Salwaapilia Nuraeni

Kira" apa yah yang terjadi di kamar kost bekas ayu apakah ada yang aneh /Slight/

2024-03-06

0

Hanum Mustika Biantari

Hanum Mustika Biantari

kok aku jadi penasaran ya..udah ke tebak dikit sih...mmm.. pasti seru

2023-10-12

0

@✹⃝⃝⃝s̊Sᵇʸf⃟akeoff🖤 k⃟K⃠

@✹⃝⃝⃝s̊Sᵇʸf⃟akeoff🖤 k⃟K⃠

jangan² yg duduk di sebelah putri komplotan penjahat itu, yg mngkin ikut sekte sesat..

2023-09-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2 BAB 2 FIRASAT BURUK?
3 BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4 BAB 4 KOST MELATI.
5 BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6 BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7 BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8 BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9 BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10 BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11 BAB 11 KEJUTAN?
12 BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13 BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14 BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15 BAB 15 KARA KERASUKAN.
16 BAB 16 MEREKA SIAPA?
17 BAB 17 KERETA KENCANA.
18 BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19 BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20 BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21 BAB 21 ANAK KEMBAR?
22 BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23 BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24 BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25 BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26 BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27 BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28 BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29 BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30 BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31 BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32 BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33 BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34 BAB 34 SINGING BOWL?
35 BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36 BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37 BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38 BAB 38 ACARA SAKRAL?
39 BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40 BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41 BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42 BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43 BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44 BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45 BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46 BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47 BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48 BAB 48 SIASAT?
49 BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50 BAB 50 CUCI OTAK.
Episodes

Updated 50 Episodes

1
BAB 1 BERAWAL DARI CURIGA.
2
BAB 2 FIRASAT BURUK?
3
BAB 3 PERJALANAN KE KOTA.
4
BAB 4 KOST MELATI.
5
BAB 5 BUKU CATATAN AYU PRADITA.
6
BAB 6 MESIN PEMOTONG RUMPUT.
7
BAB 7 PESAN BERISI ANCAMAN.
8
BAB 8 TEROR LEWAT MIMPI?
9
BAB 9 HANTU PENDEKATAN?
10
BAB 10 PESAN KEMATIAN KEDUA?
11
BAB 11 KEJUTAN?
12
BAB 12 APAKAH DIA MENDENGAR?
13
BAB 13 MENYINGGUNG HATI.
14
BAB 14 PENAMPAKAN YANG TERLIHAT.
15
BAB 15 KARA KERASUKAN.
16
BAB 16 MEREKA SIAPA?
17
BAB 17 KERETA KENCANA.
18
BAB 18 PERINGATAN AYU UNTUK ADIKNYA.
19
BAB 19 HARI PERTAMA DI PABRIK.
20
BAB 20 TERJADI PEMBULLYAN.
21
BAB 21 ANAK KEMBAR?
22
BAB 22 TERKURUNG DI KAMAR.
23
BAB 23 KIDUNG PENENANG.
24
BAB 24 MASIH MENJADI MISTERI?
25
BAB 25 KEPUTUSAN MENDADAK?
26
BAB 26 MISTERI GENTONG AIR?
27
BAB 27 FASILITAS YANG LENGKAP.
28
BAB 28 FLASHBACK PENGLIHATAN GAIB.
29
BAB 29 PESAN DAN PETUNJUK TERAKHIR.
30
BAB 30 PENAMPAKAN BARU?
31
BAB 31 SAMBUTAN HANGAT.
32
BAB 32 TRAGEDI TRAGIS!
33
BAB 33 MIMPI ATAU NYATA?
34
BAB 34 SINGING BOWL?
35
BAB 35 PENAMPAKAN SOSOK GAIB.
36
BAB 36 MENGINAP DI PAVILIUN.
37
BAB 37 FOTO HITAM PUTIH?
38
BAB 38 ACARA SAKRAL?
39
BAB 39 ACARA BERJALAN SUKSES.
40
BAB 40 BERTANYA-TANYA?
41
BAB 41 TERNYATA PAK WAKIDI?
42
BAB 42 KEMBALI KE MASA LALU.
43
BAB 43 TERJEBAK KEADAAN.
44
BAB 44 HATI IBU YANG IBA.
45
BAB 45 ADA RENCANA TERSEMBUNYI?
46
BAB 46 PERMAINAN LICIK PARA ANGGOTA?
47
BAB 47 SALING MENJATUHKAN?
48
BAB 48 SIASAT?
49
BAB 49 CERITA PENJEBAKAN?
50
BAB 50 CUCI OTAK.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!