Sepasang kaki jenjang berbalut sepatu wedges hitam itu melangkah perlahan-lahan menuju taman yang bersebelahan dengan area parkir. Saat itu, matahari sudah hampir tegak di atas kepala ketika dia menginjakkan kaki di halaman rumah. Perasaannya sedikit lega setelah berbicara panjang lebar dengan Adhisty, satu-satunya sahabat yang paling ia percaya.
Ketika sedang menyusuri taman hijau yang tampak asri di halaman rumahnya itu, langkah Alenna seketika terhenti karena tiba-tiba, dia melihat seseorang yang sedang berenang di kolam renang. Sejenak, dia tercenung memerhatikan orang tersebut hingga dia muncul ke permukaan lalu menaiki tangga kecil di tepi kolam sambil berpegangan pada batang besi.
Dengan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam, Firdaus tampak berjalan menuju kursi berjemur yang tidak jauh dari kolam renang. Alenna pun mengatur langkah untuk mendekatinya.
"Ehem!"
Firdaus seketika menoleh ketika mendengar suara deheman dari seseorang. Pria yang hendak memakai kimono handuk berwarna biru itu tersentak saat melihat Alenna tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya. Cepat-cepat dia mengenakan kimono handuk tersebut lalu segera memutar tubuh menghadap wanita itu.
"Ada apa?" tanya Firdaus dengan nada dingin seperti biasanya.
"Emh ... aku ... aku ingin mengatakan sesuatu padamu," tutur Alenna dengan sedikit gugup. Dia merasa ragu untuk mengutarakan keinginannya. Dia takut Firdaus akan marah dan langsung menolak ajakannya mentah-mentah.
"Mengatakan apa?"
"Emh ... minggu depan, mungkin aku sudah harus kembali bekerja karena job di kantorku sedang banyak-banyaknya. Mereka kekurangan tim dan sangat membutuhkan bantuanku. Tadi, aku sudah bicara dengan atasanku. Tapi sebelum aku kembali aktif bekerja, aku ingin mengajakmu liburan ke suatu tempat. Apa kamu mau?" tanya Alenna dengan harapan setinggi gunung. Dia berharap, Firdaus tidak akan menolak ajakannya.
"Liburan?" Pria yang sedang mengeringkan wajah serta rambutnya yang basah dengan handuk itu seketika mengernyit dan menghentikan aktivitasnya. "Liburan ke mana?"
"Ke Bali," jawab Alenna cepat. "Hanya untuk beberapa hari saja. Please!"
Firdaus tidak segera memberi respons. Ditatapnya mata bulat yang memancarkan permohonan itu lekat-lekat. Dia tidak tahu apa tujuan Alenna mengajaknya berlibur ke Pulau Dewata. Mungkinkah wanita itu masih ingin berusaha untuk memulihkan ingatannya? Firdaus tiba-tiba ingin menguji, sejauh mana wanita itu akan bertahan di sisinya.
"Oke," jawabnya singkat.
Sepasang mata bulat itu seketika melebar. Bibir merah delimanya pun mengukir senyuman indah. Sungguh, Alenna benar-benar tidak menyangka kalau Firdaus mau menerima ajakannya.
"Oke? Mas mau?" tanya Alenna memastikan sekali lagi.
"Oke."
"Alhamdulillah ... kalau begitu, aku akan segera memesan tiketnya." Dengan wajah semringah dan senyum yang tidak lepas dari bibir, Alenna pun mengayunkan sepasang kakinya menuju rumah. Dia ingin segera masuk lalu memesan tiket pesawat sekaligus kamar hotel yang pernah mereka tempati dulu melalui aplikasi online.
"Mas, aku sudah pesankan tiket pesawatnya. Besok pagi, kita akan langsung berangkat," ujar Alenna saat melihat Firdaus memasuki ruang tamu dengan mengenakan kimono handuknya.
"Baiklah." Lagi-lagi, Firdaus hanya menjawabnya dengan singkat, lalu melangkah menuju tangga. Namun, meskipun sikapnya masih acuh tak acuh, Alenna sudah cukup senang karena pria itu tidak menolak ajakannya kali ini.
***
[Fir, ini aku, Shella. Besok, kamu sibuk, nggak? Rencananya, aku ingin ke Puncak lagi untuk liburan. Apa kita bisa ketemu?]
Firdaus membaca satu pesan WhatsApp yang masuk ke ponselnya. Dia terkejut karena Shella tiba-tiba ingin ke Puncak lagi dan mengajaknya bertemu. Padahal besok pagi, dia dan Alenna akan segera berangkat ke Pulau Dewata.
[Kalau kamu sibuk, tidak apa-apa. Kita bisa ketemu lain kali saja. Sebenarnya, aku kangen sama kamu, Fir. Sejak pertemuan kita kemarin, aku terus mikirin kamu.]
Shella kembali mengirimkan pesan. Dua kalimat terakhirnya itu membuat perasaan Firdaus menjadi bimbang. Sejenak, dia berpikir sebelum mengetik balasan.
[Maaf, Shella. Besok, aku mau pergi dengan Alenna. Dia tiba-tiba mengajakku ke Bali dan aku sudah menyetujuinya. Sebenarnya, sejak pertemuan kita kemarin, aku juga terus mikirin kamu. Aku juga kangen sama kamu.]
Pesan tersebut langsung dibaca oleh Shella. Namun, wanita itu juga memerlukan waktu untuk membalasnya.
[Ke Bali? Untuk apa dia mengajakmu ke Bali?]
[Aku juga tidak tahu. Mungkin, dia masih ingin berusaha untuk memulihkan ingatanku. Aku setuju karena aku ingin mengujinya. Aku ingin tahu sejauh mana dia sanggup bertahan di sisiku.]
[Oh. Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu lain kali, ya, Fir. I love you.]
Firdaus sedikit kaget karena Shella menuliskan kata I love you di akhir kalimatnya. Perasaannya tiba-tiba berdebar-debar. Haruskah dia membalasnya? Namun, statusnya yang mungkin telah menikah membuat hatinya merasa bimbang. Jika benar Alenna adalah istrinya, berarti dia telah bermain api. Akan tetapi, dia juga tidak ingin mengecewakan Shella, perempuan yang hingga kini masih sangat ia cintai.
[I love you too.]
Akhirnya, Firdaus pun membalasnya. Selang beberapa detik kemudian, Shella kembali mengirimkan pesan.
[Terima kasih, Sayang. Ternyata kamu masih memiliki perasaan yang sama denganku. Aku benar-benar bahagia. ❤️❤️]
Firdaus tersenyum saat membaca pesan itu. Hatinya terasa berbunga-bunga, seperti ketika mereka masih berpacaran dulu.
"Kenapa Mas senyum-senyum sendiri?"
Firdaus yang sedang duduk santai sambil meluruskan kedua kakinya di rooftop tiba-tiba tersentak dan refleks mendongak saat mendengar suara Alenna. Entah sejak kapan wanita itu berdiri di hadapannya. Dia sampai tidak sadar saking asyiknya berbalas pesan dengan Shella.
"Tidak apa-apa. Aku hanya sedang menonton video lucu. Kamu kenapa kemari? Kenapa bisa tahu aku ada di sini?" tanya Firdaus dengan tatapan menyelidik.
"Emh ... aku sengaja mencarimu untuk makan malam karena kamu nggak turun-turun. Tadi, aku sudah mencari di kamar tapi karena kamunya nggak ada, jadi aku memutuskan untuk ke sini. Oh, ya, aku sudah memasak ayam geprek sambal ijo kesukaanmu." Alenna mengulum senyum. Dengan senyuman itu, dia berharap, Firdaus tidak akan marah dan mau menerima ajakannya untuk makan.
Firdaus pun segera bangkit lalu mengayunkan langkahnya. "Ayo!"
Senyum Alenna merekah sempurna. Dia senang bukan main karena Firdaus benar-benar tidak marah dan langsung menerima ajakannya untuk makan malam bersama. Gegas, dia mengikuti langkah pria itu menuruni anak tangga menuju lantai dua.
Malam ini, Alenna benar-benar bahagia karena sudah dua kali Firdaus menerima ajakannya. Dia tersenyum senang melihat sang suami yang memakan masakannya dengan begitu lahap.
***
Pagi-pagi sekali, Alenna sudah terjaga dari tidurnya. Setelah menggugurkan kewajiban dua rakaat, dia segera menuju ke arah dapur untuk menyiapkan menu sarapan sederhana. Hari ini, dia akan membuat beberapa potong sandwich untuk mengganjal perut mereka sebelum berangkat ke bandara.
"Apa Mas sudah siap? Sebelum berangkat, kita sarapan dulu, yuk! Aku sudah bikin beberapa potong sandwich untuk kita berdua," seru Alenna saat melihat Firdaus turun ke lantai dua dengan pakaian yang sudah rapi, lengkap dengan sebuah topi yang tersemat di kepala serta tas ransel di punggungnya. Alenna yang baru keluar dari kamar juga sudah berpenampilan rapi, lengkap dengan sebuah koper kecil di tangannya.
Cling!
Pada saat mereka sedang menikmati sarapan bersama, tiba-tiba ponsel milik Firdaus mengeluarkan bunyi notifikasi. Pria berkaus putih polos dengan kemeja flanel yang sengaja tidak dikancingkan itu pun merogoh benda pipih yang terselip di saku celananya. Saat melihat ke layar, dia terkejut karena menerima sebuah pesan WhatsApp dari Shella.
[Sayang, nanti, kamu menginap di hotel mana?]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Pujiastuti
aduh sipelakor mulai beraksi mana tanya ginap dihotel apa lagi, jangan² shela berbohong dan ngarang cerita kalau dia dipaksa menikah
2023-09-24
1
Chu Shoyanie
apakah Shella berubah jadi wanita jahat?!🤔🥱
2023-09-19
0
Nar Sih
wahh pelakor mulai nih ...semoga usaha alenna buat igatan firdaus cpt kembali berhasil ya biar pelakor ngk bisa masuk lbh jauh ,semagatt alenna💪☺️
2023-09-18
1